
📍Rumah Sakit Nolan
Tubuh James langsung ditangani begitu mereka turun dari helikopter. Seluruh pihak rumah sakit tercengang saat sang pemilik rumah sakit tiba di tempat itu.
Direktur rumah sakit sebagai orang kepercayaan tuan Nolan langsung menyambut pria itu dengan penuh hormat.
"Selamat datang tuan!" ucap Direktur rumah sakit yang parasnya sudah mulai keriput.
Tuan Nolan mengangkat tangannya pertanda kalau dia tidak ingin basa basi, pria itu membawa anjing Doberman nya masuk ke dalam rumah sakit. Mereka diikuti oleh seluruh petugas.
"Tangani anak itu dengan baik!" titah Tuan Nolan.
Semua petugas melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Dan yang menarik perhatian disini adalah tuan Nolan yang menunggu pasien di ruang tunggu selama penanganan berlangsung.
Tuan Nolan adalah pimpinan yang menyeramkan, tentu sebelumnya dia tidak seperti itu. Perubahan pria itu dimulai sejak perceraiannya dengan sang istri.
Pria itu duduk dengan tegap, di sampingnya si Bogu anjing Doberman itu duduk tegap sambil mengawasi situasi di ruangan itu.
"Apa kau sudah dapat informasi tentang anak itu Romi?" tanya pria itu pada anak buahnya.
"Kami belum merampungkan data datanya tuan!" jawab Romi.
Disana bukan hanya manusia, tetapi roh James juga turut menunggu.
"Apa aku akan hidup? bantu aku, siapa pun tolong selamatkan aku, tuan... kumohon bantu selamatkan nyawaku, aku masih ingin hidup, aku masih ingin hidup hiks hiks hiks..." James berdiri di depan tuan Nolan namun tak ada yang bisa melihatnya.
Anak itu menangis tersedu-sedu, mencoba sekali lagi untuk menyentuh tuan Nolan, namun sama saja dia tak bisa melakukan apa pun selain menangis dan memohon.
"KUMOHON!!! AKU MASIH INGIN HIDUP!!!!!" pekik James.
Tetapi tak ada yang mendengar nya, sedih, hancur dan terpuruk, pria itu menangis di atas lantai.
"Kenapa aku seperti mendengar suara seseorang!?" gumam Tuan Nolan.
Tiba tiba Bogu menggonggong ke arah dimana James duduk sambil menangis.
"gukk... gukk... gukk... grrhhhhh
Tuan Nolan menepuk punggung anjing hitamnya," ada apa Bogu? apa ada yang mencurigakan!?" tanya Tuan Nolan, dia sangat menyayangi anjingnya itu.
"gukk... gukkk... gukk...
__ADS_1
Bogu menyalak semakin keras, dia berdiri dan menatap ke arah James, wajahnya marah, taringnya terlihat, anjing itu melompat dan berjalan kesana kemari menggonggong ke arah James.
"Bogu ada apa!!" Tuan Nolan menjadi panik melihat anjingnya seperti itu.
James yang menangis menatap anjing hitam itu, dia tersenyum setidaknya anjing itu bisa merasakan kehadirannya, diangkatnya tangannya lalu dia ayunkan ke bawah "tenang, duduklah, mereka tak bisa melihatku anjing tampan!" ucap James.
Benar saja, Bogu menurut, dia duduk sambil menatap James dengan tatapan sayup.
Tuan Nolan terperangah melihat tingkah Bogu yang tidak biasa.
"Apa yang terjadi pada anjing ini? kenapa dia terus menatap ke arah sana?" pikir Tuan Nolan sambil menatap ke lantai kosong dimana James duduk.
James mendekati Bogu, dia duduk di samping anjing itu sambil menangis meratapi dirinya yang menyedihkan.
"Apa yang harus kulakukan?" ucap James.
James merasa cemas, dia bangkit dari sana dan berjalan keluar dari ruang tunggu.
Roh James berjalan sepanjang koridor rumah sakit itu, namun tiba tiba matanya tertuju pada beberapa orang yang dia sangat hapal wajahnya, orang orang yang membunuhnya dan menguburkannya siang tadi kini ada di hadapannya berjalan sambil tertawa.
"Hahahahah... apa menurutmu mayatnya akan ditemukan?" ucap Vernon sambil tertawa.
