THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
18. AWAL PERJALANAN MENUJU KEKAISARAN SHIN-ZU


__ADS_3

Pagi hari.. dunia yang cerah dan begitu damai, sinar mentari menyambut hangat setiap kehidupan yang ada di dunia ini,


Lalu lalang para warga desa menyambut hari dengan begitu gembira, kebahagiaan yang senantiasa di rasakan setiap penduduk, wajah yang melukiskan sebuah senyuman,


Kebahagiaan dan kebebasan yang di rasakan setiap penduduk mungkin akan berlangsung untuk hari ini, entah masa depan kelak mereka akan tetap bahagia atau malah sebalik nya,


"Haruna.. Apa kah kau sudah menyiap kan barang-barang mu yang ingin kau bawa..?" Ucap Edward


"Ya.. aki sudah siap.." Ucap Haruna menjawab pertanyaan dari Edward,


"Kak.. apa kita akan berangkat sekarang..?" Ucap Gorhan menanyakan prihal keberangkatan mereka menuju kekaisaran SHIN-ZU,


"Iya.. apa kita berangkat sekarang..?"


"Tapi kak.. apa kah kita tidak menunggu kedatangan kak Gon..?" Ucap Gorhan yang sedikit kahwatir dengan keadaan Gon yang sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah,


Haruna sbenar nya juga ingin menanyakan hal itu, namun Gorhan telah mendahului nya untuk bertanya kepada Edward,


"Tidak... Kita berangkat sekarang, Gon akan menyusul kita ke kekaisaran SHIN-ZU" Ucap Edward menjawab pertanyaan yang di lontar kan oleh Gorhan,


Setelah percakapan yang mereka lakukan, mereka menaiki kereta kuda yang sudah di siapkan oleh Rui, Rui juga tidak lupa menyewa beberapa petualang untuk mengawal keberangkatan Edward dan yang lain nya menuju kekaisaran SHIN-ZU,


Udara yang sejuk dan rindang nya pepohonan mengiringi perjalanan mereka,


"Hoaa... Lihat kak... ada para petualang sedang melawan monster Slime" ucap Gorhan yang melihat keluar jendela kereta kuda, dia menyaksikan aksi pertarungan yang di lakukan para petualang lain melawan monster Slime,


"Gorhan.. apakah nanti kau mau menjadi seorang petualang..? Ucah Haruna menanyai keinginan Goran,


"Hhhmmmm...Aku sih mau nya begitu, tapi terserah kakak saja" ucap Gorhan menjawab pertanyaan dari Haruna,


Edward yang mendengar percakapan antara Gorhan dan Haruna, memberikan sedikit nasihat kepada Gorhan,


"Gorhan.. lakukan lah apa pun yang kau ingin kan, selama kau menjunjung nilai moral dan keadilan, kakak akan selalu berada di belakang mu untuk mendukung mu dan melindungi mu, jadi lah diri sendiri" Ucap Edward kepada Gorhan,


Gorhan yang masih muda cukup memahami apa yang di nasihat kan oleh kakak nya,


"Dan ingat yah Gorhan.. Jangan menjadi seseorang yang sombong karena ada sosok yang melindungi mu di belakang, contoh lah kakak mu Gon, dia sangat kuat meskipun kakak tidak membantu nya," ucap Edward kembali memberikan nasihat kepada Gorhan,


"Ya... Kak aku paham, aku akan berusaha seperti kakak Gon,"


Ucap Gorhan dengan semangat dan penuh antusias,


"Edward.. aku ingin bertanya..? Dari mana kau belajar sastra,?" Ucap Haruna menanyakan kepada Edward,


"Aku hanya belajar dari seorang Guru yang sangat bijaksana, dia mengajarkan banyak hal kepada ku,"


"Ohh... Begitu yah.. maaf yah Edward, aku hanya penasaran saja, habis nya kau sangat lah jenius dan sangat bijaksana," ucap Haruna sedikit memuji Edward,


"Yah.. tidak apa Haruna"


Setelah mengucapkan itu Edward melihat-lihat kedalam system, dia ingin membuka semua kotak Hadian yang dia miliki di dalam Inventory nya,


"Hmmmm ada banyak sekali kotak hadiah yang aku miliki," ucap Edward di dalam pikiran nya,


Ada sekitar 50 mysteri box equipment tingkat epick, 100 mysteri box Gold coin, 80 mysteri box pil dan potion tingkat menengah, 30 mysteri box item tingkat epick, 2 mysteri box equipment tingkat unique, 5 mysteri box agg Devine beast, 10 mysteri box skil tingkat grand master, 10 mysteri box random,


"Hmmm... System.. Aku akan membuka 50 mysteri box equipment tingkat epick terlebih dahulu," ucap Edward kepada system melalui pikiran nya,


System : [ DINGG...!!! ]


[ PERMINTAAN ANDA SEDANG DI PROSES, HARAP TUNGGU BEBERAPA SAAT LAGI ]


.


