The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
24 (Misteri Rumah Nolan)


__ADS_3

Di kediaman keluarga Nolan, Elleara ditinggal bersama para pengawal sementara tuan besar Nolan pergi keluar tanpa mengatakan apa pun pada Elleara.


Gadis itu berjalan di ruangan tengah menuju dapur. Cepat cepat dia melangkahkan kakinya, dan berlari ke dapur untuk mengambil minuman.


Bulu kuduknya merinding saat merasakan bahwa seseorang sedang mengawasinya saat ini. Cepat cepat gadis kecil itu berlari. Jika sebelumnya ada James dan Nini yang menemaninya disini, maka sekarang dia berjuang sendirian di dalam rumah utama keluarga Nolan.


Elleara mengambil air minum, ekor matanya bergerak kesana kemari. Waspada terhadap apa yang akan terjadi. Karena dengan keluarnya keluarga Kun dari rumah ini, sama saja mereka menyatakan perang antar dua kubu.


Glekk... gleekkk.. glekkk


Elleara menenggak air minumnya, tiba tiba....


krekkk....


"Siapa!!!" Elleara terkejut saat pintu belakang dibuka. Dia langsung mengambil pisau dan mengarahkan benda tajam itu ke arah pintu masuk.


Jantungnya berdebar, ketakutan menjalar di seluruh tubuhnya. Dia terlihat gemetar. Pintu belakang tampak bergerak, karena malam yang hening, suaranya terdengar menyeramkan.


krrriiiieeettt..... Krekkk... Krekkk...


"Hah... hah.... astaga aku terkena banyak lumpur, seharusnya tadi langsung dibawa ke dalam," seorang pelayan masuk ke dalam rumah dengan pakaian penuh lumpur. Dia berjalan sambil membawa boneka yang lupa diangkat setelah dijemur tadi sore.


"Huhh... ada apa!? kenapa kau penuh lumpur malam malam begini!?" hardik Elleara yang sontak bernafas lega karena melihat siapa yang datang. Dia sudah sempat berpikir kalau ada orang jahat yang masuk ke rumah itu.


"ehh aduh saya mengejutkan nona muda," pelayan pria itu terkejut saat melihat Elleara di depannya. Dia menyembunyikan tangannya ke belakang seolah sedang menggenggam sesuatu.


Mata gadis itu menangkap sesuatu yang mencurigakan tentang pria itu namun dia tak ingin berpikir negatif.


"Apa yang kau lakukan!?" tanya Elleara pada pria itu. Diam diam Elleara berjalan mundur dan menjauh dengan sebilah pisau yang sudah dia kantongi.


"Ahhh saya tadi mengangkat jemuran, saya lupa kalau boneka boneka ini belum diangkat, maafkan saya membuat nona muda terkejut," ucap pria itu sambil menggaruk garuk kepalanya. wajahnya terlihat memerah dan ada bercak bercak keunguan di sekujur tubuhnya.


"Ada apa dengan kulitmu?" tanya Elleara penasaran sambil menatap tubuh pelayan itu dengan menaikkan sebelah alisnya.


Pelayan itu sontak menarik lengan bajunya sampai menutupi tangannya. Tatapannya menunjukkan kalau dia terusik dengan pertanyaan Elleara seolah gadis itu sedang menangkap basah pria itu telah melakukan kejahatan.

__ADS_1


Terlihat jelas kukunya memerah dan dipinggirnya seperti ada gumpalan darah yang telah mengitam. Jari jarinya terlihat kotor dan ada bau darah dari pelayan itu.


“ Ah hahahaha... tidak apa apa nona muda, hanya sedikit alergi karena air hujan, terimakasih atas perhatian anda,” ucap Pelayan itu sambil tersenyum ramah ke arah Elleara, jelas dia tau kalau pria itu sedang menyembunyikan sesuatu .


Elleara sadar kalau dia hampir aja masuk dalam bahaya, sontak dia tersenyum membalas pria itu tanpa menunjukkan kalau dia curiga .


“ ahhh... baiklah, segera berobat, nanti semakin parah, aku ke atas dulu ya,” ucap Elleara sambil tersenyum ramah seolah tak ada apa apa. Dia tak menatap pria aneh itu lagi. Jelas yang paling aneh disini adalah penampilan pria itu. Bagaimana bisa dia berlumuran lumpur padahal di luar tidak ada hujan dan dari mana lumpur lumpur itu berasal. Belum lagi bau darah dan boneka yang dia bawa tampak sangat mencurigakan. Elleara menyimpan semuanya dalam hati dan bertindak hati hati.


Gadis itu pergi dengan tenang sambil bersenandung tanpa menunjukkan kalau dia sedang takut.


“ Kau bisa... tenang... jangan gegabah, jika tidak tubuh ini akan jadi sasaran mereka,” batin gadis itu sambil menenangkan diri dan pikirannya.


