THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
25. IBU KOTA KEKAISARAN SHIN-ZU, KOTA USHUKA.


__ADS_3

Tidak butuh waktu sehari, Edward beserta rombongan nya tiba di depan gerbang ibu kota kekaisaran SHIN-ZU,


"Berhenti.. kalian di sana..!!" Ucap penjaga gerbang kepada rombongan Edward,


Edward beserta yang lain nya seketika berhenti ketika mendengan perkataan dari prajurit penjaga gerbang,


"Kalian tidak boleh masuk, tunjukan identitas kalian..?" Ucap prajurit penjaga gerbang,


Saat Edward ingin melangkah masuk kedalam, langkah nya di hentikan oleh Haruna,


Haruna melangkah maju kedepan menghampiri prajurit penjaga gerbang,


Saat Haruna tiba di depan prajurit penjaga gerbang itu, dia mengeluarkan lencana milik keluarga utama kekaisaran SHIN-ZU,


Sontak Seketika prajurit yang menjaga pintu gerbang itu langsung terkejut ketika melihat lencana yang di keluarkan oleh Haruna, yah.. siapa yang tidak tahu lencana keluarga utama kekaisaran SHIN-ZU di ibukota Kekaisaran SHIN-ZU itu sendiri, dan mereka juga tahu siapa yang ada di hadapan mereka putri sulung dari yang mulia kaisar Ziyun Minamoto SHIN-ZU, tuan putri Haruna Minamoto SHIN-ZU yang telah di kabarkan menghilang sejak beberapa bulan yang lalu,


Para penjaga gerbang segera mengepung Edward serta kelompok nya, mereka sengaja melakukan itu hanya sekedar untuk memeriksa dan memastikan bahwa lencana keluarga utama kekaisaran SHIN-ZU yang di perlihatkan oleh Haruna kepada para penjaga, adalah lencana keluarga kekaisaran yang asli,


Kapten dari prajurit penjaga gerbang, melangkah maju dan berbicara kepada Edward yang menurut pandangan nya Edward pasti lah pemimpin dari rombongan yang berjumblah sekitar 39 orang,


"Maaf.. kalian tidak boleh masuk sekarang, kalian akan di periksa terlebih dahulu, harap kerjasama nya," ucap Kapten prajurit penjaga gerbang ibu kota kekaisaran SHIN-ZU,


Setelah Edward mendengar ucapan dari kapten prajurit penjaga gerbang, Edward segera maju, untuk mewakili semua rombongan nya,


"Ya.. baik, kami akan ikut dengan kalian untuk pemerikasaan lebih lanjut," ucap Edward menjawab pertanyaan dari kapten prajurit penjaga gerbang,


"Baik..kalian ikuti aku.." ucap kapten prajurit penjaga gerbang kepada Edward beserta rombongan nya,


"Ya.. baik.." ucap Edward membalas ucapan dari kapten prajurit penjaga gerbang, dan setelah nya Edward berkata kepada Haruna,


"Haruna... Tenang lah.. kita ikuti saja apa yang di katakan para penjaga itu," ucap Edward menenangkan Haruna dan merangkul pundak nya,


Haruna yang sempat akan meluapkan amarah nya kepada para prajurit penjaga gerbang, seketika mereda ketika Edward datang dan menenangkan nya,


Perasaan yang hangat dan menenangkan yang di rasakan oleh Haruna ketika Edward menenangkan nya dengan merangkul pundak nya ke dalam dekapan nya, membuat perasaan yang awal nya di penuhi dengan amarah seketika mereda, dan nampak memerah di sekitar ke dua pipi haruna,


"I.. Iya.. Edward.." Jawab Haruna sambil menganggukan kepala nya dan tersenyum ke arah Edward,


Setelah nya Edward beserta Rombongan nya di arah kan ke dalam sebuah pos pemeriksaan,


Setelah sampai di pos pemeriksaan,


"Mohon maaf bisa kah anda menyerahkan lencana itu kepada ku untuk di periksa..?" Ucap kapten prajurit penjaga,


Edward kembali menenangkan Haruna dan memerintahkan nya untuk menyerahkan lencana itu kepada kapten prajurit penjaga untuk di periksa,


"Haruna.. tidak apa, biarkan mereka memeriksa lencana itu," ucap Edward sambil duduk di samping Haruna dan mengusap kepala nya,


Lagi.. lagi.. dan lagi.. haruna di buat tidak berdaya oleh Edward dan membuat jantung nya berdegup dengan kencang, tanpa menjawab sepatah kata pun Haruna menuruti apa yang di katakan oleh Edward,


"Hhmmm.. terimakasih.. oh ya.. perlihatkan juga kartu tanda pengenal kalian untuk aku periksa," ucap kapten prajurit penjaga,

__ADS_1


Edward beserta yang lain nya menunjukan kartu tanda pengenal mereka kepada kapten prajurit,


"Ohhhh... Apa kalian keluarga Toko Guard.?"