.


.


.


System : [ DINGG...!!! ]


[ SELAMAT ANDA MENDAPAT KAN 25 ARMOR FULL PLATE, THE REED WOLF ARMOR TINGKAT EPICK ]


[ SELAMAT ANDA MENDAPATKAN 10 WOLF FANG DAGGER, DAN 15 THE GREAT SWORD OF BLOOD WOLF TINGKAT EPICK ]


"Wahhh.. lumayan, untuk para prajurit ku nanti," ucap Edward di dalam pikiran nya,


Selanjut nya Edward membuka mysteri box item tingkat epick dan mysteri box skil tingkat grand master, menurut Edward item dan skil yang dia dapat tidak terlalu berguna untuk nya, namun itu akan sangat berguna untuk para bawahan nya nanti,


Edward juga membuka 2 mysteri box equipment tingkat unique,

__ADS_1


"System buka 2 mysteri box equipment tingkat unique,"


System : [ SELAMAT ANDA MENDAPAT KAN GREAT SWORD DURANDAL DAN LONG SWORD EXCALIBUR ]


"Wahhhh... dua Pedang legenda, dengan ini aku mempunyai 4 pedang legenda, hahahaha.. sungguh beruntung nyah aku" ucap Edward merasa kesenangan, tanpa dia sadari ternyata dia berbicara cukup keras, Haruna dan Gorhan yang mendengar hal itu sedikit merasa heran kepad Edward, yang tiba-tiba berbicara seorang diri, Gorhan memberanikan diri nya untuk bertanya,


"Kakak.. apa kakak memiliki pedang legenda lagi, selain onimaru yang selalu ada di pinggang kakak dan kusanagi yang berada di dalam dimensi buatan kakak..?" Ucap Gorhan yang penasaran,


"Ehhh.. apa kalian mendengar ucapan ku barusan..?" Ucap Edward sedikit terkejut karena Gorhan dan Haruna mendengar apa yang dia katakan, Edward masih tidak menyadari kalau diri nya berbicra cukup keras,


Haruna dan Gorhan hanya menganggukan kepala mereka menandakan bahwa benar mereka berdua mendengar apa yang Edward bicaralan,


"Hahhh... Baik lah.. aku akan memperlihatkan nya kepada kalian, tapi ingat tidak boleh memberitahukan siapa pun,?"ucap Edward yang pasrah,


Edward mengeluarkan pedang besar Durandal, saat pedang itu keluar seluruh udara menjadi dingin, dan sesak, tekanan yang di keluarkan oleh pedang Durandal membuat semua yang ada di dekat Edward merasa tertekan, pedang dengan Aura kematian yang sangat kuat, bahkan para petualang yang menjadi pengawal perjalanan Edward merasa tertekan,


"E.. Edward.. bukan kah itu.. itu pedang Dewa..?" Ucap Haruna terbata-bata karena merasa sangat terkejut melihat pedang legendaris berada di hadapan nya,


"Ya.. ini pedang dewa," ucap Edward menjawab pertanyaan Haruna,


"Kakak.. bagai mana kalau pedang yang satu nya lagi..? Apa kah pedang itu juga sama dengan pedang besar ini.?" Ucap Gorhan menanyakan tentang pedang legendaris yang lain nya,


"Ahh... Baik lah akan aku tunjukan kepada kalian berdua," ucap Edwa,


Setelah nya Edward menaruh kembali pedang besar Durandal dan mengambil pedang excalibur di dalam inventori nya,


Saat Edward menarik pedang excalibur keluar dari dalam inventori nya, cahaya putih menyilaukan keluar membuat kedua mata Gorhan dan Haruna terpaksa harus terpejam,


Beberapa saat kemudian getaran yang sangat kuat di rasakan oleh semua mahluk hidup yang ada di benua Timur, seperti kemunculan Kusanagi, pedang Excalibur juga menyemburkan cahaya putih ke langit, namun tidak sekuat Kusanagi,


Pedang yang berada satu tingkat di bawah Kusanagi, Edward sedikit tercengang melihat begitu indah nya pedang panjang yang ada di tangan nya, kesucian kewibawaan dan kebijaksanaan terpancar jelas jika seseorang memegang pedang Excalibur,


Setelah memperlihatkan kedua pedang baru Edward kepada Haruna dan Gorhan, Edward menyimpan kembali pedang Excalibur milik nya ke dalam inventori,


"Wawww... Kakak kedua pedang itu sangat.. sangat luar biasa..!!" Ucap Gorhan yang takjub melihat kedua pedang yang barusan Edward tunjukan kepada nya,


