
"GON.. kita akan punya keluarga baru," Ucap Edward memberitahukan kepada Gon bawa diri nya mendapatkan rekan untuk Gon
"Hahhh...Siapa itu kak..?" Jawab GON bertanya kepada Edward dengan penuh antusias
"Tenangkan diri mu GON.. Nanti juga kau akan mengetahui nya" Ucap Edward
Setelah percakapan singkat dengan GON Edward berbicara dengan system melalui pikiran nya, agar GON tidak dapat mendengar nya, di dalam percakapan Edward dengan system, Edward memerintahkan system untuk mempercepat penetasan telur naga yang di beli nya, dan dengan mengorban kan 200.000 poin tukar untuk membeli ramuan sihir mempercepat peroses penetasan telur, dan telur naga yang Edward beli akhir nya menetas, setelah di lumuri ramuan mempercepat penetasan telur,
Kobaran api merah tiba-tiba menyala di sisi Edward, membentuk sebuah pusaran api, semangkin membesar dan memanas namun seberapa panas nya api tersebut tidak mempengaruhi Edward dan juga GON,
GON hanya memandang sedikit terpana dengan kejadian yang ia lihat, fenomena dari pusaran api panas terus berputar-putar, dan pada akhir nya pusaran api tersebut menghilang, dan menampakan wujud dari seekor naga kecil berwarna merah terang yang di kombinasikan dengan warna emas di bagian tanduk dan juga setiap ujung dari sisik-sisik nya,
Sosok naga itu hanya duduk seperti boneka naga yang lucu dan menggemaskan, GON yang melihat naga kecil itu, tidak bisa menutupi kebahagiaan yang terpancar di wajah nya, kedua mata GON terbuka menatap lurus dengan mata yang berbinar-binar, kebahagiaan yang GON rasakan tidak bisa di ungkap kan dengan kata-kata, sebab di karnakan kedua nya sama-sama dari RAS naga, ras naga adalah ras terkuat di dunia ini, namun tingkat populasi nya semangkin berkurang sejak kejadian perang dunia beribu-ribu tahun silam, kenapa naga di kategorikan sebagai ras bukan sebagai monster, di karnakan tingkat kecerdasan ras naga melebihi monster-monster pada umum nya bahkan melebihi ras yang lain nya, maka dari itu GON sangat senang bertemu dengan naga itu,
"Huaaa....!!! Kakak.. terimakasih," Ucap GON dengan sangat bahagia,
"Sudah, sudah lah GON, dia adalah anggota keluarga kita yang baru," Ucap Edward sambil menenangkan GON
"Hahh.. apa kah itu sungguhan kakak..?" Ucap GON yang nampak senang dan memastikan ucapan dari kakak nya Edward,
"Iyah.. GON, baik lah GON, aku akan memberikan nama untuk nya," Ucap Edward kepada Gon,
Setelah itu Edward melakukan seperti apa yang ia lakukan ketika memberikan nama kepada GON,
"Ahhh.. sulit sekali memberikan nama yang pantas untuk nya," Gumam Edward dan memikirkan sebuah nama yang pantas untuk naga merah yang baru saja dia miliki,
"Baik lah... Nama mu sekarang adalah GORHAN Vand De Guard," Ucap Edward dengan lantang, memberikan sebuah nama kepada naga merah itu,
Naga itu hanya mengangguk menerima pemberian nama dari Edward, seketika tubuh naga kecil itu bercahaya, cahaya yang sangat menyilau kan mata, di saat cahaya yang begitu menyilaukan perlahan menghilang dan hanya menampakan wujud dari sesosok anak kecil berumur 7 tahun yang sangat menggemaskan, rambut yang panjang dan berwarna merah bercampur warna emas, bola mata yang jernih dengan pupil mata berwarna emas namun tampak seperti mata reptil, kulit yang putih susu, sosok anak kecil itu nampak agung di tambah dengan pakaian nya yang berwarna merah, pakaian ala bangsawan kelas tinggi,
Edward beserta GON hanya mampu memandang dengan tatapan takjub ke arah Gorhan, Gorhan hanya tersenyum, setelah nya ia pun berkata kepada Edward dan GON
"Apa kah ada yang salah dengan perubahan ku..?" Ucap Gorhan bertanya dengan penuh keheranan setelah melihat Edward dan Gorhan yang menatap diri nya,
Segera setelah Gorhan melemparkan sebuah pertanyaan nya, Edward tersadar dari lamunan nya,
