The Chance (Kesempatan)

The Chance (Kesempatan)
Limabelas


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu datang, dimana hari ini perusahaan Bianca akan datang untuk mempersentasikan dan juga menguji coba pada salah satu ruangan di hotel yang baru yang akan segera diresmikan tahun ini


"Beneran bisa Nona" bisik Jordy


"Bisa udah kamu tenang aja" Bianca berdiri dan merapikan bajunya, tangannya yang masih di gips sebenarnya membuat ia sedikit kesulitan untuk melakukan persentasi, namun Ia tetap ingin melakukannya sendiri


Bianca pun mulai berbicara, dan juga menampilkan slide demi slide presentasinya kepada semua yang hadir


"Ternyata jika sedang begini Dia bisa sekeren ini" gumam Gery dalam hatinya yang sejak tadi memperhatikan Bianca yang sedang persentasi didepannya.


Gery terus mengeluarkan senyum tipis di wajahnya hingga membuat Bianca tidak fokus ketika Ia bertatapan dengan Gery


"Sial, kenapa Ia melihatku seperti itu, apa gara-gara tadi pagi" Gumam Bianca dalam hatinya


(FB pagi ini)


Bianca sudah selesai mandi, Ia pun bergegas menuju lemarinya dan memakai bajunya, namun ketika Ia ingin memakai pakaian dalamnya Bianca kesulitan dan memilih untuk memakai Bra yang ada kancing depan, Ia lalu hendak memakai kamisolnya juga kesusahan sebab Ia binging hendak memasukan tangannya, Ia pun bergegas mencari pakaian dalam lain dan mendapatkan BeBe setelah Ia selesai, Kesulitan lainnya datang, Ia tak dapat memakai kemejanya, bagaimana pun Ia mencoba Ia membutuhkan bantuan, sebab tangannya masih benar-benar sakit ketika di gerakkan


(Bunyi ketukan pintu)


"Hei Tarzan sedang apa kau, lama sekali" Tutur Gery


"Apa kau tidak bisa memakai kamar mandi lain" balas Bianca memekik


"Aku sudah selesai, aku hanya ingin mengambil jam tanganku di dalam"


Bianca melihat kesana kemari dan ternyata Gery meletakkan jamnya pada nakas di samping pintu.


(bunyi kunci pintu terbuka)


"I--ini" Bianca menyerahkan jam pada Gery


"Kau tidak apa-apa" tanya Gery memakai jamnya


"Em... Apa kau, Apa kau bisa membantuku" tanya Bianca gugup sembari membuka lebar pintunya, Gery melihat Bianca yang masih memakai pakaian dalam dan juga short pants mengerti

__ADS_1


"Dimana kemejamu" tanya Gery.


Bianca lalu memberikan kemejanya lalu Gery membantu memakaikannya pada Bianca dengan perlahan Ia melepas gips yang ada di tangan Bianca lalu memakaikan kemejanya "Apa kau mau memakai rok ini" tunjuk Gery yang di balas anggukan canggung oleh Bianca, Gery pun membantu Bianca menaikan resleting roknya, dan setelah itu Ia kembali memasang gips modern itu pada tangan Bianca


"Selesai, cepatlah turun Pak Li sudah menyiapkan sarapan"


"Hem, Thank you"


"Ya" Gery pergi keluar meninggalkan Bianca


(FB OFF)


"Bagaimana Bapak-bapak semuanya" tanya Gery, dan terlihat jika client serta mitra kerja barunya sangat terkesan dengan kecanggihan teknologi yang akan dipakai untuk hotel baru yang akan di bangun, sebenarnya tanah yang akan dibangun bukan hanya hotel, namun juga beberapa Vila berupa resort disebuah pulau, namun Gery ingin mengenalkan lebih dulu peralatan canggih ini pada hotel yang akan di bangun lebih dulu, sebab tempat wisata resort nya akan selesai dua bulan dari sekarang


"Wah saya tidak menyangka jika Walikota Ken memiliki anak perempuan yang sangat berbakat" Tuan Smith menjabat tangan Bianca


"Terimakasih Tuan Smith" balas Bianca


"Bagaimana jika kita makan siang bersama" ajak Tuan Smith


"Maaf Tuan Smith, seperti yang anda lihat jika istri saya sedang tidak dalam keadaan yang baik" Ucap Gery menyela


