
Aula Big House begitu megah dan terlihat beberapa tamu undangan masuk kedalam setelah selesai swab dan terlihat hasil negatif, mereka juga tak lupa mengenakan face shield yang sudah di siapkan
"Tuan Andi, selamat datang"
"Wuaah, Walikota Ken dan Mas Dean... Selamat ulangtahun ya"
Para tamu dari kalangan atas dan para pebisnis saling memberi salam kepada Tuan Ken dan juga Tuan Dean, beberapa diantaranya membawa hadiah dan Juga karangan bunga sebagai ucapan ulang tahun dari mereka untuk keduanya
"Happy birthday Ayah-Pah"
"Gery" Tuan Ken begitu senang melihat Gery yang sudah Ia anggap anaknya sendiri, Ia pun memberi pelukan hangat kepada Gery kemudian Ia memeluk Ayahnya lalu berdiri di samping Ayahnya
Semua tamu pun sudah berkumpul dan tampak berbincang satu dengan lainnya, saat Mc hendak memulaikan acara tiba-tiba lampu padam dan ruangan menjadi Gelap Gulita
"Loh, ada apa ini"
Para tamu pun bingung.
Pats ( lampu sorot menyala)
"Happy birthday to you, happy birthday to you... Happy birthday, happy birthday.... Haaappyyy biirtthday to you" Bianca yang datang dari kerumunan tamu menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk Papanya dan Ayah Dean, sembari berjalan menuju keduanya dengan Gaunnya yang menawan
"Anca" Ayah Dean memeluk Bianca dan mengucapkan terimakasih kepada Bianca begitu juga dengan Papanya.
Sedangkan Gery melihat tanpa mengedipkan matanya
__ADS_1
(She change a lot, after 7 years...) Gumam Gery dalam hatinya
Acara pun berlanjut, MC kemudian mengambil alih untuk pemotongan kue, lalu sepatah dua kata dari Tuan Ken dan juga Tuan Dean
"Baikah, sekali lagi saya ucapkan terimakasih" Tuan Dean hendak mengakhiri sambutannya "sebelum saya akhiri, saya dan Ken juga memliki sebuah pengumuman bahagia di hari bahagia ini..." Ujar Tuan Dean menoleh ke Tuan Ken dengan anggukan
"Bianca... Gery" panggil Tuan Dean
Bianca sedikit terkejut namun tidak dengan Gery, lalu mereka berdua maju ke sisi Tuan Dean
"Hari ini, juga hari dimana kami mengadakan pertunangan kedua anak kami Gery dan Bianca" Ucap Ayah Dean
Bianca yang sangat terkejut seketika menoleh langsung ke Ayah Dean, lalu ke Papanya dan juga mamanya, ekspresinya seakan sedang meminta penjelasan singkat, apa ini bagian dari acara hiburan atau bagian dari bisnis
"Gery" Papa Ken memberikan sebuah kotak cincin kepada Gery untuk dipakaikan kepada Bianca
Selesai Gery masukan cincin tersebut, para tamu bertepuk tangan...
"Oh, ini maksud Gery tadi siang" tutur Miki yang berada di antara tamu menepuk tangan
....
Acara masih berlangsung meriah, ada sapaan dan obrolan disana sini karena ini kesempatan untuk menemukan client dan juga para investor untuk di ajak kerja sama
Dan lagi para Ibu ibu sosialita menengah keatas dan juga para wanita-wanita yang mencari pria tampan sederajat ataupun untuk menaikan derajat mereka yang saat ini sebagai artis dan juga model, meski tamu undangan tak sebanyak biasanya di akibatkan pembatasan untuk berkumpul namun tamu yang hadir sekitar 150lebih
__ADS_1
Namun di saat yang lainnya sedang bahagia dan senang menikmati pesta ini, di satu sisi di bagian barat gedung Big House, dua orang yang baru saja bertunangan sedang bersitegang satu dengan yang lainnya
"Lalu kenapa kau tak menolaknya" Bianca berteriak keras hingga terdengar dari luar pintu, untung saja saat ini koridor barat tidak ada orang
"Heh, apa kau pikir aku mau bertunangan dengan gadis tarzan seperti mu, aku sudah menolaknya, tapi ini keputusan Ayah dan Papa... Kau sendiri bagaimana bisa kau tidak tahu" ujar Gery menang telak dari perdebatan sengit
Bianca menatap tajam kepada Gery, tatapannya bagai ingin menghabisi Gery dengan sekali terkaman
"Ckckck.... Kalian ini" Miki yang sedari tadi duduk di sofa melihat tontonan sepasang kekasih berdebat akhirnya membuka suara, Ia meletakkan gelas anggur miliknya lalu menyilangkan kakinya "Kalian itu sadar gak sih, kalian itu sudah ditakdirkan bersama, jadi terima saja" Ucapnya menoleh bolak balik ke Bianca dan Gery
"Miki, sejak kapan Kau disitu" Ujar Bianca yang baru sadar
"Aduh sayangku, aku sudah disini sejak tadi... Menyaksikan perdebatan suami istri yang tak kalah sengit dengan para anggota DPR" Tutur Miki yang berdiri berjalan menghampiri Bianca
Bianca membuang wajahnya ke arah Gery yang menatapnya "Apa lihat-lihat" Ujar Bianca
"Huh, 7 tahun tidak bertemu kau masih saja seperti Gadis Hutan Tarzan" Gery bergidik menggeliat bak ulat bulu
"Kau..." Tunjuk Bianca
"Apa, Kau mau apa" Gery ikut menantang
Bianca yang malas berdebat lagi akhirnya keluar dari ruangan dengan kesal dan membanting pintu
Bam....
__ADS_1
"Buset, tu orang kalo marah gak berubah, sangar mulu" gumam Miki, sedangkan Gery hanya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas kasar