
Perubahan besar besaran terjadi di rumah utama keluarga Nolan. Tuan Nolan bahkan tak berkutik saat semua barang keluarga Kun dibuang. Lebih tepatnya sengaja di letakkan di halaman depan untuk pertunjukan selanjutnya.
Sesuai kesepakatan, Tuan Nolan memberikan kendali sepenuhnya pada anak anaknya. Tak ada yang bisa membantah karena rumah itu memang hak si kembar. Rumah utama keluarga Nolan tanpa sepengetahuan Keluarga Kun ternyata diatasnamakan Kiel dan Elleara saat Nyonya besar Nolan masih di rumah itu. Sehingga kepemilikan rumah itu jelas berada di tangan si kembar.
Dalam satu hari dengan perintah seorang bocah kurus dan tampak lemah seisi rumah berubah. Segala sesuatu yang ditata oleh nyonya Kun dibuang dan diletakkan di halaman depan. Tuan dan Nyonya Kun sedang liburan di Jepang. Haruto sendiri hidup bebas dan tinggal dimana saja dia mau. Tetapi mulai hari ini semuanya berubah. Rumah utama Nolan dipegang kendalinya oleh James.
Terdengar suara langkah kaki ribut ribut. Tampaknya semua pengawal, pelayan, dan pekerja rumah itu sedang berbaris di halaman depan rumah utama yang sangat luas.
James berdiri di depan mereka semua dengan tegap dan tegas. Tubuh nya memang tak mendukung, tetapi kharismanya melebihi batas orang biasa.
"Kenapa anak tidak berguna itu mengendalikan rumah ini!?"
Para pelayan tampak berbisik bisik. Ada yang senang karena akhirnya penerus sesungguhnya yang mengendalikan rumah tetapi ada juga yang kesal dan marah karena seorang bocah ingusan mengendalikan rumah itu.
"Mulai hari ini!" James berbicara dengan lantang sehingga membuat semua orang memperhatikan pria itu.
"Aku dan Elleara adalah tuan dari rumah ini, bukan begitu Daddy!?" James menaikkan sebelah alisnya sambil menatap Tuan Nolan yang baru saja tiba di rumah besar itu.
Semua orang menoleh. Seketika mereka membungkuk hormat pada tuan besar Nolan. Majikan mereka yang mereka khianati.
"Benar!" ucap tuan Nolan. Langkah kaki jenjangnya mendekati James. Pria itu berdiri di depan bersama James. Wajah tegas, tatapan mata tajam dan menyeramkan, kedua orang itu benar benar sosok pemimpin yang hebat.
Semua pelayan dan penjaga terkejut, keputusan Tuan Nolan benar benar mengejutkan. Bagaimana bisa dia memberikan kepengurusan rumah pada seorang bocah ingusan.
"Mohon bicara tuan besar!" salah seorang pelayan pria mengangkat tangan.
"Bicaralah!" titah Tuan Nolan.
"Tuan besar Kun dan Nyonya Kun belum tiba di rumah ini, kita tidak bisa membuat keputusan terburu buru seperti ini, mereka adalah..
Jleebb...
Satu belati tipis tertancap di bahu pria itu tepat sebelum dia menyelesaikan perkataannya. Semua orang terdiam. Bahkan tuan besar Nolan terkejut bukan main.
"Jangan menyebut nama orang sialan itu disini!!" Seorang gadis yang tak lain adalah Elleara. Berdiri di samping pelayan pria itu sambil menusuk bahu pria itu dengan belati tipis yang didapatnya entah dari mana.
"Se..sejak kapan kau disini.. arrhkkk sakit... beraninya kau!!!" Pelayan itu mengangkat tangan hendak memukul Elleara.
"Tangkap dia!" titah James.
__ADS_1
Harto datang bersama beberapa anak buah lalu menangkap pelayan pria yang merupakan mata mata dan bawahan keluarga Kun itu.
"Dia bukan Elleara, tapi jika bukan dia, lalu siapa gadis ini!?" batin James. Elleara yang ada dalam ingatan Pemilik tubuh itu adalah gadis lemah yang tidak bisa apa apa. Tetapi yang James lihat saat ini, dia bukanlah Elleara yang dulu. Itu berarti selama ini yang ada bersama mereka bukan Elleara atau mungkinkah ini hanya perasaan James saja.
"Elle kenapa kau disana, kau bisa terluka!" Nini tampak khawatir dia menghampiri Elleara dan membawa gadis itu keluar dari barisan pegawai rumah.
"Kau baik baik saja?" tanya Nini pelan. Dia bisa merasakan tangan Elleara gemetaran.
"Aku baik Nini, tak usah khawatir," ucap Elle sambil beranjak dari tempat itu.
