The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
18


__ADS_3

Keesokan harinya,


James dan kedua gadis itu sudah diurus ijin cuti selama setahun oleh tuan Nolan. Mereka bertiga sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke Kanada, negeri daun maple tempat kelahiran tuan Nolan.


“ Kak bagaimana dengan kakakku? Aku tidak bisa pergi kalau dia sendirian disini , aku takut saat kembali nanti kak James...


James memeluk Nini, sebuah pelukan hangat dari seorang kakak laki laki yang selalu siap sedia melindungi adik perempuannya.


“ Nini, kita akan membawa tubuh kak James, di Kanada, kak James akan mendapatkan perawatan intensif, jika disini risiko untuk terkena bahaya sangat tinggi,orang orang itu pasti akan mengincar tubuh kak james,” ucap Elleara sambil menepuk punggung gadis itu dengan lembut.


“ James akan kita bawa ke Kanada, tak perlu mengkhawatirkan hal itu, untuk sekarang anggaplah aku kakakmu, karena aku juga menganggapmu sebagai adikku, aku akan menjaga kalian berdua sampai tiba waktunya James bangun dari tidurnya dan dendam ini terbalaskan,” ucap pria itu.


Nini menangis sedih, dia sedang merindukan sosok kakaknya yang ceria dan penyayang, meski sering berdebat dengannya, tetapi itu salah satu bukti kasih sayang seorang kakak yang sangat nyata bagi Nini. Kasih sayang dan cara James menjaga Nini membuat gadis itu merindukan kakak laki lakinya.


“ Terimakasih untuk kalian yang menerimaku dengan baik, terimakasih banyak,” lirih Nini.


Tanpa mereka ketahui Pak Romi lagi lagi mengintip dan mencuri dengar pembicaraan mereka dari balik pintu.


“Aku harus cari cara untuk menghancurkan mereka, jangan sampai mereka pergi ke Kanada,” batin pria itu.


“ Romi apa yang kau lakukan disini?” senggak tuan Nolan yang menangkap gerak gerik aneh anak buahnya itu.


“Ehhh ti.. tidak tuan, saya sedang memeriksa engsel pintu ini , sepertinya ada maslah, saya akan menghubungi teknisi untuk memperbaikinya, maaf kalau saya mengganggu tuan besar," pria itu gugup dan langsung beranjak dari sana dengan wajah pucat pasi.


Sementara itu Nini melanjutkan aktivitasnya, dia keluar rumah bersama beberapa pengawal dan hendak mengunjungi rumah lamanya unutk mengambil beberapa barang milik mendiang ibu dan milik kakak laki lakinya yang sedang koma.


Sebelum berangkat ke rumah, gadis cantik itu terlebih dahulu berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kakaknya. Dia membawa beberapa tangkai bunga Lavender ungu kesukaan kakaknya dan juga bunga krisan putih yang baru mekar dari taman di depan rumah keluarga nolan tentu saja atas seijin tuan Nolan.


Langkah kaki gadis itu begitu ringan, dia sesekali tersenyum dan menayangkan akan bertemu kakak laki lakinya meski dia tidak tau sampai kapan kakaknya akan tidur seperti itu.

__ADS_1


Di saat yang sama, ketika gadis itu akan memasuki ruangan kakak laki lakinya, pihak kepolisian ternyata sudah berdiri di depan ruangan James bersama Vernon dan Yosi, anak anak yang sering mengganggu James selama ini.


“ Ada apa ini?” gumam Nini.


“Nona sepertinya mereka dari pihak kepolisian, biar saya tangani,” ucap Harto supir pribadi keluarga Nolan yang melayani Kiel dan Elleara.


“ Kita temui bersama sama pak Harto,” ucap Nini pelan. Dia menatap lurus ke depan melihat Vernon dan Yosi berdiri disana.


“Anda nona Nini adik dari pasien dalam ruangan ini bukan?” tanya pihak kepolisian itu sambil menunjuk ruangan VVIP yang dikawal ketat dan tidak boleh diakses oleh sembarangan orang.


Nini mengangguk pelan sambil melirik vernon dan Yosi si pria setengah lemah gemulai itu. Di saat yang sama Haruto dan Yuta juga tiba di rumah sakit dan menghampiri Nini.


