
Di tengah malam yang sunyi, aku terbangun karena mendengarkan alunan suara musik yang merdu, entah aku pun tidak tahu suara dari alat musik apa itu nama nya, karena baru pertama kali aku mendengar nya,
Aku terbangun dan mencari dari mana asal suara itu berada, sekilas aku melihat sosok laki-laki tampan yang sedang memain kan alat musik di bawah sinar rembulan yang di hiasi ribuan bintang di langit, dingin nya angin malam seperti tidak mengganggu nya untuk tetap terus memain kan alat musik itu,
Aku terdiam di buay lantunan musik, kata-kata yang sangat menyentuh hati yang keluar dari mulut nya membuat ku terhanyut di dalam lamunan ku,
Aku tersadar ternyata seseorang yang sedang duduk di atas batu dan memainkan sebuah alat musik ternyata tidak lain adalah Edward, orang yang sangat aku cintai,
Jika aku boleh berkata jujur, cinta yang aku rasakan ini sungguh sangat menyiksa ku, aku tersiksa tidak bisa memiliki nya, mencintai tanpa bisa memiliki,
Aku tidak bisa untuk membohongi perasaan ku, aku tidak bisa menutupi keinginan ku untuk memiliki nya,
Tidak apa jika dia tidak mencintai ku, aku cukup bahagia jika aku bisa terus bersama nya, walau pun hanya sekedar teman biasa,
Aku terus menatap nya, membayangkan diri nya memeluk dan mencium ku, membalas semua perasaan ku kepada nya, hahhh... Sungguh semua itu hanya perasaan ku saja dan selama nya hanya akan menjadi angan-angan ku,
"Edward andai kau tahu betapa aku sangat mencintai mu"
Ucap ku di dalam hati yang paling terdalam, berharap agar diri nya tahu isi hati ku, aku bertahan bukan karena aku kuat, namun aku yakin aku masih punya harapan besar tentang diri nya,
Sempat terpikirkan di dalam hati, andaikan jika Edward mengetahui siapa diri ku, apa kah dia masih mau bertemu dengan ku dan menjadi kekasih ku atau setidak nya menjadi sahabat ku,
Aku berjalan memberanikan diri ku untuk menghampiri Edward yang sedang terduduk di atas sebuah batu,
"E...Edward.. kau sedang apa..??" Ucap ku sedikit merasa gugup, aku memberanikan diri ku untuk menyapa nya,
Seketika Edward yang melihat ku, mendadak dia menghentikan permainan musik nya, dia menoleh ke arah ku dan tersenyum, sungguh senyuman yang selalu membuat hati ku luluh,
"Haruna.. kau belum tidur..?"
Ucap nya menanyai ku, meskipun pertanyaan yang spele, namun itu membuat ku sangat merasa senang,
Yah.. aku sudah di butakan oleh cinta,
"Ya.. Edward, aku baru terbangun"
Ucap ku yang sebenar nya, memang benar aku baru terbangun dari tidur ku, itu semua karena aku mendengar suara musik yang sangat merdu yang di mainkan oleh Edward,
"Hmmm.. maaf kan aku yah Haruna, karena aku berisik, kamu jadi terbangun dari tidur mu"
Ucap nya yang merasa bersalah kepada ku, aku tidak bisa tidak memaaf kan nya, aku tidak masalah terbangun karena mendengar alunan musik dari Edward, justru aku merasa sangat senang karena bisa menikmati moment yang indah di malam ini bersama nya,
"Ti.. tidak.. tidak..Edward aku tidak masalah"
Ucap ku yang merasa gugup berhadapan dengan nya,
"Haruna.. apa kah kau tidak lelah berdiri di sana, duduk lah di dekat ku,"
Ucap nya menawarkan ku untuk duduk di samping nya, sunggu moment yang sangat aku tunggu, aku berjalan mendekati nya aku memberanikan diri untuk duduk di samping nya, degup jantung ku berdebar sangat kencang bagai kan genderang perang,
"Maaf Edward.. jika boleh tahu alat musik apa yang sedang kau main kan,?"
