
Malam yang panjang, sebagian prajurit pasukan yang menjaga benteng pertahanan sudah tertidur pulas, ada juga yang masih melakukan perawatan kepada prajurit yang lain nya, tidak lupa Edward memberikan semua Hp potion dan pil penyembuh kepada semua prajurit yang sedang terluka secara geratis,
Berkat bantuan dari Hp potion dan pil penyembuhan yang sangat mujarab, prajurit yang terluka parah dan yang terluka ringan segera sembuh hanya hitungan beberapa jam saja,
"Pasukan ku, esok pagi kita akan berangkat pulang ke Ibu kota kekaisaran, namun sebelum itu kalian harus membantu prajurit yang ada di sini untuk mengubur kan jasad-jasad yang ada di luar dinding,"ucap Edward memerintahkan kepada semua prajurit yang ada di pasukan nya,
"Siap Tuan..!!"ucap pasukan yang di pimpin oleh Edward secara serempak,
Semua prajurit milik Edward yang masih bugar membantu mengumpulkan mayat-mayat prajurit musuh maupun mayat-mayat prajurit pasukan kekaisaran SHIN-ZU,
"Salam hormat ku Tuan Besar Edward.. Tuan... Anda mendapat pesan dari Panglima Zhao, untuk datang menghadap pada nya,?" Ucap Takeshi Shui memberikan laporan kepada Edward,
"Ya... Terimakasih Komandan Takeshi, atas informasi yang anda berikan,?" Ucap Edward yang berterimakasih atas informasi yang di sampaikan oleh Komandan pasukan Keluarga Bangsawan Guard,
"Ya.. Tuan.." ucap Takeshi sambil memberikan hormat kepada Edward,
"Oh.. ya, Takeshi kau bantu lah prajurit yang lain untuk mengumpulkan mayat-mayat prajurit yang ada di luar gerbang," ucap Edward memerintahkan kepada Takeshi untuk membantu prajurit yang lain mengumpulkan mayat-mayat prajurit yabg tewas di bekas medan perang,
"Baik Tuan.." ucap Takeshi dan segera bergabung dengan prajurit yang lain untuk mengumpulkan mayat-mayat prajurit yang telah tewas,
Edward berjalan perlahan ke arah bangunan yang di tempati oleh Panglima Zhao, namun di tengah perjalanan diri nya di hampiri oleh Ashaki Rui,
"Saudara Edward, anda mau kemana malam-malam seperti ini,?" Ucap Ashaki Rui yang bertanya setelah melihat Edward berjalan seorang diri tanpa pengawal satu pun,
"Ahhh... Kebetulan sekali Rui, ikut lah bersama ku, kita akan kekediaman Panglima Zhao," ucap Edward mengajak Ashaki Rui untuk bertemu Panglima Zhai di kediaman nya,
"Baik lah.. kebetulan aku juga sedang ada waktu luang mlm ini," ucap Ashaki Rui,
Setelah nya mereka pergih ke kediaman Panglima Zhao,
Sesampai nya mereka di kediaman Panglima Zhao, Edward beserta Rui di sambut p hangat oleh prajurit yang menjaga kediaman Panglima Zhao,
"Silahkan masuk Tuan..?" Ucap prajurit penjaga kepada Edward serta Rui,
"Terimakasih paman penjaga..?" Ucap Edward yang berterimakasih karena telah di beri izin untuk masuk ke dalam kediaman Panglima Zhao,
Edward beserta Ashaki Rui di antar oleh penjaga itu menuju ruangan pribadi milik Panglima Zhao,
Sfx : Tok.. Tok.. Tok..(suara ketukan pintu)
"Permisi Tuan Panglima Zhao, Tuan Edward ingin menemui anda.." ucap penjaga yang mengetuk pintu ruangan pribadi Panglima Zhao,
Panglima yang mendengar itu langsung menyuruh tamu nya untuk masuk kedalam ruangan pribadi nya,
"Ohh... Persilahkankan mereka masuk," Jawaban dari Panglima Zhao kepada penjaga itu,
Setelah nya Edward dan juga Rui memasuki ruangan pribadi milik Panglima Zhao,
"Salam hormat ku Panglima Zhao," ucap Edward sambil membungkuk memberikan hormat nya kepada Panglima Zhao, di ikuti pula oleh Rui yang melakukan hal yang sama seperti Edward,