"Yosi memilih tempat terbaik, kalaupun ditemukan, dia hanya diidentifikasi sebagai korban pembunuhan beserta bukti yang sudah kita letakkan di dalam kopernya!" ucap Haruto.
"Bukan masalah Vernon, toh mereka juga akan segera mati," ucap Haruto dengan seringai di wajahnya.
"Bos, apa yang kita lakukan disini? apa kita akan melihat anak kembar itu? kita bisa ketahuan!" ucap Jordi.
"Diamlah Jordi, kita datang sebagai organisasi kampus yang turut berduka dengan kejadian yang menimpa mereka, sangat disayangkan si kembar itu harus berada dalam kondisi vegetatif hahahahah..." Vernon cekikikan di samping mereka.
"Jaga sikapmu Vernon, atau kau mau sama seperti si kembar sialan itu!?" ancam Haruto sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Vernon.
Glekk..
Vernon menelan kasar Salivanya saat melihat wajah Haruto yang benar benar serius dengan ancamannya.
"ba..baik,"
"Jangan karena aku lunak kepadamu, kau bermain main dengan ku bajingan sialan!" umpat Haruto, pria itu berjalan melewati Vernon begitu saja.
Vernon diam membeku menatap Haruto yang sudah mendahului nya," Sialan, aku juga bisa menghancurkan mu Haruto!!!" gumam Vernon. Dia menatap tajam Haruto, mengeraskan rahangnya, dan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Hanya karena kau berhasil merebut kekuasaan Red Blood kau bertingkah semena mena bajingan sialan!!!" Umpat Vernon.
"Tunggu saatnya aku akan menghancurkanmu dengan tanganku sendiri, kau akan mati di tanganku Haruto!!!!" Gumam pria itu, nafasnya naik turun, dia benar benar membenci Haruto.
"Vernon, apa yang kau lakukan disana? Kau tidak ikut?!" Tanya Haruto sambil melemparkan tatapan tajam ke arah Vernon.
"A..aku ikut, maaf membuat kalian menunggu!" Ucap Vernon yang langsung berlari ke arah mereka.
James masih mengikuti orang orang itu, dia berada diantara orang orang itu, menatap mereka dengan penuh kemarahan.
“Vernon, Haruto sialan, ini semua karena kalian, kalian menghancurkan hidupku, kenapa kalian mengusikku,kalian harus bertanggung jawab!!!” pekik James, tentu saja tidak ada yang bisa mendengar nya saat ini.
“Shhhh leherku dingin!” kesal Haruto sambil menggaruk tengkuknya yang terasa aneh.
Mereka masuk ke dalam ruangan dengan akses khusus, ruangan yang diberi penjaga itu bisa dimasuki oleh Haruto dan komplotannya dengan leluasa hanya dengan menunjukkan kartu anggota mahasiswa yang berarti mereka satu kampus dengan dua anak yang sedang dirawat di dalam ruangan itu.
“Apa tidak masalah kita kesini?” busuk Jordi lagi.
“kau ini kenapa jadi banci sih!” umpat Tom sambil memukul kepala Jordi.
“Ck…. “
“Apa yang mau kalian lakukan disini pembunuh!!!” pekik James, namun saat masuk dia terperangah melihat dua pasien sedang terlelap di kamar itu, seluruh tubuh mereka dibalut dengan perban, tampaknya kecelakaan serius terjadi pada mereka.
“Bu..bukannya dia anak jurusan bisnis angkatan '19 satu tahun di bawahku!?” James terkejut.
“Apa mereka yang melakukan ini!?” ucap James yang menaruh curiga pada Haruto.
Haruto mendekati sepasang anak kembar yang tengah terlelap di dalam ruangan itu,” tanpa kusentuh mereka sudah seperti ini, hahhahah bajingan mana yang bisa melakukan semengerikan ini hahahahha….” Haruto tertawa menatap kondisi anak kembar itu.
“Haruto bukannya kau yang membawa mereka ke hutan waktu itu dan…
Tom menghentikan kata katanya saat Haruto memberikan tatapan maut ke arahnya.
“Jangan menyinggung apa pun tentang itu bangsat!” umpat Haruto.
“Pergi Kalian, pergi dari sini arrkhhhhhhh….” Tiba tiba suara seseorang terdengar jelas di telinga James.
.
.
__ADS_1
Bersambung~~~