
"Nona, Tuan Hans hari ini sudah 6 kali menelpon dan 9 kali mengirim email dan 7 kali mengirim pesan" Ucap Jordy
"Hans... Atur makan malam ku dengannya malam ini"
"Baik Nona"
Bianca yang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tidak lupa membeli bunga dan juga beberapa buah, setelah Ia membeli semuanya Ia pun tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat Ayahnya dimana Ibunya sudah berada disana.
"Anca... Kau sudah datang" Ucap Nyonya Via
"Iya Mah, aku membawakan buah untuk Mama, dan bunga anggrek ungu untuk Papa"
Bianca menata bunga yang Ia beli di vas
"Papamu pasti sangat suka jika melihatnya... Sayang, Bianca membawa anggrek ungu kesukaan mu" Ujar Nyonya Via
"Selesai deh" Bianca tersenyum melihat Anggrek itu lalu melangkah menuju Ayahnya yang sedang terbaring koma, Bianca mencium ayahnya "Pa, Bianca disini... Hari ini perusahaan berjalan dengan baik, dan urusan Wali kota sudah aku serahkan kepada Finick, Papa jangan khawatir" Bianca meneteskan air matanya sembari menggenggam tangan sang Papa
"Anca, apa tadi Kau bertemu Gery"
"Iya Mah, Gery mengantarkan aku ke kantor"
"Baguslah, Oh iya... Baju-baju serta peralatan yang kau butuhkan sudah Ibu suruh Pak Jajang membawanya ke Rumah Utama"
"Rumah Utama" Bianca mengerutkan keningnya
"Sayang, kau itu sudah menikah... Sudah sepantasnya kau mengikuti suamimu"
"Tapi Mah, Kau akan sendiri dirumah"
"Mama akan berada disini, menemani Papamu... Lagi pula, beberapa hari lagi Kakak dan Kakak iparmu akan datang bersama Putra mereka" ujar Nyonya Via
"Tapi....
"Sudah gak ada tapi-tapi, pulang ini kau harus langsung menuju Rumah Utama, kasihan suamimu sendiri"
"Baiklah Ma" Bianca tak berdebat lagi
"Sendiri, mengapa Gery sendiri" Gumam Bianca dalam hati
.....
Hotel Gold-V // Restoran Western
__ADS_1
Bianca yang tiba di Hotel Gold segera berjalan menuju Restoran yang berada di hotel tersebut yang terletak di puncak lantai hotel yaitu lantai 25, Ia melayangkan pandangannya kesana kemari mencari sosok Pria yang sudah janji dengannya
"Hans..." Bianca melihat Hans pun langsung menuju ketempat Hans berada
"Hai Sayang" Hans berdiri dan memeluk Bianca yang tiba, Hans ingin menciumnya namum Bianca dengan cepat menghindar
"Comportez-vous" Ucap Bianca menatap tajam pada Hans (Jaga Sikapmu)
"d'accord mon amour" Hans kembali duduk (Ok, maaf sayangku)
"ne m'appelle pas amour, nous l'avons déjà fait" Bianca menekan setiap perkataannya
(Jangan memanggilku sayang, kita sudah selesai)
"Bianca, Please... Beri aku kesempatan, kau tahu saat itu aku dalam keadaan mabuk, Kau sudah dengar dari Patton Jika itu ulah Clara"
"Hans, aku tidak ingin dengar penjelasan mu lagi, aku datang kemari karena aku ingin katakan secara langsung dan jelas jika aku dan kau sudah selesai, kau sebaiknya jangan menggangguku lagi" Ujar Bianca yang hendak berdiri namun tangannya di tahan oleh Hans
"No, Bianca aku mencintaimu, je t'aime vraiment"
"Lepaskan Hans"
"No, aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kau memaafkan ku dan menarik semua yang kau katakan tadi" Ujar Hans
"Gery" Bianca terkejut melihat Gery
"qui es-tu" Hans berdiri di depan Bianca menantang Gery "Dia adalah kekasihku" timpal Hans lagi
"Kekasihmu" Gery menyeringai "Elle est ma femme, comment peut-elle être ta petite amie" Ucap Gery tersenyum meledek
"Épouse?! tu es déjà marié ? Hans tak percaya jika Bianca kekasihnya sudah menikah
"Angus" ucap Gery, Angus memberi kode kepada pengawalnya dan pergi membawa Hans keluar dari Restoran
Bianca hanya berdiri mematung menjadi salah tingkah "Sial, kenapa aku jadi gugup gini, apa gini rasanya bini ke gep selingkuh dari suami" gumam Bianca dalam hati
"Apa kau sadar, tingkahmu seperti orang yang ketangkap basah" Gery terkekeh, Bianca yang mendengar hal tersebut berubah menjadi kesal lalu pergi dari situ
"Dasar Gadis Tarzan" Ucap Gery menyusul mengikuti Bianca dari belakang
Di parkiran...
