
Malam yang tenang dan damai, di hiasi oleh gemerlap bintang-bintang di langit, sinar cahaya rembulan menyeruak masuk melalui jendela kamar yang terbuka, sinar nya menyinari sesosok pemuda yang sedang duduk di atas sebuah sofa, sambil menyeruput segelas teh hangat, sorot mata yang tajam namun penuh dengan ketenangan, wajah yang tampan dan nampak kebijaksanaan terlukis di wajah nya,
Edward sangat menikmati malam yang indah dengan kesendirian nya,
"Hahhh... Malam yang sangat tenang dan damai," ucap Edward
"Hhhmmmmm... Andai kan di market system menjual alat-alat musik," gumam Edward yang sangat ingin memainkan alat musik seperti yang ada di bumi dunia nya yang dulu,
Di saat Edward memikirkan bagai mana cara nya dia membuat sebuah alat musik yang dulu ada di bumi, tiba-tiba suara notivikasi system berdering di kepala nya dan memuculkan panel hologram transparan di depan wajah nya,
System : [ DINGG...!!! ]
[ ANDA BISA MEMBELI BARANG-BARANG YANG ADA DI BUMI, DENGAN PERSYARATAN DI DUNIA ANDA SAAT INI MENDUKUNG UNTUK ALAT YANG ANDA INGIN KAN ]
"Waahhhh... System yang sangat berguna.. dengan begini aku bisa membeli piano yang tanpa menggunakan listrik," ucap Edward
Catatan : dunia ini hanya ada magic, dan di dunia ini belum ada listrik, semua pencahayaan yang ada di rumah-rumah warga ketika malam hari menggunakan batu kristal magic, yang berguna untuk sebuah penerangan, meskipun tidak seterang lampu bolham 100watt,
Sebenar nya sejak dahulu Edward sangat menggilai hobi nya dalam bidang seni dan musik, hampir setiap hari nya Edward selalu memainkan musik terutama di saat waktu senggang, karena bagi diri nya hanya bermain musik lah yang selalu menemani nya di kala merasa kesepian,
Beberapa menit kemudian Edward telah membeli sebuah piano yang cukup besar dia menaruh nya tepat di di pinggir tempat tidur nya dan menyampingi jendela kamar nya,
"Hhhmmmmm... Sudah lama sekali rasa nya tidak memain kan piano," ucap Edwar yang mulai ingin memainkan sebuah piano nya,
Jari jemari Edward terus menari di atas not-not piano, dentingan nada yang tercipta begitu merdu, mengalun berirama mengisi kesepian di malam yang dingin dan sunyi, Edward mencoba untuk memasukan sedikit nama nya di setiap jari-jari nya, dan hasil nya membuat Edward sangat takjub bukan hanya suara dan nada yang semangkin merdu nmun juga sedit mengandung sebuah ilusi, yahhh... ilusi tercipta dari pikiran dan piano adalah media untuk menyalurkan ilusi tersebut,
"Aku berjalan di jalan yang gelap dan berliku, mencari arah tujuan yang tak pasti, kemana pun aku melangkah, hanya keputus asaan yang selalu menemani ku,
Aku mencoba untuk terbang, meski dengan sayap-sayap ku yang patah, ingin sekali ku gapai impian, impian yang selalu tergantung di dalam angan-angan ku,
Hembusan angin seakan membawa semua kebahagiaan ku, dan hanya menyisakan malam yang sunyi menjadi saksi kesedihan ku yang mendalam,"
Kata demi kata terucap begitu saja tanpa Edward sadari, Haruna yang masuk kedalam kamar Edward tanpa memberi tahu Edward terlebih dahulu, setelah mendengar dentingan piano yang di main kan Edward, Haruna hanya mampu meneteskan air mata, air mata yang berderai di pipi nya menandakan begitu sangat terhanyut nya Haruna di dalam permainan piano Edward,
Edward menyadari ada seseorang yang memperhatikan nya dari belakang, seketika menghentikan permainan piano nya, belum sempat Edward menoleh untuk mencari tahu siapa orang yang telah memperhatikan nya dari belakang, tangan yang lembut dan putih bersih merangkul tubuh nya dari belakang dan memeluk nya dengan sangat erat,
