THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
34. PERPISAHAN.


__ADS_3

Tanpa terasa sinar mentari menyinari sosok Edward dan juga Haruna yang sedang tertidur pulas bersama di sebuah Gazebo,


Semalaman penuh Haruna terus memeluk Edward seakan tidak ingin Edward pergih dari nya,


Semenit kemudian, Edward terbangun dari tidur nya,


"Haruna..?" Ucap Edward membangunkan Haruna yang masih tertidur dengan pulas nya,


"Jika melihat Haruna yang sedang tertidur, sungguh sangat manis.." dalam benak Edward,


"Hey.. Haruna.. ayok lah bangun.. sudah pagi," ucap Edward sekali lagi membangunkan Haruna dari tidur nya,


Tak lama kemudian dengan sedikit usaha Edward akhir nya bisa membangunkan Haruna,


"Hhhmmm... Edward.. ijin kan aku untuk memeluk mu lebih lama lagi," ucap Haruna dengan manja kepada Edward,


"Haruna.. sudah.. cepat lah bangun," ucap Edward sambil melihat ke kiri dan kekanan memasti kan tidak ada yang melihat diri nya tidur berduaan dengan Haruna,


Haruna pun terbangun dan duduk di sisi Edward,


"Edward... Terimakasih yah, untuk malam ini, kau telah mengabulkan semua keinginan ku, aku sangat bahagia, bisa bersama mu," ucap Haruna yang merasa sangat bahagia,


Perlahan wajah Haruna mendekat ke wajah Edward, namun ketika bibir Haruna akan menyentuh bibir Edward, Edward segera menghentikan nya, dengan kedua jari nya,


"Hentikan Haruna.. maaf bukan nya aku tidak menginginkan nya, tapi.. lebih baik kita membersihkan diri dulu," ucap Edward memberikan saran kepada Haruna,


"Hmmm...baik lah, kalau begitu aku permisi dahulu yah Edward, aku ingin mandi dan mengganti pakaian ku," ucap Haruna,


"Yah sudah cepat lah.." ucap Edward,


"Tapi kau jangan pergih, tunggu aku.." ucap Haruna yang memohon agar Edward mau menunggu nya,


"Iyah.. iyah.. cepat lah.." ucap Edward yang memerintahkan Haruna agar bergegas pergih membersihkan diri nya,


Setelah nya Haruna pergih untuk membersih kan diri nya dan mengganti pakaian nya, sedangkan untuk Edward dia mengambil Guard phone untuk melakukan panggilan nya kepada Ashaki Rui,


"Hallo.. Rui..tidak aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepada mu, bagai mana keadaan di sana,? apa kah pihak dari Kerajaan GOU-ZHANG telah mengambil semua mayat-mayat prajurit pasukan nya,? Ohhh...begitu yah, baik lah.. kau kumpul kan saja mayat-mayat itu, nanti siang aku akan pergih kesana untuk mengambil semua mayat-mayat itu, Rui.. ada hal yang mesti kau ketahui dan ada hal yang tidak perlu kau ketahui, jadi kau jangan lah banyak bertanya, ok.. terimakasih Rui, dah.. sampai bertemu kembali.." ucap Edward berkomunikasi lewat Guard phone kepada Ashaki Rui,


Di sisi lain di saat bersamaan di kota perbatasan Ghinshang tempat peperangan besar yang telah usai, Ashaki Rui menjawab panggilan telepon dari Tuan nya Edward,


"Ya hallo saudara ku, ada apa.. saudara ku, ohh.. di sini baik-baik saja, hhmmm.. untuk itu, hingga sampai saat ini tidak ada satu pun perwakilan dari pihak Kerajaan datang untuk mengambil mayat-mayat pasukan nya yang telah tewas, iyah.. sudara ku semua mayat-mayat itu telah di kumpulkan semua nya, kalau boleh aku tahu untuk apah saudara ku mengambil semua mayat-mayat itu,? He.. hehehe.. maaf aku hanya sedikit penasaran saja untuk apa mayat-mayat itu, ya.. sudah kalau begitu aku akan memerintahkan para bawahan ku untuk mengumpulkan mayat-mayat itu di satu titik di dekat Hutan arah sebelah barat, dan akan memerintahkan mereka untuk menjaga nya dari binatang atau monster buas, ya.. dah saudara ku, sampai bertemu kembali.." ucap Ashaki Rui menjawab semua pertanyaan dari Edward,


Kembali ke Edward saat ini..


