THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
29. KEKUATAN PASUKAN KELUARGA BANGSAWAN GUARD


__ADS_3

1300 pasukan yang di pimpin oleh Edward berjalan ber iringan, terik nya matahari tidak membuat seluruh pasukan merasa kepanasan atau pun tergaggu, mereka dengan penuh kepercayaan diri dan semangat yang terus berkobar membara, melangkah menuju ke arah kota perbatasan, Ghinshang,


"Suzaku... Terbanglah lebih tinggi.. dan awasi pergerakan yang ada di depan kita," ucap Edward memerintahkan Suzaku untuk terbang lebih dahulu dan mengawasi pergerakan yang ada di depan mereka,


Edward dengan sengaja memerintahkan Suzaku untuk terbang lebih tinggi agar Suzaku dapat memantau pergerakan yang ada di depan mereka, mecegah bahaya penyergapan dari musuh,


Suzaku dengan cepat terbang tinggi memantau sekeliing Edward dan pasukan nya,


Tanpa terasa matahari yang begitu terik bergeser dengan cepat ke arah sebelah barat, semilir angin meniup ilalang-ilalang, burung-burung kecil yang berterbangan pulang ke sarang nya dan di gantikan dengan bermaca-macam kelelawar, terbang berkelompok mencari buah-buahan dan serangga kecil,


Senja yang di tunggu oleh kebanyakan orang telah datang, semua pasukan yang nampak letih mengistirahatkan tubuh mereka dan tunggangan nya di padang rumput yang luas, ratusan tenda berdiri dengan rapih, prajurit yang nampak tertib mengerjakan semua tugas nya, ada yang mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, ada pula yang menyiapkan makanan, untuk makan malam mereka,


.


Di sisi lain di kota perbatasan, tepat nya di kota Ghinshang..


Seorang panglima nampak tidak tenang, seperti seseorang yang menunggu akan kedatangan orang yang telah lama di nantikan,


"Komandan... Bagai mana, apa kah pasukan dari keluarga Bangsawan Guard telah datang," ucap Panglima perang Shin Zhao menanyakan tentang keberadaan pasukan Keluarga Bangsawan Guard, kepada komandan prajurit,


"Lapor... Panglima, pasukan dari Keluarga Bangsawan Guard, hingga sampai saat ini keberadaan nya belum di ketahui," ucap komandan pasukan memberitahukan keterangan yang dia ketahui tentang pasukan dari Keluarga Bangsawan Guard kepada Panglima perang Zhao,


"Hahhh...(menghela napas) terimakasih komandan atas laporan nya, esok pagi kita harus menutup pintu gerbang, informasi yang aku dapat kan dari tim pengintai, musuh telah terdeteksi sekitar 50 km dari pintu gerbang kota," ucap Panglima Zhao memberikan perintah kepada komandan pasukan,


"Baik panglima, saya akan memberitahukan kepada prajurit yang lain nya agar bersiap," ucap komandan pasukan,


Di sisi lain.. di sebuah padang rumput yang luas, Edward beserta semua pasukan nya sedang beristirahat dengan tenang di dalam sebuah tenda yang di dirikan untuk sementara, para prajurit saling bergantian membagi tugas mereka untuk berjaga,


Keesokan pagi nya Edward beserta semua pasukan nya melanjutkan kembali perjalanan nya menuju kota perbatasan,


Sfx : Kiaaakkkkkkk....!!!! (Suara pekikan dari seekor burung)


Dengan gagah nya Suzaku hinggap di bahu Edward dan mengabarkan tentang informasi yang dia temukan,


"Tuan... Di depan ada banyak sekali pasukan yang menuju ke arah kota perbatasan, tapi menurut ku, pasukan itu seperti ingin menyerang benteng pertahanan kota perbatasan," ucap Suzaku kepada Edward melalui telepati,


"Hhmmmm... Begitu yah.. semua pasukan bersiap lah, gunakan seluruh persenjataan dan armor kalian, di depan kita musuh sudah bergerak maju ke arah kota perbatasan, kita akan menghimpit mereka dari belakang membuat serangan kejutan.." ucap Edward memberikan perintah kepada seluruh pasukan,


Kemudian sebelum Edward dan seluruh pasukan nya berangkat menuju kota perbatasan, Edward mengirim pesan kepada Hyukimura menanyakan tentag keberadaan nya dan berapa lama lagi kah Hyukimura akan tiba di kota perbatasan,


