
tok... tuk.... tuk.... tukk...
Jam dinding berdetak memecah keheningan di uang kamar Elleara yang gelap. musik yang dia putar semalam sudah berhenti tepat setelah gadis itu terlelap dalam ketakutan.
Kejadian semalam tidak akan pernah dilupakan oleh gadis itu sampai kapan pun..Terror mengerikan dari luar pintu kamarnya membuat gadis itu ketakutan dan menjadi paranoid dengan lingkungan sekitarnya.
Tadi malam,
Krieeettt........
Elleara membuka pintu lemari sedikit, rambut panjangnya yang hitam terjulur keluar, mata gadis itu melihat kesana kemar, pupilnya membesar dan mengecil saat melihat cahaya putih dari senter yang diarahkan dari bawah pintu kamarnya.
Tampak jelas kalau ada beberapa orang sedang mondar mandir di depan kamar Elleara. Terkadang berhenti dan terkadang berlari bahkan ada yang menyeret nyeret tubuhnya di atas lantai.
Elleara terkejut bukan main, Beberapa menit sebelumnya dia menemukan sepotong kayu Kamboja dengan bunganya yang baunya sangat menyengat. Cepat cepat gadis itu melemparkan bunga Kamboja itu dari atas kasur dan membuangnya ke bawah.
Brakkk... Brakkk... Brakkk...
Pintu kamar Elleara dipukul pukul sekuat mungkin bahkan kunci pintu itu sampai terlepas dari gantungan nya.
Klang... Klaangg.... Crettaakkk....
Lagi lagi pintu kamar digedor gedor sampai terdengar jelas kalau pintu itu hampir copot dari tempatnya.
Elleara menutup mulutnya, tubuhnya gemetar ketakutan, gadis kecil itu meringsut di dalam lemari dan membungkus dirinya. Musik yang dikatakan oleh Harto sudah dia putar. Isinya adalah alunan harpa yang sangat lembut namun rasanya sangat bertolak belakang dengan suara di luar pintu.
Seperti ada energi asing yang saling berlawanan di ruangan itu, Elleara menutup mulutnya, air matanya mengalir deras, dengan penuh ketakutan dia bersembunyi di dalam sana.
"To... tolong... hiks hiks hiks...." Elleara menangis sesenggukan menahan dirinya agar tidak ketakutan.
Pintu masih digedor digedor terdengar suara orang orang berteriak seperti sedang melantunkan lagu Misterius yang entah menggunakan bahasa apa.
"Syalalababababbabababab.... huhuhuhuhu.... hahahahahahah.....hihihihih.........
Syayalalallalalalalal.....
Elleara terdiam sejenak, gadis itu mencuri dengar lagu, dia membuka pintu lemari lagi. Menatap kesana kemari, hanya lampu tidur yang menyala. Gadis itu menggenggam sebuah pemukul Bisbol lalu berjalan perlahan lahan mendekati pintu saat dia tidak lagi mendengar pintu itu di gedor gedor.
Hanya lantunan lagu aneh dan misterius yang membuat bulu kuduk merinding yang gadis itu dengar saat ini.
Elleara berjalan, menggenggam pemukul Bisbol dengan sangat erat. Berkali kali dia menelan salivanya, gadis itu semakin takut tapi penasaran apakah situasi di luar sudah aman.
__ADS_1
Dia melirik ke arah jam dinding, jam menunjukkan pukul 2 dini hari waktu paling lelap bagi orang orang untuk mengarungi dunia mimpi.
Glekkk...
Bahkan menelan salivanya saja gadis itu berusaha sepelan mungkin.
"huhhhhhhhhhh... syaahhhhh.... krakkakkak.... sluuhhhhh..... slalalalallalal....." Lagi lagi suara suara aneh itu terdengar. Kini suaranya menjadi lebih tenang. Yang terdengar hanya suara langkah kaki yang mulai berirama seperti sedang menari dalam suatu pola. suara bisikan bisikan dan nyaian yang saling menyahut.
Bulu kuduk Elleara berdesir saat mendengar bisikan bisikan halus seperti suara tajam menusuk yang menyeruak di telinga gadis itu.
Rasanya seperti sedang ditusuk ribuan jarum, dadanya terasa sakit dan sesak padahal dia hanya mendengar saja.
Tiiinnggg ckkiiiitttt.......
"Akhhh... akkhhh... te..telingaku..m akhhh...." Elleara ambruk ke atas lantai, dia memegang kedua telinga, darah mengalir dari kedua telinga, yang dia dengar saat ini hanya suara berdengung, sangat sakit.
"Akhhhh......m
Gadis itu memegang engsel pintu, dia berdiri disana, matanya mengintip dari lubang kunci.