Pelayan itu ditangkap, dia meronta-ronta namun kekuatan Bang Harto si supir sekaligus bodyguard pribadi si kembar tak bisa dikalahkan oleh pelayan cungkring itu.
"Kau lebih takut pada Keluarga Kun dibandingkan dengan tuan Besar Nolan, waahh seberapa banyak diantara kalian yang merupakan pengkhianat!?" James menatap mereka.
Gleekk...
Sebagian besar dari pegawai itu terdiam ketakutan. Kembalinya si kembar adalah bencana besar bagi mereka. Tadi saja salah satu pelayan sudah dimiskinkan bahkan seluruh keluarganya terkena dampak. Entah apa lagi yang akan diberikan Tuan muda mereka sebagai hukuman.
"Siapa pun yang berkhianat akan mendapatkan hukumannya. Jadi berhentilah sebelum kau mendapatkan ganjaran yang lebih parah dari ini!!!"
Syuuuttt...
James melemparkan sebuah bolpoin ke arah seorang pria yang secara dia diam berjalan mundur ke belakang sambil melirik ke kanan dan kiri.
Brukk..
Bolpoin dengan ujung besi itu berhasil melukai dada pria itu.
"Arkkkhhhhh....
Pria itu terjatuh saking takut dan gugupnya. Semua orang menoleh. Dia adalah koki rumah utama Nolan. Dia terkenal karena kesetiaan nya pada keluarga Nolan, siapa yang menyangka kala dia adalah salah satu pengkhianat di rumah itu.
"I got you anjing!!!" umpat James dengan seringai jahat di wajahnya. Dia berlari sekencang-kencangnya dan...
Bughh...
"Mati kau, pengkhianat sialan, kau yang membuat Wanita rumah ini keluar. Semua karena ulahmu sialan!!!" umpat James.
Pria itu terbujur kaku, bagaimana bisa bocah ingusan itu mengetahui rahasia yang hanya dia dan keluarga Kun tau. Koki itu yang menghasut tuan besar Nolan dan memberikan bukti sebuah foto kalau Nyonya rumah itu berselingkuh dengan supir mereka. Nyatanya kejadian sebenernya bukan seperti yang diucapkan oleh koki rumah itu.
__ADS_1
"Kau memanipulasi semuanya bersama supir sialan itu dan menjebak Mom, apa kau pikir setelah ini kau akan selamat!" James menarik kepala pria itu.
Plakk... Plaakkk... Plakkk
Pukulan telak mendarat di wajah pria itu. Kurang kuat hanya dengan tamparan dengan telapak tangan, James mengibas tamparan itu menjadi tumbukan keras . Dia mengepalkan tangannya dan menghantamkannya ke wajah pria itu.
Krakkk...
Rontok sudah gigi koki pengkhianat itu. Tuan Nolan menatap putranya dengan tatapan terkejut. Bagaimana bisa Kiel putranya bisa sehebat itu. Dia menatap Elleara, gadis itu juga berubah dalam banyak hal.
"Singkirkan, buang dia ke laut Merah!" titah James.
Koki itu sama sekali tak bisa berkutik. James berdiri dia melayangkan pandangannya lagi. Hanya dengan menatap semua pelayan dan pengawal dia bisa membuat orang orang itu ketakutan.
"Masih ada yang mau bermain main dengan ku!" Ucap James sambil berdiri di belakang Jono si tukang boker. Jari jarinya mencengkram erat bahu pria itu.
"Laporkan yang baik Jono!" bisik James sebelum dia beranjak dari sana.
Semua orang diam membatu. Anak yang dulunya ditindas berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Anak yang selalu diremehkan itu kini menjadi kuat hanya dengan keahlian bersilat lidah dan aura mendominasinya. Apa ini masuk akal? tentu saja tidak!.
Brukk...
Brukkk...
Ada beberapa anak buah dan pelayan tiba tiba ambruk ke atas lantai, tubuh mereka kejang kejang dan mulutnya mengeluarkan busa. Hampir seperempat dar pelayan dan pengawal mengalami hal yang sama.
"Apa yang terjadi!!" semua orang panik, tiba tiba saja orang orang bergeletakan di atas lantai.James tersenyum tipis dia menatap ke arah kamera CCTV.
" Sudah puas atau belum hmm!?" ucapnya sambil menunjukkan jari tengahnya ke kamera.
"Siapa sebenarnya dia, apa dia putraku!!!??" Batin taun Nolan.
"Kak James, kenapa aku melihat dirimu dalam tubuh kak Kiel!?" lirih Nini.
Elleara mengusap punggung gadis itu," Tenang Nini, kita pasti akan menemukan orang orang sialan itu!" ucapnya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen ya ☺️