"Hhhhmmmm.. akan ada lebih banyak lagi pasukan C-Borg ku, namun sebelum itu apakah ada skil yang mampu membangkit kan jiwa dari orang yang telah mati, hhhmmmm..." Gumam Edward di dalam pikiran nya,


"Lebih baik aku memeriksa skil-skil yang ada di dalam inventory ku terlebih dahulu, semoga saja ada skil yang mampu membangkit kan yang telah mati." Ucap Edward di dalam pikiran nya,


Setelah nya Edward melihat skil-skil yang dia miliki dalam inventory nya,


"Ahaa... Akhir nya ada skil yang mampu membangkitkan jiwa dari orang yang telah mati, hhmmm... Tapi masih banyak kekurangan dari skil ini, yaitu tidak bisa menyatukan bagian tubuh yang sudah terpisah dari tubuh utama nya, hahhh...(menghela napas) tidak apa lah, yang terpenting aku sudah mendapatkan skil ini," ucap Edward merasa sangat senang mendapatkan skil yang dia butuh kan, dan dia pun mempelajari skil itu sambil menyalin cetak biru dari perangkat robot yang akan dia buat,


Tidak lama kemudian Haruna datang menghampiri Edward, namun sebelum Haruna tiba Edward beberapa menit sebelum nya Edward telah membasuh muka nya dan menggosok gigi nya meskipun hanya memakai air danau yang ada di situ,


"Edward.." ucap Haruna menyapa Edward yang sedang sibuk menyalin sebuah gambar yang nampak seperti equipment armor full plate yang sedikit menyeram kan dan berbentuk seperti naga,


"Oh.. Haruna kau sudah selesai..?" Ucap Edward bertanya kepada Haruna,


"Ya.. oh ya, apa yang sedang kau lakukan, dan gambar apa itu Edward,?" Ucap Haruna menjawab pertanyaan Edward dan karena rasa penasaran Haruna yang sangat tinggi setelah melihat gambaran yang Edward buat, Haruna pun bertanya kepada Edward


"Ohh.. ini, ini adalah Zoid, apa kau tahu Zoid,?" Ucap Edward bertanya kepada Haruna,


"Tidak..tidak tahu, bahkan aku baru pertama kali mendengar nya," jawab Haruna yang memang benar baru pertama kali dia mendengar nama Zoid,


"Hahahaha... Nanti kau juga akan tahu, tapi mungkin ini akan membutuh kan waktu yang sedikit lama," ucap Edwar kepada haruna,


"Edward... Apa kah kau mau ikut sarapan bersama ku dan juga ayah ku,?" Ucap Haruna yang ingin mengundang Edward untuk sarapan di kediaman nya bersama dengan Ayahanda nya Yang Mulia Kaisar Ziyun,


"Uhuk.. uhuk.. a.. apa.. sarapan bersama dengan Ayahanda mu,!!" Ucap Edward yang tersedak oleh ludah nya sendiri karena terkejut mendengar ucapan dari Haruna,

__ADS_1


"Ya.. apa kau mau.." ucap Haruna sekali lagi bertanya kepada Edward dan memastikan tentang pilihan Edward,


"Ba.. Baik lah.." ucap Edward sedikit merasa gugup,


"Mari Edward ikuti aku.." ucap Haruna mengajak Edward untuk mengikuti diri nya pergih ke ruang makan keluarga,


Tidak lama kemudian mereka tiba di ruang tempat makan untuk keluarga utama kekaisaran, sesaat Edward dan Haruna tiba di ruangan itu Yang Mulia Kaisar telah terlebih dahulu duduk di kursi nya,


Yang Mulia Kaisar yang melihat kedatangan Putri nya beserta Edward, segera menyuruh mereka untuk duduk di kursi kosong, namun sebelum itu Edward segera memberikan hormat nya kepada Yang Mulia Kaisar,


"Hormat ku, Yang Mulia Kaisar.." ucap Edward memberikan Hormat kepada Yang Mulia Kaisar,


"Silahkan duduk Tuan Edward," ucap Yang Mulia Kaisar memerintahkan Edward untuk duduk di kursi yang kosong,


