The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
13


__ADS_3

James masuk ke dalam ruangan perawatan dimana Elleara dan Nini menunggu.


"Ayo pulang, Nini mulai hari ini kamu tinggal bersama kami sampai penyebab kecelakaan kakakmu ditemukan, ikuti saja semua arahanku nanti!" ucap James dengan tegas.


"Tapi... bagaimana mungkin aku tinggal bersama kalian," Nini terkejut dengan keputusan James.


"Kenapa tiba tiba kak?" tanya Elleara.


"Kita harus menemukan penyebab James seperti ini, dan kau tau pasti siapa yang harus kita curigai Elle," ucap James.


Elle terdiam, dia tau siapa yang dimaksud oleh kakaknya, Haruto dan komplotannya, orang yang merundung mereka selama ini.


"Kakak sudah berbicara dengan Daddy, Mulai hari ini Nini dan kakaknya tanggung jawab kita!" ucap James dengan tegas.


"Tapi... kak James," lirih Nini.


"Dia akan dikawal di tempat ini, jangan khawatir," ucap James.


"Ayo kita pulang!".


James, Nini dan Elleara dibawa pulang oleh anak buah yang mendampingi mereka.


"Bang si Joni tukang boker dimana?" bisik James yang duduk di depan di samping supir yang membawa mereka menuju kediaman utama keluarga.


“ Jono tuan muda, dia di mobil belakang, ada perlu apa?” tanya supir yang biasa disapa Harto itu.


“Nggak, Cuma penasaran aja dia melaporkan apa lagi pada si bajingan Kun,” celetuk James.


Sontak Harto menatap tuan mudanya dengan mata membulat sempurna, “tuan....”


“Aku tau bang Harto,aku tau semuanya,” ucap James.


Elle dan Nini yang duduk dibelakang diam saja mendengarkan percakapan yang bagi mereka tidak tau arahnya kemana.


Perjalanan memakan waktu setengah jam karena mereka harus mengambil barang barang Nini dari rumah lama dan juga barang barang yang dibutuhkan oleh James.


Akhirnya mereka tiba di rumah utama keluarga Nolan, semua pelayan menyambut kedatangan tuan muda dan nona muda mereka yang sudah lama tidak datang ke rumah utama karena Kiel melarikan diri dan menolak tinggal bersama Daddynya.


“Selamat datang tuan muda, nona muda dan nona,” sapa Kepala Pelayan Lim.


“ Apa ini sambutan yang tulus KEPALA PELAYAN LIM,” tanya James dengan nada membentak dan tegas menunjukkan kekuasaan seorang Kiel Nolan di rumah itu.


rumah utama keluarga Nolan diatur sepenuhnya oleh Kepala Pelayan Lim, bisa dikatakan kalau kepala pelayan Lim memegang kendali dalam rumah itu.


"Te..tentu saja tuan muda," ucap Kepala Pelayan Lim dengan suara tergagap saat mendengar suara intimidasi keluar dari mulut seorang Kiel yang dikenal lemah dan tidak bisa melakukan apa pun.


"Sial, kenapa setelah anak ingusan ini bangun, dia berubah menjadi orang lain, apa benar ini Kiel sialan yang lemah itu, bagaimana bisa dia memiliki aura seseram ini dengan tubuh lemahnya itu!" batin Kepala Pelayan Lim.


"Jangan banyak melamun Kepala Pelayan Lim. Apa kamar kami sudah dipersiapkan, kurasa Daddy sudah mengatakan kalau mulai hari ini akan ada perubahan besar besaran dalam rumah ini bukan?" James menaikkan salah satu alisnya, menatap Kepala Pelayan Lim dengan tatapan tajam dan menusuk.

__ADS_1


"Sudah tuan muda, semuanya sudah disiapkan dengan baik," ucap Kepala Pelayan Lim.


"baiklah, terimakasih Kepala Pelayan Lim. Tapi aku ingin memilih ruangan kami sendiri, maaf telah merepotkanmu," ucap James sambil berlalu begitu saja dari hadapan Kapala Pelayan Lim.


Suasana seketika berubah menjadi menegangkan, James melemparkan tatapan tajam ke arah Kepala Pelayan Lim.


puk..puk..


"Kerja yang bagus jika tak ingin kupecat!" bisik James.


Kepala pelayan Lim menatap James dari tempat dia berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya, dia mengeraskan rahangnya baru kali ini dia mendapatkan ancaman dari tuan rumah pemilik rumah itu.


“Sialan, beraninya kau, aku yang mengendalikan disini, kenapa tiba tiba kau berlagak di rumah ini, bukannya sebelumnya kau melarikan diri bajingan,” geram Kepala Pelayan Lim sambil menatap punggung James yang berjalan diantara para pengawal bersama kedua gadis di belakangnya.


James terus berjalan, tiba tiba dia berbalik,” ohh iya, Kepala pelayan Lim ingat ini, aku tidak pernah melarikan diri dari manapun, camkan itu,” tegas James.