Bianca masuk kedalam mobilnya
__ADS_1
Bam, suara pintu mobil satunya tertutup
"Sedang apa kau dimobilku? Tanya Bianca pada Gery yang duduk di belakang Bianca
"Angus membawa kekasihmu, dan aku tida memiliki mobil karena di bawa Angus, bukankah kau mau pulang, aku mau menumpang" Tutur Gery santai
"Keluar"
"Kau ini, jahat sekali sama suamimu"
"Jika kau menganggap ku istrimu maka keluarlah, aku ini bukan Supirmu..." Ujar Bianca, Gery yang paham maksud Bianca pun bergegas keluar dari kursi penumpang yang di belakang dan beralih ke kursi depan penumpang
"Terimakasih Istriku" ucap Gery jenaka, namun malah balas dengusan oleh Bianca, lalu mereka pun keluar dari parkiran menuju Rumah Utama
Setelah perjalanan satu setengah jam, Bianca dan Gery pun tiba di rumah Utama dan segera masuk kedalam
"Selamat malam Tuan, selama malam Nyonya" sapa Pak Li kepala pelayan
"Pak Li, Ayah dimana" tanya Bianca yang tak melihat sosok Ayah Dean
"Ayah di negara I, Ayah mana bisa jauh dari Gina" jawab Gery
"Oh" Bianca mengangguk, Ia pun segera menuju ke atas, kekamar yang biasanya dulu Ia pakai ketika Ia menginap di rumah Utama, namun saat tiba di depan pintu, pintu tidak dapat dibuka "Pak Li, kenapa kamarku gak bisa kebuka" pekik Bianca
"Maaf Nona, kamar anda sudah di pindahkan ke kamar depan" jawab Pak Li
"Kamar depan, itukan kamar Gery" Ujar Bianca dengan kesal berjalan menuju kamar Gery
Braaak, Bianca dengan kasar membuka pintu dan terlihat Gery tengah membuka kemejanya
"Hei Tarzan, apa kau tidak tahu cara mengetuk pintu" sarkas Gery
"Pak Li, bawa kembali barang-barangku"
"Maaf Nona, Tuan Besar menyuruh saya untuk meletakkan barang Nyonya di kamar Tuan Muda, dan juga berpesan bahwa Nyonya dan Tuan hanya boleh menempati satu kamar, sementara' kamar lain dikunci"
"Apa, kenapa aku harus sekamar sama Pria Narsis tengil ini" tunjuk Bianca
"Karena kau istriku dan aku suamimu" Gery tertawa lepas sembari menuju kamar mandi
"Ada yang anda butuhkan lagi Nyonya" tanya Pak Li
"Pergilah Pak Li" Tutur Bianca masuk dan meletakkan tasnya di sofa dan membaringkan tubuhnya di sofa "Kenapa hari ini mengesalkan sekali" Ucapnya menutup mata
__ADS_1
Selang beberapa menit, Gery sudah keluar dari kamar mandinya dan sudah memakai baju, karena wardrobe nya yang menyatu dengan kamar mandi