The Leader: Hidup Kembali

The Leader: Hidup Kembali
19


__ADS_3

James melirik keluarga Kun yang baru tiba di rumah itu setelah menghambur hamburkan uang keluarga Nolan sesuak hati mereka seolah mereka adalah pemilik sah di rumah itu.


Pria itu berdiri di lantai dua sambil menggunakan teropong menonton pertunjukan menarik di sore yang indah ini. Bibirnya tersungging sebelah saat menatap betapa kesal dan marahnya nyonya Kun saat melihat benda benda berharga kesayangannya diletakkan begitu saja di atas tanah selama tiga hari bahkan beberapa tas dan sepatu mahalnya sudah berganti warna terkena sengatan sinar matahari.


“ Biarkan kami masuk , apa yang kalian lakukan hah? Kenapa menghalangi langkah kami!!” pekik Nyonya kun yang sudah di ambang batas kemarahannya.


“ biarkan kami masuk nyenyeneye yneyeneynye bla bala bla bla... wleeekkk dasar nenek sihir ,” James sangat menikmati perannya hari ini, dia mencemooh nyonyakun berkali kali dari atas sana.


“ Daddy lihat kan mata penyihirnya itu hendak memakan semua orang yang ada dihadapannya? Kenapa Daddy selama ini tidak peka sampai membuat Mom pergi hanya karena kata kata dari bibir busuk si ikan buntal itu?” ketus James sambil melirik Tuan Nolan yang dia minta untuk beridri di sampingnya dan menyaksikan drama hari ini dengan tenang.


“ Bagaimana kalian bisa yakin kalau Mom kaian memang tidak berselingkuh dengan pria itu hah?” kali ini tuan Nolan balik marah kepada putranya. Setiap membahas mantan istrinya dia selalu terbayang rasa sakit saat melihat foto istrinya bercumbu dengan sopir pribadi mereka sendiri. Hati tuan Nolan tak bisa menerima keadaan ini.


“ Kami yakin karena dia adalah Mommy,” ucap James sambil melirik kembaran pemilik tubuh yang asli yang berdiri di ujung koridor lantai dua menggunakan teropong sambil memantau keadaan di luar.


“ Dia lagi lagi tersenyum seperti itu, apa dia benar benar Elleara?” batin James.


“ Jawab daddy, Kiel!" bentak tuan Nolan sambil menatap James dengan tajam.


“ Karena kami mencintai Mom, maka kami memilih percaya dan menanyakan semuanya langsung pada Mom yang jelas adalah korban di sini, “ ucap James sambil menatap tuan Nolan dnegan tegas dan tajam.


“Daddy tak akan paham, mungkin karena Daddy tidak benar benar mencintai Mom sampai mendengarkan penjelasan Mom pun , Daddy tak mau sama sekali, kami bisa maklumi itu,” ucap James sambil berjalan meninggalkan tuan Nolan sendirian disana dengan tubuh diam membatu sambil menatap ke halaman dan melihat wajah kesal keluarga Kun yang secara terang terangan diusir dari rumah itu.


“ aku bukannya tidak paham, aku bukannya tidak mencintai Aira istriku... aku hanya... hanya...” Bahkan tuan Nolan sendiri tak sanggup menjawab pertanyaan besar itu. Tentang alasan kenapa dia malah memilih menceraikan Nyonya Nolan tanpa mendengar penjelasan satu kata pun dari mantan istrinya itu.


Sementara itu, James berjalan mendekati Ellara dan menaruh tangannya di atas kepala gadis itu.


“ Ayo menonton pertunjukan , ini saatnya,” ucap Jamse sambil mengarahkan teropongnya ke arah jalan besar dimana mobil yang membawa Nini telah tiba di jalan menuju rumah itu.

__ADS_1


“ apa kakak yakin akan melakukan ini? Bukannya ini terlalu berisiko? Mereka bisa memanfaatkan situasi ini dan membuatnya semakin runyam, kenapa tidak memilih titik aman saja kak?” tanya Elleara sambil menatap James dengan serius.


“ Tenang saja, aku justru ingin memancing kekacauan agar bisa menangkap otak di balik semua kejadian ini,” ucap James dengan seirngai tipis di wajahnya.


“ tapi akan sangat berisiko kak, Nini juga..


