The Chance (Kesempatan)

The Chance (Kesempatan)
Tujuh


__ADS_3

Seminggu berlalu, Bianca yang diminta Mamanya untuk tetap berada di Ermeth Town akhirnya mengabulkan permintaan Mamanya, Ia pun segera menelpon Jordy orang kepercayaan nya yang saat ini masih berada di Kota J, untuk menyerahkan perusahaan cabang di Kota J pada si kembar Hiroshi dan Yoshiko, dan menyuruh Jordi untuk kembali ke Ermeth membantu Bianca untuk mengurus perusahaan pusat di Ermeth


Pagi ini, Bianca yang tengah bersiap-siap untuk ke kantor, dikejutkan dengan sebuah pesan yang masuk dari Ponselnya, Ia pun bergegas keluar dari kamarnya


"Mah aku pergi dulu ya" Ujar Bianca tanpa menoleh ke arah meja makan dimana Mamanya sedang duduk


"Anca sarapan dulu"


"Biar aku saja Ma" Ucap Gery yang pagi ini datang, ia pun menyusul Bianca


"Hei Gadis Tarzan" panggilnya menghentikan langkah Bianca dan menoleh


"Kau-- Bianca terkejut "sedang apa Kau disini" tanya Bianca terkejut


"Memang kenapa jika aku disini"


"Bukankah Kau sedang di Negara A" ucap Bianca, sebab setelah hari pernikahan mereka, Gery mendapatkan telpon dari Negara A karena ada rapat yang harus Ia hadiri sekaligus pembukaan Apartemen di Negara tersebut


"Aku sudah pulang, dan aku datang untuk menjemput mu"


"Menjemput ku" Bianca tertawa mengejek "apa aku tidak salah" Bianca mengangkat alis kirinya


"Hah, susah memang ngobrol bersama orang hutan" gumam Gery pelan


"Apa kau bilang" Bianca menaikkan nadanya


"Kau itu istriku sekarang, Kau memang harus mengikuti kan, sudahlah ayo cepat." Tutur Gery yang malas berdebat dengan Bianca


"Astaga... Benar juga, aku kan sudah menikah" Seru Bianca menepuk jidatnya dan melihat cincin pada jari kirinya, Ia pun berjalan mengejar Gery yang sudah masuk mobil


.....


Ponsel Bianca dari tadi berbunyi...


"Ck..." Bianca membalikkan ponselnya dan fokus pada dokumen yang sedari tadi Ia cari


"Mengapa Kau tak mengangkat nya" tanya Gery


"Aku sibuk" singkat Bianca, dan ponselnya kembali berbunyi, Gery yang melihat cela langsung mengambil ponsel Bianca


"Halo" ujar Gery


"Gery" Bianca terkejut sekaligus marah, mencoba untuk mengambil ponselnya namun di halangi oleh Gery yang menahan Tangan serta badan Bianca dalam dekapannya


-Kau siapa, dimana Bianca-

__ADS_1


Ujar Pria di sebrang telpon


"Kau yang siapa, ada perlu apa dengan Anca?


-Anca?! Aku ini kekasihnya Bianca, kau siapa-


Belum sempat Gery menjawabnya Ia sudah berteriak sebab Bianca menarik bulu kakinya


"Shitt...." Gery mengusap kakinya, dan Bianca yang terbebas dari Gery segera mengambil ponselnya


"Hans, aku akan menelpon mu nanti, bye" Bianca mematikan telpon nya


"Kau punya kekasih?! Tanya Gery tersenyum sinis tak percaya


Bianca menarik nafasnya lalu membuang nya dan menoleh ke Gery dengan tatapan tajam "emang kau pikir, kau saja yang bisa punya kekasih"


"Well, kalau aku ya pasti sudah tak di ragukan, aku tampan dan kaya, wanita mana yang menolak jadi kekasihku" Gery membanggakan diri


"Dasar Pria Narsis" Ucap Bianca memutar malas bola matanya "Kau itu--" tunjuk Bianca "sebenarnya mau apa dariku Gery Putra?! Bianca sedikit menaikkan nadanya karena kesal


