The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
11


__ADS_3

James tersenyum menatap wajah bingung Nini, entah bagaimana dia akan menjelaskan hal ini nanti.


"Hahahah... kau terkejut ya, maaf adik kecil, itu kata kata yang sering dipakai kakakmu bukan? aku hapal, dia adalah teman baikku," ucap James sambil tertawa meski hatinya sakit tak bisa mengungkapkan identitas nya saat ini.


Elleara menatap pria itu, " setahuku kak Kiel tidak pernah memiliki teman sampai sedekat itu, apa kakak tidak salah!? sejak bangun dari koma kakak semakin aneh," tanya Elleara.


James menatap gadis itu," tidak aneh, semua orang bisa punya teman rahasia Elle," ucap James.


"Elle, Daddy pak tua itu di rumah sakit kan?" tanya Jmaes.


"hmm.. Daddy di rumah sakit, kenapa kak?" tanya Elle, sebab jarang kakak laki lakinya mencari Tuan Nolan.


"Mulai sekarang panggil kakak kak James, jangan panggil kak Kiel, aku menyukai nama itu, sampai dia bangun aku akan menggunakan itu, bisa kan?" tanya James pada mereka berdua.


"Ehh tapi...


"ba..baiklah kak Kiel... maksudku kak James," ucap mereka berdua menurut.


James tersenyum," dengan begini akan lebih mudah, aku tidak akan kehilangan identitas ku, kalian berdua tinggi disini, jangan biarkan siapapun masuk, paham!??" ucapnya.


"Baik kak James!" Nini dan Elleara kompak.


James tersenyum, dia menaruh tangannya di atas kepala kedua gadis manis itu," baik baik ya adik adikku!" ucap James sambil mengacak acak rambut mereka berdua sebelum dia pergi keluar dari dalam ruangan itu.


Nini dan Elleara saling menatap heran," Apa itu kakakku!?" ucap Elleara.


"Dia mirip kakakku!!" balas Nini sambil menatap tubuh James yang asli.


"Kak James apa perlu aku ikut!??" tanya Elleara sebelum pria itu hilang dari balik pintu.


James hanya memasukkan satu tangan nya dan menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan kiri," tidak perlu, biar kakak yang kesana!" ucapnya.


Nini dan Elleara ditinggalkan di ruangan tubuh James, mereka berdua memilih mendiskusikan tentang apa yang terjadi pada pria yang mereka kenal sebagai Kiel tetapi meminta dipanggil James itu.


Sementara itu, James berjalan dengan senyum sumringah, dia menggerakkan kakinya, tangannya, kepalanya ke kanan kiri, anak introvert yang dulu sangat susah dekat orang itu malah berjalan sambil menggandeng para pengawal dengan tubuh kurusnya itu.


"Pak pengawal, jaga adik adikku oke!" ucap James sambil mengedipkan sebelah matanya.


Beberapa pengawal tampak syok melihat perubahan besar pada tuan muda kecil mereka.

__ADS_1


"Ya Tuhan, akhirnya tuan muda menemukan jati dirinya kembali!!!" para pengawal sampai terharu melihat perubahan besar pada tuan muda mereka.


Di saat yang lain tampak senang, salah seorang pengawal itu menatap tak senang ke arah James, dia mengeraskan rahangnya sambil mengepalkan kedua tangannya," Sialan, kenapa anak itu tidak mati dan malah berubah jadi aneh seperti ini!!!" pria itu mengumpat dalam hatinya.


James yang berjalan bersama pengawal lain tersenyum sumringah," kena kau bangsat!!" batinnya sambil melirik pria bertato dengan tubuh besar di belakangnya yang menatapnya dengan tatapan tajam.


Ternyata pria itu di dalam ingatan Kiel asli adalah pengawal yang menjebak mereka dan membawa mereka menuju Haruto dan sejak saat itu mereka hilang di hutan, selain itu pengawal itu juga sering melakukan gerak gerik mencurigakan di dalam kediaman si kembar.


"Waah jadi pria cungkring ini ingat semuanya dengan jelas ya, hahahha bagus juga, aku jadi tidak perlu mencari tau dan tidak terjebak dengan jebakan Batman mereka huahahahah... James the King is basck!!!" batinnya.


"Tuan muda kita mau kemana?" tanya salah satu pengawal.