Edward hanya membalas dengan anggukan yang di sertai dengan senyuman hangat nya,


Setelah nya mereka memakan sarapan yang telah tersedia di meja makan, sambil berbincang-bincang,


"Hhhmmm.. tuan Edward, apakah kau memiliki rencana siang ini,?" Ucap Yang Mulia Kaisar bertanya kepada Edward,


"Yang Mulia tidak perlu formal kepada hamba, panggil hamba dengan sebutan nama saja, siang ini hamba berencana akan pergih dari ibu kota ini ke kota perbatasan untuk mengambil barang-barang hamba," ucap Edward yang sedikit berbohong kepada Yang Mulia Kaisar,


Edward sengaja berbohong kepada Yang Mulia Kaisar, di karena kan tidak ingin diri nya dan nama keluarga nya di cap sebagai penganut ilmu sesat, jika memberitahukan tujuan sebenar nya dari rencana Edward pergih ke kota perbatasan, yaitu untuk mengambil semua mayat-mayat prajurit musuh yang telah tewas,


"Oh.. begitu yah nak Edward," ucap Yang Mulia Kaisar


Haruna yang mendengar percakapan dari Ayahanda nya dengan Edward, langsung melemparkan beberapa pertanyaan kepada Edward,


"Edward.. apa kau akan pergih siang ini..?" Ucap Haruna bertanya kepada Edward,


"Ya.. benar ada apa Haruna, bukan kah aku sudah memberi tahu mu bahwa aku tidak akan lama untuk tinggal di ibu kota, setelah semua urusan ku selesai, aku akan segera melanjutkan perjalanan ku," ucap Edward menjawab pertanyaan Haruna,


"Hhhmmmm.. begitu yah, apa kah aku boleh ikut bersama mu," ucap Haruna yang menawarkan diri nya untuk ikut bersama dengan Edward,


"Tidak..!!" Ucap Edward dan Yang Mulia Kaisar secara serempak,


Segera Yang Mulia Kaisar berbicara kepada Putri nya,


"Putri ku.. Ayahanda tidak akan mengijinkan mu untuk ikut bersama dengan nak Edward, Ayah tidak ingin kau membahayakan nyawa mu," ucap Yang Mulia Kaisar,


Edward langsung menyambung pembicaraan dari Yang Mulia Kaisar,


"Yahh... Itu benar Haruna, akan sangat berbahaya jika kau ikut bersama ku," ucap Edward kepada Haruna,


Haruna hanya bisa diam seribu bahasa tanpa bisa menjawab ucapan dari ayah dan juga Edward,


.


Setelah selesai sarapan Edward memberikan hormat dan pamit kepada Yang Mulia Kaisar,


Sedangkan untuk Haruna dia hanya mengikuti Edward dari belakang, tanpa sedikit pun berbicara,


Setelah mereka keluar dari kediaman itu, dan berada di sebuah taman di depan kediaman itu Edward berhenti dan berbalik menatap Haruna dan mengucapkan beberapa kata,


"Hhhmmmm... Haruna," ucap Edward berbalik dan menatap Haruna,


"Ya.." jawab Haruna singkat,


"Maafkan aku Haruna, aku tidak bisa mengajak mu untuk ikut bersama ku," ucap Edward meminta maaf kepada Haruna,


Haruna yang mendengar itu cukup tersentuh, dan memberanikan diri nya untuk menggenggam tangan Edward,


"Edward.. tidak apa, aku bisa mengerti, tapi apa kah kau sanggup berjanji kepada ku,?" Ucap Haruna kepada Edward,


"Apa pun janji itu aku akan berusaha untuk menepati nya dengan segala kemampuan ku," ucap Edward meyakini janji yang akan dia pegang,


"Janji lah kepada ku, untuk tetap setia menjaga hati mu untuk ku, meskipun jarak memisahkan kita," ucap Haruna,


"Yah.. aku Janji kepada mu, apa kau juga bisa memegang janji yang sama kepada ku.?" Ucap Edward balik bertanya kepada Haruna,

__ADS_1


"Aku akan berjanji demi cinta kita," ucap Haruna,


Edward menatap Haruna dengan kedua mata nya, dan tanpa di sadari oleh nya air mata menetes membasahi pipi nya,


