
James dan Elleara masuk ke kamar rawat inap yang ditempati tubuh James sebenarnya.
James mengintip dari pintu masuk kamar inap itu, kamar VVIP sama seperti yang dia tempati tadi.
"Apa mereka mampu menyewa kamar VVIP?" Gumam James yang masih bisa di dengar oleh Elleara.
"Daddy yang memberikan kamar ini secara khusus karena kondisi kakaknya Nini seperti kita dahulu," jelas Elleara.
James mengangguk paham, dia mengintip dan melihat Nini sedang menangis sambil menggenggam tangannya di ruangan itu. Betapa menyedihkan dan menyayat hati saat melihat sang adik dalam kondisi terpuruk.
"ini semua salah ibumu yang tidak berguna itu!!" suara seorang wanita terdengar jelas di telinga James dan dia kenal betul dengan orang itu.
Dia adalah Bibi dari pihak ayah mereka yang selalu menindas mendiang ibu mereka.
"Buat apa wanita sialan itu kesini!!!" geram James, dia sangat membenci keluarga dari pihak ayahnya yang selalu membandingkan mereka dengan kesuksesan keluarga pihak ayah mereka.
"Kakak kenal?" tanya Elleara.
"sangat kenal El, kita masuk!" ucap James.
"Aku tidak boleh bertindak gegabah, aku harus bertingkah seolah tak kenal tetapi membuat wanita sialan itu tutup mulut, setidaknya Nini selamat!" Batin James.
Elleara dan James masuk ke dalam ruangan perawatan itu, terdengar suara Bibi James mengomeli Nini padahal jelas gadis itu sedang berduka.
"Berikan uang asuransi ibumu, aku akan mengaturnya untukmu, dan kakakmu ini pindahan saja ke ruangan reguler, kau tidak akan mampu membayar biaya nya!!" ucap Bibi James yang biasa disapa Nyonya Nola
"Tapi itu untuk biaya perawatan kakak dan biaya sekolahku Bibi, aku tidak akan memberikan nya, aku akan mengaturnya sendiri!!" ucap Nini menolak permintaan Nyonya Nola.
"cihhh hanya uang sekecil itu saja kau tidak akan bisa mengaturnya Nini, turuti saja Mama!" ucap anak perempuan Nyonya Nola yang penampilan nya sangat modis tidak sesuai dengan kantong mereka.
"Tidak!!" pekik Nini, dia sudah tau akal bulus keluarga mendiang ayahnya, dia tak akan terjebak seperti ibunya dahulu.
"dasar anak kurang ajar!!" pekik Nyonya Nola sambil mengangkat tangannya hendak memukul wajah Nini.
"Jika seujung saja rambut Nini kau sentuh maka aku akan melaporkanmu ke polisi!!" James berdiri sambil merekam aksi Nyonya Nola dan sepupunya yang menindas Nini.
"Kau siapa hah!? ini bukan urusanmu, ini urusan keluarga kami!!!" bentak Nyonya Nola.
James tersenyum tipis," Dia anak yang dijamin oleh ayahku, dan tampaknya anda melakukan sebuah kesalahan sampai gadis ini menolak memberikan apa yang anda minta padanya? sejujurnya ini lebih terdengar seperti pemerasan pada anak yatim piatu, seingatku anda bisa terjerat hukum karena masalah ini, belum lagi kami adalah saksi dan ini buktinya!" ucap James dengan nada mengancam, penampilannya tak sesuai dengan keterampilannya berkata kata.
Bahkan Elleara dan Nini terkejut mendengar cara pria itu mengancam Nyonya Nola yang sombong dan kikir itu.
__ADS_1
"Apa buktinya mereka dijamin oleh ayahmu, lagipula aku tidak peduli, mereka ini keluarga kami!!!" ucap Nyonya Nola tegas.
"Cepat berikan uang asuransi ibumu, biar aku yang mengaturnya untukmu, bagaimana bisa orang miskin seperti kalian menikmati kamar VVIP seperti ini, itu tidak cocok!!" ucap Nyonya Nola dengan nada sombong dan kasar, benar benar merendahkan Nini di hadapan mereka semua.
"Tidak, aku tidak mau!" tolak Nini dengan tegas.
"ini uang untuk perawatan kakak, biaya sekolahku, kenapa kalian datang setelah Papa dan mama meninggal? selama ini kalian kemana saat kami butuh hah!!" ucap Nini dengan tegas, dia menangis menatap mereka.
Elleara dengan inisiatif menenangkan Nini dnegan menepuk punggung gadis itu.
"Seperti nya masalahnya sudah jelas, ini adalah pemerasan, aku akan menghubungi Ayahku dan meminta pengacara kami untuk menuntut Anda!" ucap James.