"Saya tidak tahu jika Anda sudah menikah" seru Tuan Smith memberi pandangan lain


Lalu setelah itu mereka pun pamit dan pergi meninggalkan Bianca dan Gery


"Ger apa kau sudah gila" tutur Bianca yang tidak senang dengan ucapan Gery tadi


"Gila, Kau adalah istriku kan" Gery membalikkan badannya agar bisa melihat Bianca yang mengikuti nya hingga ke ruangan Gery "Gila dimananya, istrinya yang gila" Gery menatap pada Bianca


"Apa kau sadar, jika kau mengatakan hal seperti tadi, akan berpengaruh pada kerja sama dengan beberapa perusahaan, mereka akan menganggap sepele karena aku ada hubungannya dengan mu" Bianca terlihat cemas akan beberapa hal


"Ca, perusahan Papa Ken itu adalah tercanggih, bahkan negara C, K dan Juga J ikut berpartisipasi dan juga beberapa profesor mengakui kecanggihan nya dan datang kemari untuk mengembangkan bersama, kenapa kamu yang terlihat cemas" Gery berbalik menyerang Bianca


"Kau itu ya dari dulu memang gak berubah, selalu aja berpikir logis dan lebih parahnya hanya selalu melihat dari satu sisi" Bianca kini maju selangkah

__ADS_1


"Look, i don't wanna fight with you, katakan aja langsung apa yang ingin kau katakan, Kau pikir aku Tuhan atau dewa yang biasa tahu isi hati dan kepalamu itu" Gery menunjuk pada Bianca


Bianca hanya bisa tertawa sarkartis "Terserah" Jawab Bianca yang pergi meninggalkan Gery dengan terbata-bata sebab kakinya yang masih sakit


"Arrgh sial" Gery memukul angin lalu duduk di kursinya, sedangkan Angus yang dari tadi memperhatikan argumen antara keduanya hanya bisa diam menunggu perintah Gery


"Apa aku salah Gus" tanya Gery


"Saya kurang paham masalahnya Tuan, hanya saja kalau dari yang saya tangkap, Nyonya Muda ingin sebuah pembuktian di dirinya sendiri, bahwa meski bekerja dibawah perusahaan Papanya Nyonya Bianca pun bisa menciptakan inovasi baru yang tidak kalah dari Tuan Ken Hasa"


"Lanjutkan" Ucap Gery


"Ya Tuan, sebab ada kemungkinan selama ini Nyonya Muda mungkin di kenali sebagai Anak Tuan Ken dari Perusahaan Tech. Yang terkenal, sehingga pengakuan orang sekitar dikarenakan Ia berasal dari Tech pasti ada bantuan, bukan karena kemampuannya sendiri" Ucap Angus sangat berhati-hati


"Aku mengerti maksudmu" Gery diam seketika


(Bunyi Pintu)


"Tuan, kaki Nyonya Muda mengalami pendarahan" Tutur Jordy


"Apa" Gery bergegas keluar ruangan dan menuju tempat dimana Bianca duduk, dan benar saja kakinya mengeluarkan banyak darah, sepertinya lukanya terbuka


"Angus siapkan mobil" Tutur Gery yang langsung menghampiri Bianca yang di kerumuni karyawannya dam menggendong Bianca ala bridal style


....


MC Hospital


Dokter segera memberi pertolongan pertama pada Bianca, dan semasa proses pengobatan Gery hanya diam saja tak bersuara, hanya dokter yang melakukan pembicaraan dengan Bianca atau Antoni terkait luka di kaki Bianca, Gery menyimak dan mendengar saja


"Tuan, saya akan menebus obat dulu apa anda akan menunggu di mobil" Tanya Angus, namun Gery memberi kode untuk pergi menebus obat, Angus pun pergi meninggalkan Bianca dan Gery dalam kesunyian


Bianca duduk di kursi roda dan sesekali melirik Gery yang memasang wajah tanpa ekspresi apa pun, Bianca sadar jika Gery sedang marah tak butuh waktu lama bagi Bianca untuk mengerti tentang Gery


"Aku minta maaf" Ucap Bianca namun Gery masih diam "Ger... Apa kau masih marah"

__ADS_1


Gery mendesah lalu menoleh ke Bianca "apa kau mau permintaan maafmu diterima" Bianca mengangguk


"Istirahat lah dirumah selama tiga hari, bawa pekerjaanmu ke rumah, Biar saja Jordy bolak balik untukmu" Ucap Gery yang langsung di balas anggukan oleh Bianca "Baiklah, ayo kita tunggu Angus di mobil" Gery membantu mendorong kursi roda milik Anca


__ADS_2