The Chance (Kesempatan)

The Chance (Kesempatan)
Sembilan belas


__ADS_3

Sepanjang jalan Bianca dan Gery membisu, hanya alunan musik dari Ed Sheeran yang berbunyi pelan


"Oh ya, kamu mau balik kerumah kan" tanya Gery membuka suara lebih dulu


"Iya, kan belum sebulan" Ucap Bianca tersenyum tipis


"Hah, belum sebulan" Gery terdiam sesaat tanpa sadar mobil mereka sudah tiba di Rumah Utama


"Ca tunggu, Gery menarik tangan Bianca yang sudah menaiki satu anak tangga


"Kenapa"


"Maksud kamu apa belum sebulan" tanya Gery


Bianca menghela nafasnya lalu tersenyum tipis "Katanya mau coba sebulan" Bianca menatap Gery


"Kamu serius" tanya Gery lagi berbinar


"Aku kan memang selalu serius" Ucap Bianca bagai tamparan halus ke Gery yang menertawai dirinya sendiri


"Iya aku tahu, thanks ya Ca" Gery tersenyum


####


"Nonton?!" Bianca menoleh ke Gery yang berada di sofa sedangkan Bianca di tempat tidur


"Iya, bukanya sekarang kita lagi mencoba dekat dan kenal satu sama lain, em seperti Pacaran setelah menikah" Ucap Gery


"Boleh sih, tapi aku ada kerjaan besok" Ucap Bianca


"Aku udah kabari Jordy, aku bilang minta kamu cuti selama seminggu"


"Hah seminggu, lama banget... Aw" Bianca bergerak terlalu cepat sehingga luka pada jahitannya terasa nyeri


"Kenapa, sakit lagi" Gery terlihat panik menghampiri Bianca yang menggeleng


"Aku salah gerak tadi" Ucap Bianca


"Haiz dasar gadis tarzan, coba sini aku lihat" Gery hendak menyingkap baju Bianca namun di halangi oleh Bianca


"Gak usah" Ucap Bianca


"Kenapa"

__ADS_1


"A-aku malu, lagian lukanya jahitan pasti jelek kan" Bianca tertunduk, Gery mengerti Bianca merasa minder karena itu, Gery duduk disisi Bianca dengan senyum


"Ca, kamu tuh istri aku sekarang mau kamu gimana pun aku harus belajar nerima kamu, masalah luka kan sekarang udah canggih, aku akan bawa kamu ke Negara S atau negara K untuk laser bekas lukanya" Ucap Gery, Bianca nampak ragu-ragu namun perlahan Ia membuka bajunya menunjukan tempat lukanya berada yaitu di antara perut atas dan bawah tepat pada hipsnya


Gery melihat dengan fokus luka Bianca tanpa sadar menyentuh Bianca membuat Bianca begidik merinding "sepertinya baik-baik saja, makanya kamu tuh bergerak jangan seperti tarzan" Ucap Gery menoleh ke Bianca yang memalingkan kan wajahnya karena malu dan terlihat oleh Gery wajah Bianca yang tersipu


Bagaimana Bianca tidak merasa tersipu, pasalnya sebelah tangan Gery memegang pinggangnya yang ramping itu, sentuhan antara kulit tangan Gery yang besar terasa hangat pada kulit pinggang Bianca yang polos


Gery sedikit susah menelan salivanya lalu Ia tersadar dengan tangannya "Maaf" Ia segera melepas tangannya dan Bianca dengan cepat menutup bajunya, mereka pun jadi salah tingkah


"Aku istirahat dulu deh, ngantuk habis minum obat" seru Bianca menarik selimut


"Oh iya, kamu harus banyak istirahat" Gery berdiri dari duduknya hendak kembali ke sofa namun Ia berhenti sejenak lalu mencium kening Bianca "Good night Istriku, have a nice dream" Senyum Gery


Pops.... Perona merah itu muncul kembali pada pipinya Bianca yang tentu saja terkejut, "Night" Ucap Bianca dengan malu-malu Sebab Gery masih berada sangat dekat dengannya


Gery beralih ke samping Bianca dimana kupingnya berada "Mulai saat ini kamu harus siap-siap Ca, karena aku akan mulai melihat mu sebagai wanita dan bukan sebagai adik" Gery menoleh ke Bianca dan tersenyum, lalu Bianca menarik selimut hingga menutupi wajahnya, membuat Gery terkekeh kecil lalu mengacak rambut Bianca yang tidak tertutup, kemudian kembali ke sofa, tak lupa juga Ia mematikan lampu utama.


