
James dibawa ke kantor polisi untuk segera diproses sesuai dengan hukum dan penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mencari kebenaran tentang kejadian yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, di rumah utama keluarga Nolan, tampak seluruh anak buah yang kini telah mendukung James menghalau keluar keluarga Kun sesuai dengan perkataan mutlak dari tuan muda mereka. Bahkan Pak Romi yamg mencoba menghentikan perbuatan mereka tidak didengar sama sekali yang menunjukkan bahwa kekuasaan Pak Romi di rumah itu sudah berakhir dan kini kekuasaan berada di tangan penerus tahkta Nolan yang selanjutnya.
“ Beraninya kalian!!" Pekik Nyonya Kun yang tak bisa menahan amarahnya lagi. Elleara menghadapi keluarga Kun sendirian, Nini yang sudah meminta menangkap Kiel pergi bersama Polisi untuk dimintai keterangan mengenai kasus ini. Yang tersisa disana hanya keluarga Kun dan para pengawal , Elleara dan Pak Romi yang sedang bersitegang.
Teman-teman Haruto sendiri langsung diusir oleh pria itu saat melihat masalah di rumah itu semakin memanas, dan dia tentu tak ingin melihat keluarganya di permalukan oleh pengawal mereka sendiri. Mau ditaruh dimana wajah arogan Haruto selama ini yang selalu menyombongkan kekuasaan keluarganya di hadapan anggotan komplotan Red Blood yang dia pimpin dulu. Bisa hancur imagenya sebagai seorang pemimpin bermartabat tapi nyatanya malah dipermalukan oleh pengawal yang statusnya jelas lebih rendah dari mereka.
“ Tentu kami berani, apa ada masalah kalau aku mengusir orang asing dari rumahku sendiri Bibi?” kali ini Elleara angkat bicara. Dengan nada tinggi dan suara yang sangat tegas Elleara mengeluarkan kata katanya.
“ Tidak ada seorang pun orang asing yang boleh tinggal dan menetap di rumah ini sesuai dengan peraturan yang telah diucapkan oleh Kak Kiel, dan itu peraturan mutlak!!” tegas Elleara yang langsung beranjak dari halaman rumah itu tanpa basa basi meninggalkan keluarga Kun yang sudah kehilangan mukanya di hadapan mereka.
“ sial... beraninya kalian!!" Haruto marah dan mengamuk namun anak buah di rumah itu menghalangi langkahnya dan langsung mendorong mereka keluar.
“ Hei apa yang kalian lakukan bajingan, kalian sudah bosan hidup hah?” Haruto menarik kerah salah satu anak buah yang mengusir mereka.
“ Tuan, kami meminta dengan sangat sopan, tolong ikuti aturan baru di rumah ini sesuai dengan kemauan tuan muda Kiel,” Harto menarik tangan Haruto dan mencengkram tangan pria itu dengan sangat keras membuat Haruto merasakan pergelangan tangannya hampir patah karena tenaga besar dari Harto, supir pribadi keluarga Nolan yang sangat setia.
Haruto tau jelas kalau Harto termasuk lawan yang berat baginya. Pak Harto seorang pria yang cukup misterius dan tertutup soal kehidupannya dulu selalu menjaga dan melindungi si kembar Nolan meskipun hanya bisa melakuannya dari jarak jauh dulu dan sampai kecolongan dengan kejadian ini.
__ADS_1
Jika dia melawan Harto sekarang, sama saja dia mencari mati karena ada anak buah lainnya disana yang dia tidak tau seberapa besar ukuran kekuatan mereka, belum lagi teman teman Haruto sudah pulang, yang ada dia bisa tinggal mayat kalau terus melawan mereka.
“ Lepaskan putraku, aku tidak akan melepaskan hal ini, aku akan mengingat ini!" Tuan Kun menarik Haruto dan istrinya. Para penjaga yang berpihak pada mereka mengikuti langkah kaki keluarga Kun keluar dari rumah itu. Pak Romi tampak diam sambil mengepalkan kedua tangannya, dia tak bisa berbuat banyak untuk keluarga Kun dan dia juga tak bisa ikut campur dengan keputusan tuan muda meraka.