"Setidaknya kalian akan mendapatkan hukuman penjara sepuluh tahun dan denda seratus ribu Euro, kemudian nama baik kalian akan tercoreng lalu ...
"Sialan, awas kau nanti, " ucap Nyonya Nola yang malah ketakutan dengan segala ancaman yang diucapkan oleh James.
"Ma aku gak mau dipenjara karena orang miskin ini, kita pergi saja, cihh dasar orang orang menjijikkan, kau pria lemah itu kan? sok jagoan, lihat dulu tubuh kurusmu itu!" umpat Bianca anak Nyonya Nola.
"Termasuk pencemaran nama baik maka hukumannya akan ditambah menjadi lima belas tahun penjara dan...
"Sialan kau, mentang mentang tau hukum kau asal mengancam orang!!" ucap Bianca dengan wajah kesal.
kedua orang itu pergi dari ruang perawatan dengan wajah kesal, sebenarnya mereka datang kesana untuk mengambil uang asuransi mendiang ibu James dan Nini yang jumlahnya cukup besar.
"Kau tidak apa apa?" tanya Elleara pada Nini.
"aku tidak apa, terimakasih atas bantuannya El, kak Kiel," ucap Nini sambil memasang senyum terpaksa.
"Lain kali kalau ada yang mengganggumu minta tolong pada kami," ucap James yang spontan menepuk kepala gadis itu.
Elleara dan Nini terkejut," ekkhmm maaf, aku menganggap mu seperti adikku sendiri, aku teman kakakmu," ucap James.
"Terimakasih kak," ucap Nini.
"Tapi kak Kiel, setahuku yang kakak bilang tadi...
"sshhh itu bohong hihihi... mereka itu orang orang yang takut terlibat dengan hukum tapi berani melanggar hukum, aku hanya membual saja tadi, tak kusangka akan berhasil," balas James sambil tertawa cekikikan.
Nini menatap kakaknya Elleara, dia merasa tidak asing dengan logat dan cara Pria itu tertawa. Semuanya persis seperti kakaknya yang sedang berbaring lemah di atas brankar.
"Apa kakakmu sejak dulu memang berbicara seperti itu? dan tawanya juga, apa dia seperti itu?" bisik Nini.
__ADS_1
"Tidak, setelah sadar, kak Kiel jadi aneh, dia terlihat seperti orang lain," balas Elleara.
"Dia terlihat mirip seperti kakakku, ini benar benar aneh," ucap Nini.
"Mungkin kebetulan saja," ucap Elleara.
James sendiri menatap tubuhnya, dia merasa kalau ini adalah kesempatan kedua untuk dirinya menemukan siapa dalang di balik semua ini, juga untuk membalas dendam kematian ibunya.
"Nini, maaf menanyakan ini tapi apa penyebab kematian mendiang ibu?" tanya James.
"Eh.. itu..." Nini terkejut dengan pertanyaan pria itu.
"Kak Kiel," Tegur Elleara.
"Tak apa kalau tak mau menjawab, aku bisa cari tau sendiri!" ketus James.
"Dia benar benar persis seperti kak James, tempramennya itu!' batin Nini.
"Mama meninggal karena terjatuh saat bekerja di kediaman majikan Mama, sebelum nya sempat dilarikan ke rumah sakit, Mama terjatuh karena mendengar kabar kecelakaan kak James, mungkin itu yang membuat Mama kehilangan keseimbangan dan terjauh dari tangga, itu yang dijelaskan keluarga majikan Mama dulu," jelas Nini.
"hmmm ... jadi penyebabnya adalah jatuh dari tangga, apa saat itu di tubuh Mama ada bekas benturan?" tanya James lagi.
"Tidak ada, aku juga bingung tapi saat jenazah Mama dibersihkan aku melihat sendiri kalau tidak ada bekas benturan," jelas Nini.
"baiklah," ucap James.
"Ada apa kak? kenapa kakak kelihatannya begitu tertarik dengan mereka?" tanya Elleara.
"Nanti ku jelaskan," ucap James.
Saat mereka sedang berbincang bincang tiba tiba sekelompok orang masuk ke ruangan itu.
"Wah... wahh... wah... para pecundang ternyata berkumpul disini ya hahahhaha... tak kusangka aku akan melihat kalian semua di ruangan si bangsat itu!!" Vernon terlihat masuk ke dalam ruangan rawat inap James, Haruto mengikuti di belakangnya.
Seketika Elleara bersembunyi di belakang tubuh kakaknya sambil bergetar ketakutan. Nini sendiri menatap tajam ke arah Haruto dan teman temannya, dia sangat membenci orang orang itu.
"Haruto, Vernon sialan!!!" geram James.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