Haruna yang melihat Edward menangis segera memegang pipi Edward dan mengusap menghapus air mata yang telah membasahi pipi Edward,


"Edward.. apa kau baik-baik saja,?" Ucap Haruna yang mengkahwatirkan Edward,


"Tidak.. aku tidak apa Haruna, aku hanya merasa bahagia, sangat bahagia bisa mencintai mu, Haruna.. sungguh aku sangat mencintai mu.." ucap Edward mengungkapkan perasaan nya dengan setulus hati,


Haruna yang mendengar ucapan dari Edward langsung membalas ucapan itu dengan sebuah pelukan yang sangat erat,


"Edward... Boleh kah aku mencium mu..?" Ucap Haruna dengan wajah yang memerah menahan malu,


Edward hanya membalas nya dengan senyuman hangat nya, dan perlahan kedua bibir mereka bersentuhan,


.


"Haruna.. sudah saat nya aku berangkat." Ucap Edward mengakhiri adegan mesra yang sedang mereka lakukan,


"Edward.. apa kau kan kembali lagi,?" Ucap Haruna bertanya kepada Edward sambil meneteskan air mata nya,


"Pasti.. aku pasti akan kembali lagi, Haruna jangan bersedih hati, aku akan setiap saat menghubungi mu melalui Guard Phone dimana pun aku berada," ucap Edward menenangkan Haruna yang bersedih melepaskan kepergihan Edward,


"Ya.. Edward jaga kesehatan mu, dan jangan lupakan ucapan serta janji mu," ucap Haruna mengingatkan Edward untuk selalu mengingat janji yang mereka buat,


"Iyah Haruna, kau juga yah jaga selalu kesehatan mu dan pegang janji kita, aku pergih dulu yah Haruna, dah sampai bertemu lagi," ucap Edward mengakhiri perbincangan mereka,


"Hati-hati Edward, dah.. sampai bertemu kembali" ucap Haruna kepada Edward dengan berderai air mata,


Edward langsung memanggil Suzaku dan menaiki punggung nya, setelah memastikan Edward telah naik kepunggung nya, Suzaku langsung terbang melayang bersama Edward meninggal kan ibu kota kekaisaran, meninggalkan Haruna yang terus berdiri menatap kepergihan Edward dengan air mata yang berlinang,


Kejadian itu di saksikan oleh Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Kaisar yang melihat Edward menaiki Devine Beast tingkat tinggi yang berbentuk burung merasa sangat takjub kepada Edward,


"Sungguh.. seorang pemuda yang sangat misterius dan luar biasa, putri ku kau sangat beruntung memilki seorang kekasih yang sangat luar biasa," gumam Yang Mulia Kaisar pelan,


Kemudian Yang Mulia Kaisar menghampiri putri nya dan merangkul nya, mengucapkan kata-kata yang mungkin bisa untuk menenangkan hati Putri kesayangan nya,


"Ha'er.. percaya lah kepada nya, dia pasti akan kembali untuk mu suatu saat nanti, Ayah sepenuh nya mendukung hubungan kalian," ucap Yang Mulia Kaisar,


"Iyah.. Ayah, Ayah terimakasih telah merestui hubungan aku dengan nya," ucap Haruna sambil memeluk Ayahanda nya,


"Baik lah mari kita masuk kedalam," ucap Yang mulia mengajak putri nya untuk masuk kedalam rumah mereka,


"Ya ayah.." ucap Haruna singkat,


Setelah nya mereka berjalan masuk kedalam rumah mereka,


Sedangkan Edward perlahan terbang Tinggi dan melihat nampak semangkin jauh diri nya dari ibu kota, Hamparan pepohonan yang nampak hijau membentang sejauh mata memandang,


"Entah...berapa lama aku akan kembali lagi untuk bertemu dengan mu Haruna, hanya waktu yang mampu menjawab semua pertanyaan ini, dan aku akan selalu mengingat janji yang kita buat," dalam benak Edward,


Edward terbang bersama Suzaku, sambil memainkan seluring nya, hamparan pepohonan memanjaka kedua mata Edward, dengan alunan irama dari seruling yang merdu, mereka terus terbang menuju kota perbatasan Ghinshang,


.


.


.


.


.


.


.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2