"Hallo... Hyukimura, apakah pasukan mu sudah siap,? dan berapa lama lagi kah kamu beserta pasukan mu tiba di kota perbatasan,? Baik lah... Kalau begitu segera lah bergabung dengan pasukan ku di medan perang, karena aku beserta pasukan ku akan menghimpit musuh dari belakang, terimakasih Hyukimura aku akan menunggu mu, sampai bertemu di medan perang," ucap Edward kepada Hyuimura melalui Guard phone alat komunikasi sihir jarak jauh,


Di sisi lain.. Hyukimura yang membawa 500 pasukan bayangan kematian, menerima panggilan dari Edward,


"Ya... Hallo Tuan Besar Edward, sudah siap Tuan, kami sedang menuju ke arah kota perbatasan, siang hari mungkin kami akan tiba, jika saya beserta pasukan terus mempertahan kan kecepatan ini, baik.. Tuan, kami akan bergabung dengan Tuan di medan perang, ya.. sama-sama Tuan, baik lah.. sampai bertemu kembali Tuan," ucap Hyukimura kepada Edward melalui Guard phone,


Kembai ke Edward saat ini..


Edward beserta seluruh pasukan nya mulai berangkat ke arah kota perbatasan, Edward memerintahkan seluruh pasukan nya berjalan secara perlahan, agar suara yang di timbulkan dari gesekan armor berat dan derap langkah kaki semua prajurit yang di bawa oleh Edward, tidak terdengar oleh pasukan musuh yang ada di depan,


"Berhenti..!!!" Ucap Edward setelah mendeteksi keberadaan musuh yang tidak terlalu jauh dari lokasi nya saat ini, dan memerintahkan seluruh pasukan nya untuk berhenti,


"Suzaku..!!" Ucap Edward,


Tanpa pikir panjang Suzaku langsung terbang setelah diri nya di panggil oleh Edward, Suzaku telah mengerti kenapa Edward memanggil nya, yahh... Tidak lain untuk mencari informasi lebih detail tentang jumblah serta tingkat peralatan yang di pakai oleh pasukan musuh,


Suzaku terbang cukup tinggi hingga menembus awan, dia sengaja melakukan itu agar tidak mudah di ketahui oleh pasukan musuh yang tepat berada di bawah nya, dengan mata yang bisa melihat dari jarak yang sangat jauh, Suzaku terus mengintai di balik awan, mengorek informasi apa pun dari musuh yang tepat berada di bawah nya,


Setelah nya Suzaku terbang menjauh, dan merendah kan terbang nya memutari arah agar pasukan musuh menganggap diri nya hanya seekor burung elang biasa, bukan burung pengintai informasi atau sejenis nya,


Suzaku hinggap di pundak Edward dan memberikan informasi yang dia dapatkan,


"Tuan... Musuh di perkirakan berjumblah 5 juta prajurit, denga perlengkapan armor kelas silver dan pemimpin mereka menggunakan perlengkapan klas epick," ucap Suzaku melalui telepati kepada Edward memberikan informasi yang dia dapatkan dari pengintaian nya,


"Hhhmmm... Begitu yah, jumblah musuh yang sangat banyak, hahaha.. apa jadi nya jika mereka di himpit oleh pasukan yang hanya berjumblah 1300 prajurit, baik.. terimakasih Suzaku atas informasi nya," ucap Edward kepada Suzaku melalui telepati nya dan kemudian Edward memberikan sepotong daging kepada Suzaku, imbalan atas informasi nya,

__ADS_1


Setelah nya Edward memberi tahukan informasi yang dia dapat dari Suzaku kepada Ashaki Rui,


Ashaki sedikit merasa terkejut untuk sementara namun segera dia menegarkan hati dan jiwa nya agar tidak mudah goyah oleh ketakutan akan jumblah pasukan musuh yang ada di depan mereka,


.


