
James menatap sudut ruangan kamar VVIP itu, terlihat seroang pria yang tampak lebih muda satu tahun dari dirinya sedang berdiri menatap Haruto dan teman temannya.
Wajah pria itu sangat mirip dengan wajah anak perempuan yang terlelap di dekatnya dan tentu persis dengan wajah anak lelaki yang tertidur di atas brankar rumah sakit.
"Bukannya itu, anak itu adalah dia!!" James terbelalak saat melihat roh anak lelaki itu disana.
"Pergi kalian!!!!" pekik roh lelaki muda itu sambil berusaha memukuli Haruto dan teman temannya.
"Mustahil kau memukul mereka Kiel!" James menegur roh anak yang biasa disapa Kiel itu.
Namun aneh, Kiel bahkan tak bisa menyadari kalau James ada disana, tampaknya ada sesuatu yang salah di tempat ini.
"Hei bocah apa kau mendengar ku!?" teriak James, namun roh itu tidak mendengar nya bahkan menoleh pun tidak. James benar benar bingung, bukannya mereka sama sama roh? tetapi kenapa James justru tak bisa berbicara dengan Kiel.
"Kenapa dia tidak mendengar ku?" gumam James, pria itu mendekat ke arah roh Kiel, namun dia terkejut saat melihat roh Kiel yang masih terikat dengan tubuhnya menandakan kalau kondisi pria itu antara hidup dan mati.
"Apa yang terjadi padanya? kenapa kondisinya seperti ini?" James terkejut, ingin dia menyentuh Kiel namun sama halnya dengan menyentuh manusia, James sama sekali tak bisa melakukan apa pun.
"Ada apa ini?" ucap James.
Tiba tiba cahaya putih memenuhi ruangan itu, namun hanya James yang bisa melihatnya. Pria itu menyerngitkan keningnya saat merasa cahaya itu terlalu menyilaukan mata.
"Siapa itu? apa yang terjadi? kemana mereka semua!!!?" pekik James, dia benar benar dalam kebingungan, dunia roh membuatnya seperti orang gila.
"James Lucifer Kiel, rohmu dengan roh anak itu berbeda, kau saat ini adalah roh dari tubuh orang mati yang sesungguhnya sedangkan anak itu, dia adalah roh gentayangan yang keluar dari tubuhnya namun masih terikat dengan tubuh itu, pertanda kalau dia akan kembali sadarkan diri suatu saat nanti!" suara sosok misterius terngiang di telinga James.
"Apa? siapa itu? kenapa aku tak bisa melihatmu? apa kau Tuhan atau malaikat? aku belum mati aku masih mau hidup, ini belum saatnya aku untuk mati, apa yang kau lakukan pada tubuhku!!!!" pekik James.
"Mulai hari ini terimalah kelahiran kembali, gunakan kesempatan ini untuk menemukan kebenaran, jagalah ragamu, jadilah pemimpin, maka semuanya akan kembali ke tempatnya yang semula hingga waktunya tiba....."
__ADS_1
"Kau telah mengucapkan permohonan, maka permohonan tulusmu diterima oleh Langit, selamat menjalani misi kehidupan....
Suara itu semakin lama semakin menghilang bersama dengan pesan pesan yang dia sampaikan pada James. Di saat yang sama roh James kembali ke ruangan dimana tuan Nolan sedang menatap pria yang beberapa lalu dinyatakan dalam kondisi vegetatif oleh pihak medis.
James berpindah waktu ke tiga hari berikutnya setelah dia berbicara dengan sosok putih misterius di ruangan perawatan anak kembar waktu itu.
"A.. apa ini? apa yang terjadi? kenapa aku tiba tiba di ruangan ini, dan.. tu.. tubuh ku? kenapa terlihat pucat seperti itu? tuan apa yang terjadi, jelaskan padaku!!!" James berteriak, namun hasilnya sama saja dengan beberapa hari lalu.
James menoleh ke kanan dan kiri, dia mencari tau dimana gerangan keberadaan Haruto dan komplotannya namun tak ada siapa siapa disana kecuali tuan Nolan dan Romi asisten pria itu.
"cahaya, ya aku melihat cahaya!! tapi tidak ada apa pun disini, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa.akj di tempat ini!??" gumam James.
Sementara tuan Nolan terus menatap wajah James yang sedang terlelap di atas brankar," sungguh malang nasibmu nak, apa yang terjadi pada dirimu sebenarnya, dan ibumu.... ibumu juga telah tiada, malang sekali," ucap Tuan Nolan.