"Biarkan.. Hiks.. Hiks.. Biarkan aku memeluk mu untuk sementara malam ini Edward.." ucap Haruna menangis tersedu-sedu sambil memeluk Edward dari belakang,
"Haruna...?" Ucap Edward yang merasakan kehangatan pelukan dari Haruna,
Perlahan tangan Edward menyentuh tangan Haruna yang putih dan mulus, mencoba untuk melepaskan diri nya dalam pelukan Haruna, setelah melepaskan diri dari pelukan Haruna, Edward berbalik kehadapan Haruna yang penuh dengan tanda tanya di pikiran nya, Edward hanya tersenyum dan menghapus air mata Haruna yang keluar membasahi pipi nya,
"Tidak baik, seorang wanita cantik seperti mu, menangis di kamar seorang lelaki di tengah malam seperti ini.." ucap Edward
Haruna mencoba untuk membalas senyuman Edward, Edward yang melihat kesedihan di hati Haruna, mencoba memberanikan diri untuk mencium kening nya, sejujur nya Edward pun memilik perasaan yang sama terhadap Haruna namun itu selalu dia coba singkirkan,
"Haruna.. sudah malam, kau sebaik nya kekamar mu," ucap Edward
"Edward..?"
"Ya.. ada apa Haruna.."
"Aku.."
Haruna langsung memeluk tubuh Edward kembali dari depan dan menenggelamkan kepala nya ke dada Edward,
"Aku sangat mencintai mu Edward.."ucap Haruna
"Hhhmmmm... Ya aku tahu itu Haruna, Tapi..? Ahh sudah lah.. kau kembali lah kekamar mu, besok kita akan membuka toko kita" ucap Edward,
Setelah nya Haruna pergih dari kamar Edward dan masuk kembali kekamar nya untuk beristirahat,
Sebenar nya Edward merasa sangat kebingungan, memikirkan Haruna yang tiba-tiba menangis dan memeluk diri nya, namun pemikiran itu segera di tepis oleh Edward, dan segera Edward membaringkan tubuh nya dan memejam kan kedua mata nya,
.
Keesokan hari nya..
"Kakak.. ini.. ada surat dari ketua Guild untuk kakak," ucap Gon dan memberikan sepucuk surat dari ketua Guild Renzi,
"Ahhh ada surat dari ketua Guild.. hhhhmmmm apa isi nya Gon.?"
"Aku tidak tahu apa isi nya, kakak buka saja, siapa tahu itu adalah berita baik untuk kakak," ucap Gon menyaran kan Edward untuk membuka surat dan melihat sisi dari surat yang dia berikan
Edward membuka surat yang di berikan Gon dari ketua Guild dan membaca nya, nampak senyum terukir di sudut bibir Edward, setelah membaca isi dari sepucuk surat pemberian Gon dari ketua Guild,
"Gon... Beritahu Ashaki Rui untuk membuka toko ini, dan berikan ini.. kertas daftar harga jual potion dan pil beserta jumblah harian yang harus di jual, aku akan ke Guild untuk menemui ketua Guild dan beritahu juga Haruna, untuk menunggu ku di sini," ucap Edward dan memberikan beberapa lembar kertas kepada Gon,
__ADS_1
"Oh.. ya.. panggil Gorhan aku ingin mengajak nya sekalian ke Guild," Ucap Edward sebelum Gon melangkah kan kaki nya untuk memberikan selembaran kertas kepada Rui
Beberapa menit kemudian Gorhan menghampiri Edward, dan mereka melangkah pergih menuju gedung Guild,
"Hhhmmm... Kakak.. ada apa dengan kakak..? Tumben sekali, tidak biasa nya kakak mau mengantar ku untuk berlatih ke Guild," ucap Gorhan yang merasa keheranan,
"kakak hanya mau menemui ketua Guild, ada yang ingin kakak bicara kan dengan nya,"
Beberapa saat kemudian Edward dan Gorhan telah sampai di gedung Guild, mereka di sambut hangat oleh Elicya resepsionis Guild ini,
"Hallo.. selamat pagi.. ada yang bisa saya bantu.?" Ucap Elicya kepada Edward dan Gorhan yang baru saja masuk kedalam gedung Guild,
"Selamat pagi juga Elicya, aku ingin menemui ketua Guild, apa kah ketua Guild ada di sini.?" Ucap Edward menjelaskan prihal tentang kedatangan nya keGuild kepada Elicya,
