
"Kau sungguh tidak mencintai ku lagi" Gery bertanya pada Bianca sembari menuruni tangga membuat Bianca Risih karena sedari tadi itu yang ditanya oleh Gery
Dan ketika dihalaman depan "Hei Gadis Tarzan, apa benar kau sudah tidak ada perasaan apa-apa padaku" Ujar Gery berteriak membuat Angus dan juga Jordy terkejut
"Gery, are you lost your mind" Kini giliran Bianca yang berteriak padahal mobil mereka hanya di parkir bersebelahan
"No, i just asking... And you not answer, thats why i asking again and again" Tengil Gery mulai keluar, Bianca yang menggelengkan kepalanya hanya bisa membuat wajah malas dan masuk kedalam mobil menyuruh Jordy untuk cepat pergi
Di dalam mobil
"Nona, apa anda sudah baikan dengan Tuan Gery"
"Jor, ini jam kerja" tutur Bianca dengan tatapan tajam
"Belum Nona, kita masih di jalan, nanti jika sudah di kantor dan saya sudah tapping baru jam kerja" jawab Jordy
"Jordy Anggara, apa kau mau kupotong lagi gajimu, atau kau sudah bosan hidup" Ujar Bianca dengan tatapan tajam setengah berteriak membuat Jordy segera menutup mulutnya
.....
MC. Group
Angus yang melihat tuannya itu cengar-cengir sendiri hanya bisa mengela nafas berat sambil menggelengkan kepalanya "He got a new toys kah?! gumam Angus yang memahami tuannya itu
"Angus" panggil Gery
"Ya Tuan"
"Reservasi restoran untuk malam ini, aku akan makan malam bersama Gadis Tarzan" ujar Gery
"Baik Tuan... Anda terlihat sangat gembira Tuan"
"Tentu saja, bukankah aku akan makan malam dengan istriku" Ucapnya terkekeh
"He, iya Tuan... Hati-hati Tuan biasanya kita bisa terhanyut bahkan game over dipermainan yang kita ciptakan sendiri" ujar Angus kemudian pergi Ia takut mendengar amarah Gery
"Angusss" teriak Gery kesal
Sementara di HS.tech.corp Bianca terdiam mematung ketika Ia keluar dari ruang rapat melihat sosok pria didepannya
"Kak Aiden" Bianca tak percaya, Ia pun terlihat senang dan langsung memeluk pria yang dia panggil Kakak itu
"Apa kabar Ca"
"Kau dari mana saja Kak" Ucap Bianca mengiring Aiden duduk kembali
"Aku bantu Papa ku di Negara S, dan sekarang perusahaan sudah stabil jadi aku bisa bebas sedikit" Ucap Aiden
__ADS_1
"Kau tahu Kak, aku sangat merindukan mu" lirih Bianca
"Aku tahu, makanya aku disini... Aku dengar bahwa Kau sudah pulang dari Negara J"
"Ah iya, kau tahu Papaku saat ini sedang tidak baik keadaannya" Tutur Bianca sedih lalu menceritakan apa yang telah terjadi, namun Bianca lupa untuk menceritakan bahwa Ia sudah menikah dengan Gery
MC. Hospital
Aiden yang di sambut dengan pukulan tersandar di dinding rumah sakit sambil memegang bahunya yang di tinju oleh Bram
"Bram" Bianca terkejut, kemudian merasa lega ketika Kakaknya itu tersenyum dan memeluk sahabatnya itu
"Damn Bro, where have you been" Ujar Bram dan mereka pun mulai berbincang
Aiden yang datang memberi salam kepada Nyonya Via, lalu juga memberi salam kepada Tuan Ken
.
.
.
