The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
17


__ADS_3

James dan tuan Nolan berlatih bersama. Keduanya mengambil latihan boxer untuk menambah kekuatan James dan memperkuat tubuh pria itu. Tuan Nolan dengan senang hati membantu dan mengajari putranya. Ini pertama kalinya dia latihan bersama putra nya setelah sekian lama.


Elleara yang sedang berlari di treadmill menatap tuan Nolan dan James dengan tatapan datar dan dingin. Tampak beberapa kali dia mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam pria itu.


“ Kita lihat apa kau akan berubah Daddy, apa kau akan berubah dan bisa membawa Mom pulang ke rumah,” gumam Elleara.


“Ell kenapa? Kamu mikirin apa?” celetuk Nini yang heran melihat tingkah Elleara sejak tuan Nolan masuk.


“Ehh gak apa apa kok Nini, kamu latihan yang benar, awas keseleo,” ucap Elleara sambil tersenyum lembut dan ramah. Meski senyuman Elle agak asing di mata Nini, namun gadis polos itu tak ambil pusing, dia membalas dengan senyuman manis dan melanjutkan latihannya lagi.


“ Tuan, emm maksudku Daddy, ada yang ingin kubicrakan,” ucap Jamse di sela sela latihannya.


“ katakanlah nak, ada apa? Apa ada yang emngganggu pikiranmu?” tanya tuan Nolan.


“ Kami bertiga ingin cuti kuliah, bisa kah Daddy urus? ” tanya pria itu.


Sontak Nini dan Elleara terkejut bukan main. Mereka menghentikan aktifitas mereka dan menatap James dengan mulut menganga dan mata membulat sempurna, kenapa pria itu tiba tiba minta ingin cuti kuliah?


“ Ada apa? Kenapa tiba tiba kak James?” tanya Elleara yang langsung menghampiri mereka demikian juga dengan Nini.


“Kita masih belum menemukan pelaku di balik kejadian yang menyerang kita berdua dan menyerang kakaknya Nini, sebaiknya kita cuti dan mempersiapkan diri kita untuk itu, akan sulit jika kita tidak mempunyai kekampuan fisik dan otak yang luar biasa, lawan kita kau tau sendiri Elleara,” ucap James sambil menatap mereka dengan serius.


“Tapi kak apa harus sampai seperti itu? Aku tau pasti siapa pelakunya , mereka adalah Haruto , vernon dan kompoltannya, kita hanya tinggal laporkan merek saja,” ucap Nini.


“Tidak bisa Nini,” James menepuk kepala Nini.


“ Mereka lawan yang kuat, bahkan Daddy saja sampai tunduk di bawah perintah mereka, iya kan Daddy?” ucap james sambil menaikkan satu alisnya. Dalam ingatan pemilik tubuh itu, tuan Nolan sangat mendengarkan nasihat keluarga Kun, keluarga saudarinya bahkan terkesan kalau tuan Nolan seperti boneka di rumah itu.


“Be.. benar..” ucap Tuann Nolan dengan nada gugup.


“Bodoh!"ucap Elelara pelan sambil melayangkan tatapan kesal dan marah ke arah tuan Nolan.


“Oleh karena itu, kita harus berhenti kuliah untuk sementara dan meningkatkan kemampuan bertarung kita, kalian lihat sendiri, tubuh ini terlalu kurus dan lemah, seperti tidak makan bertahun tahun saja,” celetuk James samabil melirik Elleara.


“Ke... kenapa melihat ke arahku,” ucap Elle yang tiba tiba gugup.

__ADS_1


“Kenapa?? apa kau menyembunyikan sesuatu?” ucap james sambil menatap gadis itu.


“Emmm... ti.... tidak ada, aku tidak menyembunyikan apa pun, jangan mengada ada,” ucap Elleara dengan suara gugup, dia bahkan tak berani menatap James.


“Hmmm... bagaimana Daddy, bolehkan? Untuk sementara akses ke dalam rumah ini juga di kurangi dan kami bertiga akan pindah ke rumah kakek Lavneder di kanada, kakek pasti akan senang, meski tidak senang melihat Daday,” ujar James.


“ke Kanada? Tidak... kalian tidak boleh kesana... Kanada terlalu jauh, terlalu berisisko, penjahatnya belum diketahui,” tiba tiba Romi asisten tuan nolan masuk ke dalam ruangan gym. Dia mencuri dengar pembicaraan tuan besar dan anak anaknya.