"Ada... Apakah sebelum nya anda sudah mempunyai janji dengan ketua Guild,?" Ucap Elicya
"Oh.. kalau itu... ini, anda bisa membaca nya." Ucap Edward dan memberikan sepucuk surat yang terdapat lambang Guild di atas nya,
Elicya yang menerima sepucuk surat dari Edward yang berlambangkan Guild segera mengantar Edward ke ruangan ketua Guild yang berada di lantai 2 gedung Guild,
Sfx : Tok...Tok tok tok...!!! ( Suara ketukan pintu )
"Permisi... Ketua Guild, ada orang yang ingin menemui anda.." ucap Elicya
"Oh.. masuk lah.." ucap ketua Guild memerintahkan Elicya untuk masuk keruangan nya bersama dengan orang yang ingin bertemu dengan nya,
Elicya membuka pintu ruangan ketua Guild, dan mempersilahkan kan Edward untuk masuk ke ruangan ketua Guild,
"Ahhh... Kau rupa nya, duduk lah, kau kakak dari Gon dan Gorah kan..?" ucap Renzi ketua Guild ini, dan mempersilahkan kan Edward untuk duduk di kursi yang ada di depan nya,
"Terimakasih... Yah aku kakak dari Gon dan Gorhan, sebelum nya perkenal kan nama ku Edward," ucap Edward memperkenal kan nama nya,
"Ya.. maaf sebelum nya, perkenal kan nama ku Renzi ketua dari Guild ini." Ucap Renzi ketua Guild,
Mereka mulai berbincang-bincang tentang rencana kerja sama yang akan mereka jalani, Edward memberikan dokumen tentang kerjasama dan beberapa kertas biodata pekerja yang akan bekerja di toko Edward,
Ketua Guild pada awal nya tidak paham tentang biodata yang di berikan oleh Edward, namun setelah di jelaskan oleh Edward, ketua Guild mulai paham dengan maksud dari biodata yang di berikan Edward kepada nya, dia setuju akan membuat kartu tanda pengenal milik para pekerja itu, dan nanti nya setelah jadi kartu tanda pengenal mereka, kartu itu akan di titip kan kepada Gorhan untuk di berikan kepada Edward,
Edward juga tidak lupa langsung membayar semua pembayaran tentang pembuatan kartu tanda pengenal serta membayar biaya pelatihan Gorhan di Guild ini, Tanpa terasa 3 jam telah berlalu, dan pada akhir nya keputusan dari kerjasama yang akan mereka jalani, menuju ke suatu kesepakatan yang saling menguntung kan bagi kedua belah pihak,
"Baik lah.. kalau begitu saya mohon pamit, untuk kedepan nya bawahan saya yang akan menangani semua kerja sama kita," ucap Edward mengakhiri pembicaraan,
"Ya... Terimakasih kembali.." ucap Edward dan melangkah kan kaki nya pergih dari ruangan ketua Guild,
Edward turun dari lantai 2 yang menjadi ruangan untuk ketua Guild setiba nya Edward di lantai satu dia sedikit melirikan mata nya ke arah di mana Gorhan sedang belajar menghafal kitab sihir bersama Elicya, Edward menghampiri Gorhan yang berada di depan meja belajar bersama Elicya, mereka nampak sangat serius, hinga kedatangan Edward membuat mereka menghentikan kegiatan mereka untuk sementara,
"Gorhan... Kakak pulang duluan yah, oh.. ya, kamu jangan pulang terlalu malam yah Gorhan.. dan untuk Elicya terimakasih banyak telah mau mengajarkan Gorhan... aku akan titip Gorhan pada mu," Ucap Edward seraya menunukan kepala nya berterimakasih kepada Elicya,
"Ahhhh... Kakak sudah mau pulang yah..? Baik kak nanti sore hari aku akan pulang," menjawab pertanyaan Edward,
"Tidakk... Tidak apa Edward, ini semua sudah menjadi tugas ku, jika ketua Guild sedang sibuk." Ucap Elicya
"Hhmmmm.. baik lah.. aku pamit pulang dulu, Gorhan kakak pulang yah..?" Ucap Edward sambil melangkah kan kaki dan melambaikan tangan nya,
"Iyah...!! Kakak...!!! Hati-hati di jalan..!!!" Ucap Gorhan,
Gorhan adalah tipe orang yang periang dan selalu aktif, tidak seperti kakak kedua nya Gon yang pemalas dan sedikit pendiam,
.
