THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
13. DESA ANGIN BENUA TIMUR


__ADS_3

Tidak butuh waktu yang lama bagi Edward dan Gon beserta membawa Haruna yang sedang pingsan sampai ke Desa Angin Timur, dengan kecepatan yang mereka miliki, mereka mampu melaju dengan sangat cepat tanpa sedikit pun hambatan di dalam perjalanan mereka,


Mereka tiba tidak jauh dari gerbang Desa Angin, mereka melihat banyak sekali prajurit penjaga Desa yang sedang berpatroli atau yang mengamankan gerbang Desa,


Edward yang melihat hal itu segera menghentikan langkah nya untuk memasuki Desa Angin, dia beristirahat sejenak bersama Gon di sebuah pohon yang cukup besar agar tidak mudah di lihat oleh penjaga yang berdiri di atas dinding pembatas Desa Angin,


Edward melakukan hal itu agar diri nya dan Gon tidak di curigai oleh para penjaga Desa, dan pasti akan sangat banyak pertanyaan ketika mereka memasuki Desa membawa Haruna dalam keadaan pingsan, maka dari itu Edward berinisiatif untuk beristirahat memulihkan diri dan menunggu Haruna tersadar kembali dari pingsan nya,


"Gon...? Kita istirahat dahulu di sini, memulihkan energi kita, dan menunggu Haruna tersadar kembali" Ucap Edward menyaran kan rencana nya kepada Gon,


"Yahhh... Baik kak" Ucap Gon


Gon hanya menuruti semua kata-kata yang di ucap kan oleh Edward, karna bagi nya apa pun keputusan dan rencana yang Edward buat Gon pasti akan melakukan nya,


Berselang beberapa jam telah terlewati, Haruna tersadar dari pingsan nya dan mendapati diri nya sedang tertidur di atas pangkuan Edward yang sedang terduduk memulihkan energi nya,


Wajah merah haruna nampak begitu merona dan malu, Haruna ingin mengangkat kepala nya dari atas paha Edward namun hal itu sungguh begitu sulit, dengan sengaja Haruna memejam kan kedua mata nya kembali dan ingin merasakan kenyamanan yang dia rasakan untuk beberapa lama lagi, kenyamanan yang sangat sulit untuk di dapat kan tertidur di pangkuan Edward,


Edward yang sadar bahwa Haruna telah tersadar dari pingsan nya dan malah berpura-pura ingin tertidur kembali, Edward yang melihat itu hanya tersenyum melihat tingkah Haruna, Edward membelai lembut rambut Haruna secara perlahan, sontak hal yang di lakukan Edward membuat haruna terkejut dan membuka kedua mata nya kembali, dalam hati nya dia sangat senang di perlaKukan seperti itu oleh Edward,


"Hhhmmmmm... Kau sudah sadar haruna..?" Ucap Edward sambil memberikan senyuman hangat kepada Haruna


Haruna yang melihat itu hanya bisa terpukau dengan ketampanan Edward,


"Edward... Kau sungguh sangat sempurna" Gumam Haruna


Edward yang mempunyai pendengaran yang sangat tajam, mendengan apa yang di ucap kan Haruna, meskipun dengan nada suara yang sangat kecil, namun Edward mampu mendengar itu dengan jelas,


"Hhhmmmm... Haruna apa yang kau bicarakan..?" Ucap Edward yang sengaja berpura-pura tidak mendengar perkataan Haruna


"Ahhh... Tidak.. Tidak apa, he..hehe.. aku hanya sedang memikirkan.. Sudah lah.. lebih baik kita pulang ke penginapan di Desa, aku sudah sangat lelah ingin mandi dan beristirahat" Ucap Haruna mengalihkan pembicaraan dan memang benar sudah beberpa hari mereka tidak mandi, yah walau pun tubuh mereka tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap karena baju yang mereka pakai adalah baju sihir, yang mampu menyerap keringat dan menetralisirkan menjadi energi,


"Baik lah.. mari kita masuk kedalam Desa, aku pun sama ingin mandi membersihkan diri" Ucap Edward


