THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
28. MENUJU KOTA PERBATASAN, GHINSHANG.


__ADS_3

Malam yang semangkin larut, tidak sedikit pun menjadi penghalang untuk Edward trus memikirkan sebuah rencana nya, angin malam yang selalu menemani nya di saat diri nya merasa sepi, sudah menjadi hal yang biasa bagi nya,


.


"Tuan.. apa kah anda tidak lelah memikirkan rencana untuk peperangan yang akan datang," ucap Byakko yang belum lama datang dan merubah wujud nya menjadi seekor kucing,


"Byakko... Bagaiman apa kah kau sudah membawa beberapa monster yang sudah di jinakan untuk tunggangan pasukan ku,?" Ucap Edward kepada Byakko,


"Tidak.. awal nya aku ingin membawa beberapa monster liar yang bisa aku jinakan, namun aku menemukan seekor anak rubah di dekat bangkai monster Ratu full moon fox," ucap Byakko memberitahukan penemuan nya kepada Edward,


"Hahhh... Apa kau bilang, anak rubah bulan purnama, dimana dia sekarang,?" Ucap Edward terkejut mendengar tentang penemuan yang di temukan oleh Byakko,


"Ada di sana.." ucap Byakko sambil menunjukan tangan kucing nya yang mungil ke arah anak seekor rubah yang sedang tertidur di pojok ruangan pribadi Edward,


"Waahhhh... Kenapa kau biarkan dia tertidur di sana Byakko, kenapa kau tidak membawa nya ke tempat yang lebih nyaman untuk diri nya tidur,?" Ucap Edward menanyakan nya kepada Byakko,


"Hehe.. he.. maaf tuan, dia langsung tertidur setelah datang ke sini, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Byakko dengan nada sedikit canggung,


"Hahh... (Menghela napas) sudah lah, tidak apa, aku akan membawa nya ke tempat tidur ku," ucap Edward,


Dan setelah nya Edward menggendong seekor anak rubah yang sedang tertidur dan membawa nya ke tempat tidur nya,


Kemudian Edward kembali ke tempat duduk nya, dan memulai rencana nya kembali,


"Hhhmmmmm... Kira-kira berapa banyak yah pasukan yang di bawa oleh Ashaki Rui, astaga aku lupa untuk menanyakan nya, Hahhh.... Sudah lah besok saja aku tanyakan kepada Rui," ucap Edward dalam pikiran nya,


"Baik semua berkas dokumen sudah selesai di tanda tangani, sekarang waktu nya istirahat... Hoammmm... Ngantuk nya," ucap Edward yang nampak sangat lelah setelah mengerjakan begitu banyak berkas-berkas dokumen,


Namun belum sempat Edward beranjak dari tempat duduk nya Leonard De Achiles datang ke ruangan Edward menyusup dan merubah bentuk nya menjadi anak singa putih yang lucu,


"Tuan... Aku sudah menyiapkan monster tunggangan yang tuan ingin kan," ucap Leonard De Achiles memberitahukan bahwa monster tunggangan yang


dia dan keempat Devine beast yang lain nya telah siapkan untuk Tuan nya Edward,


"Oh.. Leo kau sudah datang, bagus lah kalau monter tunggangan yang telah kau siapkan sudah siap untuk kita gunakan sebagai tunggangan untuk pasukan ku," ucao Edward yang merasa senang atas hasil kerja keras bawahan nya,


"Oh.. ya, Leo di mana yang lain nya, kenapa mereka semua tidak pulang ke rumah,?" Ucap Edward menanyakan keberadaan ketiga Devine Beast yang ikut serta mencari monster tunggangan,


"Mereka sedang menjaga Monster yang telah kita tangkap dan jinakan," ucap Leonard De Achiles menjawab pertanyaan Edward,


"Ohh... Begitu yah, ya sudah kalau begitu, kau pergihlah beristirahat, esok pagi kita akan berangkat menuju kota perbatasan," ucap Edward memerintahkan Leonard untuk beristirahat,


Edward pun beranjak dari tempat duduk nya dan pergih menuju kesebuah sofa yang ada di ruangan itu untuk diri nya berbaring,


.


Keesokan pagi nya..