"Ya... Silahkan duduk Tuan Edward dan Tuan komandan," ucap Panglima Zhao,
"Terimakasih Panglima Zhao," ucap Edward berterimakasih kepada Panglima Zhao dan duduk di kursi yang telah di sediakan di ruangan itu,
"Ya... Sama-sama, dan terimakasih juga telah mau repot-repot datang memenuhi panggilan ku," ucap Panglima Zhao berterimakasih kepada Edward yang telah mau datang malam-malam ke kediaman nya hanya untuk memenuhi panggilan dari nya,
"Ya.. tidak apa Panglima Zhao, mohon maaf, jika saya boleh tahu, ada apa gerangan Panglima Zhao ingin bertemu dengan saya,?" Ucap Edward menanyakan prihal tentang undangan dari Panglima Zhao,
__ADS_1
"Ahhh... Anda memang selalu saja berbicara langsung ke inti nya saja, baik lah.. aku mengundang mu datang ke kediaman ku malam-malam begini, hanya untuk mendiskusikan prihal tentang barang rampasan dari sisa-sisa peralatan yang di pakai oleh prajurit Kerajaan Gou-Zhang, yang telah tewas.." Ucap Panglima Zhao yang langsung kepada inti pembicaraan,
"Ahhh soal itu.. apakah pihak Kekaisaran tidak mempermasalah kan nya,?" Ucap Edward menanyakan kepada Panglima Zhao tentang pihak dari Kekaisaran,
"Itu.. pihak kekaisaran sudah menyerahkan hasil rampasan nya kepada kita, yang telah berjuang untuk mempertahan kan Benteng perbatasan Kota ini," ucap Panglima Zhao,
"Hhhmmmm... Kalau begitu bukan kah tidak ada hubungan nya anda membicarakan nya kepada ku, Panglima Zhao,?" Ucap Edward yang merasa bingung dengan maksud dari ucapan Panglima Zhao,
"Hahahahaha.... Tentu ada hubungan nya Tuan Edward, jika boleh berkata jujur, anda adalah orang yang paling berkontribusi dalam peperangan ini, jika bukan karena anda dan pasukan anda yang datang membantu menyerang dan menghimpit pasukan musuh, kita tidak akan memperoleh kemenangan ini, maka dari itu saya selaku Panglima tertinggi di Kekaisaran ini, menyerahkan semua Hasil rampasan dari sisa peralatan yang di gunakan oleh pasukan musuh yang telah tewas kepada anda," ucap Panglima Zhao memberitahukan maksud dari perkataan nya,
"Ohhh... Kalau begitu baik lahh, namun sebelum itu aku hanya akan mengambil sepertiga hasil dari rampasan itu sisa nya aku serahkan kepada kebijaksanaan anda Tuan Panglima Zhao, karena aku sangat yakin, pasukan dari kubu anda banyak memakan korban jiwa, maka dari itu aku hanya akan mengambil sepertiga nya saja," ucap Edward kepada Panglima Zhao,
"Tuan.. Edward apa anda yakin..?" Ucap Panglima Zhao yang tidak percaya dengan ucapan Edward yang sangat menjunjung tinggi keadilan,
"Ya.. Panglima Zhao, hhhmmmm... Oh.. ya, jika saya boleh bertanya akan anda apakan peralatan dari rampasan perang itu,?" Ucap Edward kepada Panglima Zhao,
"Kalau itu, mungkin akan kami jual kepada kerajaan lain dan hasil nya akan aku sumbangkan kepada keluarga yang menjadi korban dari peperangan ini," ucap Panglima Zhao,
"Ohhh.. begitu yah," jawab Edward,
Namun sebelum Edward melanjutkan ucapan nya Ashaki Rui berbisik kepada Edward,
"Saudara ku, bukan kah lebih baik jika Toko Guard membeli semua peralatan rampasan perang itu, hal ini akan sangat menguntungkan bagi kita, karena kita saat ini sudah memiliki banyak ahli black smith, hanya kekurangan bahan untuk membuat nya," bisikan dari Rui kepada Edward,
"Yah.. kau benar Rui," ucap Edward membalas bisikan dari Rui,
