The Chance (Kesempatan)

The Chance (Kesempatan)
Enam belas


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, Bianca yang duduk di beranda kamarnya hanya terdiam memandangi pemandangan yang ada, Ia melihat kebun Ayah Dean, lalu untuk beberapa saat Ia memikirkan omongan Gery tadi malam ketika di ruang baca


Selesai makan malam, kemarin


Gery membawa Bianca untuk masuk ke ruang bacanya atau kerjanya lalu berbicara serius dengan Bianca perihal pernikahan mereka berdua


Gery merasa tak ingin membuang waktu sia-sia dalam hubungan pernikahan yang tidak saling menguntungkan buatnya


(Flashback bbq di rumah Tuan Ken Hasa)


Dihalaman belakang, Bram dan Gery sedang menyiapkan bbqan


"Dihotel" Bram terkejut "emang kalian berdua kenapa lagi sih" Bram merasa jengah dengan kelakuan sahabat dan juga adiknya itu.


Gery lalu menceritakan bagaimana mereka bisa berantem hanya karena sebuah handuk dan juga lukisan dari Ayana mantan kekasih, cinta pertama Gery semasa di SMP hingga SMA bahkan hingga kuliah.


Gery menjadi kalap saat itu, apalagi mengetahui lukisan Ayana rusak.


Bram menghela nafas berat "Aku paham sih Ger, tidak mudah untuk mencintai ketika Kita dipaksa" Bram teringat ketika Ia juga di jodohkan oleh orang tuanya, awalnya Ia menolak dan kini siapa sangka Ia jadi bucin ke Nina ditambah mereka telah di karuniai anak yang sangat menggemaskan


"Apa kau pernah membuka hatimu setelah iti Ger" tanya Bram dan Gery mengangguk, Gery pernah membuka hatinya untuk Natalie, cewek paris yang lugu dan polos namun ternyata di balik polos dan lugunya adalah kepalsuan, membuat Gery patah hati lalu memutuskan untuk fokus pada kerjaannya


"Kau tahu kan, jika Anca masih menyukaimu" tutur Bram dan Gery hanya menoleh ke Bram


"Ger, bagaimana jika kau dan Bianca berbicara serius berdua tentang pernikahan kalian, dan cari solusinya bersama, jika memang tidak bisa sebaiknya kalian berpisah saja, aku akan bantu untuk bilang ke Papa dan Ayah" Ujar Bram, Ia juga tak ingin melihat Adik dan juga sahabat nya tidak bahagia dan harus mengorbankan perasaan mereka masing-masing


(Fb OFF)


Hari sudah senja, terdengar mobil memasuki halaman rumah Bianca yang sedari tadi diberanda terbangun dan melihat sekitar, ternyata Ia ketiduran di sofa santai yang ada di beranda kamar, Bianca pun bangun lalu berjalan masuk kedalam bersamaan dengan itu Gery membuka pintu kamar sesaat mereka saling bertatap


"Udah balik" Bianca memecahkan suasana


"Iya" Gery berjalan menuju wardrobe membuka dasi serta jasnya "Bisa bicara sebentar" tanya Gery yang dibalas anggukan oleh Bianca.


Mereka lalu keluar dan berjalan menuju ruang kerja Gery, dan Angus sudah berada di sana


"Ini dokumennya, baca aja dulu" Ucap Gery

__ADS_1


Bianca melihat dokumen yang ada di tangannya, perjanjian yang sudah mereka sepakati bersama kemarin malam, bahwa mereka akan mengakhiri atau melanjutkan hubungan mereka bulan depan, Gery juga sudah memberitahukan ini pada Bram setelah menyepakati bersama dengan Bianca.


Sebab dari alur pembicaraan mereka kemarin malam dapat disimpulkan bahwa Gery dan Bianca tidak memiliki perasaan sama sekali, entah sebenarnya itu malu dan juga ego atau memang keduanya benar-benar tidak memiliki perasaan


"Aku sudah tanda tangan" Tutur Bianca menyerahkan dokumen tersebut kepada Gery "kalau gitu aku balik ke kamar ya" Bianca tersenyum sambil berdiri dan pergi meninggalkan Gery dan Angus


"Gus, scan ini dan kirim ke Bram, kamu tolong buatin salinannya"


"Baik Tuan" Angus mengambilnya lalu memberi salam kepada Gery dan pergi


"Apa ini keputusan yang tepat" Gery bertanya-tanya dalam hatinya


.


.


.