Ucap ku menanyakan alat musik yang sedang di mainkan oleh Edward, yah...hanya sekedar basa-basi untuk memulai pembicaraan, karena aku sangat tahu Edward pasti hanya akan diam seribu bahasa tanpa mempedulikan aku yang ada di samping nya,
"Ohh... Ini, ini nama nya Gitar, memang nya kamu belum pernah melihat alat musik ini..?"
Di dalam pikiran ku...
Dia bertanya, pertanyaan yang sangat jelas jawaban nya, mangkan nya aku bertanya kepada nya karena aku tidak tahu, tetapi dia dengan polos nya menanyai ku hal yang semacam itu, hmmm... Apa kah lelaki itu memang tidak lah peka, atau semacam nya, hahhh... Aku tidak tau pasti, pemikiran mereka,
Aku segera menjawab hanya dengan anggukan kepala ku,
"Ohh jadi kau tidak tahu alat musik ini, ini nama nya Gitar, apa kau suka musik..?"
Diri nya bertanya kepada ku tentang kesukaan ku, sebenar nya yang paling aku sukai adalah kamu bukan hal yang lain, hobi ku memandangi mu meskipun kau tidak pernah sedikit pun menoleh kepada ku,
"Hhmmm... Aku suka, tapi aku tidak bisa memain kan alat musik apa pun,"
Ucap ku yang jujur apa ada nya, memang aku suka musik namun aku tidak bisa sedikit pun memainkan alat musik,
"Ohh.. begitu yah,"
Ucap nya sangat singkat membuat suasana menjadi hening kembali, aku sebenar nya sangat membenci keadaan yang seperti ini, tapi mau bagai mana lagi aku yang harus memulai kembali pembicaraan antara aku dan diri nya,
"Edward.. apa aku boleh bertanya..?"
Ucap ku memberanikan diri untuk memulai pembicaraan,
"Yah.. kau boleh bertanya,"
Ucap nya mempersilahkan kan aku untuk bertanya kepada nya,
"Edward.. apa kah kau sudah punya seorang kekasih..?"
Sebenar nya aku sangat gugup bertanya seperti itu, namun aku sungguh membutuhkan jawaban dari nya,
__ADS_1
"Tidak.. tidak... aku belum mempunyai seorang kekasih,"
Ucap nya menjawab pertanyaan ku, sungguh itu adalah jawaban yang sangat aku nanti kan,
Tanpa sadar aku tersenyum mendengar jawaban dari nya,
"Edward.. sejujur nya.. aku..?"
Aku mencoba untuk membulatkan tekad ku, dan berusaha memberanikan diri ku untuk mengatakan semua perasaan ku,
"Yah.. ada apah Haruna..? Apakah kamu sudah mengantuk..?"
Ucap nya yang menyela pembicaraan ku,
"Tidak bukan itu..!!"
Ucap ku menyangkal perkataan nya,
"Lalu..?"
Ucap nya yang merasa penasaran dengan kata-kata yang akan aku ucapkan, aku sebenar nya sangat gugup dan malu untuk mengutarakan perasaan ku kepada nya, namun sungguh aku sangat tersiksa jika tidak mengutarakan semua perasaan ku kepada nya,
"Aku mencintai mu Edward.."
Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika aku berbicara untuk mengutarakan semua perasaan ku kepada nya, keheningan di antara aku dan dia cukup lah lama, di tambah keheningan malam ini membuat ku sedikit merasa sedih, angin malam berhembus kearah ku, aku menundukan kepala ku tak kuasa untuk menahan rasa sedih karena aku pikir mungkin cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan dan mungkin aku tidak akan pernah menjadi seseorang yang spesial di hati nya,
Tanpa sadar air mata menetes membasahi pipi ku, aku mencoba untuk tetap tegar meskipun harapan ku akan menjadi sia-sia,
Aku membalikan badan ku dan melangkah untuk meninggalkan nya sendirian,
Aku melangkahkan kaki ku meskipun berat namun untuk apa aku tetap berada di dekat nya, aku bukan lah siapa-siapa untuk nya, aku bukan seseorang yang mengisi hati nya,
Untuk saat ini aku sangat berharap angin malam akan menerpa tubuh ku dan membuang semua perasaan ku kepada nya, dan aku sangat berharap hujan turun di malam ini agar air mata ku mengalir bersama dengan air hujan yang turun membasuh semua kesedihan ku, aku sudah tidak peduli akan jadi seperti apa aku kedepan nya, karena harapan ku telah terbuang sia-sia,
Aku tidak bisa menyalah kan siapa pun, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa sangat mencintai nya, mungkin karena sifat nya atau mungkin karena tampang nya, yang jelas aku mencintai nya apa ada nya, aku tidak menyalah kan perasaan ku, karena cinta hadir tanpa di sadari,
Andaikan aku dapat membuang segala perasaan ku pada nya, akan kah hidup tanpa senyuman akan lebih mudah untuk ku, seandai nya aku dapat melupakan segala nya tentang diri nya, apakah hidup yang selalu di derai air mata akan lebih mudah untuk aku jalani,
Aku melangkah kan kaki ku semangkin jauh dan menjauhi dari sosok seseorang yang tidak mungkin bisa aku dapat kan,
Saat hati ini hancur oleh harapan yang tidak akan pernah menjadi kenyataan, saat diri ini jatuh di ambang keputus asaan, aku tersentak saat tangan ini di tarik kebelakan oleh tangan yang entah milik siapa, seketika tubuh ku berbalik arah kebelakang, aku tidak bisa melihat siapa yang menariku, karena kejadian itu sangat lah cepat, aku hanya bisa pasrah terjatuh di dalam pelukan nya,
"Haruna... Maaf kan aku.? Aku tahu aku telah salah dan membuat hati mu terluka, karena sifat ku, aku diam bukan karena aku tidak mencintai mu, aku hanya belum bisa..?"
Ucap nya saat memeluk diri ku, aku tahu sekarang siapa yang telah menarik lengan ku dan membuat ku tidak berdaya jatuh kedalam pelukan nya,
Air mata yang sempat terhenti sesaat, kini kembali menetes, semangkin banyak air mata yang tumpah, semangkin mnyesakan rasa sakit di dada ku, karena kata-kata terakhir yang dia ucap kan,
("Aku hanya tidak bisa..?)
Beribu-ribu pertanyaan muncul di dalam pikiran ku, aku mencoba mencari jawaban dari perkataan nya, namun tetap aku tidak bisa memikirkan nya,
Aku pada akhir nya bertanya kepada nya, dan ingin tahu penjelasan apa yang akan dia berikan kepada ku,
"Karena apa..? Hiks.. Hiks.. Jelaskan kepada ku Edward.. Hiks.. Hiks.."
Aku mencoba meminta penjelasan nya walau dengan isak tangis dan air mata yang sudah membasahi pipi ku, aku pun mencoba berusaha untuk melepaskan diri ku dari pelukan nya,
Aku menatap wajah nya mencari jawaban dan penjelasan dari nya, aku tidak tahan melihat wajah tampan nya yang sedih merasa bersalah kepada ku,
Dia memegang kedua pipi ku dengan kedua tangan nya yang lembut walau dia seorang pria namun tangan-tangan nya nampak halus, dengan tangan itu pula dia menghapus air mata yang membasahi pipi ku,
"Haruna.. maafkan aku.. telah membuat mu menangis, sejujur nya aku sudah tahu siapa kamu dan dari keluarga mana kamu berasal, aku tahu.. dan maaf kan aku yang tidak berkata jujur kepada mu sejak awal, aku hanya merasa tidak pantas menjadi kekasih mu,"
Aku yang mendengar ucapan itu dari nya, ingin sekali menahan amarah ku, namun aku tidak bisa, aku meluapkan segala kekesalan ku kepada nya, memukul dada nya beberapa kali sambil menangis dan berkata,
"Hiks..Hikss..Hikss.. Edward aku sangat mencintai mu, Hiks.. aku tidak peduli dengan setatus keluarga ku, apa kau bodoh atau kau pura-pura lupa dengan kata-kata mu yang pernah kau ucap kan kepada ku..? Kau pernah bilang, kau tidak membeda-bedakan kasta, tapi kenapa.. kenpa Edward.. jika kau mencintai ku, kenapa kau tidak mau menjadi kekasih ku.. Hikss.. Hikss.. Hikss...!!!?"
