
James menatap Haruto dan kelompok Red Blood dengan tatapan tajam, dia mengeraskan rahangnya menatap mereka semua, benar benar geram dengan kedatangan orang orang sinting itu.
"Dalam kondisi begini aku harus berpura pura takut, tak bisa melawan karena tubuh pria ini terlalu lemah, aku harus banyak latihan," batin James.
Pria itu bisa merasakan rasa takut yang dimiliki oleh pemilik tubuh yang asli, rasa takut yang menjalar ke seluruh tubuh Kiel si pemilik asli yang memilih tidur dan melarikan diri dari Haruto.
"Sialan, tubuh ini langsung bereaksi saat melihat Haruto dan yang lainnya disini, ketakutan terhadap pria bangsat ini, sabar James, kita lihat situasi," batin James.
Haruto berjalan mendekati mereka, Ketiga orang itu terdiam, mereka menatap Haruto sambil menahan nafas.
"Mau apa kau kesini, belum cukup membuat Kakakku menderita selama ini hah, kau... kau yang menyebabkan kakakku dalam kondisi seperti ini!!!" pekik Nini sambil menangis, dia membentak Haruto, wajahnya memerah karena marah.
"Astaga adik kecil yang cantik, jangan kasar kasar begitu," ucap Haruto sambil mencolek dagu Nini. Namun dalam hitungan detik Nini menepis tangan pria itu dari wajahnya.
"Menjijikkan!" umpat Nini.
"Apa yang mau kau lakukan disini!?" kali ini James angkat bicara, dia tidak menyukai situasi ini,.
"Hadapi saja James, kau bukan Kiel si penakut itu, kau adalah James!!!" batin pria itu sambil melemparkan tatapan tajam ke arah Haruto.
"Waahhh seperti nya semua orang menanyakan tujuanku datang ke tempat ini, apa kalian semua berpikir kalau aku datang kesini untuk menyakiti kalian?" ucap Haruto dengan nada tajam .
James, Elleara dan Nini menatapnya dengan tatapan kesal.
"Hahahah tenang saja, aku datang kesini sebagai perwakilan mahasiswa, meski pria bodoh itu sudah merusak nama baikku, aku masih punya belas kasihan untuk mengunjunginya dirinya yang sudah tidak layak hidup ini hahahah...." Haruto cekikikan sambil mengejek James yang tanpa dia sadar kini berdiri di depannya sebagai sepupunya.
"Hentikan omong kosong mu ini, pergi dari ruangan ini sekarang juga!!!!" pekik Nini sambil menangis.
Elleara sendiri bersembunyi di belakang tubuh kakaknya, hanya melihat Haruto dan tatapan lapar anak anak Red Blood sudah membuat dirinya ketakutan bukan main.
"Tenanglah Nini, kakak disini, orang orang ini akan pergi sebentar lagi," ucap James sambil menyeringai.
Haruto dan komplotannya terkejut melihat perubahan besar pada pria yang mereka kenal sebagai Kiel, sepupu Haruto, dalam sekejap aura pria itu benar benar berbeda dari biasanya.
" Wahh ada yang sok jagoan nih, apa kau tidak ingat ini Kiel!!" Haruto menarik rambut pria itu dan menatapnya dengan tatapan tajam, dengan cepat Nini menarik Elleara agar tidak terkena akibat dari perbuatan Haruto.
__ADS_1
"Kak Kiel, kepalanya!!" Elleara takut kalau kepala kakaknya akan terluka sebab bagian itu sangat sensitif setelah operasi dilakukan.
"Diam El, nanti mereka menyakitimu!" ucap Nini sambil menahan Elleara.
Haruto menatap James begitu juga dengan anggotanya yang lain, mereka melemparkan tatapan meremehkan ke arah orang yang biasa dipanggil 'kiel' itu.
Namun sedetik kemudian mereka terkejut saat melihat wajah Kiel menyeringai, tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, yang seharusnya Kiel ketakutan dan menangis memohon ampun pada Haruto, kini justru pria itu memberikan tatapan tajam pembunuh ke arah Haruto.
"Kau dengar tidak kata kata adikku sepupuku yang sangat pengertian? kepala ku sensitif anj**g!!!!' umpat James sambil menginjak kaki Haruto dan menendang tulang kering pria itu dengan sangat keras.
krakk... brukk ...
"heh beruntung tulang pemilik tubuh ini keras, sekali tendang pasti tulang keringnya retak hihihih....."James tersenyum licik.
Vernon, Tom, Jordi dan semua teman mereka terbelalak dengan apa yang dilakukan pria itu pada Haruto, tak mereka sangka kalau Kiel akan melakukan hal itu pada Haruto, bahkan Elleara dan Nini terkejut.