“ Ini adiknya pak, dia teman kami, aku tak menyangka kalau adik sepupuku yang melukai keluarga mereka, arrrhhh kasihan sekali kamu James,” Haruto memulai dramanya, mereka yang membawa pihak kepolisian ke tempat itu.


“ Ada apa ini pak? Kenapa mendatangi tempat kakak saya?” tanya Nini heran.


Deghhh


Mata Nini membulat sempurna saat Pihak kepolisian menunjukkan foto Kiel.


“ ba.. bagaimana mungkin, ini tidak mungkin, kak Kiel yang melakukannya? Kalian bodoh atau tolol pak? Sudah jelas kak Kiel koma, bagaimana bisa seseorang yang sedang koma melakukan hal itu, jangan mengatakan hal yang tidak jelas, kalian ini polisi atau bukan sih?” ketus Nini.


Logikanya saja sudah aneh, bagaimana bisa seseorang yang berada dalam kondisi koma melakukan perbuatan jahat pada temannya sendiri.


“ Kami akan menyelidiki hal ini lebih lanjut, sebab kami menemukan sidik jari pria ini di tubuh korban, kami tidak bisa mengabaikannya begitu saja, selain itu, sehari sebelum kejadian, pria ini dikatakan sudah sadar dan kabur dari rumah sakit, dan dia terekam CCTV kabur dari ruangan perawatan lalu kembali lagi di sore hari,” jelas pria itu sambil memberikan bukti konkrit ke tangan Nini.


Nini menatap semua bukti itu, dia tak menyangka kalau pria yang mengajaknya tinggal di kediaman pria itu justru adalah orang yang menyebabkan kakak laki lakinya ada dalam kondisi seperti saat ini.


“ Nini kami turut berduka untuk James, kami mencari tahu semua ini dan pihak kepolisian akhirnya menemukan bukti, kami memang sering bermain dengan James tapi kami tak mungkin tega menyebabkan James sampai dalam kondisi menyedihkan ini, ternyata Kiel adalah dalang dari semua ini,” ucap Yuta.

__ADS_1


“ kami turut prihatin Nini,” ucap Vernon dengan senyuman tipis di wajahnya.


“ Tak sia sia skenario itu diatur dengan baik oleh Haruto, jebakan ini akan berhasil heheheh...” Vernon tertawa puas di dalam hatinya. Sehari sebelum mereka membunuh James yang asli, Haruto sudah menebak kalau pria itu pasti akan habis di tangan mereka, dia membuat drama seolah Kiel sadar dan melarikan diri sehari sebelum kejadian lalu kembali lagi ke rumah sakit.


“ Kami akan menindaklanjuti hal ini nona, kami akan menangkap pelakunya,” ucap Pihak kepolisian itu.


“ hiks hiks hiks... kenapa dia tega, kupikir dia benar benar ingin membantuku, kupikir dia benar benar berusaha menolongku yang sebatang kara ini, ternyata dia pelakunya huwaaa.... pak Harto apa yang harus kulakukan... ini semua karena ulah kak Kiel,....” Nini menangis histeris di depan mereka.


“ Tenang lah Nona, mari kita kembali ke rumah, “ ucpa Harto.


Akhirnya pihak kepolisian bersama Nini, Vernon dan yang lainnya berangkat menuju rumah utama keluarga Nolan.


“ Aku pasti akan menuntut mu dengan tuntutan yang paling berat, kau harus mati di penjara hik hiks hiks...” Kebencian Nini semakin menumpuk, dia tak terima kakaknya diperlakukan seperti itu.


Sementara itu di rumah utama keluarga Nolan, di saat yang sama keluarga Kun pulang dari liburannya.


“ Apa apaaan ini, kenapa semua barang barang kami dibuat dihalaman!!!” pekik Nyonya Kun dengan mata membulat sempurna saat melihat pakaian dan benda benda kesayangannya teronggok begitu saja di atas tanah terkena hujan dan terik matahari.


“ Siapa yang melakukan ini semua, beraninya kalian!!" tuan Kun sama marahnya saat melihat alat alat olahraga dan lukisan lukisan mahal miliknya di buang begitu saja di atas tanah.


“ heheh kita mulai pertunjukkannya,” ucap James yang menatap mereka dari lantai dua rumah itu.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2