
Semua orang yang berdiri di halaman dibuat terkejut dengan Haruto yang datang bersama komplotannya beserta Nini dan petugas polisi.
Mereka datang dengan membawa surat perintah penangkapan terhadap James sebagai tersangka atas penyiksaan terhadap James yang asli.
tuduhan ini dijatuhkan atas nama Kiel Nolan anak tuan Nolan.
"Loh ada apa dengan Mama!??" Haruto terkejut melihat kondisi Mamanya yang dipapah oleh tuan Kun.
"Dia... Hiks hiks hiks... Dia memukul Mama...." Rengek wanita itu sambil menunjuk Elleara yang sejak tadi menunduk dengan wajah masam. tangan James terus menggenggam tangan Elleara untuk menguatkan Gadis itu di hadapan para Monster yang sedang dia pancung ke dalam jebakannya.
"Apa!!!" Mata Haruto membulat sempurna saat mendengar kejadian apa yang menimpa Nyonya Kun.
"Beraninya kau, tega sekali kau Elleara, tak kusangka kau tumbuh jadi perempuan jahat, beraninya kau memukul bibimu sendiri!!!" bentak Haruto .
Karena terlalu marah, Haruto langsung menghampiri Elleara dengan nafas naik turun, tangannya dia kepalkan dan dia sia untuk memukul Elle.
"Kemari kau gadis bodoh, beraninya kau memukul mamaku!!" Pekik Haruto.
Dia melayangkan pukulannya dan...
bughh....
Elleara menutup matanya saat melihat Haruto mengangkat tangan atas dirinya. Sebuah pukulan keras mendarat di tubuh pria yang tak lain adalah James. Dia memeluk Elle agar tidak terkena serangan dari Haruto.
"akhh...." James mendesis kesakitan, pukulan Haruto sangat kuat, bagaimana jadinya kalau Elle yang menerima pukulan itu, pasti dia akan pingsan saat itu juga.
"Ka..kak.. James.." suara Elleara terdengar gemetar. Nini yang melihat James melindungi Elle terdiam membatu di tempatnya berdiri. sosok kakak laki lakinya yang sedang koma, bisa dia lihat di tubuh Kiel..
"Kak James... Nini kangen!" Gumam gadis itu dengan mata berkaca-kaca.
James sendiri langsung menarik tangan Haruto setelah menerima pukulan itu. dia menarik tangan Haruto, memutarnya dengan cepat bahkan lengan itu sampai berbunyi.
krataaakk...
"Eghkkk aaarrhhhh tanganku patah akkhhhhh sakit!!!!" Haruto berteriak kesakitan saat merasakan persendian lengannya diputar secara brutal oleh pria yang jelas perawakannya berbeda jauh denga Haruto tapi entah bagaiman bisa memiliki taktik sehebat itu.
"Aku boleh lemah dalam tenaga, tapi aku bukan orang dungu seperti dirimu bodoh!" Bisik James dengan nada tajam di telinga Haruto.
Brukkk...
Dia menjatuhkan Haruto ke atas jalanan dengan kasar, lutut pria itu sampai terluka akibat ulah James.
"Beraninya kau, siapa kau mengatur kami hah, siapa kau yang begitu berani mencelaka...
__ADS_1
"aku Kiel Alexander Nolan!! Putra pertama keluarga Nolan, pemegang kunci utama keluarga Nolan, dan kalian hanya lalat pengganggu di rumah ini!!" James memotong kata kata tuan Kun dengan tegas.
Sebelumnya tak ada yang berani melakukan hal itu pada tuan Kun, bahkan tuan Nolan sendiri tidak pernah berbuat demikian pada iparnya.
"apa!!" Mata Tuan Kun membulat sempurna karena marah.
"kau bilang kamu lalat!?? Dasar manusia sampah!!!" Pekik tuan Kun.
"Cuihhh kau yang sampah, manusia bajingan, pembohong!" James mendekat dan kini wajah nya berada di dekat telinga tuan Kun.
"Pembunuh? Atau pencuri!??" Bisik James dengan seringai licik di wajahnya, ekor matanya melirik wajah pucat pasi tuan Kun kala dia mengatakan kata katanya dengan tajam.
"Ka.. kau!!!" tuan Kun tersentak kaget.
"Kenapa paman!? Mau melakukan apa hmm?" James tersenyum tipis sambil melirik pak Romi yang sejak tadi diam saja di tempatnya sambil menatap mereka dan tak ikut campur.
"Mulai hari ini!!" James Kembali ke posisi awalnya.
"aku, putra tertua keluarga Nolan, menolak untuk mengakui keluarga Kun sebagai saudara, barang siapa yang berani memasukkan orang orang ini ke dalam kediaman keluarga Nolan, maka hukuman cambuk tersedia bagimu juga denda sebanyak mungkin!" Ucap James dengan tegas.