"Apaaaa!!!" pekik James saya dia mendengar kata kata tuan Nolan, sungguh sebuah berita yang tak dia sangka sangka.
"Apa.yang kau katakan tuan, kenapa kau mengatakan hal tidak berguna itu, ibuku tidak mungkin meninggal!!!" pekik James, dia menangis bahkan sampai terjatuh di atas lantai saking histeris nya.
"Masih terguncang tuan, kejadian ini membuat gadis kecil itu trauma, pertama mendapati berita kecelakaan kakaknya, berikutnya adalah dia harus menghadapi kematian ibunya kemarin malam, ini membuat dia terguncang, tapi tim kita sudah berasa disana untuk membantunya," jelas Romi.
"malang sekali nasib anak anak ini, ayah mereka meninggalkan mereka sekarang ibunya juga, bahkan kakak gadis itu dalam kondisi menyedihkan, bagaimana dia akan hidup nantinya?" ucap tuan Nolan.
"Ini benar benar menyedihkan tuan, bahkan keluarga dari pihak ayah mereka menganggap remeh keluarga kecil itu," ucap Romi.
James yang mendengar itu semua tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar saat ini, tidak.mungkon ibunya yang dia sayangi pergi meninggalkan dia dan adiknya begitu saja, ini mustahil.
"ti..tidak, ibuku tidak mungkin pergi, ibuku yang malang tidak... tidak hiks hiks hiks... ibuku yang malang apa yang terjadi padamu, Mamaku sayang, apa yang terjadi tidak mungkin, ini semua pasti cuma mimpi, cepat bangunkan aku arrhkkk tidaaaakkk.... hiks hiks hiks Mamaaaa..." James menangis dengan bada gemetaran, dia menggelengkan kepalanya, memukuli kepalanya sendiri, merutuki dirinya yang tidak berguna sebagai seorang anak dan seorang kakak.
"Tidak mungkin ini terjadi pada Ibu, dan adikku Nini, ini tidak mungkin kalian pasti berbohong hiks hiks hiks... aku tidak percaya itu, tidak mungkin aaarrhhhh..." James menangis histeris, namun tak ada yang mendengar pria itu menangis disana.
__ADS_1
Tuan Nolan menatap dan mengamati tubuh James, mata pria itu mengeluarkan air mata, cepat cepat dia mengusap air mata anak itu.
"Sungguh menyedihkan!" ucap tuan Nolan.
James merangkak keluar, dia berlari keluar ruangan itu, menembus pintu kamar perawatan. Dia berlari sekencang-kencangnya keluar dari rumah sakit. Dia berlari menuju rumahnya yang tak jauh dari rumah sakit itu, sambil menangis pria itu berlari dan anehnya dia sangat cepat.
"Ma kumohon jangan terjadi, bagaimana aku dan Nini akan hidup Jika Mama meninggalkan kami berdua, jangan Maaaa.... hiks hiks hiks... aku masih butuh Mama, Nini dan James masih butuh Mama..." teriak pria itu sambil berlari menuju rumahnya.
Tak lama kemudian dia tiba di rumahnya yang merupakan sebuah apartemen bawah tanah yang dia tempati bersama Ibu dan adik perempuannya.
Rumah itu tampak dijaga oleh beberapa pengawal berpakaian hitam. Mereka menjaga di depan pintu masuk.
Rumah tampak sepi, tidak ada tanda tanda banyak orang disana. James masuk ke dalam rumah, dia mencari Mama dan adiknya.
"Mama, Nini aku pulang, aku disini kalian dimana!???" suara pria itu terdengar lirih dan berharap kalau semuanya ini hanyalah mimpi belaka.
"Mama.. Nini!!!!" teriak James namun ia tak bisa apa apa.
"Hiks hiks.. hiks... bagaimana aku akan hidup jika kalian berdua pun pergi meninggalkan aku, Mama huaaa.... kenapa pergi... Kakak, Kak James bangunlah hiks hiks...." Seseorang menangis dalam sebuah bilik.
tercium bau dupa di dalam ruangan remang remang itu. James mendengar suara tangisan adiknya, dia berjalan ke arah kamar yang merupakan kamar Mamanya yang sudah meninggal dan dikremasi kemarin.
"Nini....
"James, Mama disini nak!!!" suara seseorang memanggil James.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