"Kak... Bagai mana yah kabar Gorhan..? Pasti dia akan merajuk karena kita pulang terlalu lama" Ucap Gon yang sedikit kahwatir kepada adik nya Gorhan


Edward hanya membalas ucapan Gon dengan senyuman, dan mereka melangkah kan kaki nya menuju gerbang desa untuk masuk kedalam Desa Angin,


Setiba mereka di depan gerbang Desa Angin, para prajurit penjaga gebang Desa menahan mereka, untuk menunjukan kartu tanda pengenal,


Edward, Gon dan juga Haruna yang sudah memiliki kartu tanda pengenal mereka sebagai seorang petualang dari Desa Angin, dengan mudah mereka di izin kan masuk oleh para prajurit penjaga gerbang Desa Angin,


"Huaaa....!!! Kakak.. kau sudah pulang..!!" Ucap Gorhan yang nampak gembira atas kepulangan Edward, Gon beserta Haruna


"Gorhan... Bagai mana latihan mu di Guild..?" Ucap Edward menanyai tentang perkembangan Gorhan ketika belajar ilmu beladiri di Guild,


"Baik kok kak, aku belajar banyak hal dari guru Renzi"


"Hmmmm.. bagus kalau begitu, sekarang kita kembali terlebih dahulu ke penginapan" Ucap Edward


Di dalam pejalanan mereka menuju penginapan Gon tak henti-henti nya menjahili adik nya Gorhan sedangkan Haruna hanya tersenyum melihat tingkah kedua adik nya Edward,


Setelah mereka sampai di penginapan, mereka masuk kedalam kamar masing-masing untuk sekedar beristirahat dan membersihkan diri nya,


Edward mulai menyusun segala rencana nya, untuk kedepan dia akan membuka sebuah usaha dagang, namun yang jadi faktor utama bukan lah tempat melainkan mencari seseorang yang setia untuk mau bekerja di toko nya nanti,


*


Keesokan hari nya, Edward di temani oleh Haruna pergih ke Rumah Kepala Desa,


Nama dari kepala desa angin adalah Philip Re Deragio,


Sebelum Edward dan Haruna berangkat menuju kediaman kepala Desa, Edward memerintahkan Gon untuk membeli banyak sekali tanaman herbal oleh Edward, sedangkan Gorhan melanjutkan pelatihan nya di gedung guild,


Sesampai nya Edward dan Haruna di rumah kepala desa, mereka di persilahkan kan untuk memasuki rumah tersebut oleh para penjaga kediaman kepala desa, Edward menceritakan prihal tentang kedatangan nya, untuk membeli sebuah toko yang ada di desa ini, kepala desa yang mendengar hal itu, langsung berantusias dan menjelaskan tentang surat pemindahan kepemilikan atas toko beserta tanah yang akan Edward beli dan biaya pembayaran pajak yang harus dia bayar setiap bulan, pajak di Desa Angi menurut pandangan Edward terbilang cukup rendah, hanya sekitar 30 koin emas perbulan,


Semua proses akan di lakukan oleh Kepala Desa Angin,


Setelah cukup jelas tentang masalah surat kepemilikan toko serta biaya pembayaran pajak, Edward setuju untuk membeli Toko yang di ajukan oleh kepala Desa,


Mereka di antar ke sebuah toko di pinggir jalan yang tidak jauh dari daerah penginapan dan juga gedung Guild, bangunan Toko yang cukup ideal bagi Edward untuk memulai usaha nya,


Menurut cerita dari kepala desa pemilik dari toko ini adalah seorang kakek-kakek, dan kini kakek itu telah meninggal dan hanya mempunyai seorang anak, yang kini menjadi anak yatim piatu, Edward yang mendengar hal itu menjadi sedikit prihatin tentang keadaan anak dari pemilik toko ini,