"Ahh... Tidak.. tidak ada yang salah dengan perubahan mu, Aku hanya terpana, dan kagum melihat perubahan manusia mu." Ucap Edward
Gorhan hanya tersenyum menanggapi jawaban dari Edward, sedangkan GON masih diam terpukau melihat Gorhan,
"Hahhh...(menghela napas) Gorhan," Ucap Edward memanggil Gorhan
"Ya tuan.." Ucap Gorhan
"Perlu kau ketahui, kau, aku dan juga GON, mulai saat ini kita adalah satu keluarga, tidak perlu formal jika berbicara kepada ku, aku akan menjadi kakak pertama mu, dan GON akan menjadi kakak kedua mu, apa kau mengerti..?" Ucap Edward memberitahukan status ikatan mereka
"Ya.. aku mengerti kakak.." Ucap Gorhan
"Baik.. kita sudahi pembicaraan kita, sekarang saat nya kita melanjutkan perjalanan kita menyusuri DUNGEON ini," Ucap Edward
Ketiga nya pun memulai perjalanan mereka kembali, di tengah-tengah perjalanan, mereka sempat di hadang oleh gerombolan-gerombolan monster, tapi dengan mudah mereka menghabisi setiap monster-monster yang datang menghadang jalan mereka, tidak lupa juga Edward sering kali memerintahkan GON untuk mencari monster yang bisa di konsumsi oleh manusia,
Tidak terasa 6 bulan telah berlalu dengan begitu cepat, kini mereka berada di lantai terakhir, lantai yang penuh dengan larva-larva panas, BOS monster terakhir yang mereka hadapi adalah seekor monster berbentuk ular yang sangat besar, tubuh monster ular itu terbentuk dari bebatuan larva, di ujung dari ruangan itu terdapat sebuah ruangan yang di dalam nya ternyata ada seorang gadis cantik yang terpasung tak berdaya,
__ADS_1
Sontak ketika Edward melihat ruangan itu membuat nyah ingin segera mungkin untuk mengalahkan monster terakhir itu,
"Gon, Gorhan.. bersiap lah, kita akan segera menghadapi nya, namun sebelum itu, Gon, Gorhan... Pakai lah pedang ini.."
"Baik kak...!!" Jawab mereka serempak,
Edward memberikan dua buah pedang dengan rank legendary kepada mereka berdua, Gon di berikan pedang hitam legam dengan kedua sisi yang tajam pedang itu memiliki nama Dark star, dan pedang pendek yang berwarna merah menyala di berikan kepada Gorhan, nama dari pedang itu adalah pedang penguasa api,
Segera setelah itu mereka bertiga langsung melaju untuk menyerang BOS monster, namun bos monster itu tidak lah bodoh, dia memanggil anak buah nya untuk membantu menyerang Edward, Gon dan juga Gorhan.
Tanah tempat mereka bertiga pijak bergetar dengan sangat kencang menggoncangkan dinding dan langit-langit di ruangan tersebut, larva panas menyembur ke atas seperti air mancur yang ada di taman-taman, seketika ratusan monster berbentuk golem-golem larva raksaksa terbentuk dan berlarian menerjang Edward dan yang lain nya,
Sontak saja kejadian itu membuat Edward merasakan kekahwatiran, sebab baru pertama kali Edward melawan monster yang berbentuk Golem, Golem di kenal bukan hanya pertahanan nya saja yang kuat namun serangan dari monster golem pun sangat kuat dan berakibat fatal jika terkena serangan nya, dan jumblah dari monster golem mencapai ratusan, hal itu lah yang membuat Edward nampak kahwatir,
"Hahh...(menghela napas) Sungguh.. ini akan menjadi pertarungan yang sangat merepotkan.." Ucap Edward
"Gon..!! Kau serang sisi kiri, Gorhan kau serang sisi kanan, Usahakan untuk menghindari serangan mereka, dan aku akan menyerang kebagian tengah, apa kalian siap..!!"Ucap Edward
"Ya... Kakak, kami siap,!!" Ucap mereka berdua serempak dan segera membentuk kuda-kuda untuk bertarung,
"Baik lah, sekarang.... Serang....!!!" Teriak Edward mengomandoi penyerangan mereka,
Tidak bisa di elakan lagi, benturan dari kedua kubu segera terjadi, dari kubu Edward yang hanya berjumblah 3 orang mampu mengimbangi serangan dari ratusan monster,
Sfx : Duarrrr.... Splass... Zrettt zrett.. crang... Tang tang...!!!!