"Kau dimana, aku sudah di restoran" Ujar Gery pada telpon miliknya
"Gery bisakah kau makan malam sendiri, aku sedang makan bersama Kak Aiden"
"Iya... Sudah dulu ya, bye" Bianca menutup telponnya
"Tung... Sialan, Angus kau punya waktu lima menit untuk mencari tahu dimana Bianca"
"Nyonya sedang berada di Cafe Be'lui Tuan"
"Jalan" Gery merasa kesal dan juga marah, apalagi mendengar nama Aiden, mengingatkannya pada peristiwa yang sudah berlalu itu
Lima belas menit kemudian, Angus tiba di depan Cafe Be'lui, Gery yang segera turun langsung masuk ke Cafe dan menoleh ke sana kemari mencari Istrinya dan akhirnya Ia melihat Bianca yang sedang tertawa lepas dengan Aiden disisinya, sama seperti saat itu di cafe yang sama, Gery seakan merasa De Javu
"Kau itu masih sama saja seperti dulu" Aiden menarik hidung Bianca
"Ah Kak sakit" Ucap Bianca
"Kak Aiden juga sama, apa kakak sudah menikah" tanya Bianca
"Tentu saja belum, apakah aku belum bilang jika aku datang kemari ingin melamarmu" Ucap Aiden
"Benarkah, aaah sweet banget sih Kak" Bianca tertawa kecil membuat tatapan seseorang makin panas di tambah lagi saat ini Aiden mengacak-acak rambut Bianca
"Singkirkan tanganmu dari Istriku" ujar Gery dengan suara penuh penekanan dan tatapan dingin
__ADS_1
"Gery?! Aiden terkejut
"Gery, sedang apa kau disini bukankah kau sedang makan mal..." Belum selesai Bianca berbicara Gery sudah menarik tangan Bianca
"Pulang sekarang" Gery menatap tajam
"Ada apa denganmu, aku tidak mau, aku masih mau disini degan Kak Aiden"
"Gery ada apa ini, mengapa kau memaksa Bianca seperti itu, lepaskan tanganmu kau menyakiti Anca" Ujar Aiden yang kini berdiri
Gery menatap tajam ke Aiden "aku tidak tahu untuk apa Kau datang kesini, tapi jika kau macam-macam dengan istriku, kali ini aku tidak segan-segan menghabisi mu" Ujar Gery menarik paksa Bianca keluar dari Cafe
"Istri" Aiden menatap dalam kepergian Gery dan Bianca
(Diparkiran)
"Gery lepas, lepas aku bilang" Bianca menarik kuat tangannya dan Gery melepasnya
"Ada apa denganmu" ujar Bianca
"Aku, kau yang ada apa, apa kau tidak tahu jika kau itu sekarang adalah seorang istri dan kau malah duduk dengan pria lain"
"Pria lain siapa, dia itu Kak Aiden sahabat Kakaku, dan Temanmu juga"
"Tapi dia tetap laki-laki dan kau perempuan, sekarang kau masuk... Angus ke rumah Utama"
"Baik Tuan"
"Tidak, aku tidak mau pulang dengan mu" Ujar Bianca yang hendak pergi namun di tarik paksa oleh Gery dan masuk kedalam mobil
Didalam perjalanan, keduanya tidak saling bicara, Bianca terlihat sangat kesal pada Gery sekarang begitu juga dengan Gery ke Bianca
Sesampainya di Rumah Utama, Bianca bergegas masuk ke dalam kamar meninggalkan Gery dan Angus
"Angus kau pulanglah"
"Tapi tuan, anda sebaiknya berbicara dengan baik...." Belum selesai, Angus sudah di tatap tajam oleh Gery "Saya pamit Tuan"
"Nyonya semoga anda baik-baik saja" Gumam Angus dalam hati, sebab Ia tahu kemarahan Gery bagaimana, dan lagi Bianca adalah orang yang dapat menyulut emosi Tuannya lebih besar
Braaak
Gery
Apa sih, kau pikir aku tuli" Ujar Bianca masih terlihat kesal dan baru selesai mandi dan hanya memakai baju jubah mandi karena akan mengaplikasikan skin carenya sebelum tidur
"Aku katakan padamu, jaga sikapmu sebagai wanita yang sudah bersuami" Tutur Gery lalu pergi
__ADS_1
"Cih, apaan sih" Bianca tak ambil pusing dan sibuk mengaplikasikan skin carenya