Elleara berjalan menuju kamarnya, dia melihat Harto terus mengawasinya dengan mata elangnya bahkan tatapannya sangat tajam ke arah pelayan yang baru masuk tadi tetapi saat melihat nona mudanya dia tersenyum ramah.


“ Harto bagaimana dengan Nini?” tanya Elleara sebelum dia naik ke lantai dua.


“ Nona Nini untuk sementara waktu tinggal di rumah lama mereka, tapi dari informasi terakhir nona Nini mengatakan kalau dia akan menginap di rumah sakit tapi akan singgah di rumah lamanya dulu,” jelas Harto.


Elleara mengangguk paham.


"Baiklah, kalau begitu aku istirahat dulu," ucap Elleara sambil berjalan ke lantai dua dimana kamarnya berada. Harto mengikuti Elleara dari belakang membuat Elle bertanya-tanya kenapa Harto mengawasinya dengan ketat ketika di rumah itu berbeda dengan ketika mereka di rumah lain keluarga Nolan.


"Perintah tuan muda nona, lagipula keluarga Kun baru saja diusir, kita tidak tau siapa yang merupakan musuh atau lawan kita di rumah ini, karena kalian memilih kembali maka pertempuran sudah dimulai!" bisik Harto dengan suara pelan.


Tampaknya rumah utama keluarga Nolan benar benar penuh dengan misteri. Semua orang yang ada di dalam rumah itu terlihat mencurigakan. Tak ada yang bisa dipercaya. Bahkan tatapan para pelayan tidak bisa dipercaya sama sekali. Mereka tersenyum di depan tetapi tertawa licik di belakang, siapa yang tau apa yang terjadi di rumah itu selama sebulan si kembar tak sadarkan diri?


Elleara mengangguk pelan, dia memang merasa curiga dengan rumah yang auranya benar benar berbeda dengan sebulan lalu sejak mereka koma bahkan sebelum kejadian itu terjadi, rumah utama keluarga Nolan sudah berubah.


"Nona berbisik-bisiklah dengan saya, kita pasti diawasi, saya tak bisa menjaga Nona 24 jam, sesegera mungkin nona dan tuna muda harus keluar dari rumah ini," bisik Harto.


"Kenapa? apa ada hubungannya dengan sifat Aneh Daddy?" tanya Elleara penasaran.


Harto terkejut saya nona mudanya mengatakan hal itu.


"Apa Nona...?"

__ADS_1


"Daddy bersikap aneh sejak kami bangun, dia bukan tipikal pria yang akan diam saat anak-anaknya marah padanya, dan dia tidak akan berbicara dengan kami jika kami tak memulai percakapan," ucap Elleara dengan tatapan serius.


"Shhh Nona, sebaiknya jangan membicarakan hal itu saat ini, saya juga belum tau pasti, tapi kami akan memperketat keamanan tuan dan nona muda," ucap Harto.


Elleara mengangguk paham, sekilas dia melihat bayang bayang hitam di balik dinding, terlihat seperti beberapa orang tengah mencuri dengar pembicaraan mereka.


"Kami diawasi!" batin Elleara sambil melirik dengan ekor matanya.


"Harto, besok tolong bawa aku berbelanja, aku sangat sedih dengan kejadian yang menimpa kak Kiel, padahal aku yakin kakak tidak melakukan itu!" ucap Elleara Tina tiba.


"Hiks hiks hiks...apa yang akan terjadi pada kakak?" Elleara menangis sedih sambil menutup kedua wajahnya.


Harto paham dengan maksud Elleara, dia juga melihat bayang bayang hitam sedang berdiri di balik dinding mengintai mereka.


"Saya tau nona sedih, tapi tuan besar akan mengurus semua ini," ucap Harto seraya menenangkan Elleara dan berdiri disampingnya.


Mereka berjalan menuju kamar, Elleara dituntun sampai masuk ke dalam kamar, sebelum benar benar masuk, Harto menyelipkan sebuah flashdisk ke tangan Elle dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.


"Bunyikan musik ini saat Anda tidur dan tutup untuk rapat rapat, jika ada suara dari luar jangan hiraukan, dan jangan sekali sekali membuka pintu sampai pagi tiba!" bisik Harto dengan serius.


Sekujur tubuh Elle merinding saat mendengar bisikan Harto, dia tau ada yang tidak beres dengan rumah itu.


Elleara berusaha mengangguk meski jantungnya berdebar dengan kencang saat ini.


"Periksa tempat tidur anda sebelum tidur, jika menemukan bunga Kamboja segera buang keluar, jangan takut, saya akan mengawasi anda nona," ucap Harto lagi hingga gadis itu benar benar masuk ke dalam kamar.


Blammm....


Pintu kamar di tutup rapat, Harto berdiri disana lalu melirik ke kanan dan kiri dia menggambar sesuatu di pintu Elleara lalu beranjak dari sana setelah meninggalkan gambar geometri dengan bentuk enam bintang di tengah.


"Semoga anda aman untuk malam ini nona," gumam Harto.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2