Edward terbangun lebih awal dari yang lain dia sudah selesai bersiap dan saat ini Edward tengan membuat sarapan untuk diri nya dan yang lain,


"Gorhan.... sudah siang, kau tidak mau bangun..!!!?" Ucap Edward berteriak memanggil adik nya untuk bangun dan memakan sarapan yang telah dia siapkan, tidak lupa Edward juga telah menyiapkan 3 porsi steak daging monster domba hitam, untuk bawahan nya Devine Beast,


"Hoaammmm....!!!! Iyah kakak.." ucap Gorhan membalas ucapan Edward,


Setelah nya mereka sarapan bersama, Erika yang sudah sejak tadi terbagun dan membantu Edward untu menyiapkan sarapan pun ikut duduk dan sarapan bersama serta ke dua Devine Beast milik Edward dan satu Devine Beast yang semalam di bawa oleh Byakko ke kediaman Edward, Devine Beast yang berbentuk seperti rubah yang berwarna putih,


Pada awal nya dia merasa malu untuk ikut sarapan bersama mereka, namun karena Edward membujuk nya membuat diri nya mau tidak mau ikut sarapan bersama mereka,


"Hhhmmm... Hallo rubah kecil, siapa nama mu, kamu pasti lapar yahh, sini sarapan bersama kami," ucap Edward dan memberikas satu piring berisi steak daging monster domba hitam,


Rubak kecil itu hanya menganggukan kepala nya, dan memakan makanan yang di berikan oleh Edward,


"Oh... Ya, Gorhan kakak akan pergih ke kota Ghinshang, mungkin akan sedikit lama kakak untuk kembali pulang, kau tetap lah di sini bersama Erika, menjaga Toko dan tempat tinggal kita," ucap Edward memberi tahu kan bahwa diri nya akan pergih ke kota perbatasan untuk membantu pertahanan dari serangan kerajaan musuh,


"Hhhhmmmmm... Kakak lagi-lagi meninggal kan ku seorang diri," ucap Gorhan yang sedikit merasa kecewa,


"Tuan Muda Gorhan masih terlalu muda, untuk ikut Tuan Besar Edward ke Kota Ghinshang," ucap Erika menjawab pertanyaa dari Gorhan,


"Erika aku ingin meminta bantuan mu, untuk menjaga Toko dan kediaman ku, sementara aku pergih, dan aku juga meminta tolong kepada mu, untuk mengurus pendaftaran Gorhan di akademi kota ini," ucap Edward memberi perintah kepada Erika dan memberikan beberapa dokumen untuk mengurus pendaftaran Gorhan,


"Baik Tuan Besar Edward, aku akan melaksanakan tugas ini," ucap Erika setelah menerima beberapa berkas dokumen pendaftaran siswa akademi dari Edward,

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kakak akan berngkat, Byakko dan juga kamu rubah kecil tinggal lah di sini untuk menjaga mereka, mari kita berangkat leo,?" Ucap Edward,


Dan setelah nya Edward keluar dari kediaman nya dan menuju halaman belakang kediaman nya untuk bertemu dengan Takeshi Shui beserta seluruh pasukan nya,


.


Namun sebelum Edward pergih menemui Takeshi, Edward menghubungi Ashaki Rui bahwa diri nya akan menunggu kedatangan nya di luar dari Ibu kota kekaisaran,


Takeshi yang melihat kedatangan Edward yang di dampingi oleh Leonard, langsung menghentikan aktifitas nya dan memberikan hormat kepada Tuan Besar Edward,


"Salam Hormat ku Tuan Besar Edward, selamat pagi Tuan, apa kah kita akan berangkat sekarang,?" Ucap Takeshi memberikan Hormat nya dan menanyakan tentang keberangkatan mereka ke kota perbatasan,


"Ya... Selamat pagi Takeshi, apa yang lain sudah berkemas dan siap untuk berangkat ke kota perbatasan,?" Ucap Edward menanyakan kesiapan pasukan nya kepada Takeshi,


"Mereka semua sudah siap Tuan Besar Edward," ucap Takeshi menjawab pertanyaan Edward,


"Kalau begitu mari kita berangkat sekarang," ucap Edward memerintahkan mereka untuk berangkat menuju ke kota perbatasan,


"Baik... Semua pasukan..!!! Kita berangkat sekarang..!!!" Ucap Takeshi memberi semangat pasukan untuk berangkat ke kota perbatasan,


Mereka semua pergih dari kediaman Edward, iring-iringan pasukan keluarga Guard menjadi sorotan utama bagi seluruh masyarakat ibu kota di pagi hari ini,


Pasukan prajurit super Elite dengan armor ful plate berkelas epick menjadi bahan perbincangan setiap warga yang melihat di tambah oleh 30 pasukan yang memakai perlengkapan berkelas legenda, membuat siapa pun yang melihat merasa takjub dan sedikit rasa takut ketika melihat pasukan yang di pimpin oleh Edward meskipun hanya berjumblah 300 prajurit,


Iring-iringan pasukan Edward keluar dari ibu kota kekaisaran dan berjalan menuju kota perbatasan,


Namun sebelum itu Edward memimpin jalan mereka menuju ke sebuah hutan, untuk mengambil monster tunggangan yang telah di siapkan oleh bawahan Devine Beast nya untuk pasukan yang di pimpin oleh Edward,


"Tuan... Bukan kah kita akan pergih ke kota perbatasan..? Kenapa kita malah pergih ke hutan ini..?"


