
Nini berjalan dengan perlahan setelah menyelesaikan urusan di kantor polisi dengan tidak menjawab apa pun yang bisa memberatkan ria yang mereka tangkap sebagai Kiel. Selama melakukan pembicaraan dengan pihak kepolisian, Nini tidak sekalipun mengucapkan kata kata yang memberatkan James pasalnya tak ada lagi keluarga Kun maupun teman teman Haruto yang mengawasi mereka disana.
gadis muda itu menatap kantor polisi, hari sudah gelap dan jam menunjukkan pukul 7 malam, ini saatnya bagi Nini untuk kembali ke rumah sakit dimana kakak laki lakinya sedang berbaring lemah di atas ranjang meski rohnya sedang menguasai tubuh Kiel.
"Semoga kakak baik baik saja disana!" batin Nini sambil menatap kantor polisi dengan tatapan sendu.
Gadis belia itu berjalan sambil menggosok kedua tangannya karena cuaca yang cukup dingin di malam hari. Dia berjalan dengan cepat, melangkahkan kakinya menuju halte bus yang tidak terlalu jauh dari kantor polisi.
Kaki kecil gadis itu melangkah selangkah demi selangkah. Dia berjalan dengan cepat karena tidak baik bagi seorang gadis belia berlama lama di luar tanpa dampingan orang lain.
Sementara itu di dalam Sel tahanan, James duduk sambil menyandarkan kepalanya ke dinding. Dia mencerna semua kejadian hari ini. Wajah Tuan Nolan yang tampak seolah akan menyerah, wajah keluarga Kun yang menyebalkan terutama wajah si pria rambut tirai itu benar benar membuat James jengkel dan kesal.
Belum lagi kejadian hari ini, rasanya cukup melelahkan baginya untuk tetap berakting seperti seorang Kiel yang telah berubah dari pria cupu menjadi Suhu!
Tangan James terangkat, dia memijit pelipisnya," Kau harus bangun, grrhhh... Nini sendirian di luar sana!" gumam James.
James untuk sementara waktu masih ditahan di pihak kepolisian sampai keputusan berikut nya diambil oleh Nini.
Sementara itu Nini sudah tiba di lingkungan tempatnya tinggal dulu, Nini berjalan sambil melihat ke kanan dan kiri. Suasana yang gelap membuatnya sedikit takut dengan situasi menyeramkan itu.
Nini berjalan perlahan lahan, namun tiba tiba dia berhenti saat merasa ada seseorang yang mengikutinya. Nini berdiri di tempat sambil melihat ke kanan dan kiri, dia merasa ada seseorang yang berjalan di belakangnya.
Gadis itu memutar tubuhnya dan melihat ke belakang, namun tak ada siapa siapa disana.
"Apa ini cuma perasaanku saja!?" gumam Nini.
Dia melanjutkan langkahnya, pelan pelan namun pasti. Tapi lagi lagi dia merasa seseorang sedang mengawasinya, bulu kuduknya sampai merinding dan lehernya terasa dingin saat ini.
"CK... sshhhh.... ada apa ini!?" pikir Nini sambil menggosok gosok lehernya yang terasa dingin dan tidak nyaman.
Gadis itu melihat sekali lagi ke arah belakang, dan sama seperti sebelumnya tak ada siapa siapa di belakangnya.
Nini menarik nafas dalam dalam, dia memejamkan matanya sebentar lalu menggenggam tali ranselnya.
Gadis itu berlari sekencang kencangnya saat merasa bahwa situasi ini tidak lagi aman untuknya.
__ADS_1
Nini berlari sekuat tenaga, di saat yang sama dia mendengar suara langkah kaki berlari di belakangnya. Langkah kaki yang tiba tiba terdengar semakin banyak.
"Sial!" umpat gadis itu saat sadar kalau memang sejak tadi dia sudah diikuti dan diawasi oleh orang orang tak dikenal.
Nini berlari sekuat tenaga, dia menoleh ke belakang, betapa terkejutnya dia saat melihat tiga orang pria mengejarnya dengan pakaian hitam dan membawa senjata. Mereka mengejar Nini seolah Nini adalah mangsa buruan paling empuk untuk mereka saat ini.