"Panglima, maaf... Apakah boleh jika pihak dari keluarga Guard membeli semua peralatan rampasan perang itu, tidak perlu kahwatir kami akan membeli dengan harga yang sama dengan harga per item yang di jual di pasaran," ucap Edward memberi saran kepada Panglima Zhao,
"Apa...!!!..... Maaf.. maaf Tuan Edward, saya sedikit terkejut.. he.. hehe.. apa anda serius akan membeli semua peralatan itu,?" Ucap Panglima yang sedikit merasa terkejut,
"Ya benar Panglima Zhao, setelah saya mengambil sepertiga milik saya, anda boleh menjual sisa nya kepada saya dengan harga yang sama dengan harga yang ada di pasaran," ucap Edward menjawab ucapan dari panglima Zhao,
"Panglima.. kami akan membeli barang apa pun yang bisa kami jual, selama barang itu masih harga standar dari asli pasaran nya," ucap Edward,
"Apa anda serius tuan Edward..?" Ucap Panglima yang lagi dan lagi di buat terkejut oleh Edward, dia tidak tahu dan tidak akan pernah tahu seberapa banyak kekayaan yang di miliki Keluarga Bangsawan Guard,
" Tenang lah panglima, mohon maaf bukan nya saya merasa sombong dan atau apa pun itu, sejujur nya.. jika aku mau, bahkan seluruh rumah yang ada di kekaisaran ini beserta isi nya bisa saya beli dengan uang yang saya miliki," ucap Edward yang memberitahukan tentang sebagian besar kekayaan nya,
Catatan : thor udh malas menghitung jumblah keseluruhan harta yang di miliki oleh Edward,
"Yahh... Saya percaya pada anda Tuan Edward, baik lah kalau begitu anda baca lah terlebih dahulu dokumen perjanjian ini dan setelah nya anda harus menandatangani surat perjanjian ini, maka kerjasama kita akan terus berlangsung untuk waktu yang lama," ucap Panglima Zhao dan menyerahkan dokumen surat perjanjian menjalin kerjasama antara keluarga bangsawan,
"Ya.. Panglima," ucap Edward dan mengambil dokumen surat perjanjian kerjasama yang di berikan oleh Panglima Zhao kepada nya,
Kemudian Edward membaca dokumen itu, dan setelah nya Edward menandatangani surat perjanjian kerjasama antara keluarga Zhao dan keluarga Guard, dan memberikan dokumen surat perjanjian itu kepada panglima, namun Edward tidak lupa untuk mengambil salah satu surat perjanjian itu yang sudah tertera tanda tangan dari kedua belah pihak, untuk tanda bukti dari pihak keluarga Zhao,
"Terimakasih atas kerjasama nya Tuan Edward..?" Ucap Panglima Zhao dan mengulurkan tangan nya kepada Edward,
"Ya.. Terimakasih juga Panglima Zhao, semoga kedepan nya kerjasama yang akan kita jalani, berjalan dengan lancar," ucap Edward di sertai dengan berjabat tangan,
"Baik lah kalau begitu.. aku pamit undur diri dulu Panglima Zhao, karena malam sudah semangkin larut," ucap Edward berpamitan kepada Panglima Zhao,
"Yah.. silahkan Tuan Edward, dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak telah mau menjalin kerjasama dengan keluarga kami," Ucap Panglima Zhao,
"Sama-sama panglima Zhao," ucap Edward mengakhiri pertemuan mereka,
Dan setelah nya Edward pergih dari kediaman Panglima Zhao, dan berjalan melangkah menuju tempat peristirahatan kelompok Keluarga Bangsawan Guard,
__ADS_1
Di perjalanan Edward terus berbincang-bincang dengan Rui yang sejak tadi menemani diri nya,
"Rui.. aku akan memerintah kan mu untuk mendirikan Toko Guard di kota ini, dan satu hal lagi, Rui saudara ku, aku akan mempercayai semua nya kepada mu, maka dari itu kau yang akan mengendalikan semua Toko yang ada di kekaisaran ini," ucap Edward kepada Rui,