“ Sebenarnya apa yang salah dengan kepala anak sialan itu, arrhhhh seharusnya dia mati waktu itu,” umpat pak Romi sambil mengacak acak rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Pak Romi berjalan menuju rumah utama, namun tangannya dihentikan oleh Harto.
“ apa yang kau lakukan Harto, kau berani melawanku hah?” Pak Romi membentak Harto karena merasa pria itu mulai semena mena terhadap dirinya.
“ Maaf, anda melwana tuan muda, maka anda harus angkat kaki dari rumah ini, jelas kami melihat dan mendengar ucapan anda yang berlawanan dengan keinginan tuan muda, maka dari itu, anda harus keluar,”tegas Harto sambil menarik paksa tangan Pak Romi.
“ Beraninya kau Harto, hanya seorang supir saja kau berani mengusirku dari rumah ini hah?” Pak Romi mencengkram leher Harto dan menatap pria itu dengan tatapan tajam seoah dia bersiap untuk membunuh Harto saat ini juga.
“ Ka... kau...” Suara Pak Romi terdengar gemetaran, dia benar benar terkejut dengan perbuatan Harto yang tak dia sangka sangka sebelumnya.
“ Pak Harto, Lepaskan saja, biarkan pak Romi, dia asisten ayah,, tak ada hubungannya dengan rumah ini,” panggil Elleara yang berjalan keluar untuk mencari Harto.
grrhhhh...... sial!!!
__ADS_1
Harto mengeraskan rahangnya, dia benar benar ingin menghajar pria di depannya itu sekarang juga, tapi nona mudanya telah memberikan perintah untuk melepaskan Pak Romi. Sungguh disayangkan pak Romi malah selamat dari amukan seorang Harto yang misterius.
“ Baik nona muda,” ucap Harto sambil melemparkan tubuh Pak Romi ka atas tanah begitu saja, seoakg tubuh itu tak ada beratnya, dia melemparkan tubuh Pak Romi dengan sengaja sampai membuat pria itu terluka.
“ Beraninya kau Harto... tunggu giliranmu!!” Pak Romi benar bena rmurka, dia tak menyangka kalau dia akhirnya akan diperlakukan tak sopan seperti saat ini. Tak pernah dia mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang lain, jelas kalau pak Romi direndahkan dan sudah tidak dianggap lagi di rumah itu.
Harto dan semua pelayan juga pengawal pergi darisana meninggalkan pak Romi sendirian. Dengan cepat Harto menyusul nona mudanya. Tanpa mereka sadari, Tuan Besar Nolan menatap mereka dari lantai dua rumah itu tepatnya dari jendela kamarnya. Menatap mereka dengan tatapan aneh seraya mengigit gigit jarinya sampai berdarah.
Klarkkkk... klarkkk... klarkkk...
Terdengar Tuan Besar Nolan menggigit kukunya sampai patah bahkan kulit ujung setiap jarinya berdarah dan tak dia pedulikan. Pupilnya membesar, keringat bercucuran di sekujur tubuh pria itu. Sejak tadi dia terus menatap apa yang terjadi di halaman depan, harap harap cemas melihat apa yang sedang terjadi.
Layar LCD di ruangannya menunjukkan rekaman CCTV setiap ruangan, dia bergetar dan menatap semuanya dengan bola mata yang bergerak kesana kemari. Benar benar tidak tenang, seperti ada yang membuat pria itu ketakutan.
“ Tidak boleh... tidak boleh begini... tidak boleh begini....” Dia berjalan mondar mandir kesana kemari sambil menggigit ujung jarinya, sesekali menatap layar LCD dan sekali lagi menatap ke luar, melihat Pak Romi beberapa kali samapi dia tiba tiba terdiam dan berdiri menghadap foto keluarga yang masih terpajang rapi di dalam kamarnya yang tak pernah dimasuki oleh orang lain sebelumnya.
“ Jangan pikir, kalian bisa menghancurkan keluargaku!!" ucap Tuan Besar Nolan sambil tersenyum dengan seringai licik di wajahnya.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen.