
Berani!.
Satu kata yang cukup tegas untuk menggambarkan kepribadian tuan muda Kiel Nolan saat ini.Anak bodoh dan lemah berpenyakitan yang mudah ditindas itu kini berubah menjadi anak aneh yang terkesan naif dengan kemampuan tubuhnya yang bahkan tak mencapai 0.1 persen dari kemampuan anak buah rumah utama Nolan dengan kemampuan paling rendah.
Sejak kedatangannya di rumah utama, semua orang dibuat tercengang dengan perilaku Tuan muda mereka yang aneh dan tidak seperti biasa.
Pembongkaran di rumah utama diselesaikan dalam tiga hari. Semua furniture dan peralatan yang dia tur oleh Nyonya Kun diatur sesuai gaya dan selera nyonya Nolan yang terdahulu. Alasannya cukup mudah, mereka akan menyambut kepulangan nyonya Besar Nolan yang entah kapan pastinya akan kembali.
James menetapkan peraturan utama, semua orang haru memanggilnya dengan nama 'James' bukan 'Kiel'. Dengan cara ini dia akan tetap ingat siapa jati dirinya sebenarnya. Uang dan harta kekayaan keluarga Nolan mungkin akan membuatnya tergiur, namanya menjadi pawang baginya untuk bertindak sesuai dengan tujuan utamanya selama dia masih hidup di tubuh anak keturunan Nolan itu.
"Arrhhh sial, tubuh ini terlalu lemah!" ketus James. Pria itu berada dalam Gym pribadi keluarga Nolan. Sedang berlatih ditemani Bogu si anjing Doberman itu.
Sejak tiba, James sudah membulatkan tekad untuk mengubah keseluruhan penampilannya. Dia tak akan bisa melawan keluarga Kun yang kejam dan memberantas hama hanya degan tubuh cungkring nya itu.
Semua pelayan terkejut . Tentu saja terkejut, jika dulu tuan muda mereka enggan masuk ke dalam ruang Gym maka ruangan itu saat ini seolah menjadi ruang pribadi tuan muda mereka. Jika dahulu tuan muda mereka sangat membenci Bogu, kini dia yang paling dekat dengan Bogu.
James kembali berlatih, mulai dari angkat beban, berlari, push up, sit up, yoga, dan semua jenis olahraga dia lakukan.
Saat dia sedang serius berolahraga, tanpa dia sadari Elleara dan Nini sudah masuk ke dalam ruang Gym itu dengan pakaian olahraga mereka.
Nini terus menatap James, pikirannya selalu tertuju pada kakaknya yang sedang dalam kondisi vegetatif di rumah sakit.
Nini berjalan terus, matanya tertuju pada James.
Brukkk....
"Auchhh... arkhhh...."
"Pffth bwahahahahahhahaha..
Saking seriusnya menatap James dalam tubuh Kiel, Nini sampai menabrak kantong tinju yang tergantung di ruangan itu.
Elleara tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Nini. Bahkan sampai memukul mukul lantai karena menurutnya itu sangat lucu.
"Bwahahahahha Nini lihat jalanmu hahahaha... kenapa kau tidak fokus hahahahah...." Penuh sudah ruangan itu dengan suara tawa Elleara.
James menoleh, dia melihat apa yang terjadi, seutas senyum kecil di harinya yang suntuk karena latihan cukup menghibur dirinya saat ini.
"Apa yang kau lihat Nini, kenapa tidak fokus berjalan hahahah..." James turut menertawakan Nini.
__ADS_1
"Hemphh... Jangan ketawa ihh, kalian ngeselin!!" ketus Nini.
Namun lagi lagi, si kembar itu tertawa terbahak-bahak karena tingkah Nini.
"Hahahah... sudahlah, kalian mau latihan juga?" tanya James sambil menatap mereka.
"Tentu saja, kami juga ingin lebih kuat Kak James!" ucap Elleara dengan senyuman aneh di wajahnya.
"Ya sudah latihan saja, jangan terlalu keras, jangan sampai kalian sakit!" ucap James sambil bangkit berdiri dan melanjutkan latihannya.
Kedua gadis itu tertegun menatap James. Meski terlihat dingin, James terkadang menunjukkan perhatiannya melalui hal hal kecil seperti saat ini.
"Nini ayo berlatih, kita tidak akan bisa mengalahkan orang orang itu kalau kita tidak semakin kuat!" ucap Elleara.
"Baik, aku ikut!" ucap Nini dengan tekad bulat.
Ketiganya memutuskan bersama sama mencari tahu tentang kasus yang menimpa James dan si kembar. Terutama pria tanda kunci di lengannya itu. Mereka sampai saat ini belum tau siapa sosok pria misterius itu dan atas perintah siapa dia bergerak.
James sedang berlari di atas treadmill pikirannya terus tertuju pada Elleara yang menunjukkan sikap aneh sejak mereka tiba di rumah itu. Semakin besar kecurigaannya tentang kepribadian Elleara. Mereka sama sama dalam kondisi Vegetatif apakah ada kemungkinan gadis itu bukan Elleara yang sesungguhnya. Hal ini terus mengganggu James selama beberapa hari.
"Apa mungkin? tetapi dia juga tak jauh berbeda dengan Elleara dalam ingatan pria ini!?" pikir James.
Sementara itu Elleara sedang berlatih menggunakan alat angkat beban dan Nini dengan latihan Yoganya. Elleara menatap James, seutas senyum aneh terus tergambar di wajah gadis itu.
"Apa kau menyadarinya kak James, ku harap kau secepatnya sadar, dengan demikian kasus ini lebih cepat kita pecahkan!" batin gadis itu.
Mereka bertiga terus berlatih. Rumah utama Nolan kini ditutup akses untuk keluarga Kun. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi keluarga Kun terutama Haruto yang bahkan dilarang menginjakkan kaki ke rumah itu.
Saat mereka sedang berlatih, tuan besar Nolan mengintip mereka bertiga dari balik dinding. Terlihat seperti seorang anak yang ingin bermain dengan anak lainnya tapi tak punya keberanian untuk bergabung.
"Apa aku bisa bergabung dengan mereka!??" pikir tuan Nolan. Para anak buah sampai geleng geleng kepala melihat tingkah tuan Nolan yang sejak tadi berjalan kesana kemari, sebentar mengintip, sebentar memijit kepalanya, sebentar tersenyum, sebentar merengut kesal, jelas terlihat dia sedang galau.
"Lihatlah tuan besar, bahkan menemui anak anaknya saja dia tak berani," bisik salah satu penjaga.
"Ayah takut anak, lucu sekali!" ucap mereka.
Jarang jarang melihat tuan Nolan pusing sepeti itu. Biasanya semua orang akan sangat senang bertemu dengan pria itu, tetapi sekarang seolah ada tembok besar yang menghalangi tuan Nolan dengan anak anaknya.
Nini tak sengaja melihat tuan Nolan mondar mandir disana. Gadis itu menghentikan aktivitas nya lalu menghampiri tuan Besar Nolan.
__ADS_1
"Paman ayo masuk ke dalam, mau olahraga juga kan!?" tanya Nini dengan gummy smile di wajah imutnya itu.
"Ehh a.. aku tidak ha..hanya lewat saja," ucap Tuan Nolan sambil melirik James dan Elleara dengan wajah gugup sambil menggaruk garuk tengkuknya.
"haihh... ayolah paman jangan malu malu, mana mungkin paman cuma lewat saja padahal pakaian paman sudah komplit begini, paman pasti mau olahraga juga kan!!" Nini menarik lengan tuan Nolan dan membawa pria itu masuk ke dalam ruangan gym.
"Ayo paman!" ucap gadis itu sambil tersenyum lembut.
Elleara dan James menatap tuan Nola. yang masuk dengan wajah gugup. Lucu sekali melihat seorang ayah yang takut menemui anak anaknya.
"Eh... a..aku... ti..tidak..." ucap pria itu sambil garuk garuk kepala. Benar benar gugup bahkan sampai keringat bercucuran padahal belum juga mulai olahraga.
"Kak James, Ella paman mau bergabung katanya!!" ucap Nini dengan wajah polosnya.
Kedua anak itu mengangguk saja tanpa berkata apa pun.
James melirik Elleara, dia melihat tingkah gadis itu saat menatap tuan Nolan. Benar saja tatapan Elleara sangat tajam menatap tuan Nolan.
"Aneh, tatapannya aneh," pikir James.
James berjalan lalu menghampiri tuan Nolan yang sedang peregangan di sudut ruangan seperti anak cupu yang ketakutan.
" Daddy mau berlatih denganku!?" ucap James.
Brukk
Tuan Nolan terjatuh ke atas lantai, matanya terbelalak saat putranya mengajak dia untuk berlatih bersama.
"La..latihan bersama!?" ucap Tuan Nolan dengan mata membulat sempurna.
"Ya, latihan bersama!" ucap James dengan suara gugup.
"Ba..baiklah..." ucap tuan Nolan gugup.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen ya ☺️🥲