The Chance (Kesempatan)

The Chance (Kesempatan)
sembilan


__ADS_3

"Dasar Gadis Tarzan, bisa-bisanya Dia tertidur disini dan masih dengan menggunakan baju kerja, memang benar-benar Tarzan" Gumam Gery melihat Bianca yang tertidur


"Hei Gadis Tarzan bangun... Bersihkan dirimu sana" Ujar Gery menendang kecil kaki Bianca namun tidak ada respon dari Bianca, nampaknya Bianca sangat kelelahan


(Bunyi ketukan pintu)


"Masuklah"


"Tuan permisi, makam malamnya sudah siap" ucap Pak Li


"Baiklah" Gery segera menuju kebawah disusul oleh Pak Li


"Tuan, bagaimana dengan Nyonya"


"Biar saja, dia sudah besar jika lapar dia akan turun" tutur Gery yang kini sudah duduk di meja makan dan mulai menyantap makan malamnya


Selesai makan malam, Gery pergi menuju ruang kerjanya karena Angus sudah ada di ruang kerjanya


"Bagaimana, apa sudah kau bereskan"


"Sudah Tuan, dan ini hasil laporannya"


"Bacakan" Ujar Gery


"Haah, Tuan jika begitu kenapa kau menyuruhku untuk mengumpulkan datanya jika aku yang ujung-ujungnya membacakan untukmu" Gumam Angus dalam hati


"Ada apa" Gery menatap tajam pada Angus,


"Tidak ada Tuan, saya akan membacakannya" tutur Angus


"Hans Prasetyo, blasteran Prancis-Indo, Ia lama tinggal di Indonesia bersama neneknya, namun ketika neneknya meninggal, ayahnya membawanya ke Paris dan menjadikanmya ahli waris dari Shine.Co."


"Jadi dia anak Om Hemsburgh"


"Benar Tuan"


"Lanjutkan"


"Tuan Hans bertemu dengan Nyonya ketika Ia datang ke Kota J, untuk urusan bisnis dan acara amal pelelangan, lalu kedua nya berpacaran setelah beberapa kali bertemu, hubungan mereka sudah jalin selama satu tahun namun beberapa waktu lalu, Tuan Hans ketahuan selingkuh dan tidur bersama teman Nyonya bernama Clara...


"Dia...."baru saja Angus hendak membaca lagi namun Gery menggerakkan tangannya


"Cukup" Kau pulang saja, sisanya biar aku yang baca


"Baik Tuan, saya permisi" Pamit Angus lalu pergi bersama dua anak buah nya


.....

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 1 malam, Gery yang selesai dengan urusannya di ruang kerja, naik ke atas kembali ke kamarnya karena merasa sangat lelah, Gery yang membuka pintu langsung menuju ranjangnya dan mematikan lampu serta menarik selimut dan tidur


Pagi hari pun datang, Gery membuka matanya dan bangun dari ranjangnya, namun Ia terkejut melihat orang yang tidur di lantai di bawah Sofanya


"Ya Tuhan Bianca" Gery terkejut sekaligus cemas Ia kira Bianca pingsan, Ia pun menghampiri Bianca


"Hei Gadis Tarzan..." Gery memperhatikan wajah Bianca dan mencoba memeriksa nafasnya Bianca dan detik itu Bianca terbangun


"Ahk...." Bianca yang kaget spontan bangun dan tak sengaja membentur kepala Gery, kini keduanya meringis sakit sembari mengusap dahi mereka


"Dasar Gadis Tarzan"


"Kau sendiri, sedang apa..." Teriak Bianca


"Aku memanggilmu dari tadi, tapi kau tak menjawab, aku kira kau mati" ujar Gery yang sudah berdiri dan berlalu masuk ke kamar mandi


"Apa mati... Dasar (@+@-#-" Umpat Bianca yang tak dapat author tulis... 😂😂


Pak Li yang sudah menyiapkan sarapan berdiri tidak jauh dari meja sembari melihat kedua suami istri itu menyantap sarapan mereka tanpa bersuara sedikit pun, mereka sibuk dengan makanan mereka masing-masing


