The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
12


__ADS_3


James melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Tuan Nolan, begitu masuk ke dalam ruangan Bogu si anjing Doberman menyambut James dengan lolongan kebahagiaan, melompat kesana kemari mengelilingi James.


"Hahahah... hai anjing tampan!!!" Seru James sambil memeluk anjing besar bermata tajam itu. Mereka berdua bermain sebentar, melompat kesana kemari seperti telah lama tidak berjumpa.


Bogu yang biasanya kejam dan benci dengan orang asing sangat menyukai Kiel maupun roh James.Namun Kiel yang asli membenci Bogu Karena hewan itu berhubungan dengan tuan Nolan yang sangat dia benci.


Tuan Nolan bahkan para pengawal sampai terkejut melihat apa yang dilakukan James dan Bogu. Bahkan yang lebih kagetnya lagi, Kiel mau menginjakkan kakinya dalam satu ruangan dengan tuan Nolan.


"Sejak kapan Kiel dan Bogu sedekat ini?" batin tuan Nolan yang bahkan sampai berdiri menatap hal janggal yang terjadi pada putranya.


"Hahhaah sudah dulu Bogu, aku ingin bicara pada pak tua itu," ucap James .


Dia melangkah masuk dan berdiri di depan tuan Nolan," Hello Pak Tua, atau maksudku, Daddy?" celetuk James sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kiel, ada apa nak!? duduk dulu, ayo duduk disini Daddy akan menjauh, bicaralah, " ucap tuan Nolan yang menyambut baik kedatangan putra, namun dia tau satu kebiasaan Kiel, tuan Nolan harus duduk menjauh dan membelakangi putranya.


"Dasar anak durhaka, betapa teganya kau memperlakukan Ayahmu seperti orang asing, anak bodoh!" James mengumpat pemilik tubuh itu karena memperlakukan Tuan Nolan seperti orang asing yang tak berharga.


"Tak usah pak tua, disini saja, ada yang ingin kubicarakan," ucap James, dia duduk tegak sambil menatap tuan Nolan.


"Selagi diberi kesempatan memiliki seorang ayah yang hebat, aku akan mencoba memperbaiki hubungan mereka berdua, lagipula pak tua ini terlalu percaya pada Haruto, jika terus demikian akan sulit melaksanakan rencana pembalasan yang sempurna untuk bajingan sialan itu!" pikir James.


Dia tidak tau batas waktunya sampai kapan, yang pasti selagi bisa membuat hubungan orang lain semakin baik maka tak ada salahnya.


"Ahh be.. benarkah Daddy boleh duduk di sini?" tanya tuan Nolan yang terperangah dengan sikap asing putranya, benar benar berbeda dari yang biasa.


"Tak apa pak tua,tak perlu sekaki itu, lagipula kita ini anak dan ayah bukan?" ucap James.


"KAU BUKAN AYAHKU, KAU MEMBUANG MOM HANYA KARENA KATA KATA KELUARGA BUSUK ITU, AKU MEMBENCIMU, AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGANGGAPMU SEBAGAI ORANGTUAKU!!!!!" Ingatan Kiel terbayang jelas dalam sanubari James.


"anak bodoh, seharusnya kau berjuang membuat ayahmu percaya dan bawa bukti, bukan lemah terhadap ancama si Haruto sialan itu!!" umpat James lagi.


Mendengar kata kata James, tuan Nolan benar benar tak bisa berkata-kata lagi, dia duduk di depan James dengan mata berkaca-kaca tak menyangka kesempatan berbicara dengan normal bersama putranya akan datang.


"Baiklah, ada apa nak? " tanya tuan Nolan.


"Daddy, percaya atau tidak aku ingin Daddy mengetahui sebuah kebenaran penting!" ucap James sambil melirik Romi asisten Tuan Nolan.

__ADS_1


"Romi keluar, amankan ruangan ku!" titah Tuan Nolan.


"Baik tuan!" jawab Romi sambil membungkuk hormat.


Romi asisten tuan Nolan keluar dari ruangan itu, dia selalu memasang tatapan dingin dan tajam, dia dikenal sebagai asisten setia tuan Nolan.


"Baik, bicaralah nak, Daddy mendengarkan!" ucap Tuan Nolan.


"Apa Daddy ingin hubungan dengan keluarga Daddy kembali seperti dulu!?" tanya James sambil menaikkan sebelah alisnya, dia sedang membuat negosiasi dengan pria tua di depannya iyu.


"tentu, Daddy ingin kita semua membaik, seperti dulu!" jawab Tuan Nolan.


"Kalau begitu, Aku dan Kiara akan kembali ke rumah utama tapi dengan tiga syarat!" ucap James sambil menunjukkan tiga jari nya di depan tuan Nolan.


