The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
8


__ADS_3

Mereka semua berdiri menatap James dengan tatapan merendahkan. James tidak dianggap sebagai manusia, bagi mereka James hanya boneka mainan yang bisa mereka kendalikan sesuka hati, menyiksanya kapanpun mereka mau.


"Kenapa kalian melakukan hal sekeji ini, aku tidak mengusik siapa pun!!" pekik James dengan sisa kekuatan nya.


"Orang orang seperti dirimu harus disingkirkan, cuihhh.... memuakkan, bertingkah seolah kau yang paling baik dan merebut hati semua orang, apa kau pikir kau akan selamat jika bertingkah sok hebat seperti itu!?" ucap Haruto, dia berjalan mendekati James.


bughh...


Satu tendangan dia layangkan ke perut James membuat pria itu muntah darah pertanda organ vitalnya sudah rusak karena ulah Haruto.


Haruto mengeluarkan selembar foto, dia menatap James dengan ekor matanya.


"Kau kenal mereka bukan? " Haruto menunjukkan foto adik perempuan dan Ibu James.


"Tidak... ja..jangan ibuku, jangan adikku, jangan lukai mereka!!!"pekik James.


"Sudah dalam keadaan seperti ini masih saja berusaha untuk melindungi mereka ya? cihhh anak yang berbakti tidak selalu dibutuhkan di dunia ini, hahahah....." Haruto tertawa terbahak-bahak.


"Karena kau kemungkinan akan mati, biar ku beritau satu fakta, ibumu bekerja menjadi pembantu ibuku, membersihkan kotoran anjing kami dan mengelap sepatu ibuku sampai kinclong, jika kau macam macam dia akan habis di tangan ibuku!!!"ucap Haruto sambil menatap James dengan tatapan tajam.


"Jangan ibuku... kumohon uhuk...uhuk... jangan ibuku!!!"pekik James, dia menangis membayangkan wajah sendu sang ibu yang bekerja di kediaman keluarga Haruto sebagai pembantu untuk memenuhi semua kebutuhan mereka sejak James kehilangan beasiswa karena ulah Vernon dan Haruto.


"Matilah!!!" ucap Haruto.


James kala itu tak bisa berbuat apa apa, dia diminta berdiri di pinggir gedung, berpose layaknya foto model hanya untuk menghibur Haruto orang gila dan komplotan setannya itu.


James berdiri di pinggir atap gedung, dia terjatuh karena dilempari botol minuman oleh Vernon, kematiannya disaksikan oleh mereka semua dan James mengingat semua yang terjadi pada dirinya.


.


.


.


Haaahh.... haaaahhh.... haaahhh....


James terbangun dari mimpi buruknya, ingatan akan kejadian itu terus menghantui dirinya, trauma dan sakit hati terus terbayang dalam pikiran pria itu.

__ADS_1


James tampak berkeringat, wajahnya pucat dan tubuhnya gemetaran. James dan kembaran pemilik tubuh itu masih di rawat di rumah sakit dah hari ini adalah jadwal mereka untuk keluar setelah dirawat sekian lama.


"Kak Kiel, ada apa? kakak mimpi buruk!?" tanya Elleara, dia juga terlihat berkeringat dengan wajah pucat dan tampak gemetaran, namun bisa bisanya gadis cantik itu masih memperdulikan kondisi kakak kembarnya yang sudah berganti jiwa dengan James.


"Aku bukan Kiel!" ucap James lagi, dia tidak ingin menyembunyikan identitasnya dari orang terdekat pemilik tubuh itu, agar suatu saat dia melakukan hal aneh, mereka tidak heran dengan hal itu.


Elleara gadis cantik kembaran pria lemah yang dimasuki James menunduk sedih, dia merasa kakaknya membenci dirinya karena kejadian sebulan lalu.


"Apa kakak membenciku karena kejadian itu?" tanya Elleara dengan mata berkaca-kaca, sesungguhnya dia adalah gadis yang lembut dan baik, kondisi fisiknya lebih kuat dibandingkan dengan kakak kembarnya.


James terdiam, bukan maksud nya menyakiti hati gadis kecil itu, namun dia sedang dalam mood yang buruk saat ini sehingga melontarkan kata kata kasar itu.


"Haihh bagaimanapun dia adalah adik pemilik tubuh ini, aku tidak boleh bersikap kasar,"gumam James.


James menatap gadis itu, seketika ingatan atas kejadian yang dialami oleh anak kembar itu tergambar jelas di kepalanya.


"apa ini!!!" Batin James, saat dia melihat fakta menyedihkan.


"jadi Haruto menindas mereka lebih dari sekedar menjadikan mereka pengikut nya bahkan mengancam nyawa mereka!!!" James terbelalak.


Kejadian dalam memori Kiel adalah saat dia dirundung oleh Vernon dan teman temannya, mereka mengejek bahkan mengucapkan kata kata kasar pada anak itu.