“Disana terlalu berbahaya tuan muda, jangan mengambil keputusan yang gegabah, tuan Nolan jangan biarkan tuan muda ke Kanada!!" ucap Romi dengan nada memerintah.


“ Siapa pria berwajah nenek lampir ini El?” bisik Nini.


Pftthh


“kau menyebutnya nenek lampi hihih... memang mirip kan, dia asisten daddy,” balas Elleara.


Bibir gadis itu membulat dengan kepalanya mengangguk angguk sambil melirik Romi, pria dengan wajah panjang dan dagu runcing dengan hidung mancung dan mata besar serta rambut yang sudah mulai beruban dan kosong di depan.


“ Kenapa kau mengatakan demikian Romi?” tanya tuan Nolan heran. Tentu saja heran, Romi yang biasanya tidak ikut campur dengan urusan tuannya justru melarang tuan muda dan nona mudanya berangkat ke Kanada. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kepala tuan Nolan dan anak anaknya.


James mengangguk paham.


“Hmmm baiklah akan kami ikuti saranmu, kami tidak pergi hari ini, masih banyak hal yang mau diurus,” ucap James.


Pak Romi terlihat lega,” saya pegang kata kata tuan muda, kalau demikian saya permisi tuan besar, tuan muda dan nona nona sekalian,” ucap Romi undur diri.


Saat dia melangkahkan kakinya, tiba tiba sebilah pisau melewati kepala pria itu dan berhasil memeotong beberapa helai rambutnya.


Syuuuuttt...


Cletakkk...


Pisau itu tertancap di dinding kayu rumah itu. Pak Romi terdiam membatu, tak menyangka benda kecil itu hampir saja menembus kepalanya.


“tu... tuan...

__ADS_1


Suaranya terdengar gemetar, perlahan dia berbalik dan menatap mereka dengan wajah keatkutan.


“Sorry pak Asisten yang tidak sopan, tanganku tadi terlalu gatal tau taunya pisaunya malah melayang, hampir menembus kepalamu, maaf ya, lain kali akan kubuat tepat sasaran,” ucap James sambil melemparkan senyuman mengejek ke arah pak Romi. Pria itu syok , tak disangka dia malah menjadi target sasaran tuan mudanya.


“ Ke.. kena..


“Ssshhhttt... jangan tanya kenapa Pak, kau pasti sudah tau peraturan baru di rumah ini, asisten yang tidak sopan dan berani mencuri dengar pembicaraan atasannya akan dianggap sebagai pencuri,” ucap James dengan tegas.


Glekk...


Tatapan mata liar seperti singa si raja hutan itu berhasil membuat Pak Romi terdiam. Dia merasa terintimidasi dengan sikap baru tuan mudanya yang terasa aneh dan mencekam.


Bahkan tuan Nolan, Elleara dan Nini terkejut melihat pria itu begitu tegas dan kejam kepada asisten itu.


“ keluar, dan jangan ulangi kesalahan yang sama, jika tidak belati itu mungkin akan tertancap di salah satu bagian tubuhmu...” ucap James.


“ Ba.. baik tuan, mohon maaf atas kesalahan saya,” ucapnya sambil membungkuk .


Pak Romi keluar dengan amarah yang membuncah. Tak disangka anak kurus cungkring itu akan membentaknya seperti saat ini. Sungguh hal yang memalukan bagi Romi.


“Beraninya kau, aku tidak tau apa yang membuatmu berubah dalam sekejap, tetapi kurasa kau butuh tangan tambahan untuk dihajar, sepertinya kejadian sebulan lalu belum cukup untuk mu, sialan!!” Umpat Pak Romi sambil berjalan dengan mengepalkan kedua tangannya keluar dari ruangan itu.


“’ Nak kenapa kau begitu keras dengan Romi, dia orang kepercayaan Daddy,” tegur pria itu.


“Anda terlalu bodoh tuan, kita lihat siapa yang bisa dipercaya, sebentar lagi mereka semua akan menunjukkan sifat aslinya, rumah ini tidak aman, kami akan ke Kanada tiga hari lagi, jangan beritahu siapa pun, kami akan pergi secara diam diam,” ucap James.


“Biarkan Daddy mendampingi kalian,” ucap Tuan Nolan namun James menggelengkan kepalanya,” Tidak mau, kami akan berangkat bersama seseorang yang tidak lama lagi akan bergabung dengan kita,” ucap James dengan senyuman licik di wajahnya. Entah skenario apa lagi yang sedang diatur oleh bocah itu.


“Apa rencana itu akan berhasil?” pikir Elleara.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen.


__ADS_2