"Sebelum kita melanjut kan perjalanan, aku ingin mengambil tunggangan untuk pasukan kavaleri ku," ucap Edward kepada Takeshi,


Namun sebelum Takeshi menanyakan tentang tunggangan apa yang di maksud oleh Tuan Besar nya Edward, Takeshi beserta semua pasukan yang ada di buat terkejut ketika melihat ada lebih dari 600 kuda Hitam yang memiliki mata berwarna merah darah,


"Tu... Tuan.. a.. apa kah yang di maksud anda dengan tunggangan kavaleri, adalah ini,?" Ucap Takeshi yang merasa terkejut ketika melihat 600 kuda hitam yang gagah perkasa dengan mata yang berwarna merah, di setiap telapak kaki kuda di selimuti oleh api merah yang membara,


"Ya... Ini adalah tunggangan untuk kavaleri ku, kalian para pasukan kavaleri naiki lah tunggangan baru kalian ini," ucap Edward memerintahkan seluruh pasukan kavaleri,


"Pasukan.... kita akan menunggu sementara waktu di sini, sampai pasukan ku yang di pimpin oleh Rui tiba di sini," ucap Edward kepada seluruh pasukan nya, memberitahukan bahwa masih ada pasukan Edward yang akan datang menemui nya,


Beberapa jam telah berlalu, pasukan yang di tunggu oleh Edward dan yang lain nya, tiba di hadapan mereka, pasukan yang berjumblah mencapai 1000 prajurit dengan peralatan tingkat epick,


"Tuan Besar Edward.. lapor... Di depan ada rombongan pasukan, jumblah keseluruhan hampir mencapai 100 prajurit,?" Ucap prajurit kavaleri yang di perintah kan oleh Edward untuk mengintai pergerakan apa pun dalam radius 1 km, prajurit itu menemukan pergerakan pasukan dalam skela yang cukup besar melintasi padang rumput di arah barat daya, menuju ibu kota kekaisaran,


"Apa mereka Memiliki lambang naga hitam dan putih, sama seperti kita,?" Ucap Edward memastikan tentang pasukan yang datang dari depan mereka,


"Ya.. Tuan besar.. mereka memikiki lambang bendera yang sama dengan kita," ucap prajurit yang melapor kepada Edward,


"Hhmmm.... Bawa bendera ini, dan jemput lah mereka," ucap Edward memerintah kan ptajurit kavaleri yang tadi melihat rombongan pasukan yang di pimpin oleh Ashaki Rui,


"Baik Tuan... Laksanakan.." ucap prajurit itu dengan semangat menaiki Hell fire black horse,


.


Tidak butuh waktu yang lama, bagi prajurit yang di perintah kan oleh Edward tiba di hadapan kelompok pasukan yang di pimpin oleh Ashaki Rui, dengan menunggangi Hell fire black horse,


"Semua pasukan....!!!! Berhenti..!!!" Ucap Ashaki Rui setelah melihat prajurit yang menunggangi Hell fire black horse dan memegang bendera keluarga Bangsawan Guard,


Rui yang melihat kedatangan prajurit yang membawa bendera berlambangkan keluarga Guard pun menghampiri prajurit itu, Rui sedikit merasa terkejut melihat Hewan yang di tunggangi oleh prajurit itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Hell fire black horse, monster tingkat legenda yang setara dengan pegasus,


"Sungguh kehormatan bagi ku di sambut langsung oleh pasukan khusus Tuan Besar Edward," ucap Rui kepada prajurit yang di kirim oleh Edward untuk menjemput nya,


"Senang bisa bertemu dengan anda Tuan pemimpin pasukan, saya di perintahkan oleh Tuan Besar untuk menjemput kedatangan anda," ucap prajurit penunggang Hell fire black horse,


"Oh... Begitu yah, baik lah pimpin jalan nya menuju Tuan Besar," ucap Rui memberikan perintah kepada prajurit itu,


"Baik... Tuan," ucap prajurit penunggang Hell fire black horse


Setelah nya prajurit itu memimpin jalan menuju Edward dan pasukan nya berada, di ikuti oleh Rui beserta pasukan yang di pimpin oleh Rui,


Hanya butuh waktu satu jam lebih, pasukan yang di pimpin oleh Rui tiba di depan Edward, berkat bantuan dari prajurit yang menunggangi Hell fire black horse, dia menunjukan jalan untuk Rui beserta pasukan nya, agar lebih cepat menuju ke lokasi Edward saat ini,

__ADS_1


.