Di atas sebuah benteng yang kokoh, berdiri seorang panglima perang menatap lurus kedepan memperhatikan pergerakan musuh yang akan datang,


"Lapor... Panglima, keberadaan musuh sudah terlihat tidak jauh dari kota ini, hanya berjarak sekitar 5 sampai 3 kilo meter dari kota ini," ucap prajurit memberikan laporan kepada panglima Zhou,


"Baik lah... Beri perintah kepada seluruh pasukan pemanah agar bersiap, tutup pintu gerbang, siapkan peralatan pelontar batu," ucap panglima Zhou memerintahkan kepada komandan prajurit,


" Kapten berikan surat ini kepada kaisar yang berada di ibu kota, agar secepat nya memberikan pasukan bantuan untuk kita yang ada di kota perbatasan, kita tidak akan bisa menahan serangan musuh terlalu lama," ucap panglima memberikan sepucuk surat kepada kapten pasukan dan memberikan titah agar kapten pasukan segera melaksanakan tugas itu secepat nya,


Sfx : Drapp... Drapp... Drapp...!!! ( Suara derap langkah kaki)


Suara Derap langkah kaki dari pasukan musuh yang berjumblah 5 juta prajurit menggema begitu keras, bahkan terdengar sampai ke telinga pasukan Kekaisaran SHIN-ZU yang berada di dalam sebuah benteng kota perbatasan, meskipun jarak mereka sekitar satu kilo meter dari pasukan musuh,


"Pasukan pemanah..!!! Bersiap lah angkat busur kalian..!!! Siapkan amunisi untuk pelontar batu, tembakan jika aku memerintahkan kalian untuk menembak..!!!" Ucap panglima memberi komando kepada seluruh pasukan nya,


Sedangkan di pihak musuh..


Jendral besar Gou shu kun, dengan sombong, diri nya mengangkat pedang besar nya dan memerintah kan seluruh pasukan yang berjumblah 5 juta prajurit untuk menyerang kota Ghinshang,


"Pasukan ku..!!! Serang..!!!!" Ucap Jendral besar Gou Shu Kun, memerintahkan seluruh pasukan nya untuk menyerang benteng pertahanan kota Ghinsang,


Sedangkan dari pihak Kekaisaran SHIN-ZU yang telah bersiap menerima serangan dari musuh, dengan komando dari panglima Zhou pasukan pemanah menembakan ribuan anak panah dari atas benteng pertahanan perbatasan kota Ghinshang,


Ratusan bahkan ribuan prajurit tumbang seketika, ketika ribuan anak panah dari pasukan Kekaisaran SHIN-ZU menghujani jutaan prajurit kerajaan GOU-ZHANG,


Jendral besar Gou Shu Kun yang melihat begitu mudah nya pasukan infantri lini depan yang di komandoi oleh nya tumbang begitu saja, ketika ribuan anak panah menghujani pasukan lini depan, dia memberikan perintah kepada semua pasukan untuk mengangkat prisai mereka dan menghalau hujan anak panah yang datang dari pasukan pemanah Kekaisaran SHIN-ZU,


Panglima Zhou yang melihat serangan dari pasukan pemanah nya sudah tidak efektif untuk menyerang musuh, memerintahkan prajurit invantri untuk bersiap di balik gerbang menunggu perintah dari panglima Zhao untuk menyerang, Panglima Zhao pun memerintahkan prajurit yang lain untuk melontarkan batu besar di alat pelontar batu, puluhan batu-batu besar, melayang menghantam apa pun yang ada ketika batu-batu besar itu mendarat, ratusan prajurit musuh yang terkena bebatuan besar seketika tumbang dan tewas di tempat,


"Terus.. serang..!!!" Ucap Jendral Gou Shu Kun menyemangati seluruh pasukan nya,


"Buka gerbang nya.. pasukan invantri bersiap..SERANG" Ucap Panglima Zhao mengomandoi seluruh pasukan infantri untuk menyerang pasukan musuh saat gerbang benteng di buka,


Bentrokan senjata dari kedua kubu sudah tidak bisa di hindari lagi, dentingan senjata yang beradu, sorak-sorai penyemangat dan tabuhan genderang perang yang terus di tabuh dari kedua belah pihak untuk menyemangati prajurit yang sedang berperang, jeritan prajurit yang meregang nyawa ketika senjata tajam bersarang di tubuh nya menjadi irama musik pengiring jalan nya peperangan,


"Pasukan KAVALERI serang...!!!" Ucap Panglima Zhou memerintahkan pasukan Kavaleri untuk membantu pertahanan dari pasukan infantri,


.


Di sisi lain...