Di dalam Toko Edward..
"Gon apakah kau tahu Edward pergih kemana..?" Ucap Haruna menanyakan tentang keberadaan Edward,
"Kakak sedang pergih ke gedung Guild, dan kak Haruna di perintahkan untuk menunggu di sini,"
"Oh.." Jawab Haruna singkat dan pergih dari hadapan Gon yang sedang sibuk membereskan Toko bersama Ashaki Rui dan pekerja yang lain,
"Hhhh... Dasar wanita..!!" Gumam Gon pelan
Haruna yang tidak mempunyai pekerjaan apa pun, hanya duduk di sofa ruang tamu dan memakan buah-buahan yang dia ambil dari ruang makan,
"Aku pulang..!!" Ucap Edward yang baru saja sampai di Toko nya dia melihat Gon dan yang lain nya sedang membereskan semua barang-barang yang akan mereka jual,
"Kakak sudah pulang..?" Ucap Gon menyapa Edward yang baru pulang dari gedung Guild,
"Ya.. Gon.. oh ya.. ini Rui kau pelajari lah Buku skil ini." Ucap Edward memberikan buku skil alkemis yang dia copy,
__ADS_1
"Terimakasih Tuan.." ucap Rui dan membungkukan badan nya memberi hormat sekaligus memberi kan rasa terimakasih kepada Edward,
"Jido.. kau sebarkan selebaran ini kepada setiap orang-orang yang lewat, untuk mempromosikan Toko Guard kita, karena mulai sekarang kita akan membuka Toko kita," ucap Edward dam memberikan beberapa selebaran tentan Toko nya,
"Baik tuan.." ucap Jido,
Jido langsung keluar dari toko setelah mengambil selembaran yang di berikan oleh Edward kepada nya, Jido mulai membagikan kepada setiap orang-orang yang lewat,
Tidak lupa juga Edward telah menyiap kan seragam khusus untuk setiap pekerja nya, seragam yang sama namun yang berbeda hanya milik Ashaki Rui, karena dia diangkat menjadi manajer Toko milik Edward,
Sebelum nya Edward telah membeli seragam khusus dari market system dan menyiapkan nya untuk para pekerja Toko nya, ketika Edward masih memikirkan sebuah rencana membuka Toko,
"Shaido... Kau di tugas kan untuk melayani pembeli, sedangkan untuk Erika kau di tugas kan untuk menjaga kasir, dan untuk mu Ashaki Rui kau aku angkat menjadi kepala manager di setiap Toko yang akan aku buka nanti nya, Tenang saja.. jika kalian memiliki prestasi yang tinggi, jabatan kalian akan aku naikan, dan untuk mu Ashaki Rui jika ingin merekrut orang lain kau harus pintar-pintar menilai seseorang, kalau untuk Judo dia akan aku angkat menjadi kepala bagian pengiriman barang dan pengambilan barang," ucap Edward memberikan beberapa tugas kepada mereka para pekerja nya,
"Edward... Kau sudah pulang..?" Ucap Haruna yang sejak tadi menunggu kedatangan Edward,
"Ya.. Haruna." Ucap Edward singkat dan melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu untuk sekedar bersantai sambil melanjutkan pembuatan cetak biru dari mesin yang ada di dalam system nya,
Haruna yang melihat kepergian Edward segera mengikuti nya dan menemani nya duduk di sofa ruang tamu di sisi Edward,
"Hhmmmm... Edward apa yang sedang kau buat..?" Ucap Haruna menanyakan tentang cetak biru yang di buat oleh Edward
"Ohh... Ini.. ini cetak biru dari mesin pembangkit listrik tenaga surya," ucap Edward memberi tahu kan tentang apa yang dia buat,
"Hahhh... Apa..? mesin.. listrik tenaga surya.. apa itu Edward aku tidak tahu dan aku baru mendengar nama itu," ucap Haruna merasa penasaran dengan nama mesin yang akan di buat oleh Edward,
"Hahahahaha sulit untuk aku jelas kan kepada mu Haruna.. Nanti juga kau akan tahu, mesin apa yang akan aku buat," ucap Edward,
Beberapa jam telah berlalu..