"Haruna.. maafkan aku..? Bukan nya aku tidak mencintai mu dan tidak mau menjadi kekasih mu.. jujur aku juga sangat mencintai mu, tapi belum saat nya untuk kita bersama..? Tunggu lah aku, tunggu lah aku hingga diri ku pantas untuk bersanding di sisi mu..?"
Ucap nya dengan penuh keyakinan aku sedikit merasa tenang, namun aku juga sedikit merasa gundah, entah berapa lama aku harus menunggu, yang aku tahu hanya lah waktu yang bisa menjawab semua kegundahan di dalam hati ku,
"Edward... Bisa kah kau berjanji..?"
Ucap ku untuk meyakin kan perkataan yang di ucapkan oleh nya,
Dengan rasa percaya diri yang tinggi dia menjawab pertanyaan ku dan mengucapkan janji yang selalu akan aku ingat untuk selama nya,
"Beri aku waktu 3 tahu... Aku berjanji akan menjadi orang yang pantas untuk bersanding dengan mu,"
"Baik lah.. aku akan menunggu janji mu itu Edward,"
Ucap ku yang merasa sedikit tenang setelah mendengar ucapan janji nya,
Edward memeluk ku dengan sangat erat, dingin nya angin malam sudah tidak lagi ku rasakan, hanya kehangata dari pelukan nya lah yang kini aku rasakan, aku bisa merasakan letulusan nya untuk mencintai ku, aku senang ternyata Edward memiliki perasaan yang sama terhadap ku,
__ADS_1
Aku mencoba mendongakan kepala ku hanya untuk sekedar melihat wajah nya, namun entah kenapa ketika aku melihat bibir tipis milik nya membuat ku sedikit tergoda untuk mencium nya, aku terdiam terpaku ketika dia membalas tatapan ku, kedua mata kami saling bertemu, ada getaran yang sempat aku rasakan entah itu getaran cinta atau hanya hasrat yang menggoda jiwa, namun perasaan itu sangat lah nyaman, nyaman berada di pelukan nya,
Tidak terasa wajah kami semangkin mendekat, aku yang tersadar akan hal itu sangat lah malu, namun hati ku berkata sebalik nya, yahh.. aku sangat mengingin kan nya, ingin mencium diri nya, hanya untuk sekedar melepas semua rasa cinta ku, yang sudah terkurung begitu dalam kepada nya, bukan karena aku wanita murahan atau semacam nya, aku hanya ingin, diri nya tahu betapa dalam nya rasa cinta yang aku miliki untuk nya,
Kedua mata ku terpejam, ketika hanya beberapa centi meter saja bibir ku bertemu dengan bibir nya, namun hal yang sangat tidak terduga terjadi,
"Tunggu.. ada sesuatu di mata mu,"
Ucapan nya membuat ku merasa terkejut, moment yang aku harap kan akan menjadi moment paling terindah di dalam hidup ku, ternyata hancur seketika oleh perkataan nya,
Salah satu jari lengan nya mengusap salah satu sudut mata ku, aku yang di perlakukan seperti itu cukup merasa sedikit kecewa,
"Nahh... Sudah bersih,"
Ucap nya setelah membersih kan kotoran yang ada di pinggir sebelah mata ku,
Aku benar-benar merasa kecewa atas sikap nya,
"Hhhmmmpppp...!! Edward bod.."
Belum sempat aku menyelesaikan perkataan ku, bibir ku habis di lu*at oleh nya, pada awal nya aku sedikit tersentak ketika bibir nya menyentuh bibir ku, namun lambat laun aku terbuay dan terhanyut kedalam hasrat yang tidak akan pernah terbayang kan oleh ku,
"Haruna... Aku sangat mencintai mu.."