Edward beserta seluruh pasukan nya yang berjumblah 1300 prajurit tiba tepat di belakang prajurit musuh yang sedang melakukan serangan kepada pasukan Kekaisaran SHIN-ZU,


"Semua pasukan...!!! Di depan kita seluruh pasukan musuh dengan sombong nya ingin menghancurkan kekaisaran ini, kita tidak bisa tinggal diam.. kita harus melawan musuh dengan segala kemampuan kita, meskipun jumblah musuh lebih banyak dari kita, jangan lah ada rasa takut di dalam hati kalian, tunjukan pada musuh siapa kita...!!! Tunjukan pada kekaisaran ini sekuat apa pasukan keluarga Guard...!!!! Aku Edward Van De Guard merasa sangat senang dan bangga bisa berperang di medan perang bersama kalian..!!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian..!!!" Ucap Edward menyemangati seluruh pasukan nya,


"Pasukan pemanah.. kalian tunggu lah di sini ikuti lah aba-aba dari komandan Rui," ucap Edward memberikan perintah kepada pasukan pemanah agar mengikuti intruksi dari Rui,


"Siap... Tuan Besar Edward..!!" Ucap pasukan pemanah secara serempak,


"Bagus... pasukan Infantri kalian bersiap lah, ikuti pasukan Kavaleri dari belakang," ucap Edward memerintahkan seluruh pasukan infantri milik nya,


"Siap.. Tuan Besar Edward..!!" Hal yang sama seperti pasukan pemanah, pasukan infantri juga mengucapkan nya dengan secara serempak,


"Baik lah.. pasukan Kavaleri...!!!" Ucap Edward dengan suara yang keras,


Edward yang menunggangi Leonard sang Raja singa putih yang gagah dan perkasa, diri nya mencabut pedang Onimaru dari sarung nya dan mengacungkan nya ke atas langit, dan setelah nya di arahkan ke pasukan musuh,


"Serang...!!!!" Ucap Edward memberikan perintah untuk semua pasukan kavaleri serta pasukan infantri untuk menyerang musuh yang ada di depan mereka,


Pasukan musuh yang terkejut melihat serangan dari pasukan yang di pimpin oleh Edward dari arah belakang tanpa bisa berkutik, mereka habis di bantai oleh ratusan prajurit Kavaleri penunggang Hell fire black horse,

__ADS_1


Tidak sampai di situ pasukan infantri yang ada di belakang pasukan kavaleri pun ikut menyerang pasukan musuh, Edward pun tidak tinggal diam melihat seluruh pasukan nya menyerang habis-habisan dia dengan cepat menggunakan skil andalan nya, yahh.. diri nya membuat 1000 clone yang menyerupai diri nya, dan menyerang musuh yang ada di dekat nya,


Hampir satu juta pasukan habis di bantai oleh pasukan Edward dan clone nya yang jumblah nya hampir mendekati 2000, sedangkan pasukan pemanah yang di pimpin oleh Rui juga tidak tinggal diam, Rui memerintahkan pasukan pemanah secara perlahan berjalan mendekat ke arah pasukan yang di pimpin oleh Edward, membantu pasukan Edward menyerang dan melindungi pasukan yang di pimpin oleh Edward dari titik buta,


Jendral Gou Shu Kun yang melihat serangan dadakan dari pasukan yang di pimpin oleh Edward, memerintahkan seluruh pasukan infantri nya untuk membentuk formasi bertahan,


Sedangkan untuk Panglima Zhao, melihat sebuah kesempatan untuk menyerang pasukan dari kubu musuh, tanpa menunda kesempatan itu, memerintahkan seluruh pasukan nya untuk menyerang musuh yang sedang teralihkan oleh pasukan bantuan dari Edward,


.


Pasukan kavaleri Hell fire black horse dan pasukan infantri yang di pimpin oleh Edward serta pasukan yang di pimpin oleh Rui, di tambah pasukan yang di pimpin oleh Takeshi menjadi momok menakutkan bagi semua pasukan musuh,


Dengan sangat mudah nya pasukan yang di pimpin oleh Edward menerjang formasi pertahanan dari pasukan Jendral Gou Shu Kun,


Jumblah pasukan musuh yang awal nya berjumblah 5 juta prajurit kini hanya menyisakan satu juta prajurit sedangkan di pihak Edward tidak ada satu pun pasukan nya yang terluka, yah.. itu semua di sebabkan oleh banyak nya persediaan potion dan tinggi nya tingkat armor dan persenjataan yang di miliki oleh pasukan Edward,


Peperangan terus berlangsung Edward memerintahkan seluruh pasukan nya agar tidak berhenti untuk membantai semua pasukan musuh yang ada di depan nya,


"Serang..!!! Jangan biarkan satu musuh pun pulang untuk hari ini..!!!" Ucap Edward berteriak memberikan perintah nya kepada seluruh pasukan yang dia miliki,


.