Edward di sambut oleh seorang anak muda yang tinggal di dalam toko itu,


"Hallo tuan, nama saya Ashaki Rui, tuan bisa memanggil saya dengan Rui saja, Saya adalah anak dari pemilik toko ini tuan" Ucap seorang anak muda itu kepada Edward dan juga Haruna,


Setelah nya mereka membicarakan tentan penjualan toko tersebut kepada Edward, Edward setuju dengan Harga dari Toko itu, namun Edward yang memiliki empati yang tinggi dan rasa peduli kepada sesama nya, menanyakan jika diri nya membeli toko ini kemana Ashaki Rui akan tinggal,

__ADS_1


"Rui..?" Ucap Edward


"Ya... Tuan Edward.." Rui membalas ucapan Edward seraya diri nya membungkukan tubuh nya memberikan tanda hormat kepada Edward


"Rui.. tegakan kepala mu..? Aku ingin menanyakan satu hal kepada mu..?" Ucap Edward memerintahkan Rui untuk menegakan tubuh dan kepala nya agar berhenti memberikan hormat kepada Edward,


Rui yang mendengar ucapan dari Edward segera menegakan tubuh nya dan kepala nya, meskipun sedikit enggan tapi itu adalah perintah dari orang yang menurut Rui sebagai orang penting di desa ini,


"Rui.. jika aku membeli toko mu, Kemana kamu akan tinggal..?" Ucap Edward


"Maaf tuan.. aku mungkin akan menjadi pengelana" Ucap Rui


"Hhmmmm... Begitu yah" Ucap Edward seraya memegang dagu nya dengan tangan kanan nya dan berpikir keras tentang keputusan nya yang akan dia ucap kan,


"Bagai mana jika kau tetap tinggal di toko ini dan menjadi pegawai pertama ku..? kamu akan mengelola usaha ku, karena aku pikir kamu mempunyai potensi dalam bidang tersebut" Ucap Edward setelah mempertimbangkan keputusan nya dengan sangat matang,


Semua orang yang ada di ruangan tersebut


Terkejut dengan keputusan Edward,


"Ta.. Tapi tuan, bagai mana dengan pembelian toko yang akan tuan lakukan..?" Ucap Ashaki Rui mempertanyakan tentang penjualan toko nya kepada Edward,


"Ahhh... Kau tenang saja Rui, aku tetap akan membeli toko mu ini, dengan harga yang kau tawarkan, dan untuk masalah kau bekerja di sini itu karena keinginan ku, aku butuh seseorang untuk mengelola usaha ku, dan untuk upah kerja mu akan aku bayar setiap bulan sekali, bagai mana..? Selain kau punya tempat tinggal, kau juga bisa bekerja di sini, dan untuk aku pribadi, aku tidak perlu mencari seorang pekerja yang dapat aku percaya sepenuh nya, memegang usaha ku di desa ini... Apa kau setuju..? Ucap Edward memberi penjelasan tentang keputusan nya kepada Ashaki Rui,


Rui yang mendengar penjelasan dari keputusan yang di ucapkan oleh Edward merasa terharu dan sangat berterimakasih kepada Edward,


"Te.. Terimakasihh tuan.. Terimakasih.. Terimakasih banyak tuan.." Ucap Rui yang bersujud dan berterimakasih atas kebaikan Edward kepada nya,


Edward tidak terlalu suka jika ada orang yang bersujud kepada nya secara berlebihan, Edward memegang pundak Ashaki Rui dan memerintahkan nya untuk segera berhenti bersujud dan berdiri,


Setelah nya Edward menandatangani surat kepemilikan toko itu, dan membayar semua biaya pembelian toko tersebut, kehadiran kepala desa di sini untuk menjadi saksi dari surat hak kepemilikan Toko, Edward juga memberikan beberapa koin emas kepada kepala desa itu yang telah mau mengantar nya ketempat ini dan menjadi saksi dari transaksi jual beli yang di lakukan Edward dengan Ashaki Rui pemilik lama dari toko ini, dan juga Edward langsung membayar pembiayaan pajak selama satu tahun penuh dan menadatangani surat pajak selama satu tahun penuh,