Edward hanya membalas nya dengan senyuman nya seperti biasa,


"Edward... Apa pedang yang ada di pinggang mu itu, juga pedang clas unique seperti pedang yang tadi,?" Ucap Haruna menanyakan pedang onimaru yang selalu tersemat di pinggang sebelah kiri Edward,


Edward mengambil pedang onimaru dan di taruh di atas pangkuan nya dan menggosokan selangka pedan itu menggunakan seutas kain putih,


"Hmm.. begitu yah tapi kenapa pedang itu tidak mengeluarkan aura apa pun, bahkan rasa nya pedang itu hanya sekedar pedang biasa," ucap Haruna yang masih penasaran dengan pedang Onimaru,


"Pedang ini spesial, tidak seperti pedang yang lain nya, pedang ini akan mengeluarkan seluruh potensi nya jika kita menjadi seperti iblis" ucap Edward memberitahukan pengetahuan nya tentang pedang Onimaru atau pedang iblis,


"Hmmmm...bagai mana dengan Kusanagi, bisakah kau menunjukan nya kepada ku,? Ucap Haruna yang penasaran dengan pedang Kusanagi,


"Ohh kalau itu, tidak.. aku tidak bisa menunjukan Kusanagi kepada kalian, bisa-bisa kalian mati terbunuh hanya karena energi kekuatan nya," ucap Edward memberi tahu kan tentang kekuatan dari Kusanagi,


Mau tidak mau Haruna dan juga Gorhan hanya bisa mengurungkan niat mereka utuk melihat Kusanagi,


Waktu... tidak terasa sangat cepat berlalu, bias cahaya ke orenan nampak indah di sebelah barat, angin yang berhembus sepoy-sepoy mengiring derap langkah kaki kuda, kereta kuda yang di tumpangi Edward dan juga kuda-kuda yang di pakai para pengawal nya sudah terlihat lelah karena menempuh perjalanan yang jauh,


Edward memerintahkan semua nya untuk mencari tempat beristirahat, karena malam akan segera datang,


"Paman penjaga.. paman Toiji.. maaf paman apakah kita bisa beristirahat di sini, karena aku rasa hari sudah semangkin gelap, tidak baik jika kita menerus kan perjalanan ini," ucap Edward kepada paman penjaga, yang ikut serta mengawal perjalanan Edward ke ibu kota,


"Ya.. Tuan muda Edward," ucap paman penjaga Toiji dan pergih memberi tahu kan kepada yang lain,


"Semua nya berhenti..!!!" Ucap Taoji dengan nada yang cukup keras,


Serentak semua pengawal yang mengawal perjalanan Edward, berhenti setelah mendengar perintah dari Taoji,


Mereka semua berhenti dan mendirikan tenda serta mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun,


"Gorhan..Haruna, apa kalian tidak lapar..?" Ucap Edward kepada Gorhan dan juga Haruna,


"Ya.. kak, kami berdua sangat lapar sekali, sejak tadi pagi kami belum makan apa pun," ucap Gorhan memasang raut wajah yang memelas,


"Hahahaha... Baik lah.. tunggu sebentar yah, kakak akan memasakan makanan untuk mu, oh.. ya Haruna bisa kah kau membantu ku,? aku butuh bantuan mu," ucap Edward


Setelah nya Edward mengeluarkan semua alat memasak nya beserta bumbu dan juga bahan-bahan masakan yang akan menjadi menu makan malam hari ini, Edward dan Haruna memasak bersama mereka bagai kan pasangan koki, tidak... Lebih tepat nya sepasang suami dan istri yang sedang memasak bersama,


Mereka berdua menjadi tontonan yang menarik untuk para pengawal nya,


Aroma masakan yang sangat menggugah selera, tanpa sada air liur menetes di setiap sudut bibir para pengawal Edward, Edward yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala nya,


"Tenang lah, aku memasak banyak untuk kita makan malam bersama," ucap Edward kepada para pengawal nya,


Mereka semua merasa sangat senang dengan perlakuan yang Edward lakukan kepada mereka,

__ADS_1


Edward memerintahkan paman Taoji untuk menyiapkan tempat untuk hidangan makan malam yang akan mereka makan bersama-sama,


Beberapa menit kemudian...


"makanan sudah siap" ucap haruna membawa nampan yang berisikan beberapa piring makanan,


Para pengawal yang melihat nya segera membantu Haruna dan juga Edward, mereka mengerjakan nya bersama-sama kecuali memasak hal itu hanya di lakukan oleh Edward yang sedikit di bantu oleh Haruna,


Setelah nya mereka menyantap makan malam bersama-sama dengan lahap,


.


