
Big House
(Virus Covid-19s saat ini sangat-sangat serius, dan tidak bisa hanya dianggap Virus biasa, gerakan untuk menggunakan double masker pun sudah diterapkan, namun masih saja bisa terpapar..
Berikut kami beritakan dari rumah sakit.....)
Pip, Tv dimatikan
"Haah, dunia sekarang makin menjadi aja.. tutur Nyonya Via sambil meletakkan baki berisi minuman di meja "Sebab itu Kamu jangan keluar-keluar rumah jika tidak perlu"
"Iya sayang, aku tahu" ucap Pria yang sedang duduk dan fokus pada dokumen yang sedang di bacanya
"Ini, obatnya dan ini vitamin nya" ujar Nyonya Via
"Makasih sayang"
"Ini bukankah, gambar yang di buat oleh Bianca ketika Ia di sekolah dasar"
"Ya, kau benar... " pria itu tersenyum
(Tok...tok...tok)
"Permisi Nyonya-Tuan, Nona Anca sudah tiba" Ucap Bi Asih
Kedua orang tua itu pun saling menatap dengan senyuman yang gembira dan bergegas menuju pintu depan
"Anca" serentak keduanya
"Pah... Mah..." Bianca mempercepat langkahnya ketika menaiki tangga lalu memeluk kedua orang tuanya yang sangat merindukannya karena mereka sudah 4 tahun tidak bertemu, sebelumnya Tuan Ken dan Nyonya Via sering mengunjungi Bianca di Jepang, namun karena beberapa tahun belakangan ini pekerjaan sedang sibuk-sibuknya sehingga membuat keluarga ini tidak berjumpa 4 tahun hanya melalui video saja, belum lagi covid-19 yang mendunia
"Ayo masuk kedalam, kamu pasti lelah sekali kan" Seru Tuan Ken
"Papah gak kekantor?! Tanya Anca
"Papamu itu ya bandel Ca" Nyonya Via sedikit mengadu
"Bandel" Anca mengerutkan keningnya sembari duduk di sofa karena mereka sudah tiba di ruang tengah
"Kolesterol nya kan naik tuh, makanya dirumah... Belum lagi malam ini akan ada pesta" Nyonya Via mulai lagi, dan Bianca hanya tersenyum
"Hem biar aku tebak deh... Pasti bareng Ayahkan?! Tunjuk Bianca dengan mata yang ia sipitkan menilik ke wajah ayahnya
__ADS_1
"Hanya sedikit saja, Lobster itu kelihatan sangat enak, Papah jadi tak bisa menahan godaannya" Ujar Tuan Ken lalu anak dan Papa itu tertawa tapi tidak dengan Nyonya Via
"Oh ya, kamu sudah clean kan sayang" Nyonya Via menatap lurus ke Bianca
"Hah?! Clean, maksudnya" Anca menatap bolak balik ke Papa dan Mamanya
"Hedeh, mama ini jadi Parno karena copid copid itu" Seru Tuan Ken mengambil minumannya yang barusan di taruh oleh pelayannya
"Ya ampun Ma, aku kira clean apa... Aku udah vaksin kok ma dari beberapa bulan lalu, dan juga udah di swab sebelum masuk juga aku sudah membersihkan diri diluar, tanya Pak Jajang deh, aku pakek kamar mandi di post jaga" Tawa Bianca yang membuat kedua orang tuanya terkejut dan menggelengkan kepala mereka
"Oh ya, Apa Bram akan pulang" tanya Bianca
"Tidak bisa sayang, Ia masih di Negara ID karena saat ini Kakak Iparmu hamil besar" Jelas Nyonya Via, yang di balas anggukan oleh Bianca
Siang itu, mereka akhirnya bisa menyantap makan siang bersama sebagai keluarga yang komplit dan rumah pun menjadi ramai kembali karena kedatangan Bianca juga menjadi lebih hangat dari biasanya
Sementara itu...