Pagi hari datang, Gery membuka matanya dan melihat Bianca sudah tak ada disampingnya, Ia bergegas turun dan bersiap-siap untuk berangkat kerja


"Nyonya Muda sudah pergi pagi-pagi sekali Tuan" jawab Pak Li yang di balas anggukan kecil oleh Gery, lalu mulai menyantap makanannya


"Dia bukan karena menghindari aku kan" gumam Gery dalam hatinya


Sejak hari dimana mereka menandatangani dokumen perjanjian kesepakatan tersebut, Mereka jarang bertemu bahkan dirumah Bianca yang berangkat pagi-pagi sekali dan juga Gery yang pulang larut malam sehingga membuat keduanya tak bertegur sapa, belum lagi pembatas bantal yang di buat oleh Bianca sejak Ia tidur sekamar dengan Gery membuat Gery hanya melihat rambut atau pundak Bianca saja


Pagi ini Gery sengaja bangun pagi-pagi sebelum Bianca dan melihat istrinya masih tidur "Aku siap-siap lebih awal dulu ah, biar bisa sarapan bareng" tutur Gery masuk kedalam kamar mandi


20 menit kemudian


Gery melihat tempat tidurnya sudah rapi, Ia buru-buru turun kebawah namum Ia tidak mendapati Bianca di meja makan, malahan terdengar suara mobil.


Gery bergegas berlari keluar dan melihat mobil Jordy yang keluar pagar


"Bianca... Ancaa!! Pekik Gery, namun Mobil terus berjalan "****" Gery meninju udara didepannya


...

__ADS_1


MC. Group


"Anda baik-baik saja Tuan" tanya Angus yang melihat wajah Tuannya tidak seperti biasa, bahkan dirapat tadi beberapa karyawan kena imbasnya


"Bianca menghindari ku sejak kemarin" imbuh Gery


"Tuan, apa anda lupa hari ini kita ada janji temu dengan HS.Tech, untuk uji coba peralatannya" Tutur Angus yang menyadarkan Gery


"Kau benar" Gery beranjak berdiri "Mari kita pergi" Tutur Gery terlihat semangat


....


Gery yang sedari tadi melihat Bianca tak berkedip sedikit pun, meski Bianca hanya duduk saja dan Jordy yang menggantikan Bianca untuk melakukan demonstrasi alat mereka, tapi terlihat jelas wajah lelah dari Bianca


"Apa mataku yang salah, beberapa hari tidak melihatnya kenapa Ia kelihatan kurus dan sangat lelah, apa proyek ini menyita banyak waktunya" Tutur Gery dalam diamnya sambil menoleh terus ke Bianca


Bianca menyadari akan hal itu dan menjadi tidak nyaman, rasanya Ia ingin mempercepat demonstrasi ini dan kembali ke kantornya, Bianca memberi kode pada Jordy Bahwa dirinya hendak ke toilet, lalu pergi


Gery terus memperhatikan Bianca "Angus aku serahkan beberapa orang ini padamu" Ucap Gery lalu pergi diam-diam selagi semuanya terpusat dengan Jordy


"Hah, lama sekali" Bianca selesai mencuci tangannya lalu mengambil tisu, sesaat Ia terbawa kembali pada malam saat Gery berbicara serius dengannya


(FB hari sebelum keduanya menandatangani perjanjian)


"Pernikahan kita, emangnya kenapa" tanya Bianca


"Ca, emang kamu gak mau bahagia" Gery mengerutkan alisnya "Pernikahan kita ini terpaksa Ca, gak ada perasaan apa-apa" Gery terdiam sesaat


"Aku sudah bicara dengan Bram, lalu aku hendak mengambil sebuah keputusan namun aku ingin bertanya padamu lebih dulu, menurut kamu pernikahan kita ini bagaimana" tanya Gery


"Sudahi saja" jawab Bianca mantap tanpa ada getar sedikitpun


"Kamu yakin" Gery menatap lurus pada Bianca yang mengangguk


"Bram menyuruh kita untuk mencobanya lebih dulu selama sebulan ini" Gery menundukkan kepalanya "jika ternyata masih belum bisa merasakan apa-apa maka sebaiknya kita sudahi saja, Bram akan membantu untuk membujuk Ayah dan Papa" Ucap Gery


Bianca tertawa sarkartis "Gery untuk apa ku bertaruh pada 30 hari yang sia-sia" Ucap Bianca berdiri "Putuskan saja begitu, kamu buat perjanjiannya dan aku akan menandatangani nya" Ujar Bianca lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2