Suara ledakan, tebasan, tusukan dan dentingan senjata yang beradu dengan tubuh monster golem terdengar keras di ruangan tersebut,
Edward dengan cepat berlari menggunakan skil nya (Shadow step), dan menebas setiap monster Golem yang ada di dekat nya walau pun Golem-golem itu tidak langsung hancur setidak nya monster itu terpental jauh dan berkurang HP nya,
Monster Golem yang terkena serangan tunggal itu lansung hancur berkeping-keping,
Tidak puas dengan menyerang satu monster, Edward langsung berlari menyerang monster yang lain yang ada di dekat nya,
"Clone, shadow step, death area, light of sword, 1000 pedang, tarian 1000 pedang bunga kematian...!!!" Teriak Edward mengucapkan beberapa skill nya sekaligus dan menyerang monster-monster golem,
Edward bersama ketiga clone bergerak dengan sangat cepat, menari di tengah-tengah grombolan monster golem, sedang kan di sisi kanan Gorhan dengan pedang api nya tampak sedikit kewalahan di karnakan element nya dan element monster golem beratribut sama yaitu api, Gon yang berada di sisi sebelah kiri sangat menikmati pertarungan nya, dia dengan mudah menghancurkan golem-golem itu dengan semburan api hitam membakar monster tersebuh sampai menjadi debu,
Edward yang melihat Gon telah mengahabisi monster-monster yang berada di sisi kiri, segera memerintahkan Gon untuk membantu Gorhan yang berada di sisi kanan,
"Gon..!!! Cepat kamu bantu adik mu, Gorhan..!!" Ucap Edward dengan lantang memerintahkan Gon,
Gon yang mendengar perintah Edward tanpa banyak bertanya diri nya segera masuk ke dalam pertempuran yang Gorhan lakukan dengan monster golem,
"Sial..!! Ini akan sulit untuk ku, element mereka sama dengan ku,!!" dalam benak Gorhan,
Di saat Gorhan sedang memikirkan cara bagai mana untuk menghabisi monster Golem, salah satu monster menyerang dari sudut buta Gorhan, Gorhan yang menyadari akan datang nya serangan tersebut segera melakukan gerakan untuk menghindar namun keterlambatan Gorhan yang menyadari serangan itu, membuat diri nya pasrah dan hanya mampu untuk menahan serangan itu dengan sekuat tenaga,
"Apa aku akan mati di sini, hahhh... Sudah lah tidak buruk juga mati di tangan mereka, setidak nyah aku mati berjuang bersama tuan ku.." Pikir Gorhan yang pasrah dengan nasib nya,
Namun hal yang sangat mngejut kan terjadi ketika di detik-detik terakhir Gorhan ingin menutup mata nya, monster golem yang menyerang nya, mati terbelah menjadi dua bagian,
"Heii...Gorhan...!! kenapa kau malah melamun di saat seperti ini..!!" Ucap Gon menyadarkan Gorhan dari keterkejutan nya,
__ADS_1
"Ka..kakak Gon..!!" Ucap Gorhan yang tersadar dari keterkejutan nya
Dan tiba-tiba air mata Gorhan menetes tanpa bisa terbendung,
"Huaaaa....!!! Kakak Gon...!! Huaaa... Hiks.. hiks hiks... Te.. terimakasi kak Gon sudah menyelamat kan aku, kalau saja kakak gon tidak datang mungkin aku akan mati di tangan mereka.. huaaa... Hiks hiks..!!" Ucap Gorhan sambil terisak-isak, menangis dan memeluk Gon,
"Hahahahahaha... Kau tampak lucu Gorhan.. hahahaha...!! Sudah-sudah.. tak perlu di pikirkan, sekarang biarkan aku yang mengurus mereka semua," Ucap Gon menenangkan Gorhan dan mengambil alih pertempuran Gorhan,
"Ba.. Baik lah.. terimakasih kakak..?" Ucap Gorhan,