James berhenti," kita mau ke ruangan pria tua, ehh maksudku Daddy, lewat sini bukan!?" tanya Jamss dengan wajah polosnya.


"Ya ampun Tuan muda Kiel!!" Pengawal di dekatnya malah tepuk jidat melihat jalan yang dilalui oleh tuan muda mereka.


"Ehh kenapa ?" tanya James


'ini jalan ke kamar mayat!!!" ucap mereka serentak.


"Oh iya? pffthh bwahahahhahaha hahahahahah... benarkah!? ya ampun kenapa aku membawa kalian kesini ya ahahahahah.... maafkan aku hahahahahaha..." James malah tertawa terbahak bahak di depan mereka, tetapi siapa yang tau kalau tawanya itu hanya sebuah akting.


"Kenapa aku melihat pemilik tubuh ini melewati jalan ini menuju ruangan tuan Nolan ya? aneh," batin James.


"Berani kalian ya!!" bentak James yang langsung membuat para pengawal itu terdiam.


"Ma..maaf tuan!" ucap mereka.


"pffth bwahahhaahah...maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu Abang abangku yang baik hahahah... kalian boleh bercanda denganku tapi jangan di depan pak tua itu, dia bisa marah hihihi..." celetuk James.


"Tuan muda mah gitu, bikin kita jantungan saja," ucap anak buah itu.


James tersenyum," kalau begitu ayo kita ke ruangan Daddy!!" seru James yang berjalan ke arah kanan.


"Tuan muda kesana ruangan bersalin!!" ucap mereka sambil menarik lengan James.


"Ehh maaf hahahaha.. ya sudah kalian tuntun saja, aku jadi bingung!!" celetuk James.


"Ke sebelah sini tuan muda," ucap pengawal itu.

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih," balas James.


James mendekati pria sangar yang sejak tadi melemparkan tatapan kebencian ke arahnya," Perhatikan matamu bangsat!!!" bisik James yang seketika langsung membuat pria itu terdiam kaku dengan tubuh gemetaran, belum lagi nada suara James terdengar tajam dan menusuk.


James menepuk bahu pria itu," siapa namanya ya? ahhh... Pengawal tukang boker ya, kerja yang baik ya!!!" ucap James sambil menekan bahu pria itu dengan sekuat tenaga.


"Pffhhh hahahah dia bukan pengawal tukang boker tuan, namanya Jono, hahahah tuan muda ada ada saja," pengawal lain tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan James.


"arkhhhgh... ba..baik tuan muda," ucap Jono sambil menahan sakit di bahunya.


"Sialan kenapa dia sangat kuat, padahal baru bangun dari koma, arkhhh dan lagi kata katanya tadi bisa bisanya membuatku gemetar, benar benar bajingan!!!" umpat Joni di dalam hati.


"Hahahah kan dia sering tuh kalau kita lagi pergi kemana selalu saja permisi dengan alasan mau ke toilet dan lama pula, jadi dia tukang boker dong hahahahahah...." ucap James.


"Maaf kalau membuat anda tidak nyaman tuan muda," ucap Jono sambil melepaskan diri dari tangan James.


"hmmm tak apa, kerja bagus Jono tukang boker hahahhahahah...." ucap James.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak sambil berjalan menuju ruangan pribadi milik tuan Nolan di rumah sakit itu.


Bahkan seluruh perawat, dokter dan orang orang yang mengenal anak itu terheran heran melihat dia karena tak pernah sejarahnya Kiel tertawa sampai terbahak bahak seperti itu di depan umum.


"Semua orang pasti syok, terutama musuh pria ini, dan Haruto, Vernon Red Blood tunggu bagian kalian!!!!" batin James.


Mereka berjalan menuju ruangan tuan Nolan, di saat yang sama Haruto dan Komplotannya baru saja keluar dari ruangan itu.


"Hai sepupuku? mau melapor ya? hihihi anak mami mau melapor!!' bisik Haruto sambil tertawa cekikikan.


"Bagaimana kalau benar bangsat!!!"balas James tak kalah pedasnya.


Brukk.....


James menyenggol lengan Haruto dengan kasar dan masuk ke dalam ruangan tuan Nolan.


"Ada apa dengan si bangsat ini!!!" Haruto menatap James sampai masuk ke dalam ruangan.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2