The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
2


__ADS_3

POV James


Aku terbangun, aku bisa bangkit... kulihat genangan air semakin memenuhi lubang dimana tubuhku di buang. Cepat cepat aku keluar dari lubang itu. Entah perasaan apa ini, tetapi aku merasa tubuhku kembali bugar, aku tidak merasakan sakit di tubuhku, bahkan luka luka ku tidak terasa perih.


Ku raba bagian kepalaku yang seingatku terluka parah karena terbentur ke atas jalanan, tak ada rasa sakit, semuanya normal!


Cepat cepat aku keluar dari lubang itu sebelum air bercampur tanah memenuhi lubang sempit itu. Ku pijakkan kaki ku di atas koper dan kupanjat tanah itu.


Hap... aku berhasil naik, aku selamat, aku tidak merasa sakit sama sekai. Di hari itu cuaca benar benar ekstrim, kilat menyambar nyambar, dan hujan sangat deras bahkan gemuruh angin benar benar kencang menggoncang semua pepohonan yang ada di tengah hutan itu.


POV Author


James merasakan tubuhnya bisa digerakkan kembali, tida kaku seperti sebelumnya, dia menatap kedua tangannya, luka yang tadinya masih mengeluarkan darah perlahan lahan hilang dengan sendirinya.


“ Apa ini? Kenapa aku bisa bergerak dengan bebas, aku berhasil keluar dari lubang itu, wahh luar biasa, aku bisa bergerak bebas!!” teriak james dengan wajah sumringah, dia mengangkat kedua tangannya ke atas dan melompat lompat dengan girang di tengah hujan.


James melangkahkan kakinya berlari dari sana, namun sedetik kemudian dia menyadari sesuatu yang salah saat dia melihat air hujan menembus tangannya begitu saja.


Pria itu berhenti, dia menatap seluruh tubuhnya.


“a.. apa ini? Ke.. kenapa airnya tembus?” ucap James, dia menengadah ke atas langit, air hujan yang sangat deras tidak membuat tubuhnya basah, dia memperhatikan dan memeriksa seluruh tubuhnya.


Bingung dengan apa yang terjadi, hari juga mulai menjelang malam. Dia menoleh ke belakang, dilihatnya lubang besar dimana koper hitam mulai digenangi air hujan, mata James terbelalak saat melihat tangannya keluar dari dalam koper itu.


Brukk...


James terjatuh ke atas tanah, matanya membulat karena syok dia melihat tubuhnya di dalam lubang itu.


"Ti... tidak... A..aku belum mati... A..aku belum siap... tidak... tidak mungkin, " Suaranya terdengar lirih, dia menangis meratapi dirinya sendiri.


"To... tolong... tolong aku... arrhkkkk.... tolong aku... siapa pun tolong aku!!!!" pekik pria itu, perlahan lahan badai berhenti dan Langit mulai cerah.


Dia masuk ke dalam lubang itu, mencoba untuk mengeluarkan tubuhnya sendiri dari dalam sana. Mencoba untuk menolong dirinya namun apa daya dia kini hanya roh yang tak bisa menyentuh tubuh manusia.

__ADS_1


" Tidak... tidak arrkkkk... Maaaa... Tolong James... tidak aku belum bisa mati!!!!" Dia menangis histeris di dalam lubang itu. Tubuhnya gemetaran, melihat tubuhnya sebagai manusia terbujur kaku di dalam lubang kubur itu.


"arrkhhh siapa pun tolong selamatkan aku...." pekik pria itu. Dia terus mencoba menyentuh tubuhnya namun tak bisa, dia bagai angin yang berlalu tak bisa berbuat apa apa.


Tak beberapa lama ada seekor anjing mendatangi lubang itu.


Gukk... gukk... gukk... grrhhhhh.


Anjing hitam berjenis Doberman itu menyalak ke arah tubuh James yang disembunyikan di dalam koper. Anjing hitam itu mengendus-endus lubang itu, berjalan kesana kemari seolah ingin membantu mengeluarkan pria itu dari dalam sana.


"gukk... gukkk...


Anjing hitam itu menyalak seolah memanggil seseorang, James menengadah ke atas, dia menangisi tubuhnya, tak ada yang bisa dia lakukan.