Ucap kapten prajurit penjaga bertanya kepada Edward setelah melihat kartu tanda pengenal yang di perlihatkan oleh Edward,


"Ya.. lebih tepat nya kakak adalah pemilik utama dari Toko Guard," ucap Gorhan menjawab pertanyaan dari kapten prajurit penjaga,


"Ya.. baik lah, kalian harap tunggu untuk sementara waktu, aku akan memerintahkan beberapa prajurit untuk melapor kepada pihak dalam kekaisaran, menyangkut tentang lencana ini," ucap kapten prajurit penjaga,


Edward beserta yang lain nya mau tidak mau harus menunggu lebih lama lagi untuk masuk ke dalam ibu kota kekaisaran,


Setelah nya kapten prajurit penjaga itu memerintahkan salah satu penjaga yang lain untuk melapor kepada yang mulia kaisar Ziyun Minamoto SHIN-ZU, tentang lencana keluarga utama kekaisaran SHIN-ZU, yang di perlihatkan oleh Haruna,


Di sisi lain..


Di dalam ruangan Tahta kekaisaran SHIN-ZU,


Sfx : Drap.. Drap.. Drapp..!!! (Suara langkah kaki prajurit yang menggunakan armor full plate dengan langkah tergesa-gesa)


Sfx : Brraaggg..!!! (Suara pintu yang di dorong dengan keras)


Prajurit yang tergesa-gesa dan mendobrak pintu ruangan pertemuan kekaisaran,


Para petinggi kekaisaran yang melihat kelakuan dari prajurit yang dengan tidak sopan nya mendobrak pintu ruangan pertemuan, segera memasang wajah geram, mereka semua yang ada di dalam ruangan merasa sangat marah kepada prajurit yang lancang itu,


"Lancang sekali kau..!! Memasuki Ruangan pertemuan dengan mendobrak kan pintu..!!" Ucap salah satu Jendral kekaisaran SHIN-ZU,


segera berlutut di hadapan yang mulia kaisar dan memohon ampun serta memberi tahu maksud kedatangan nya yang secara tidak sopan dan tergesa-gesa,


"Mo..Mohon maaf yang mulia kaisar..? Hamba...telah lancang dan tidak sopan memasuki ruangan pertemuan..? Ha.. Hamba hanya ingin menyampaikan informasi penting," Ucap prajurit itu dengan nada sedikit gemetar,


Yang mulia kaisar Ziyun yang pada awal nya sempat merasa kesal kepada prajurit itu, segera mengankat tangan nya setelah mendengar ucapan dari prajurit itu bahwa diri nya membawa informasi penting,


Semua yang melihat yang mulia kaisar mengangkat lengan kanan nya, segera diam dan kembali ke posisi masing-masing,


"Ya.. Bicara lah.. aku harap informasi mu itu sangat lah penting hingga sampai menunda pertemuan ini untuk sementara," jawab Yang mulia kaisar Ziyun dengan nada bicara sedikit mengandung aura intimidasi,


Setelah perkataan dari yang muli kIsar Ziyun selesai prajurit itu mulai berbicara dan menunjukan satu lencana yang dia ambil dari Haruna untuk di periksa,


Seketika Yang mulia kaisar Ziyun langsung berdiri dan melangkah kan kaki nya mengambil satu lencana yang di perlihatkan oleh prajurit itu,


"I... Ini kan.. Haruna.. putri ku, dia masih hidup..?" Ucap yang mulia kaisar setelah mengambil lencana yang di perlihat kan oleh prajurit itu kepada nya


Tanpa di sadari oleh nya air mata nya berderai menetes dan membasahi kedua pipi yang mulia kaisar Ziyun,


"Dimana kau mendapat kan lencana ini..!!? Cepat kata kan..!!?" Ucap yang mulia Ziyung yang tidak sabar ingin mengetahui keadaan putri semata wayang nya,


Yang mulia Kaisar Ziyun sudah tidak memiliki siapa pun di dunia ini setelah ibu kandung Haruna atau yang mulia Ratu telah meninggal dunia setelah melahirkan Haruna, Hanya putri nya lah satu-satu nya orang yang penting di dunia ini bagi yang mulia Kaisar Ziyun, maka dari itu yang mulia setelah melihat lencana milik keluarga nya dia merasa sangat senang,


"Ya.. Yang mulia.. Hamba mendapatkan lencana ini, dari seorang wanita yang ikut serta ke dalam rombongan keluarga Guard,

__ADS_1


"Apa.. kau bilang.. Seorang perempuan.. dan keluarga Guard..!!!?" Ucap salah satu Jendral besar kekaisaran angkat bicara setelah tersentak mendengar ucapan dari prajurit yang membawa informasi,


"I.. iya.." ucap prajurit itu menjawab pertanyaan dari Jendral besar kekaisaran,


"Jendral Jin.. pergih lah.. jemput yang mulia putri, dan sambut kedatangan keluarga bangsawan Guard, bagai mana pun, jika memang wanita itu adalah putri ku, yang berarti dia telah menyelamat kan putri ku," ucap Yang mulia Kaisar Ziyun kepada Jendral Besar Jin Qin,


"Siap... Laksanakan Yang Mulia Kaisar.." ucap Jendral menjawab titah yang di berikan oleh yang mulia Kaisar kepada nya,


Dan setelah itu Jendral Besar Jin dan prajurit pembawa informasi itu keluar dari ruangan, dan pergih memenuhi titah dari yang mulia Kaisar Ziyun,


Di sisi lain, Edward dan kelompok nya hanya diam menunggu selesai nya pemeriksaan,


Selang beberapa menit kemudian, Jendral beserta prajurit yang tadi membawa lencana dan informasi dari kapten prajurit penjaga datang kedalam ruangan pos pemeriksaan,


Sfx : ckleekk... krieetttt..!!! (Suara pintu yang terbuka)


Ruangan yang sempat Hening dalam waktu beberapa menit, mendengar suara pintu terbuka semua pasang mata yang ada di dalam ruangan tersebut langsung tertuju kepada sosok orang yang membuka pintu itu, kecuali Edward, yah.. hanya Edward yang telah mengetahui dengan skil resepsi Energi mana yang dia miliki, dia mampu mendeteksi energi mana yang cukup besar dari seseorang, maka dari itu dia tahu siapa yang datang keruangan itu, pasti lah orang yang sangat penting di kekaisaran SHIN-ZU,


Kapten prajurit yang melihat seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan itu, segera berdiri dan memberikan Hormat nya kepada orang itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jendral Besar Jin Qin dari kekaisaran SHIN-ZU,


"Salam hormat ku Jendral Besar Jin,?" Ucap kapten prajurit penjaga kepada Jendral besar Jin,


Jendral Jin hanya membalas nya dengan anggukan kepala nya saja, setelah itu dia menyusuri setiap wajah orang-orang yang ada di dalam ruangan itu,


Setelah nya Jendral Besar Jin merasa sangat terkejut, ketika melihat wajah seseorang yang tidak asing bagi nya, yah tidak lain dan tidak bukan dia adalah yang mulia putri Haruna yang selama ini dia kenal,


Jendral Jin sangat mengenal Tuan Putri Haruna sejak Haruna masih kecil, Jendral Jin telah mengabdi kepada kekaisaran SHIN-ZU selama hampir 35 tahun, maka dari itu Jendral Jin sangat mengenal Tuan putri Haruna,


"Yang mulia putri..!!" Ucap Jendral Jin yang mengetahui bahwa Haruna adalah Tuan Putri Kekaisaran SHIN-ZU, Jendral Jin segera berlutut di hadapan Tuan putri yang di ikuti oleh prajurit yang ada di dalam ruangan itu,


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut mengetahui bahwa selama ini yang berada di sisi mereka adalah Tuan Putri Kekaisaran SHIN-ZU, kecuali Edward yang sejak awal telah mengetahui identitas asli Haruna,


"Berdiri lah paman Jin.. aku sudah sangat lelah ingin segera ke kediaman ku, dan beristirahat," ucap Haruna kepada Jendral Jin,


Jendral Jin yang mendengar ucapan dari Tuan Putri Haruna segera berdiri dan memimpi jalan untuk membawa Tuan Putri Haruna ke kediaman nya,


.


.


.


.


.


.


.


Continue..

__ADS_1


__ADS_2