"Syajkhh gkkkk... urrkkhh darahh ... darah perawan!!!"
Di luar ruangan itu, enam orang aneh sedang berjalan sambil berputar dalam pola lingkaran, menari dengan lembut sambil menari dan bernyanyi dengan pelan. Pakaian serba putih dan sebuah topi hitam seperti topi penyihir terpajang di atas kepala mereka.
"Ughh... A...apa itu!!!" Elleara terkejut saat menyaksikan kejadian aneh itu. Dia tak menyangka kalau di rumah mereka akan ada kejadian mistis seperti itu.
Graahhkkkk
"AKU BUTUH DARAHMU!!!!!" orang itu mengintip dari sisi yang sama hingga membuat Elleara terperanjat kaget saat melihat wajah menyeramkan dengan lubang lubang merah keunguan dengan darah yang mengalir keluar diikuti belatung belatung kecil yang berjalan di wajah pria itu.
huweeekkk...
"A...pa.. apa apaan itu!!!!" Elleara terkejut bukan main, dia menangis sesenggukan namun anehnya pria di depannya itu seolah tak melihat dirinya.
Cepat cepat Elleara berlari ke dalam lemari dan membungkus dirinya sambil menangis ketakutan di alam kamar itu.
"Jangan sekalipun keluar dari kamar ini, apa pun yang terjadi!" pesan Harto terpatri jelas di kepala Elleara.
"Apa yang harus kulakukan hiks hiks hiks... apa yang harus kulakukan!!!!" gumam gadis itu.
Kembali ke masa kini, Elleara keluar dari dalam lemari dengan tubuh geetar ketakutan. Kejadian semalam sampai terbawa ke dalam mimpinya. Dia terlihat pucat dan tubuhnya penuh dengan keringat.
__ADS_1
Elleara cepat cepat melangkah keluar, dia melihat jam sudah menujukkan pukul 10 pagi, dia tidak bisa tidur dengan lelap karena kejadian semalam sungguh sebuah keberuntungan yang buruk.
Tok... tok tok
“ Nona muda ini saya, Harto,” seseroang mengetuk pintu Elleara dari luar.
Mendengar nama Harto dan suara pria itu, gadis itu bernafas lega. Cepat cepat Elleara mengambi kunci yang terjatuh di atas lan tai dan membuka pintu itu dengan kasar.
“ Hart... Nona...
Harto dan Elleara berbicaa di waktu yang bersamaan.
“ hah...hah... syukurlah ini kau ,” ucap Elleara bernafas lega saat melihat wajah Harto didepannya. Namun wajah Harto berbeda dengan kemarin. Ada luka baru di pipi sebelah kanan pri itu dan lehernya terlihat membiru seperti sebuah bekas cekikan di lehernya.
“ Ada apa dengan wajahmu?” Tanya Elleara, namun Harto tak menjawab, dia menaikkan jari telunjuknya seolah mengatakan agar Elleara berpura pura tidak melihat hal ini.
Elle mengangguk, dia menatap sekeliling, tak ada apa apa disana padahal semalam jelas dia lihat kalau di depan ruangan itu ada genangan cairan merah yang baunya sangat menyengat seperti bau darah dan banyak bunga kamboja yang bertaburan di atas lantai. Lalu dia memeriksa pintunya.
“ apa yang terjadi? Lantai nya? Pintunya? Kenapa seolah tida terjadi apa apa,” mata Elleara membulat sempurna saat melihat tak ada perubahan sama sekali pada area di sekitar kamarnya itu. Sungguh fenomena yang sangat aneh.
Pintu kamar gadis itu masih rapi dan bersih seperti tidak terjadi apa apa semalam . Padahal mendengar suara pukulan semalam saja sudah bisa dipastikan kalau pintu itu pasti sudah hancur atau setidanya leceta di bagian uar karena pukulan yangbegitu keras.
“ nona bersiaplah, kita akanmenjemput tuan muda,” ucap Harto.
“ kak Kiel? Maksudku kak James? Apa dia sudah selesai?” tanya Elle.
“ panjang ceritanya, tapi nona Nini tidak bersama dengan tuan muda, kita akanmenemui mereka disana,” ucap Harto.
“ baik ayo, kita langsung pergi saja,” ucap Elle.
“Baik nona,” ucap Harto yang masuk ke dalam kamar Nini lalu mengambil jaket gadis itu.
“ Setidaknya anda tidak boleh kedinginan,” ucap Harto sambil memasangkan jaket di tubuh nona mudanya.
"Bunga Kamboja lagi!" Gumam Elleara saat melihat sudut sudut rumah yang diisi dengan bunga bunga itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen