The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
14


__ADS_3

Lagi lagi ketegangan terjadi. Kepala Pelayan Lim tidak terima jika James mengambil kendali atas rumah itu. Mungkin dia berpikir akan bisa menguasai rumah itu selamanya dan berharap agar si kembar Nolan tidak kembali ke kediaman Nolan. Namun nyatanya, yang dia lihat saat ini adalah si kembar yang pulang bersama seorang gadis bau kencur sebaya si kembar.


Sial!


Tentu saja Kepala Pelayan Lim merasa sial. Jabatan yang sudah susah payah dia dapatkan dan kepercayaan tuan Nolan yang sudah dia peroleh bahkan keluarga Kun mempercayakan kendali tuan Nolan pada dirinya bisa hancur dalam waktu beberapa jam saja.


Bagaimana tidak. James yang dikenal sebagai Kiel keturunan asli tuan Nolan kembali dengan pribadi yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Kiel di masa lalu tak bisa diandalkan, kurus, mudah ditindas, terkesan bodoh dan tentu saja selalu berselisih paham dengan taun Besar Nolan.


Dengan keretakan hubungan ini, pihak pihak tak bertanggung jawab bisa memanfaatkan mereka sesuka hati mereka. Menghancurkan keluarga itu secara perlahan lahan.


"Tolong hentikan semua yang anda lakukan tuan muda, ini di luar batas anda!" tegas Kepala Pelayan Lim. Dia berdiri sambil memegang nampan berisi tiga gelas minuman yang baru saja dia seduh. Baru kali ini dia membuat minuman setelah menjabat sebagai kepala pelayan.


James menyeringai, tentu saja terlihat seram seperti seekor serigala liar. Berjalan mendekati Kepala Pelayan Lim dengan langkah tegas, tubuh tegak tatapan lurus ke mata Lim dan ekspresi wajah yang mendominasi. Ramuan ini saja sudah cukup untuk membuat lawan mainnya terintimidasi hanya dengan kharisma tanpa menggunakan otot.


"Bongkar kubilang ya bongkar!!" ucap James. Tangannya sudah sibuk menuangkan minuman yang dibuat oleh Kepala Pelayan Lim ke lantai.


"Minum!" ucap James sambil menggenggam gelas kaca itu dengan kuat dan..


Praanggkkk..


Hanya sekali genggam pria itu berhasil menghancurkan gelas kaca itu dengan tangan kosong.Cukup berkonsentrasi pada kekuatan di tangannya, menyatukan seluruh energi kemarahan dan rasa dendam, Rest in peace sudah gelas tak bersalah itu.


Kepala Pelayan Lim jadi korban bully. Sungguh miris nasibnya, bahkan para pengawal sampai kaget dan hampir tersungkur melihat perubahan besar pada pria muda itu.


"Kamu mau minum tidak!!!!!" James menarik kepala pria dengan wajah oval dan mata sipit itu. Dia seorang Chinese. Dia hampir setengah abad. Tetapi punya ambisi lebih tinggi dari bintang di langit. Ingin menjadi tuan, hidup santai dan menikmati hasil kerja orang.


"Apa yang anda lakukan,saya akan melaporkan ini semua pada tuan Kun!!" ancam Kepala Pelayan Lim. Dia jelas tau si kembar takut pada keluarga Kun. Dengan memakai nama Kun,di masa lalu dia selalu berhasil mengendalikan seluruh keluarga Nolan, sungguh mengerikan.

__ADS_1


Mendengar nama Kun James diam di posisinya. Masih mencengkram rambut Kepala Pelayan Lim. Matanya berputar, menatap seluruh ruangan yang sudah berubah sepenuhnya sesuai selera Nyonya Kun.


"Keluarga Kun? kau yakin?" James mendekat, kepalanya bergerak seperti ular yang tidak bisa di deteksi. Orang orang akan menganggapnya sebagai hantu yang bangkit dari kubur.


“Apa kau pikir keluarga Kun mempunyai pengaruh di rumah ini? Bahkan menginjakkan kaki pun harus seijinku, itu peraturan baru mulai sekarang,” bisik James. Tangannya yang lain mengambil segelas minuman lagi dari atas nampan yang dipegang oleh kepala pelayan Lim.


Dengan sangat mudahnya James mendorong pria yang jelas lebih berisi dari dirinya itu hingga jatuh terjerembab ke lantai. James melangkah perlahan. Semuanya terdiam dengan tubuh menegang saat melihat bagaimana Kiel yang dirasuki oleh James berubah menjadi sangat brutal. Jelas berbeda dengan Kiel dulu yang malah kelihatan seperti anak yang sakit sakitan.


Dia berjongkok di dekat kepala pelayan Lim yang sudah basah kuyup karena tumpahan minuman yang diraciknya sendiri.


Tangan james tak tinggal diam, dia menarik kepala Kepala pelayan Lim dengan bibir melengkung ke atas. Orang yang melihatnya pasti akan mengingat sosok pria badut dengan senyuman menyeramkannya.


“Minum Kepala Pelayan Lim,”


James memaksa Kepala Pelayan meminum minuman yang diraciknya sendiri. Mau tidak mau pria itu harus meminum benda cair itu.


“uhuk... uhuk... uhukk....... beraninya kau anak sialan...” gertak Kepala Pelayan Lim. Tangannya sudah benar benar gatal ingin segera memenggal kepala Kiel. Ingin rasanya dia menerjang pria muda kecil itu saat ini juga.


“hehehe.” James malah tertawa. Apakah ada yang salah dengan otak pria ini. Elleara dan Nini malah jadi ngeri melihat James denagn wajah itu. Para pengawal bahkan pelan pelan berjalan mundur. Namun si Jono tukang boker diam membatu sambil menatap Kepala Pelayan Lim. Dia sedang membayangkan dirinya diinterogasi dan disiksa sedemikaian rupa oleh James.


“Bagus sekali, terimkasih Kepala pelayan Lim, kau boleh pergi,” ucap James. Sontak semua orang terheran heran dibuta pria itu, bagaimana bisa James tertawa setelah mengintimidasi seseorang.


“Ahhh jangan melarikan diri dari rumah ini kalau kau masih ingin kepalamu selamat,” ucap James.


Matanya beralih ke arah Jono, beberapa pelayan perempuan yang sedang menonton, kamera pengintai dan penjaga. “ Kaian juga, siap siap bagian kalian,” ucpa james.


Glekk....

__ADS_1


Semuanya merinding ketakutan. Seorang pria cungkring dengan tubuh kurus dan lemah menindas para pengawal dan pelayan yang jelas memiliki level kekuatan berbeda di atasnya.


Jika dibuat dalam sistem rank 1 sampai 10 maka lawan lawannya paling tidak berada dalam rank 3 sampai 6 menurut kemampuan bela diri mereka masing masing. Sedangkan James mungkin berada di rank minus 9. Bahkan tidak masuk salah satu rank terendah.


“ Bongkar kamar ini dan tata ulang, aku ingin semuanya selesai hari ini, keluarkan semua barang di dalamnya dan...” dia memandang keluar,” letakkan di depan gerbang biar terkena hujan,” ucap James.


“Ta... tapi tuan muda Kiel, ini kamar tuan dan Nyonya Kun, kami takut dimarahi nanti,” ucap salah satu pelayan.


“Hmmm...” James mengangguk angguk sambil berjalan mengitari mereka.


” Jadi kau lebih takut pada keluarga Kun dibandingkann dengan tuanmu sendiri?” bisik James di telinga pelan perempuan itu.


“Sialan kenapa anak idiot ini malah jadi menyeramkan seperti ini, aku harus cepat cepat memberitahu tuan Kun dan Nyonya Kun, ini tak bisa di biarkan,” batin pelayan itu sambil menggenggam ponselnya.


“mau melapor? Hmm bagus bagus bagus... laporkan saja kalau aku baru saja memecatmu dan mencabut semua fasilitas yang dipakai keluargamu selama ini,” ucap James. Pelayan itu menganga, mulutnya seperti goa hitam tempat sarang laba laba yang terbuka terus menerus. Matanya membulat sempurna, belum lagi tubuhnya gemetaran sesaat setelah mendnegar ucapan james.


Kehilangan pekerjaan bukan apa apa, tetapi kehilangan fasilitas. Sebuah mimpi buruk baginya. Dalam ingatan pemilik tubuh, pelayan itu sangat dekat dengan keluarga Kun sampai sampai meminta tuan Nolan mengatur beberapa fasilitas khusus yang bisa dia dan keluarganya pakai seperti apartemen dan ruko untuk usaha. Tetapi hari ini James menarik semua aset itu.


“ Tidak.. kau tidak berhak melakukan itu, kau bukan siapa siapa si rumah ini, arhrhhh beraninya kau, aku akan melaporkan ini pada tuan Kun aku akan membuatmu kehilangan mukamu sialan..” teriak wanita itu yang malah menggila.


“Terserah, apa peduliku wleekkk... telepon ya telepon, laporan saja cihh... cuma pelayan tapi belagu,” ketus James.


“ Bawa dia keluar dari sini, tinggalkan semua barang yang dia daptakan dari hasil bekerja sebagai pengkhianat di rumah ini,” ucap James.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen ya 🥰


__ADS_2