"Baik lah saudara ku, serahkan semua nya kepada ku, aku akan berusaha untuk memenuhi semua perintah mu," ucap Ashaki Rui menjawab ucapan Edward dengan penuh keyakinan,
"Bagus kalau begitu, oh.. ya, dan satu hal lagi, aku akan membiarkan Erika untuk membantu mu, dan menjadi asisten mu untuk mengurus semua toko yang ada di Kekaisaran ini," ucap Edward,
"A... Apa.. Apa saudara Edward sunguh membiarkan Erika menjadi asisten ku,?" Ucap Ashaki Rui sedikit merasa gugup ketika mendengar rencana yang di ucapkan oleh Edward,
"Ya.. itu benar Rui, sudah sangat jelas aku mengetahui nya tanpa perlu kau beritahu, kalian diam-diam memendam perasaan yang sama bukan, sudah lahh.. aku akan sedikit mengubah rencana ku demi hubungan kalian," ucap Edward kepada Rui,
"Saudara ku..." Ucap Rui yang kehabisan kata-kata,
Setelah nya Rui berbalik menghadap Edward dan ingin memeluk Edward dengan erat, namun hal itu dengan sangat mudah di hindari oleh Edward, kemudian Edward memukul kepala Rui mengguna kan tangan kanan nya yang di kepalkan,
"Apa apaan kau ini... Rui..!!! Kau pikir aku ini cowok apaan, walau pun aku sedikit merasa kesepian semenjak meningalkan Haruna di Ibu kota, bukan berarti aku ingin di peluk oleh mu...!!!" Ucap Edward yang terkejut dan memukul kepala Ashaki Rui,
"Aadududuh.. sakit..!!! Kau galak sekali saudara ku, aku kan hanya ingin memeluk mu, karena ingin berterimakasih kepada mu, sebelum nya kemarin kau mau memeluk ku," ucap Rui yang kesakitan menerima pukulan dari Edward,
" Hahhh... (Menghela napas) dasar kau ini, itu semua karena aku ingin membuktikan kepada yang lain bahwa kau adalah saudara ku," ucap Edward kepada Rui, menjelaskan kesalah pahaman,
"Iyahh.. maaf kan aku.. he.. hehehe.." ucap Rui kepada Edward,
Setelah itu Edward dan Rui masuk kedalam tempat peristirahatan kelompok pasukan keluarga Guard,
"Baik lah Rui, aku akan pergih untuk beristirahat terlebih dahulu, selamat malam" ucap Edward kepada Rui,
"Ya.. saudara ku.. selamat malam.." ucap Rui membalas ucapan dari Edward,
Tanpa terasa Edward dan juga Rui telah terjun ke alam mimpi yang indah, mereka begitu sangat kelelahan hingga rasa ngantuk menyerang mereka dengan begitu kuat nya, membuat mata mereka tak kuasa untuk di pejam kan,
.
Keesokan hari nya, di pagi hari yang cerah, ketika matahari menyongsongkan diri nya, Edward yang sudah terbangun sejak sebelum matahari terbit sudah siap untuk diri nya berangkat pulang ke ibu kota kekaisaran SHIN-ZU,
Takeshi Shui beserta seluruh pasukan yang dia bawa juga telah bersiap untuk berangkat ke ibu kota kekaisaran SHIN-ZU, begitu pun Hyukimura Hayato beserta pasukan nya,
"Tuan.. apa kita akan berangkat sekarang..?" Ucap Takeshi Shui kepada Edward,
"Ya.. kita berangkat sekarang, siapkan seluruh pasukan mu,? Hyukimura kita akan berangkat sekarang namun di pertengahan jalan kita akan berpisah menuju tujan masing-masing, kalian kembali lah ketempat awal kalian, kerjakan tugas kalian seperti biasa," ucap Edward memerintahkan kepada seluruh bawahan nya,
"baik Tuan Besar..!!!" ucap mereka serempak,
dan setelah nya mereka semua berangkat menuju ibu kota kekaisaran, Edward yang menaiki Suzaku dan terbang cukup tinggi di atas para pasukan nya yang sedang berjalan secara bersama-sama, mengawasi perjalanan pasukan nya dari atas langit,
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Continue...