"Yang sopan padaku" Gery mengibaskan tangan Bianca "Ayah ingin Kau membantuku untuk proyek yang baru ini" Gery menyerahkan tablet kepada Bianca, Bianca melihatnya selama beberapa menit lalu membalikkan nya kepada Gery


"Kirimkan ke Emailku, Pak Yo hentikan mobilnya" tutur Bianca


"Ada apa denganmu" Gery mengerutkan keningnya


"Bukankah kau sudah menyampaikan pesannya, untuk apa lagi aku disini, Pak Yo hentikan mobilnya" Bianca menekan nadanya ketika beralih ke Pak Yoyo dan mobil pun berhenti, Bianca turun


"Aku akan menghubungi mu ketika sudah selesai"


Ada sela sesaat diantara keduanya...


"Bianca, apa kau tahu kalau Kau itu wanita yang tak menarik dan menyebalkan" datar Gery dengan ekspresi dingin "jalan Pak Yo"


Bianca terdiam sesaat ketika mendengar ucapan dari Gery "Huh, gara-gara siapa aku menjadi wanita yang menyebalkan" Ujar Bianca lalu tak berapa lama sebuah mobil berhenti di depannya, Jordy yang terlambat segera keluar dan membuka pintu mobil


.


.


.


MC. Corp


Braak

__ADS_1


Gery menendang tong sampah yang ada di depannya ketika Ia tiba di ruangannya "Ada apa dengan Gadis Tarzan itu" kesal Gery melonggarkan dasi miliknya


Angus yang melihat tuannya itu sudah memahami dengan betul jika Gery pasti habis berdebat dengan Bianca, karena pagi ini mereka berangkat bersama, Angus tidak ikut karena harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dulu


"Mungkin Nona Bianca masih mengingat masalah waktu itu Tuan" ujar Angus mengingat kan Bianca tentang kejadian yang tidak mengenakkan kala mereka berada di bangku menengah


Gery hanya bisa terdiam dan duduk di kursinya sambil mengusap wajahnya "Kau kembalilah bekerja"


"Baik Tuan"


"Oh ya Gus, aku mau minta tolong padamu"


"Apa ini Tuan" Angus memberikan sebuah file


.


.


.


HS.tech.Corp


Ruang Laboratorium,


Bianca sedang berjalan sembari melihat teknologi yang sedang di rakit di Laboratorium, hingga Ia berhenti di satu station "Renesme, nama mu Renesme bukan"


"Ya Bu"


"Jelaskan padaku mengenai alat ini" ujar Bianca memutari alat yang seperti timbangan itu dan terdapat tombol yang sejajar dengan dadanya


"Ini adalah timbangan modern yang didesain khusus untuk berada di ruang ganti atau kamar, ketika anda menaikinya maka Tidak hanya berat badan anda, namun tingginya badan, detak jantung, tensi hingga hal terperinci lainnya bisa diketahui"


"Spesialnya" Bianca mulai tersenyum, Jordy yang melihat senyum diwajahnya Bianca bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Spesialnya" Renesme dengan senyum percaya dirinya, menarik gantungan yang berisi banyak baju dan meletakkan nya di samping timbangan kaca tersebut, dan tak berapa lama sebuah sinar menyinari baju-baju tersebut, lalu Renesme menaiki timbangan dan layar pada kaca timbangan itu meninggi lalu memunculkan gambar baju baju yang ada di gantungan bersamaan"


"Genius" gumam Bianca


"Oke Cukup" Bianca tersenyum puas "Jordy" panggil Bianca, dan tiba-tiba beberapa orang baju putih datang dan membereskan station yang di pakai Renesme dan membawa pergi termasuk Renesme


"Bagaimana kau tahu dia akan lulus" Tanya Bianca yang terkejut bahwa Jordy bisa mengetahui maksudnya


"Karena saya asisten yang cekatan Nona" senyum Jordy menyombongkan diri


"Cih, kau ini" baiklah mari kita kembali, hari ini cukup" Seru Bianca lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2