Beberapa jam mereka berempat berbincang-bincang tentang rencana yang akan di lakukan Edward setelah membeli toko ini, dan juga Edward sempat menanyakan tentang lokasi penjualan kereta kuda yang ada di desa ini, mereka terus berbincang selama berjam-jam lama nya hingga kepala desa mengundurkan diri untuk pamit dan mengakhiri perbincangan yang mereka lakukan,


"Hahhh... Akhir nya semua sudah beres dan sesuai dengan rencana ku" Ucap Edward


"Hehehehe... Kau ini Edward, sungguh tidak habis pikir aku, kau memiliki rencana yang sangat matang seperti itu" Ucap Haruna kepada Edward


"Ohh.. iya, Haruna.. apa kah kau bisa menjemput Gon dan juga Gorhan kemari, mungkin dia sudah sampai di penginapan sejak tadi..? Dan untuk mu Rui, bisa kah kau membelikan beberapa makanan di restoran di desa ini, pesan beberapa makanan untuk 5 orang yah" Ucap Edward memerintah kan kedua nya, mereka pun pamit pergih dan hanya meninggal kan Edward seorang diri di ruang tamu toko itu,


Toko milik Edward terbilang cukup lumayan besar namun bukan bangunan yang bertingkat, toko tersebut hanya memanjang ke belakang dan terdapat beberapa kamar dan ruangan, Ruangan yang di miliki toko ini ada 6 ruangan kamar 1 ruangan dapur / ruang makan 1 ruang tamu dan 1 ruangan untuk berjualan, ruangan yang di pakai untuk memajang barang jualan terbilang cukup besar, dan posisi ruangan tersebut berada di paling depan dari toko ini,


Sebenar nya Edward hanya sedang mengcopy data cetak biru dari mesin yang ada di dalam system yang di miliki Edward, dan juga Edward mengcopy skil alkemis nya menjadi sebuah buku skil, untuk nanti nya di di pelajari oleh Ashaki Rui,


"Kakak... Sedang apa..?" Ucap Gorhan yang baru saja datang dan melihat Edward sedang menulis sebuah buku skil alkemis


"Ohhh... Kau sudah datang Gorhan... Hmmm kakak sedang menuliskan sebuah buku skil tentang alkemis" Ucap Edward


"Hoaaa.... Kakak memang hebat, bisa membuat sebuah buku skil...!!!" Ucap Gorhan merasa takjub dengan kepandaian yang Edward miliki,


"Aku datang...!!!? Kakak barang-barang yang kakak suruh aku beli, akan taruh di mana..?" Ucap Gon


"Hhhmmmm... Baik lah, kau ikuti aku Gon, aku akan memberi tahu mu akan di taruh di mana barang-barang yang tadi kamu beli,"


Edward berjalan keluar di ikuti oleh Gon dan Haruna sedangkan Gorhan hanyan memandangi gambar dari cetak biru yang di buat oleh Edward, mereka berjalan keluar dari toko nya dan menghampiri kereta pengangkut barang yang ada di depan toko nya, hanya dalam sekejap mata semua barang-barang yang ada di dalam kereta barang lenyap hanya sekali kibasan tangan Edward, hal itu membuat Haruna dan Gon yang menyaksikan di buat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Edward kepada barang-barang yang ada di dalam kereta pengankut barang,


"Waaaahhh... Kemana barang-barang nya..!!!?" Ucap Gon yang tidak bisa menahan keterkejutan nya, dan panik mencari keberadaan barang yang telah dia beli,


Edward hanya membalas nya dengan senyuman, dan diri nya kembali masuk kedalam toko, untuk menaruh semua barang-barang nya kedalam kamar yang di pakai khusus untuk di jadikan sebuah gudang penyimpanan,


Setelah sampai di dalam ruangan kamar yang di khusus kan menjadi sebuah gudang Edward dengan cepat mengeluarkan semua barang-barang yang tadi dia masukan ke dalam inventori nya,