“ shhhh diamlah, kau tidak perlu takut, semua akan baik baik saja, ikuti saja alur yang kurancang,” ucap James.


“ Kau tidak seperti biasanya Elleara, kau tampak aneh hari ini, kemarin dan tiga hari yang lalu, kau aneh,” ucap James sambil menatap mata gadis itu dengan intens.


“ eghh... ehh a... aku aneh dimananya kak, a... aku tetap seperti semulah kok , aku kan Elle,” gadis itu tergagap saat Jamse semakin merapatkan tubuhnya dan menatap Elleara dengan tatapan penuh selidik.


"memangnya aku bilang kau bukan Elle?! atau kau memang benar-benar bukan Elle!?" James menaikkan sebelah alisnya .


"Ka..kak... hah.. a..apa.. apaan sih ha..ha..ha.. ya..ya aku Elle bbu..bukan yang lain, maksud kakak apa sih," Elleara tertawa dengan canggung, dia menatap ke arah lain tak ingin ada kontak mata dengan James.


"Daddy, tidak ikut!?" James berhenti sebentar dan memanggil ayahnya yang sejak tadi diam di tempat sambil menatap keluarga Kun.


"Tidak, kalian tau kalau Daddy...


"Sudah sadar rupanya, baiklah," ketus James .


Jelas James menunjukkan ketidaksukaan nya terhadap tuan Nolan. Kepribadian tuan Nolan yang begitu menyebalkan, dirinya yang mudah dikendalikan dan dipermainkan oleh orang sekitarnya membuat James geram sendiri.


"Pantas saja anak anakmu membenci dirimu, kau sangat lambat dan plin plan tuan besar Nolan, anda kuat di depan lawan bisnis tetapi lemah di tangan keluarga Kun sampai bisa dimanfaatkan oleh mereka, belum lagi dalang di balik semua kejadian ini masih belum ditemukan!!" James bergelut dengan pikirannya sendiri hingga mereka tiba di halaman depan dimana keluarga Kun sedang membuat keributan.


"Kiel, Elle ka..kalian hidup!? Ma..maksud Bibi kalian sudah bangun!??" Mata Nyonya Kun membulat sempurna saat melihat si kembar Nolan berdiri di hadapan mereka tanpa mengatakan apa pun dan hanya menatap mereka dengan tatapan dingin dan datar yang amat menyeramkan.

__ADS_1


"Apa maksud Bibi, kami tidak seharusnya hidup!?" ucap James dengan santai. Dalam ingatan pemilik tubuh itu, si kembar sangat membenci keluarga Kun, mereka semua adalah manusia yang tidak punya nurani dan gila harta.


Tuan Kun dan istrinya terkejut mendengar James membalas perkataan mereka. Padahal di masa lalu, Bahkan si kembar tak sanggup menatap mereka, untuk menemui mereka saja keduanya enggan kecuali dipaksa .


"Pa, kenapa anak anak bodoh ini tidak mati!? bukannya...


"shhh jangan ucapkan apa pun, nanti mereka curiga, " bisik tuan Kun dengan tenang.


"Dia yang kau tau siapa akan marah jika sampai kejadian ini terbongkar, " ucap pria itu lagi.


"Hmmmm tapi sikap mereka aneh," gumam Nyonya Kun.


"Hahahaha... ternyata keponakan Bibi pintar juga membuat Humor, kami tak mungkin ingin kalian mati, meski ibu kalian tukang selingkuh dan mengkhianati keluarga ini, kalian berdua masih bagian dari keluarga besar Lavender jadi Bibi harap kalian tidak mengikuti sifat liar ibu kalian itu kare..."


"KELUAR!" Elleara langsung memotong Keta kata nyonya Kun. Dia menatap wanita itu dengan tajam, berusaha untuk berani melawan orang yang telah membuat mereka menderita selama ini.


"Maksudnya apa Elle? "


"KUBILANG KALIAN HARUS KELUAR!!!!!!" Pekikan Elle terdengar begitu tajam, menusuk telinga dan membuat semua orang terkejut dengan perubahan gadis itu.


"ELLEARA, BERANINYA KAU MEMBENTAK BIBIMU SENDIRI!!!!" Tuan Kun membalas Elle.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2