Gon langsung menyerang monster-monster golem dengan skill api hitam nya, tanpa perlawanan yang berarti monster-monster golem dengan cepat mati dan hanya menyisakan tumpukan debu-debu dari sisa-sisa tubuh monster yang terbakar,
Gorhan yang menyaksikan hal tersebut takjub melihat kehebatan kakak nya Gon,
Di sisi lain Edward terus menyerang dengan pedang onimaru nya, tidak terasa monster-monster yang berjumblah ratusan telah habis terbantai oleh ketiga orang itu, tepat nya hanya dua orang, Gon dan Edward,
"Sekarang hanya tinggal kau seorang monster jelek..!!" Ucap Edward memprovokasi monster tersebut,
"Hahahahaha dasar... Manusia tidak berguna, di mata ku, kau hanya lah seekor semut, berapa banyak pun jumblah nya, semut tetap lah semut.. hahahahaha...!!!" Ucap monster itu di iringi dengan gelak tawa nya yang keras,
Monster itu terus tertawa dengan riang, namun tawa nya terhenti ketika melihat Gon dan Gorhan karena kedua nya adalah sosok Devine beast yang agung dari ras naga,
"Oohhh... Sungguh menarik..!! Dua ekor anak naga juga ada disini.. dengan begini aku akan sangat berterimakasih atas makanan nya manusia... Hahahahahahaha..!!!" Ucap monster itu merasa bahagia dengan santapan nya hari ini,
"Hahhh... Sudah cukup ocehan mu itu cacing, telinga ku sakit mendengar ucapan mu.." Ucap Edward memprovokasi monster itu
"Lancang sekali kau manusia rendahan..!!" Ucap Monster itu dengan geram dan mengeluarkan tekanan yang di miliki nya,
Monster itu langsung menyemburkan api yang sangat panas ke arah Edward, namun hal yang sangat mengejut kan terjadi kepada Edward, Edward tidak menghindar dari serangan tersebut, dia hanya diam menatapi serangan dari monster itu..
Saat serangan itu mengenai Edward suara dentuman yang sangat keras terjadi, debu membumbung tinggi kelangit-langit ruangan, dengan satu kali sabetan pedang, Edward menyingkirkan debu-debu yang menghalangi pandangan nya,
Edward berdiri tegak di tengah-tengah kawah yang tercipta dari serangan monster itu, dia berdiri memegang pedang katana onimaru nya,
Edward yang sebelum nya menggunakan armor full plat raja kegelapan dan cincin dewa api phonix, berhasil menetralisir dampak dari serangan tersebut meskipun mengalami luka sedikit, namun itu tidak berdampak sama sekali kepada Edward yang telah meningkat tingkat regenerasi HP nya, dengan tenang Edward melangkah kan kaki nya perlahan mendekati monster itu untuk memulai serangan nya,
"Baik lah... sudah saat untuk mu beristirahat ONIMARU.." Ucap Edward kepada pedang nya,
Dan setelah Edward mengucapkan beberapa kata kepada pedang onimaru yang selama ini di pakai oleh Edward, kini pedang itu di masukan kembali kedalam inventory nya, bersamaan dengan itu Edward mengambil pedang yang lebih tinggi tingkatan nya dari pedang Onimaru, yahh.. pedang KUSANAGI,
Perlahan tangan kanan Edward menarik pedang KUSANAGI, pedang yang muncul di udara layak nya pedang yang muncul dari dimensi yang berbeda, namun yang sebenar nya Edward hanya mengambil pedang itu dari inventory nya,
Sesaat kemunculan pedang KUSANAGI udara di sekitar ruangan menjadi dingin, semua orang merasakan tekanan kekuatan yang besar, kecuali Edward pemilik pedang tersebut, Gon dan Gorhan dengan sekuat tenaga menahan tekanan dari pedang KUSANAGI milik Edward,
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Continue....