Apartemen Cosmo. Ermeth
Decitan pada sofa terdengar selaras dengan suara nafas yang tersengal-sengal
"Ah... Lebih cepat" lirih wanita yang berada di bawah tubuh seorang pria yang sedang menindihnya itu
(Bunyi password pintu yang di buka)
"Miki...." Gery membuka pintu dan melihat Temannya Miki sedang bermain kuda lumping
"Ger...bentar" nafasnya tersengal sekaligus terkejut
"Ah...ha....." Miki dan wanita di bawahnya akhirnya sampai pada puncak yang membuat keduanya sama-sama merasakan nikmat yang tak dapat di dustai
Gery berjalan melewati keduanya menuju kamar yang ada di ujung koridor dan mengambil kunci dari sakunya lalu membukanya, Ia pun segera membaringkan dirinya di atas kasur dan menatap langit langit, untuk sesaat Ia terdiam
(FlashBack on)
6 bulan lalu Saat Gery berada di LN, Ayahnya datang dan menghampirinya
Restoran French
"Menikah?! Yang benar saja Ayah"
__ADS_1
"Aku kesini bukan untuk berdebat denganmu, aku kesini ingin memberitahu mu dan tidak ada penolakan, kau akan menikah dengan Bianca"
"Bianca, maksud ayah Bianca nya Papa Ken?! Tanya Gery dan di jawab anggukan oleh Ayahnya
"Gak bisa Yah"
"Ger, sejak kalian dari dalam perut bahkan sebelum kalian terbentuk, Ayah dan Papa Ken mu sudah berjanji jika anak kami salah satunya cewek dan cowok akan dijodohkan tapi jika jenis kelaminnya sama maka akan menjadi sahabat, lalu lahirlah Kamu dan Bianca, jadi kalian harus menikah" ucap Ayah Dean santai
"Tapi Yah, aku dan Bianca itu..."
"Sssh sudah sudah, Ayah tidak mau dengar apa pun darimu, ingat Kau harus pulang saat acara double Party, dan kami akan mengumumkan pertunangan kalian berdua"
"Apa Bianca tahu Yah"
"Tidak, jangan beritahu Bianca dulu... Biar itu menjadi urusan Papa Ken mu"
(FlashBack Off)
"Haaa..." Gery menutup matanya, merasa gusar...
"Welcome home" seru sebuah suara yang berdiri di ambang pintu dengan menggunakan baju kimono mandi
Gery membuka matanya lalu menoleh malas pada Miki "cepat usir wanita itu" ujar Gery dengan nada datar
"Iya, dia sudah ku usir, lagian kenapa kau tidak memberitahuku jika kau datang hari ini..." Miki berjalan masuk dan duduk di tepi tempat tidur Gery
"Aku juga tidak tahu apakah aku harus kembali atau tidak"
"Tapi kau sudah disini, untuk apa lagi kau memikirkannya..." Miki beranjak dari sana dan berjalan mengitari kamar Gery yang selama ini di kunci, ini adalah pertama kalinya Miki masuk ke kamar Gery sejak dikunci
"Hah, kau menyimpan ini... Bukankah Kau sudah tidak bertegur sapa dengannya" Miki melihat sebuah foto yang berada di bufet lemari milik Gery, foto saat Gery dan Bianca serta Bram masih di sekolah dasar
"Ayah menyuruhku menikahinya" lirih Gery karena saat ini Ia baring tengkurap dan bantal menahan sebagian wajahnya
"Whaaat?! Miki terkejut "Bianca setuju" Tanya Miki
"Aku tidak tahu... akh sial" Gery kembali duduk dengan kesal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu
Miki yang tersenyum tipis kini mendapat sebuah Ide, Miki sangat tahu sahabatnya ini "bukankah itu bagus"
"Maksudmu" Gery mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Kau bisa mengerjainya seperti dulu" ujar Miki dengan senyum seringainya begitu juga dengan Gery