"Tolong aku... to.. tolong aku!!!" pekik James.


Drap.... drapp...


Dia melihat seorang pria dengan pakaian olahraga serba hitam, tampaknya mereka sedang berburu namun terguyur hujan dan harus menunggu di salah satu bagian hutan itu.


"Ada apa Bogu!?" ucap pria itu, pria yang terlihat sudah berumur, mungkin usianya sekitar empat puluh tahunan.


"tolong aku... tuan to..tolong aku kumohon, kumohon segera bawa aku ke rumah sakit, Mama dan adikku membutuhkanku, aku hanya seorang mahasiswa miskin kumohon bantu aku... apa pun akan kulakukan... kumohon!!!" teriak James di samping pria itu, namun usahanya tak memberikan hasil sebab roh tidak bisa berkomunikasi dengan manusia.


"shhh... kenapa aku tiba tiba merinding!" gumam pria itu.


"Kalian cepat periksa koper hitam itu!" titah pria kepala empat itu.


"Baik tuan!" ucap tiga anak buah pria yang kerap disapa Tuan Nolan itu. Mereka masuk ke dalam lubang itu dan menarik koper hitam itu.


"Bos isinya manusia!!!" pekik salah satu anak buah mereka.


"Apa!!!!" Tuan Nolan terkejut bukan main, matanya terbelalak saat mendengar apa yang diucapkan oleh anak buahnya.

__ADS_1


"itu aku tuan... kumohon bantu aku... hiks hiks hiks... kumohon bantu aku... aku tidak bisa memindahkan tubuhku, aku masih ingin hidup, aku masih ingin hidup kumohon!!!" pekik James sambil menangis tersedu-sedu, ingin dia mengguncang tubuh orang itu, namun nyatanya dia tembus pandang.


"ck... apa apaan ini? leherku terasa dingin!" ucap tuan Nolan yang terlihat mengusap lehernya beberapa kali.


"Bagaimana kondisinya? cepat bawa keluar, hati hati dengan sidik jari, pastikan kalian memakai sarung tangan!!" ucap tuan Nolan.


"Baik tuan!" jawab mereka.


"Kondisinya mengenaskan tuan, tapi dia masih bernafas!" jelas anak buat tuan Nolan.


"Cepat bawa dia!!!" titah pria itu.


Tuan Nolan menghubungi seseorang," Siapkan helikopter, kita akan terbang ke rumah sakit, " ucap pria itu.


Tubuh James diangkat keluar dari dalam lubang itu bersama koper dimana dia disembunyikan. Dengan segera mereka mengeluarkan James dengan hati hati agar tidak terjadi kerusakan lebih fatal.


"Tuan tolong periksa kepalaku, tolong aku... aku... A..aku jatuh dari lantai enam, aku harus segera ke rumah sakit, tolong aku..." Lagi lagi James berusaha untuk berkomunikasi dengan tuan Nolan namun dia melakukan kesiasiaan.


Tubuh James direntangkan di atas tanah dengan posisi terlentang, Tuan Nolan memeriksa tubuh pria itu.


"James L. Kiel? anak tampan yang menyedihkan, sama seperti Putra dan putriku, apa yang menyebabkannya seperti ini?" ucap tuan Nolan, dia memijit pelipisnya sendiri.


Pria itu teringat dengan anak kembarnya, namun cepat cepat dia melupakan hal itu.


"shhh mereka pasti selamat, kau juga nak!" ucap tuan Nolan sambil menunjuk James yang babak belur.


Tak lama kemudian, helikopter turun, tubuh James segera dievakuasi dan dibawa terbang ke rumah sakit terdekat.


"Tuan kondisinya sangat mengerikan, entah dia bisa bertahan atau tidak, saya tidak bisa memastikan," ucap paramedis yang turut dalam penerbangan itu.


"Yang penting kita berusaha!" ucap tuan Nolan, pria itu tak berani menjamin apa pun, namun nafas James yang lemah setidaknya memberikan harapan bagi mereka.


"Bertahanlah nak, kau harus membalas mereka yang melakukan ini padamu," ucap tuan Nolan, pria itu mengeraskan rahangnya, dan mengepalkan kedua tangannya pertanda kalau dia benar benar marah saat ini.

__ADS_1


__ADS_2