Kiel dan Elleara membenci Tuan Nolan, pria itu menceraikan istrinya karena mendengar rumor kalau sang istri berselingkuh dengan supirnya sendiri, hal itu membuat Tuan Nolan naik pitam, dia tanpa mendengar penjelasan apa pun langsung mengirimkan surat talak pada sang istri. Pada saat itu si kembar masih dalam usia 10 tahun, mereka harus berpisah dari ibu mereka.


keluarga Haruto dalam ingatan Kiel adalah keluarga yang dekat dengan tuan Nolan, Ayah Haruto adalah adik sepupu tuan Nolan, sejak tuan Nolan dan istrinya berpisah mereka mengambil kesempatan itu untuk mengusik keluarga Nolan selama tuan besar yang biasa dipanggil Tuan Besar Lavender belum meninggal dan menulis wasiat tentang pembagian harta.


Kiel tau semua rahasia keluarga Haruto dan tau penyebab ibu dan ayahnya bercerai namun tak berani mengungkapkan karena Haruto memegang kendali atas dirinya.


Puncaknya adalah saat Vernon dan komplotannya mengganggu Kiel dan Elleara, membuat mereka tersiksa dan membuang mereka ke hutan. Namun ada yang aneh dengan ingatan itu, bukan Haruto maupun komplotan Red Blood yang membuat kedua anak itu dalam kondisi vegetatif melainkan orang lain dengan tato kunci di pergelangan tangan nya.


Haruto dan komplotannya hanya menculik si kembar dan mengerjai mereka dengan membuang mereka ke tengah hutan untuk memberi sedikit pelajaran pada mereka berdua sekaligus menunjukkan kekuasaan Haruto di sekolah itu dan juga memperjelas Haruto sebagai penerus tuan Besar Lavender yang sah.


Namun setelah kejadian itu, Kiel dan Elleara di ganggu oleh sekelompok orang tak dikenal. Mereka dipukuli dan disiksa, namun Kiel dengan gagahnya melindungi sang adik meski tubuhnya yang jadi tameng adik kecilnya.


"ughh shhh... ingatan ingatan ini sangat menggangu!!" gumam James sambil memijit pelipisnya ketika dia mengingat semua kejadian yang terjadi pada dirinya sekaligus membaca ingatan pemilik tubuh yang asli.


"kak!?" panggil Elleara dengan suara pelan, dia sedikit takut namun masih mencoba untuk berkomunikasi dengan orang yang dia kenal sebagai kakaknya yang baik.

__ADS_1


James menggoyangkan kepalanya, dia membalas tatapan gadis yang memiliki wajah persis sama dengan tubuhnya.


"Maaf untuk yang tadi, setelah pulang dari sini aku akan menjelaskan semuanya nona, " ucap James.


Elleara benar benar dibuat heran dengan sikap Kakaknya, "Apa yang sebenarnya terjadi kak? kenapa kakak terlihat seperti orang linglung!?" tanya El.


"Banyak yang terjadi, hmmm... apa kau mengenal Nini Xavier Kiel? dalam ingatanku kau satu fakultas dengan nya!" tanya James yang masih mengingat adiknya.


"Nini, aku kenal kak, dia temanku, kami memang tidak cukup dekat tetapi dia baik padaku, tetapi kudengar kabar kalau Nini sedang berduka, kakak laki lakinya dalam kondisi vegetatif dan Ibunya baru saja meninggal," jelas Elleara memasang wajah muram.


"Jadi tubuhku yang asli dalam kondisi Vegetatif, ini berarti sewaktu waktu aku bisa kembali ke tubuhku!" batin James


"Lalu dimana tubuhku... Ekhmm maksud ku dimana kakaknya itu sekarang? dan Nini bagaimana keadaannya? " tanya James.


"Menurut yang disampaikan Daddy, kakaknya berada di kamar di sebelah kita, dan Nini hidup sendirian sejak kejadian mengerikan itu, kasihan dia," ucap Elleara.


"Bagaimana kau tau semua informasi itu?" tanya James sambil menatap Elleara.


"Daddy menjelaskan nya beberapa hari lalu, Kakak tertidur dan tidak mau mendengar jadi..." Elleara menunduk, dia tampak ketakutan.


"Hmm baiklah, jangan takut aku tidak memarahimu," ucap James.


"Apa bisa bantu aku ke ruangan sebelah, aku ingin melihat pria itu, dia temanku," ucap James.


"Teman kakak? tapi aku tak pernah..." James menatap Elleara dengan tatapan datar seketika membuat gadis itu diam, bayang bayang Haruto dan Vernon masih teringat jelas di kepalanya.


"Baiklah," jawab Elleara dengan pelan sambil berdiri dari brankarnya.


"Maaf Elle, kakak tidak bermaksud membuatmu takut," ucap James sambil menepuk kepala Elleara dengan lembut.


"Tak apa apa selama kakak nyaman heheh..." balas gadis itu sambil tersenyum.


"moodnya cepat sekali berubah, aku harus bersikap baik padanya, dia gadis yang lembut sangat cocok menjadi teman Nini," batin James.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2