Tidak lama kemudian dari arah sebelah selatan sekelompok pasukan yang menggunakan baju jirah serba hitam mengibar kan bendera, jumblah pasukan yang hanya mencapai 500 prajurit, namun berkat dari skil kemampuan yang di miliki pasukan itu dapat melipat ganda kan jumblah dari pasukan itu sendiri, hingga mencapai 5000 prajurit,


Dari arah pasukan itu seorang prajurit menaiki kuda putih berjalan dan mengibarkan Bendera, Bendera yang berlambangkan keluarga Guard berkibar dengan gagah nya, yah... tidak lain dan tidak bukan prajurit pembawa bendera yang berlambangkan keluarga Guard adalah Hyukimura yang membawa 5000 pasukan bayangan kematian serta clone yang di ciptakan oleh setiap prajurit,


"Pasukan ku... Bantu lah Tuan Besar Edward beserta pasukan nya yang ada di sana, pasukan... Serang...!!!!" Ucap Hyukimura memerintahkan pasukan nya untuk menyerang musuh dan membantu pasukan Edward,


Seluruh pasukan yang di komandoi oleh Hyukimura menyerang membantai pasukan musuh dari arah sebelah selatan,


Edward yang melihat kedatangan Hyukimura merasa sangat senang dan sedikit terbantu karena musuh telah sedikit teralihkan dari pasukan nya,


Di sisi lain panglima Zhao serta seluruh pasukan nya di buat takjub dengan pasukan yang di bawa oleh Keluarga Bangsawan Guard,


Mereka tidak akan pernah percaya jika mereka tidak melihat dengan secara langsung bagaimana pasukan yang di pimpin oleh Edward membantai jutaan prajurit dari pasukan musuh dan hanya menyisakan satu Jendral yang sudah tidak berdaya penuh dengan luka dan di ikat,


Sungguh hanya dalam satu hari seluruh pasukan musuh yang berjumblah 5 juta prajurit kini hanya menyisakan jasad tanpa nyawa, tergeletak di mana-mana, darah bersimbah membasahi dan mewarnai padang rumput yang hijau menjadi merah darah, menandakan peperangan telah usai,


Sedang kan Di kubu pasukan Edward hanya mengalami 300 prajurit luka berat dan 100 prajurit luka ringan tanpa menjatuhkan korban nyawa satu pun,


Hanya satu kata yang mampu menggambarkan tentang kekuatan yang di miliki oleh pasukan Keluarga Bangsawan Guard, Dalam benak seluruh pasukan Kekaisaran SHIN-ZU, ( MONSTER ) kata itu lah yang mampu di sandingkan dengan kekuatan yang di miliki oleh pasukan Keluarga Bangsawan Guard,


Setelah nya Edward di dampingi oleh ketiga bawahan setia nya Ashaki Rui, Takeshi Shui, dan Hyukimura Hayato, berjalan perlahan ke arah gerbang benteng pertahanan kota perbatasan Ghinshang, dan membawa serta tawanan perang yag tidak lain adalah Jendral besar kerajaan GOU-ZHANG, jendral Gou Shu Kun,


Panglima Zhao yang melihat Edward beserta pasukan nya mendekat ke arah gerbang benteng pertahanan menyambut mereka dengan sangat senang, Panglima sangat berterimakasih berkat dari bantuan dari pasukan yang di pimpin oleh Edward mampu membantai seluruh pasukan musuh yang menyerang kota perbatasan.


Kegembiraan serta sorak-sorai kemenangan dari pasukan kekaisaran SHIN-ZU dan pasukan keluarga Guard terus berlangsug hingga malam tiba, mereka semua mengadaka pesta kemenangan hingga larut malam,


Berita kemenangan dari pasukan yang berada di perbatasan kota Ghinshag menjadi kabar baik untuk Yang Mulia Kaisan Ziyun yang berada di ibu kota kekaisaran SHIN-ZU,


Sedangkan di sisi lain.. mimpi buruk yang sangat menakutkan untuk sang Raja dari kerajaan GOU-ZHANG ketika menerima kabar kekalahan dari pasukan yang di kirim untuk menyerang kota perbatasan, seluruh prajurit dari pasukan yang di kirim oleh kerajaan GOU-ZHANG hanya tinggal nama,


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Continue...


__ADS_2