Edward, Gon, Haruna, dan Gorhan yang mengikuti mereka ketika mereka masuk kembali, mereka masing-masing menyusun kembali barang-barang yang di beli Gon, menyusun setiap tanaman herbal yang sama, dan menyusun setiap bijih-bijih besi yang Gon beli,


"Edward akan kau apa kan semua barang-barang ini..?" Ucap Haruna


"Hhhhmmmmmm seperti nya aku akan membuat beberapa potion, dan juga beberapa pil penguat tubuh," Ucap Edward yang menjawab pertanyaan Haruna,


"Kak.. apa aku boleh mempelajari skil alkemish yang kaka buat..?" Ucap Gorhan,


"Hhhmmmm... Tidak bisa Gorhan kau harus belajar ilmu beladiri mu terlebih dahulu di desa ini, nanti setelah kita pergih ke ibu kota aku akan memasukan mu ke akademi yang ada di ibukota kerkaisaran SHIN-ZU agar kau bisa belajar sastra dan ilmu bela diri," Ucap Edward memberitahukan tentang rencana nya kepada Gorhan


"Hhmmm... Baik lah.. Tapi kapan kak kita akan pergih ke ibu kota kekaisaran CHIN-ZU..?" Ucap Gorhan menanyakan kapan keberangkatan mereka ke ibukota,


"Hahhh... Yang benar itu SHIN-ZU Gorhan.. kau ini.." Ucap Gon membenarkan ucapan Gorhan


"Weee...!!! Aku tidak bicara kepada mu..!!!" Ucap Gorhan sambil mengembungkan pipi nya


"Sudah-sudah.. nanti akan kakak kasih tahu jika sudah waktu nya tiba Gorhan," Ucap Edward menengahi perselisihan antara Gon dan juga Gorhan

__ADS_1


Di tengah-tengah perbincangan mereka, Ashaki Rui memasuki ruangan yang di pakai oleh Edward sebagai gudang penyimpanan, Ashaki Rui yang melihat begitu banyak jenis-jenis barang dan tanaman herbal yang ada di dalam ruangan, di buat terkejut, dan ingin menanyakan kepada Edward tentang barang-barang itu, namun hal itu di kesampingkan oleh nya, Rui segera memberitahukan Edward dan yang lain nya bahwa makanan yang dia beli sudah siap di meja makan,


Mereka yang mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Rui segera menyelesaikan apa yang mereka sedang kerja kan, dan setelah nya mereka pergih keruangan meja makan untuk menyantap makanan yang telah Rui beli di sebuah lestoran yang ada di Desa Angin ini,


Sehabis makan malam bersama mereka, Edward melanjutkan pekerjaan nya membuat beberapa potion dan juga beberapa pil penguat tubuh, Edward terus bekerja semalaman penuh membuat semua keperluan nya, Edward membuat sekitar 5000 HP potion tingkat rendah 1000 potion tingkat menengah dan 500 potion tingkat tinggi, 200 mana potion tingkat tinggi 500 mana potion tingkat menengah dan 1000 mana potion tingkat rendah, 300 pil penguat tubuh, dan membuat 1000 pil yang berpungsi berbeda-beda seperti pil peningkat jiwa, pil peningkat element bawaan, dll.


Edward dengan sengaja membuat banyak stok di dalam gudang nya dan membuat daftar tulisan jumblah penjualan yang harus di jual perhari nya, agar stok barang dan potion yang ada di dalam gudang tidak habis dengan cepat, Edward akan memerintah kan Rui untuk menjual 500 potion perhari nya, 30 pil penguat tubuh perhari nya dan untuk pil yang berbeda-beda jenis nya perhari akan menjual 10 pil di setiap jenis nya,


Keesokan pagi nya Edward memanggil Ashaki Rui untuk menemui nya, dia memerintah kan Rui untuk membawa beberapa orang yang menurut nya dapat di percaya untuk menemani nya mengurusi toko milik Edward,


Sedangkan untuk Gorhan seperti biasa dia kembali ke Guild untuk memulai pelatihan nya,