"Kenapa mereka mengikuti ku, akhhh siapa pun tolong aku... kak James... tolong Nini!!!" gadis itu menangis ketakutan, yang dia bisa lakukan saat ini hanyalah berlari dan bertahan agar tidak tertangkap oleh orang orang misterius itu.
Kaki Nini semakin lelah, namun dia tak mau tertangkap oleh ketiga orang misterius dengan topeng hitam itu.
"Hei berhenti kau!!!" teriakan salah satu pria itu membuat Nini ketakutan. Suasana yang gelap dan sepi membuat Nini tak bisa berpikir netral. Dia hanya berlari dan terus berlari berharap bertemu seseorang yang bisa menyelamatkan dirinya.
Semakin kencang dia berlari semakin kencang pulang orang orang di belakangnya. Nini memilih jalan menuju jalan besar karena disana cukup ramai.
Namun apalah daya, tenaga Nini kalah besar dengan tenaga ketiga orang yang mengejarnya.
Greepp....
Rambut Nini ditarik bahkan sampai membuat gadis itu meringis kesakitan. Dia mendesis saat merasakan seseorang memukul wajahnya dengan kasar.
"Beraninya kau melarikan diri jal4ng sialan!" umpat orang itu.
"Suara ini!?" Nini terkejut saat mendengar suara orang itu. Dia cukup kenal dengan suara itu, gadis itu bukan orang bodoh yang bahkan tak bisa mengenali seseorang dari suaranya.
"Ma..mau apa kalian, siapa kalian, kenapa kalian melakukan ini padaku!!!" Nini menangis histeris. Tubuhnya gemetar ketakutan saat ini, dia berusaha menatap mereka untuk tau siapa orang orang itu, tapi sayangnya wajah mereka tertutup dengan topeng.
"Kau mengetahui sesuatu yang seharusnya tidak kau ketahui, maka matilah!!!!" ucap orang itu sambil menarik tangan Nini dengan kuat dan membawa paksa gadis itu.
"Arrkhhhh tolong!!!!! tooo...long aku!!!!" Nini berteriak sekuat tenaga berusaha mencari pertolongan, berusaha untuk lari dari sana. Gadis itu memberontak, dia ditarik ke sisi jalan.
Nini memberontak dengan kuat, sampai tangan salah satu penjahat itu terekspos. Lambang kunci terlihat jelas di tangan salah satu orang itu.
"Lepaskan aku!!!!" suara Nini terdengar tercekat.
Bughhh....
__ADS_1
satu pukulan melayang ke kepala gadis itu. Sontak Nini terhuyung karena kepalanya terasa pusing dan berat.
"Akhhh... to..tolong aku..." gadis itu menangis sambil menahan rasa sakit yang begitu hebat di kepalanya.
"Tarik dia, jangan sampai terekam CCTV!" ucap salah satu dari mereka.
"Ve..Vernon... su..suara Vernon!" gumam Nini.
Nini ditarik dari sana dan dibawa ke tempat yang sepi. Tak ada yang melihat kejadian itu karena sudah gelap dan jalanan sepi.
Sementara itu di kantor kepolisian, James masih duduk di dalam ruang interogasi, sebagai tempatnya untuk sementara.
" Ayah anda datang!" suara salah satu pihak kepolisian membuyarkan lamunan pria itu. Dia tersentak lalu membuka matanya.
"Daddy? malam malam begini?" ucap James namun penjaga itu seolah tak peduli dengan kata kata James.
James dibawa keluar untuk menemui tuan Nolan yang berkunjung di malam ini.
James berjalan sambil menggaruk garuk kepalanya, matanya menangkap sosok sang Daddy yang duduk di kursi pengunjung sambil menatap jari-jarinya yang terkena plester.
Seutas senyum aneh tergambar di wajah James, sangat aneh dan tak biasanya.
"Daddy!" panggil James tegas.
tuan Nolan tersentak kaget seolah dia tak pernah mendengar suara putranya seperti itu.
"Kiel.... nak..." Tuan Nolan berbicara dengan suara gugup sambil menatap putranya.
"Daddy maaf.. Kiel benar benar membuat Daddy kesulitan, Ini bukan perbuatan Kiel, hiks hiks hiks... tolong bantu Kiel Daddy!!!" James langsung memeluk tuan Nolan sambil menangis ketakutan.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