Kata-kata itu lah yang selama ini aku nantikan, tidak pernah terbayang kan dan tidak pernah terpikirkan oleh ku, cinta yang selama ini aku pendam untuk nya akan terbalas di malam ini,
Aku semangkin terhanyut di dalam pelukan nya bibir ku tak bisa berhenti untuk terus melu*at bibir nya,
"Hei...!! Haruna.. sudah.. sebaik nya kita pergih tidur, karena malam semangkin larut.."
Ucapan nya membuat ku menghentikan tindakan yang aku lakukan, sungguh aku merasa sangat malu sekali dengan kelakuan ku malam ini, namun aku pun tidak bisa menolak keinginan dari hasrat ku yang terpendam,
"Edward bisa kah aku tidur bersama mu malam ini..?"
Ucap ku sedikir ragu-ragu dan malu kepada nya,
"Haruna.. maaf aku tidak bisa, bukan nya aku tidak mau, aku hanya tidak ingin hubungan kita di awali oleh Dosa yang besar,"
Ucapan nya membuat ku tersadar, apa yang ingin aku lakukan dengan nya itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku,
Karena keinginan ku yang bodoh itu, membuat ku harus terdiam seribu bahasa tertunduk malu di hadapan nya, yah... Aku telah merusak reputasi ku sebagai seorang gadis di depan orang yang sangat aku cintai,
"Heii... tidak apa Haruna, jangan bersedih seperti itu.. tersenyum lah, ini semua bukan salah mu, jujur.. aku juga ingin tidur bersama mu malam ini, tapi kita tidak bisa melakukan hal itu, selama kita belum di persatukan oleh ikatan pernikahan, Haruna... Jangan biarkan hawa nafsu menguasai hati mu,"
Aku yang mendengar kata-kata nasihat dari nya menganggukan kepala ku, aku yakin aku tidak salah memilih seorang lelaki sebagai pendamping ku kelak,
Edward kembali memeluk tubuh ku entah apa yang dia ingin kan aku hanya bisa pasrah di dalam pelukan nya, diri nya mencium ku kembali namun bukan di bibir ku, dia mencium ku tepat di kening ku, dan menunjukan sesuatu kepada ku,
"Haruna... Pakai lah ini,"
Ucap nya, setelah nya dia menarik tangan ku dan menyematkan sebuah cincin ke jari manis ku, sunggu moment yang sangat bahagia untuk ku,
Malam ini adalah malam yang sangat bahagia untuk ku, moment yang sangat indah yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup ku,
"E..Edward.. pakah kau melamar ku,"
Ucap ku sedikit malu-malu,
"Hehehe.. yah bisa di bilang seperti itu.. Haruna... pakai lah selalu cincin ini, sebagai tanda bahwa kau adalah milik ku untuk selama nya,"
Jantung ku berdegup sangat kencang, air mata ku menetes mengalir membasahi pipi ku, aku menangis bukan karena aku bersedih, akan tetapi aku menangisi kebahagiaan yang tidak pernah bisa kubayang kan, saat aku mendengar ucapan dari mulut nya,
"Edward.."
Aku tidak sanggup berkata apa pun lagi, karena kebahagiaan yang saat ini aku rasakan sungguh membuat ku terpukau, terpaku, membisu dan hanya mampu mengucapkan nama nya, tubuh ku secara refleks memeluk erat tubuh Edward,
"Haruna... Sudah-sudah jangan menangis lagi, mari aku antar kan kamu ke tenda mu untuk tidur, oh.. ya, aku lupa memberitahu mu, cincin itu bisa sebagai alat teleportasi, namun hanya bisa di guna kan satu kali oleh ku, maka dari itu, gunakan jika keadaan mu dalam kondisi yang sangat terdesak, cara menggunakan nya cukup mengalirkan energi mu, dan bayang kan aku ada di sisi mu,"
Ucap nya setelah memberi kan ku sebuah cincin yang sangat berguna, dan memberitahukan ku cara menggunakan cincin itu,
"Edward.. terimakasih.."
Ucap ku berterimakasih kepada nya dengan setulus hati, Edward hanya menganggukan kepala nya membalas semua kata-kata ku,
Setelah nya Edward mengantar ku kembali ketenda ku untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Continue....