"Ya Tuhan, apakah aku akan benar-benar menjadi Nyonya Xavier yang akan dicintai Gery sepenuh hatinya" Bianca bergumam dalam hatinya di balik selimut


####


Big House


"Bram... Ada apa" Nyonya Viandra berlari mencegah anaknya sebelum masuk ke ruangan intensif Tuan Ken


"Gak apa-apa Mah, aku masuk dulu ya" Tutur Bram


Beberapa menit kemudian...


"Gimana Sayang" tanya Nina sambil merangkul mertuanya


"Hanya serangan jantung saja, tapi sudah kembali normal, sepertinya obat yang baru saja di coba ke Papa tidak begitu berhasil dan tubuhnya menolak untuk menerima obat itu" Ujar Bram terlihat sedikit ragu


"Mama mau lihat Papa" Lirih Nyonya Viandra


"Besok aja ya Ma, ini sudah malam biarin Papa istirahat dan mama juga" Ucap Bram memberi isyarat kepada Nina yang membalas dengan anggukan


"Mah, Nina temani ke kamar ya" Ujar Nina mengiring Mama Via kembali ke kamarnya


.....


"Bram" panggil Nina lembut

__ADS_1


"Hai sayang, gimana Mama" tanya Bram yang segera merangkul istrinya untuk duduk disisinya


"Mama udah tidur, mamah kayaknya gelisah banget sayang"


"Iya aku paham" Bram menghela nafas dengan berat


"Kamu mau cerita" Nina mengusap lembut rambut suaminya


"Kondisi Papa sebenernya makin buruk Nin," Bram menjatuhkan kepalanya pada bahu Nina "Aku sudah tahu ini akan terjadi, hanya saja melihat ini dan aku tidak bisa apa-apa membuat aku gagal sebagai anak juga sebagai dokter" Lirih Bram


"Ssh gak boleh ngomong gitu, kamu itu kebanggan Papa sayang... Kamu kan sudah jelasin ke Papa tentang ini semua dan Papa juga sudah minta kamu untuk menerima resiko apapun itu" Nina mengingatkan Bram pada tahun dimana Papa Ken pertama kali di diagnosa tumor pada kepalanya


"Bagaimana aku mengatakannya pada Mama dan Anca Nin" Bram memeluk erat Nina, bersamaan dengan air matanya yang jatuh, Nina hanya bisa memberi semangat pada suaminya itu, Ia juga bisa merasakan apa yang dirasakan Bram saat ini


"Sayang, gimana masalah ini kamu bicarakan dengan Gery, bukankah kamu bilang hubungan mereka mulai membaik, jadi kita bisa sama-sama memberitahukan hal ini pada Mama" Usul Nina dengan lembut dan hanya di balas anggukan kecil oleh Bram yang masih membaringkan kepalanya di bahu Nina


#####


Tidak bekerja selama seminggu tentunya membuat Bianca sangat Bosan, padahal baru beberapa hari dirumah, namun tak dapat di salahkan sebab Bianca adalah wanita yang suka bekerja dan bersosial, sehingga berdiam dirumah sebentar saja membuatnya sangat bosan


Hari ini juga Jordy hanya mengantar pekerjaan seperlunya saja sesuai arahan Gery bahwa Bianca tidak boleh terlalu capek kerjanya dan juga tidak boleh banyak gerak sebab lukanya yang belum kering


Sementara itu Ruang rapat MC. Group


"Max-Interior?!" Gery yang rapat melalui video hari ini merasa kenal dengan nama perusahaan ini "Siapa CEO nya" tanya Gery pada Kristal penanggung jawab untuk interior design hotel serta resort yang akan mereka bangun


"Tuan Atala" Jawab Kristal ragu ketika melihat raut wajah Gery yang berubah


"Apa kau sudah menghubungi pihak Max-Interior"


"Belum Pak, proposal yang masuk untuk proyek ini ada tiga, salah satunya Max-Interior yang sudah sangat terkenal dari negara S....


"Baiklah serahkan padaku untuk interior nya, aku akan mengirimkan informasi selanjutnya padamu" Potong Gery


(Bunyi ketukan Pintu)


Bianca membuka perlahan pintunya dan melihat Gery masih rapat "Sorry" bisik Bianca pelan dan hendak menutup pintu


"Jangan ditutup" Ujar Gery lalu menoleh ke Laptopnya "Rapat kita akhiri, Berikan semua laporan pada Angus, kembali bekerja" Gery menutup laptopnya lalu berdiri menghampiri Bianca "Ada apa" tanya nya lembut


"Kak Bram dan Nina ada disini" Seru Bianca


.....

__ADS_1


__ADS_2