Malam telah datang, sang rembulan sudah menampakan diri nya di atas langit malam yang penuh bintang,


Edward terduduk diam di sebuah batu besar yang tidak jauh dari tempat nya mendirikan tenda, sedangkan untuk Gorhan dia sedang asik bercanda dengan para pengawal nya, dia sangat senang mendengar cerita-cerita dari para pahlawan jaman dahulu, atau sekedar cerita petualangan yang mereka lalui,


"Edward..?" Ucap Haruna yang melihat Edward sedang duduk sendirian di atas sebuah batu besar,


Haruna berjalan mendekati Edward yang sedang diam menatap langit yang penuh dengan bintang,


Sesampai nya Haruna di samping Edward dia duduk di samping Edward yang sedari tadi hanya diam dan melihat bintang,


Haruna yang melihat Edward terhanyut di dalam dunia nya sendiri, mengucapkan sebuah kata-kata yang membuat Edward sedikit terkejut dan menoleh ke arah Haruna,


"Indah yah malam ini.. begitu banyak nya bintang di langit," ucap Haruna yang memulai pembicaraan,


Edward tersadar karena ucapan Haruna, dan sedikit merasa terkejut baru kali ini diri nya kehilangan kewaspadaan nya, akan sangat berbahaya jika yang datang itu adalah musuh, Edward menoleh ke arah Haruna sesaat sebelum Edward menoleh kembali dan mendongakan kepala nya melihat langit malam yang penuh dengan bintang-bintang,


"Yah.. kau benar Haruna, ada begitu banyak Bintang di langit, bahkan kita sendiri tidak akan pernah tahu berapa jumblah keseluruhan bintang yang ada di alam semesta ini," Ucap Edward


Haruna hanya terdiam mendengar jawaban dari Edward,


Mereka terdiam cukup lama hingga Haruna memulai kembali pembicaraan,


"Edward... Apa kah kau masih mau berteman dengan ku, setelah kau mengetahui latar belakang ku..?" ucap Haruna memberikan pertanyaan yang sedikit membingungkan kepada Edward,


Tanpa menoleh kearah Haruna, Edward menjawab semua pertanyaan yang di lontar kan Haruna kepada nya,


"Haruna... Aku tidak akan pernah memandang seseorang dari latar belakang mereka, bagiku semua manusia yang hidup sama, tidak ada perbedaan kasata di dalam sudut pandang ku" ucap Edward menjawab semua pertanyaan Haruna,


Haruna sedikit merasa senang mendengar perkataan yang di lontar kan dari mulut Edward,


"Edward kalau aku boleh tahu apa impian mu..?" Ucap Haruna,


"Impian ku.. hhhmmm.. cukup sederhana, hanya ingin hidup bahagia dengan orang-orang yang aku sayangi.. kalau kamu.?" Ucap Edward menanyakan impian Haruna,


"Oh.. kalau aku, impian ku ingin menjadi pahlawan, terdengar cukup konyol kan, hahhh... Aku pikir mimpi ku terlalu tinggi untuk menjadi pahlawan wanita dan mengukir sejarah" ucap Haruna memberitahukan tentang impian nya kepada Edward,


"Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk di capai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah, jadikan sebuah mimpi sebagai motivasi untuk hidup lebih baik, dan pengalaman yang akan mengajarkan mu untuk menjadi lebih kuat," ucap Edward memberi motivasi agar Haruna tetap semangat mencapai impian nya,


"Ya.. Edward, terimakasih banyak untuk malam ini, aku ingin ke tenda dulu yah aku sudah mulai ngantuk" ucap Haruna dan segera meninggal kan Edward sendirian,


Edward hanya menganggukan kepala nya mengijin kan Haruna untuk pergih tidur terlebih dahulu,


Sinar rembulan menyinari sosok Edward yang sedang terduduk melamun memandangi bintang-bintang di langit malam, angin berhembus menerbangkan beberapa helai rambut Edward, nampak jelas kesedihan terpaut di wajah Edward, kesedihan jika menginat diri nya yang sudah tidak berada di bumi lagi, dia hanya menyayangkan belum sempat untuk membalas budi baik kepada para perawat yang telah merawat nya di panti asuhan,


Andai waktu bisa di ulang kembali, tidak akan pernah ada waktu yang terbuang sia-sia,


Edward mengambil Gitar di dalam inventori nya yang sempat dia beli di market system,


Petikan demi petikan Edward memainkan, jemari-jemari nya yang menari di atas senar-senar gitar, mengalunkan melodi yang merdu dan menyayat hati, Edward merangkai kata-kata sedih yang ada di dalam pikiran nya,


"Dalam dingin nya malam, tidak tahu lagi berapa banyak aku memikirkan mu, hanya kegelapan malam yang selalu menemaniku, angin bawa lah segala kegundahan hati ku, bawalah mimpi ku bersama nya, dan biarkan sang rembulan tetap menyinari malam ku yang sepi.."


.


.


.


.


.


.


.


.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2