"Haruna... Menurut mu Harga potion tingkat rendah sampai tingkat tinggi di benua ini berapa harga nya..?" Tanya Edward kepada Haruna,


"Ohhh... Untuk itu aku tahu" Ucap Haruna


"Hhhmmmm... Kalau begitu cepat katakan berapa harga-harga potion dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi..?" Ucap Edward


"Hmmm.. baik, HP potion tingkat rendah seharga 10 keping emas, untuk tingkat menengah 20 keping emas dan untuk HP potion tingkat tinggi 30 keping emas, kalau untuk mana potion tingkat rendah seharga 5 keping emas tingkat sedang 15 keping emas dan untuk tingkat tinggi 25 keping emas" Ucap Haruna menjelas kan harga-harga dari potion yang dia tahu,


"Terimakasih Haruna.. atas penjelasan nya" Ucap Edward


Edward menulis semua rincian harga potion perbotol nya, agar Ashaki Rui dapat dengan mudah mengetahui harga jual dari potion-potion yang akan di jual,


Tidak lupa Edward pun menjumblahkan total potion dan pil yang akan dia jual beserta total harga pembelian bahan-bahan pembuatan potion beserta pil,


Harga untuk satu pohon herbal untuk pembuatan HP potion seharga 20 keping perak, sama hal nya dengan harga tanaman herbal untuk pembuatan mana potion,


Catatan : 100 keping perak sama dengan 1 keping emas dan 1 keping perak sama dengan 100 keping perunggu,


.


Sfx : tok tok tok..!! ( Suara ketukan pintu )


"Permisi tuan..? Orang yang anda minta aku untuk bawakan, mereka ada di depan," ucap Ashaki Rui


"Oh.. Rui kau sudah datang..? Suruh mereka masuk menemui ku," Ucap Edward memerintahkan Rui untuk membawa masuk orang-orang yang di bawa nya,


"Baik tuan..." Ucap Rui sambil membungkukan badan nya memberikan hormat kepada Edward dan melangkah keluar dari ruangan Edware untuk memanggil orang-orang yang tadi di bawa nya,


Setelah nya Rui kembali kedalam ruangan yang Edward pakai untuk di jadikan tempat kerja nya,


Sfx : Tok tok tok..!!! ( Suara ketukan pintu )


"Permisi tuan..?" Ucap Rui setelah mengetuk pintu,


"Yah.. masuk lah Rui.." Ucap Edward setelah mendengar ucapan dari Rui,


"Tuan perkenalkan mereka anak-anak dari panti asuhan yang ada di kota ini," Ucap Rui


Edward hanya membalas nya dengan senyuman dan menganggukan kepala nya, Rui yang melihat hal itu mengerti dan langsung memperkenal kan orang-orang yang dia bawa untuk di perkenalkan kepada Edward,


"Tuan perkenal kan, yang berbadan besar ini, bernama Judo, dan perempuan yang satu ini bernama Erika, dan lelaki yang berambut pirang ini bernama Shaido,"


"Hmmmm...ya, perkenal kan nama ku Edward Van De Guard pemilik toko ini, dan Apakah kalian memiliki kartu tanda pengenal..?"


Edward menanyakan kepada mereka tentang kartu tanda pengenal,


"Maaf tuan, sebelum nya kami tidak memiliki kartu tanda pengenal," ucap mereka secara serempak,


"Oh begitu yah.. hhhmmmm... Rui apakah kau juga tidak memiliki kartu tanda pengenal..?" Ucap Edward


"Aku memiliki nya tuan, namun hanya kartu tanda pengenal biasa,"


"Baik lah.. kalau begitu nanti akan aku buatkan untuk kalian, pertama-tama kalian harus tanda tangani kontrak ini, dan juga mengisi bio data kalian," ucap Edward memberikan beberapa lembar kertas kepada masing-masing dari mereka,


Setelah nya Edward memerintahkan mereka untuk pulang menyiapkan diri mereka untuk pekerjaan yang akan mereka terima esok hari,


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue


__ADS_2