"Kakak aku pulang..!!!?" Ucap Gorhan yang baru tiba di kediaman sekaligus Toko milik kakak nya,
"Ahhhh... Gorhan kai sudah pulang,?" Ucap Haruna,
Edward yang serius tidak menjawab sedikit pun sapaan dari adik nya Edward hanya menoleh dan tersenyum selanjut nya menoleh kembali kekerjaan nya,
"Ya.. kak Haruna.. kakak Edward kau sedang membuat apa.. hoaaaa... Kakak mau bikin mainan buat aku yahh..!!!? Ucap Gorhan yang sok tahu, dia sangat gembira namun sebenar nya dia tidak tahu apa yang sedang di buat oleh Edward,
"Hehehe.. kau ini Gorhan, bukan..ini bukan mainan, ini hanya alat serba guna, dan alat ini nanti nya akan kita produksi masal, dengan lambang keluarga kita GUARD," ucap Edward yang merasa senang dengan tingkah laku menggemaskan Gorhan,
Sedangkan Haruna hanya tersenyum melihat kelakuan Gorhan,
"Oh.. ya.. kakak ini.. ketua Guild memberikan ini kepada ku," ucap Gorhan yang memberikan kartu tanda pengenal pekerja toko kepada Edward,
Edward yang melihat itu langsung mengambil apa yang Gorhan tunjukan,
"Wahhh... Sudah jadi..?" Ucap Edward setelah menerima kartu tanda pengenal yang di titip kan kepada Gorhan dari ketua Guild,
"Apa itu Edward..?" Ucap Haruna yang penasaran dengan suatu barang yang di terima Edward dari Gorhan
"Ahhh... Ini hanya kartu tanda pengenal untuk para pegawai toko ku," ucap Edward menjawab rasa penasaran Haruna,
"Oh.. ya..Haruna, bisa kah kau panggil Rui untuk menemui ku..? Dan untuk mu Gorhan cepat kamu mandi dulu, nanti habis itu kita makan malam bersama," ucap Edward memerintah kan kedua nya,
Setelah nya mereka pergih meninggal kan Edward seorang diri, dalam beberapa menit saja tanpa waktu yang lama Haruna kembali membawa Rui untuk menemui Edward,
"Mohon maaf tuan.. tuan memanggil saya..?" Ucap Rui sambil membungkukan badan nya,
Edward yang melihat itu langsung mengankat tangan nya, menandakan untuk Rui segera berdiri tegak,
"Rui.. tolong kau bagikan ini kepada para pekerja." Ucap Edward yang memberikan kartu nama milik Judo, Erika, Shaido dan juga milik Rui yang telah di perbarui,
"Baik tuan, saya mohon pamit tuan.." ucap Rui membungkuk dan pergih dari ruang tamu,
Rui segera memberikan kepada mereka semua, kartu tanda pengenal sesuai dengan nama mereka masing-masing,
Saat Jam makan malam, mereka semua makan malam bersama sekaligus merayakan pembukaan Toko milik nya, mereka sangat menikmati jamuan yang Edward buat, semua makanan yang ada di meja makan tidak tersisa sedikit pun, mereka sangat senang memiliki tuan yang sangat baik dan perhatian kepada para pekerja nya,
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Continue...