Glekk...
Semua orang yang menyaksikan hal itu terdiam, bulu kuduk mereka berdiri kala.meliha tatapan mendominasi dari pria itu.
James tersenyum, namun tiba tiba....
"DIAM KAU!!!!"suara teriakan Nini terdengar begitu menusuk di telinga mereka semua.
semuanya terkejut bukan main atas apa yang baru saja terjadi. Nini berdiri menghadap James dan menatap pria itu dengan penuh kebencian.
Haruto tersenyum sinis, dia melirik James, berpikir kalau rencananya berjalan dengan sukses.
"Nini ada apa denganmu!?" Tanya Elleara, gadis itu terkejut melihat perubahan ekspresi Nini.
"Dia..... Hiks hiks hiks...." Tangan Nini tampak gemetaran sambil menunjuk ke arah James.
"Dia mencoba membunuh kakakku, di..dia orangnya, dia orang yang membuat aku kehilangan kakakku!!!!!" Pekik Nini. Air mata gadis berhamburan begitu saja. Tubuhnya gemetaran sambil mengatakan hal itu, tak kuat berdiri, Nini duduk di atas tanah sambil menangis pilu.
"Kak, tak kusangka kakak ternyata orang yang membuat kakak laki lakiku celaka... Hiks hiks hiks... Kupikir kakak benar benar baik, ternyata kakak adalah dalang dari semua ini hiks hiks hiks...."Nini menangis tersedu-sedu.
"Nini takungkin, bagaimana mungkin aku yang melakukan hal itu!!" Teriak James mewakili Kiel si pemilik tubuh yang asli.
"Nini gak mungkin kakak melakukan itu, jelas kakak dalam kondisi vegetatif, dan baru sadar!" Elleara ikut membantah.
__ADS_1
"Kami memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan kesalahan atas nama Kiel Alexander Nolan, anda ditetapkan sebagai tersangka kasus bullying terhadap senior anda, sidik jari anda ditemukan di sekitar tubuh korban dan beberapa barang lainnya," jelas pihak kepolisian sambil menunjukkan surat penangkapan.
Mereka semua terkejut mendengar keterangan dari pihak polisi. Haruto dan teman temannya yang ikut ke rumah itu tersenyum puas saat 'Kiel' dijadikan sebagai pelaku atas kejahatan yang mereka perbuat.
"Astaga, Kiel, aku tak menyangka kalau kau akan melakukan hal yang sekeji itu, kenapa.kau tega melukai James, dia teman baikku di kampus!!" Haruto angkat bicara, memperkeruh suasana dan membuat mereka semakin mencurigai pria muda itu.
"Tidak! Aku tidak melakukan apa pun, kenapa aku yang dituduh, ini semua salah!!!" James tampak panik, dia berteriak ketakutan saat mendengar semua penjelasan mereka.
"Kakak benar benar kejam hiks hiks hiks.... Tega sekali melakukan itu pada kami yang anak yatim ini hiks hiks hiks... Pak Polisi tangkap dia, tangkap orang itu!!!!!" Nini menangis histeris sambil menunjuk 'Kiel' .
"Yang sabar Nini, kamu akan membantumu melalui proses hukum untuk mendapatkan keadilan bagi kakakmu, " ucap Vernon seraya menepuk bahu Nini .
Nini yang diperlakukan begitu langsung menghindar dan mendekati James.
"Kembalikan kakakku hiks hiks hiks hik....kenapa kau melakukan itu, kemablikan kakakku!!!!" Nini memukuli dada James, menangis tersedu-sedu di hadapan pria itu.
"Bukan aku yang melakukannya!!!" James berteriak, dia terlihat Ling lung.
"Polisi tangkap dia!" Ucap Haruto.
"jangan, jangan bawa kak Kiel, jangan bawa kakakku, tidak boleh!!!!" Elleara ikut menangis sambil menghalan polisi untuk menangkap kakaknya.
"Maaf nona, kami melakukannya sesuai dengan prosedur penangkapan, dan pihak dari korban telah mengajukan gugatan!" Ucap pihak kepolisian yang telah memborgol kedua tangan 'Kiel'.
"kakak.... Tidak mungkin hiks hiks hiks .. kakak, jangan bawa kakakku!!!" Elleara menangis histeris sampai dia merosot dan duduk di atas jalan.
"Tak kusangka, kau yang begitu angkuh, setelah bangun ternyata adalah seorang pembunuh!" Ucap Tuan Kun.
"Heh... Kau yakin!?" Bisik James di telinga tuan Kun.
Pria itu melirik ke arah Pak Romi yang terus menerus diam.
"Sampai jumpa Pak Romi, " ucap James sambil tersenyum tipis.
Pak Romi terdiam membatu di tempatnya berdiri, dia mengepalkan kedua tangannya.
"Sialan!" Batin pria itu mengamuk.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