"Tiga syarat!? baiklah kalau itu bisa membawa kalian kembali ke rumah maka Daddy akan memenuhi, lebih dari tiga pun Daddy sanggup memenuhinya!" ucap Tuan Nolan.


James tersenyum tipis," baiklah, kupegang janji anda pak tua," ucap James.


"apa syaratnya nak!?" tanya Tuan Nolan dengan antusias.


"Pertama, kami akan pulang tetapi membawa seorang gadis yang kakak laki lakinya sedang koma di rumah sakit ini, Nini L.Kiel adik James L.Kiel, ada sesuatu yang akan terjadi dan Daddy harus memberikan perlindungan penuh pada Nini!" ucap James dengan tegas.


"Kedua, jangan berhubungan dengan Haruto dan keluarganya, batasi interaksi dengan keluarga Haruto Kun! apa Daddy bisa?" tanya James.


"Kenapa Kiel, mereka itu kelurga baik, mereka yang menemani Daddy selama ini, kalau harus berpisah dengan mereka...


James langsung berdiri dan melangkah keluar, "Anda bukan seperti orang yang saya harapkan, hanya karena keluarga Haruto Kun anda merelakan hubungan keluarga anda sendiri, mungkin kita memang benar benar harus menjadi orang asing!" ucap James.


"Tidak... tunggu baiklah, akan Daddy lakukan, apa pun demi kalian, Daddy mohon beri Daddy kesempatan!" ucap tuan Nolan.


"Baiklah Daddy, " James berbalik dan tersenyum lalu Kemabli duduk di depan tuan Nolan.


"Tapi apa Daddy boleh tau alasannya?" tanya Tuan Nolan.


"Boleh, alasannya adalah syarat ketiga!" ucap James.


"Maksudnya?"


"Syarat ketiga, Daddy harus membawa Mom kembali ke rumah, alasan kedua adalah penyebab Daddy dan Mom berpisah, bagaimana!?" tanya James.

__ADS_1


"Tidak Kiel, kau tau Mommy berselingkuh dengan supir pribadi kita, Daddy tidak bisa memenuhi syarat ketigamu itu, ajukan apa pun selain syarat konyolmu itu!!" ucap Tuan Nolan tegas tak terbantah kan, dia terlanjur diselimuti dengan rasa kecewanya.


"Maaf Dad, Selamanya jangan hubungi Kiel dan Kiara, mungkin lebih baik kami mati di tangan keluarga Kun sebelum Daddy mengetahui semu kebenaran!" ucap James tak kalah tegas.


Tuan Nolan dia membatu, dia masih bingung dengan teka teki ini.


"Apa maksudmu Kiel, jangan menjelekkan keluarga Kun, mereka keluarga kita!!" tegas tuan Nolan.


"Baiklah, aku tau sifat Daddy, tak mungkin kami kembali, aku kecewa Daddy, Kiel KECEWA!" ucap James menekankan kata katanya.


"Kiel, Daddy mohon beri Daddy satu kesempatan, kumohon nak, jangan begini!!" ucap Tuan Nolan.


"penuhi syarat ketiga!!" ucap James tegas.


"Tapi...


"Aku tidak suka menunggu Dad," ucap James.


Tuan Nolan masih berpikir, bagaimana bisa dia menerima seseorang yang telah mengkhianatinya, tentu hal itu akan sangat berat untuk dilakukan tetapi dia sudah berjanji, dan pria harus menepati janjinya.


"Baiklah akan Daddy usahakan, " ucap tuan Nolan.


James tersenyum," terimakasih Dad, alasannya biar kukatakan," ucap James.


"Mom dan Daddy diprovokasi oleh foto itu, supir yang terlihat dalam foto itu sudah dibayar oleh keluarga Kun untuk menghancurkan keluarga kita Dad, alasannya karena Kakek Lavender belum menulis surat wasiat tentang pembagian harta, mereka melakukan itu dan berpura pura bersikap baik di depan Daddy, dan Haruto anaknya, adalah penyebab kedua anak kembarmu masuk rumah sakit," jelas James.


"Daddy telah dibodohi, Daddy tau sendiri kan bagaimana selama ini Kiel dan adik begitu takut setiap bertemu Haruto, tapi Daddy tidak peka, itu juga yang terjadi pada Mom, Daddy menyakiti hati keluarga Daddy sendiri karena tidak menaruh rasa percaya pada kami!" ucap James.


Deghh...


Tuan Nolan diam membeku, fakta itu membuat tuan Nolan terdiam, dia menatap Kiel putranya dengan tangan gemetaran.


"Daddy banyak tertipu, Kiel punya bukti, akan Kiel tunjukkan di rumah, sampai jumpa Daddy!" bisik James sambil melangkah keluar meninggalkan tuan Nolan yang terdiam syok disana.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen


__ADS_2