James berdiri, dia menatap Haruto yang meringkuk kesakitan karena tulang keringnya terluka akibat ulah James. James membungkuk, dia berbisik di telinga Haruto," mulai hari ini semuanya tidak akan sama Haruto, ingatlah apa yang kau lakukan pada James dan Kiel beberapa waktu lalu, sebentar lagi kau akan mengalami hal yang sama!!!" ucapnya dengan nada dingin dan menusuk.
Haruto terbelalak, semua ini bagai mimpi baginya, meski demikian, Haruto bukanlah pria yang mudah diancam, dia berdiri dan menatap 'Kiel' dengan tatapan mengintimidasi.
James menyeringai," Sampai jumpa Haruto Kun, kuharap gedung itu belum dibersihkan," ucap James.
Kata kata intimidasi penuh arti dari James berhasil membuat Haruto risau, dia mengeraskan rahangnya, ingin dia memukul pria itu saat ini, namun ini di rumah sakit dan ada beberapa teman kampus yang juga hadir disana, bisa hancur citranya jika orang lain melihatnya melakukan kekerasan di ruangan itu.
"Sialan kau Kiel, awas kau nanti, kuhabisi kau sampai mati!!!" ancam Haruto dengan suara pelan.
James menyeringai, di melihat beberapa mahasiswa seangkatannya tiba disana bahkan sahabatnya Ali juga ada disana menyaksikan apa yang sedang terjadi.
"Perbaiki aktingmu Haruto, semua orang menyaksikan mu," bisik James sambil menepuk bahu Haruto.
Haruto tak tahan, dia memasang senyum palsu, lalu menghadap ke semua orang," Ekhmm... sepertinya teman kita James mungkin akan dalam kondisi seperti ini untuk beberapa lama, mari kita doakan yang terbaik bagi dia," ucap Haruto pada para mahasiswa yang melihat dari balik pintu.
"Sampai jumpa lagi Nini, turut berduka atas semua kejadian itu, kami akan sering berkunjung!" ucap Haruto.
"Sialan, kenapa orang orang ini bisa berkumpul di tempat ini sih!!!" umpat Haruto yang tidak menyangka kalau ada mahasiswa yang mengekornya ke ruangan James.
__ADS_1
"Kuharap kau tidak pernah datang lagi!" ucap Nini dengan ketus.
"Ahahhaha... Baiklah semuanya ayo kita pergi, rumah sakit tak boleh banyak orang, kita minum minum saja, aku yang traktir!" ucap Haruto.
"Bos maaf, kami tak memperhatikan orang orang sialan ini tadi," bisik Vernon.
"Segera periksa , jangan sampai citraku rusak!" balas Haruto.
Mereka semua keluar dari ruangan rawat inap, James duduk di atas lantai sambil menghela nafas kasar," Sialan!" umpat pria itu sambil mengepalkan kedua tangannya.
" Kak Kiel, Kakak baik baik saja!?" Elleara menghampiri Kiel dengan wajah khawatir.
"Aku baik, kalian bagaimana? jangan takut dengan orang orang itu, mulai sekarang semuanya tak lagi sama!" ucap James dengan yakin.
" Kak Kiel ada apa dengan, kau terlihat seperti orang lain!" ucap Elleara, dia benar benar khawatir dengan kakak kembarnya itu.
" Nanti kau juga akan tau, " Seloroh James.
"Apa kau punya nomor pak tua itu? bisa hubungi dia? kita harus pindah dari tempat ini!" ucap James.
"Kakak yakin ingin bertemu Daddy, tumben?" tanya Elleara.
"Sekarang kita butuh tenaga Pak Tua dan anjing Doberman itu, Nini kalau kau ingin hidup ikuti apa yang kuperingatkan dan kuminta, jangan melakukan hal hal di luar rencana, karena bintang Utara adalah bintang paling terang meski ada bintang lainnya!!!" ucap James sambil menatap Nini dengan serius.
Mendengar kata kata itu Nini terkejut, matanya membulat, dia terheran dengan 'Kiel' yang tau kata sandi percakapannya dengan kakaknya yang sedang dalam kondisi vegetatif.
"Si... siapa kau sebenarnya!!!" ucap Nini sambil mundur ketakutan.
"Bola ping Pong bekas milik kakek tuan tanah, kau ingat aku Kaleng bekas!?" James mengatakan kata kata aneh, Elleara malah kebingungan dan Nini syok sambil menatap James yang asli dengan Kiel yang ada di depannya.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