"Salam Hormat ku Tuan Besar Edward," ucap Ashaki Rui di ikuti oleh seluruh pasukan yang ada di belakang nya berlutut memberikan hormat kepada Edward,


Edward langsung menghampiri Ashaki Rui dan memeluk nya seperti seorang saudara yang telah lama pergih,


Sontak hal itu membuat semua prajurit merasa terkejut bahkan untuk Rui sendiri, dia tidak menyangka bahwa Tuan Besar nya telah mengangap diri nya sebagai saudara sendiri,


"Saudara ku.. Rui.. lama tidak berjumpa..?" Ucap Edward setelah melepaskan pelukan persaudaraan nya,


"Tu... Tuan.." ucap Rui dengan sangat gugup dia tidak tahu harus berbicara apa kepada Edward,


"Hahh... (Menghela napas) sudah lah Rui, kau tidak perlu sungkan lagi kepada ku, aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku sendiri," ucap Edward kepada Rui,


Rui yang mendengar itu sangat senang dan terharu, dia tidak menyangka bahwa Tuan yang selama ini dia layani dengan sepenuh hati, menganggap diri nya seperti seorang saudara,


"Baik lah... Terimakasih saudara ku Edward," ucap Ashaki Rui kepada Edward,


"Oh... Ya, Rui...? Berapa pasukan kavaleri yang kau bawa,?" Ucap Edward menanyakan seberapa banyak prajurit kavaleri yang di bawa oleh Rui,


"Aku hanya membawa 500 prajurit kavaleri, 300 prajurit invantri dan 200 prajurit pemanah," ucap Rui memberitahukan tentang jumblah pasukan yang dia bawa,


"Ohhh baik lah, kalau begitu.. itu sudah cukup, terimakasih Rui atas kerja keras mu," ucap Edward merasa puas dengan jumblah pasukan yang di bawa oleh Rui,


"Rui.. perintahkan seluruh pasukan kavaleri yang kau bawa untuk mengganti tunggangan nya dengan hewan tunggangan yang ada di sana," ucap Edward memerintah kan Rui sambil menunjuk ke arah grombolah Hell fire black horse, yang telah dia siapkan untuk pasukan kavaleri milik nya,


Tanpa menunggu lama Rui memerintahkan seluruh pasukan kavaleri yang dia miliki untuk mengganti tunggangan nya sesuai dengan perintah yang di maksud oleh Edward,


"Hhmmmm... Aku akan menamai pasukan ini dengan pasukan NIGHTMARE," ucap Edward,


Namun setelah Edward mengucapkan itu, Rui membalas nya dengan menanyakan tentang semua kuda yang dia bawa sebelum nya untuk tunggangan kavaleri milik nya,


"Saudara ku..? Bagai mana dengan 500 ekor kuda biasa ini,? Apa kah kita akan membiarkan nya, begitu saja,?" Ucap Ashaki Rui kepada Edward,


"Hhhmmmm... kau benar juga Rui, Kuda biasa itu yah.. Genbu.. bisa kah kau menjaga kuda-kuda biasa ini, untuk ku, nanti akan aku kabarkan kepada Erika untuk memerintahkan beberapa masyarakat agar membawa kuda-kuda ini, ?" Ucap Edward memerintahkan Genbu untuk menjaga kuda biasa yang di tinggal kan oleh pasukan kavaleri milik nya,


Edward segera mengirim pesan teks kepada Erika melalui Guard phone milik nya,


"Rui... Pakai armor ful plate ini, dan ini juga bagikan ke semua pasukan kavaleri milik mu,?" Ucap Edward memberikan banyak sekali armor ful plate kepada Rui untuk di pakai oleh pasukan kavaleri nya, sedangkan armor khusuh telah di berikan oleh Edward kepada Rui,


"Ohh... Ya, Rui tinggalkan kuda mu itu, kau tunggangi lah Seiryu," ucap Edward kepada Rui,


Seiryu yang tidak bisa menolak perintah dari Tuan nya hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh tuan nya,


Rui dengan armor berwarna hitam bercorak keunguan menunggangi seekor Devine Beast ras naga nampak gagah dan sangar, sedangkan untuk Edward sendiri dia memakai armor full plate berwarna putih bercorak emas di setiap bagian lekukan armor nya, dan menunggangi seekor Singa putih yang gagah dan perkas, Hewan setingkat di atas Devine Beast yang di tunggangi oleh Rui, menampakan aura kebijaksanaan dan kekuasaan atas kepemimpinan ketika di tunggangi oleh Edward,


.


"Baik lah... Semua pasukan ku.. kita berangkat sekarang..!!!" Ucap Edward dengan lantang setelah melihat semua pasukan nya telah bersiap untuk berangkat ke medan perang di kota perbatasan,


Setelah nya mereka semua berangkat menuju ke kota perbatasan,


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2