"Selamat Pagi Tuan, selamat pagi Nyonya" sapa Angus yang baru tiba dibalas derhaman oleh kedua orang itu


"Pagi Nyonya-Tuan" Ucap Jordy yang di balas sama


"Pak Li aku sudah selesai sarapan, terimakasih" Tutur Bianca dan pergi


"Nona, apa anda tidak makan kemarin malam" Tanya Jordy dan Bianca hanya menggelengkan kepalanya


"Astaga Nona, kau itu memiliki sakit lambung akut" ujar Jordy yang bergegas membuka pintu mobil dan memberikan Bianca air


"Tuan, apa anda ingin kesana" tanya Angus yang melihat Tuannya terus melihat Bianca. Gery menoleh ke Angus dengan tatapan tajam "masuk kedalam mobil" Ucapnya datar dan dingin, lalu mobil Gery pun pergi


.


.


.


MC. Group


Gery menatap fokus pada laptopnya, dan Angus yang sedang duduk di sebelah Gery pun tengah sibuk menatap dokumen yang di depannya, karena minggu ini mereka akan mengadakan audit, sehingga semua yang berada di MC. Group bekerja dengan lebih teliti


(Tok...tok...tok..)


"Masuk" ujar Gery yang tak menoleh ke pintu


"Kau ini, suruh masuk namum tak melihat" Ujar sebuah suara

__ADS_1


"Bram" Gery terkejut lalu keluar dari kursinya dan memeluk sahabatnya itu "Kau baru tiba" tanya Gery mengiring Bram ke Sofa


"Tepatnya kemarin malam aku tiba, dan langsung kerumah sakit" Jawab Bram


"Lalu bagaimana kondisi Papa"


"Yah, tak terlalu bagus.... Tapi semuanya dalam kondisi baik" seru Bram, lalu tersenyum menatap Gery "lalu bagaimana kau dengan adikku"


"Hah, kau ini... Seperti yang kau ketahui bagaimana adikmu itu tidak berubah masih seperti Gadis....


"Tarzan" serentak mereka berdua kemudian tertawa


HS.Tech.Corp


"Ha..huaa..hatcim"


"aduh kenapa tiba-tiba hidungku gatal" gumam Bianca dalam hati


"Nona, Anda flu" tanya Jordy


"Tidak, mungkin hanya orang yang mengangumi ku sedang membicarakan ku" imbuh Bianca GR


"Oh begitu" ujar Jordy "Nona, Tuan Bram sudah tiba di kota" Lapor Jordy


"Benarkah, dimana dia sekarang?!


"Aku dengar, Tuan Bram menemui Tuan Gery"


"Apa, dia menemui Gery lebih dulu dari pada aku adiknya" Bianca menunjuk pada dirinya sendiri.


"Dasar pria Kulkas dua pintu dan pria narsis tengil" umpat Bianca


Ia yakin jika tadi Ia bersin sebab dua orang itu sedang membicarakan yang buruk tentangnya


MC. Group Hospital


"Bram" pekik suara di ujung lorong yang sangat dikenal, Ia pun berlari menuju tempat dimana Bram sedang berdiri juga Gery lalu langsung memeluk sosok yang Ia rindukan selama 5 tahun ini tidak ia jumpai


"Heh bocil, apa kau tidak malu memelukku begini" Ujar Bram menyentil jidat Bianca


"Aduh sakit Bram" ucap Bianca


"Bram..bram... Aku ini Kakakmu tunjukan rasa hormatmu" centil Bram lagi


Bianca yang tersadar sesuatu segera menoleh ke kiri dan kanan "Oh iya, dimana Kakak Ipar dan juga Keponakanku" ujarnya celingak celinguk, membuat Gery menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu


"Aku pergi dulu Bram, soalnya rumah sakit ini sudah berubah jadi hutan" Ujar Gery melambai pada Bram, Bianca yang mendengarnya tak menggubris, hanya menatap Gery dengan sinis

__ADS_1


"Kakak iparmu tidak disini, dia di Big House" jawab Bram yang membuat mulut Bianca membentuk O, mereka pun masuk ke ruangan dimana Ayah mereka yang masih terbaring koma


__ADS_2