Deghhh


Bagai terkena serangan jantung Kepala pelayan Lim diam membeku di tempatnya, dia benar benar kaget dengan semua perubahan pria yang dia kira Kiel.


“Bagaimana bisa dia tau?” batin Kepala Pelayan Lim.


“Ahh tolong buatkan minuman segar, antarkan ke kamar atas di sebelah Utara, “ ucap James yang mengingat konstruksi rumah itu berdasarkan ingatan pria pemilik tubuh yang dia tempati saat ini.


Kepala pelayan Lim terdiam, baru kali ini dia diperintah oleh seseorang yang selalu dia rendahkan dan tindas.


“Kepala pelayan Lim, kau dengar aku tidak, jawab yang benar, dasar pelayan sialan,” umpat James.


“Kak, ada apa,” panggil Elle lembut.


“Tak apa, “ ucap James dengan nada dingin dan datar.


“baik tuan muda, akan segera saya siapkan ,” ucap Kepala Pelayan Lim yang sudah kehilangan muka di hadapan mereka semua.


“Cihh... dasar pelayan munafik,” ucap James dengan nada kasar dan suara besar. Tentu saja di dengar jelas oleh Kepala Pelayan Lim.


Pria berusia 40 tahunan itu berjalan dengan Menahan amarahnya, sambil mengepalkan kedua tangannya dia berjalan menuju dapur rumah itu.


"Beraninya kau, lihat apa yang akan kulakukan!!" geram Kepala Pelayan Lim.


James naik ke lantai dua, tak ada tanda tanda keluarga Kun di rumah itu. Namun dia tau betul siapa musuh yang harus dia tangani agar bisa membalaskan dendam nya dan menemukan pria dengan tato kunci itu.


"Terlalu banyak lawan disini, bahan setengah dari pengawal ini patuh pada si pelayan bajingan itu, satu satunya cara adalah menjadi kuat," batin James .


James berjalan menuju ke bangunan sebelah Utara, dia berjalan sambil memeriksa semua kamar yang ada disana, lalu matanya tertuju ke kamar paling pojok dan merupakan kamar paling besar di rumah mewah itu.


James berjalan perlahan kesana tiba tiba.


"Tuan muda, kamar Anda seharusnya tidak disini, sebaiknya kita ke arah lain!" Seorang penjaga menghalangi langkah James.

__ADS_1


"Kupikir si Jono yang akan bertindak, nyatanya dirimu Harto, pantas saja kakimu sejak tadi gelisah!" ucap James sambil melemparkan tatapan tajam ke arah Harto, supir yang membawa mereka tadi.


"Maaf tuan muda, tapi.. Sa... saya...


"Ada apa dengan orang ini, dalam ingatan pemilik tubuh ini, dia orang baik, dia selalu membantu Kiel dan Elle jika dalam kesulitan, tetapi dia menghalangi jalanku ke kamar itu, setahuku itu kamar ibu pemilik tubuh ini!" batin James.


"Kenapa?" tanya James.


"Maaf tuan muda, saya tidak bisa membiarkan Anda kesana!" ucap Harto.


"Tenang saja, aku tau apa yang kau takutkan!" James tak peduli, dia berjalan menuju kamar besar itu lalu membuka pintu kamar dengan tangannya sendirian.


Krieeettt.....


Kamar dibuka, seketika ingatan Kiel mencuat dalam kepala James.


"Sudah kubilang jangan ada siapa pun yang memakai kamar ini, ini kamar ibuku kenapa kalian menempati kamar ini!!!" pekik Kiel sambil menghancurkan semua barang barang milik Tuan dan Nyonya Kun yang dipindahkan mengganti barang barang Ibu si Kembar.


"Tidak, kami akan memakai kamar ini, Ibumu yang tak berguna itu sudah bukan bagian dari keluarga ini!" ucap Nyonya Kun dengan tegas sambil mendorong Kiel.


"Pergi kalian, ini rumah kami!!" Elleara juga berteriak.


Plaakkk...


"Diam kau, kau tak ada hak untuk membantah disini gadis bodoh!!!" Nyonya Kun menampar wajah Elleara.


Kiel benar benar marah, dia mengambil gunting dan...


Sraaakkkkkkk...


Paria itu menghujamkan senjatanya ke arah tuan Kun membuat lengan pria itu terluka.


"Beraninya kau!!!" pekik tuan Kun, pada akhirnya Kiel dan Elle disiksa tanpa sepengetahuan tuan Nolan yang sedang pergi keluar negeri mengurus hatinya yang kacau setelah perceraian dengan ibu si kembar.


James memijit pelipisnya, ingatan itu begitu suram, pantas saja Haruto melarang dia masuk ke sana, pria itu ingin melindungi James dari ingatan buruk di masa lalu.


"Keluarkan semua barang dalam kamar ini, letakkan saja di luar agar dilihat oleh pemiliknya!" titah James.


"Jangan!!!" Teriak Kepala Pelayan Lim.


"Kau tidak punya hak melakukan itu!!" ucap Kepala Pelayan Lim.


"Kau yang tidak punya hak!" kecam James.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen


__ADS_2