THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
33. KENCAN PERTAMA, DI HARI TERAKHIR SEBELUM PERPISAHAN.


__ADS_3

"Nona... Ini teh hangat nya dan kue kering nya.." ucap pelayan wanita pribadi Haruna,


Haruna yang mendengar ucapan dari pelayan wanita itu yang datang membawa nampan berisikan dua cangkir teh hangat dan sepiring kue kering secara tiba-tiba, merasa sangat terkejut, segera Haruna menggeser duduk nya sedikit menjauh dari Edward,


"Terimakasih bibi.." ucap Haruna menjawab ucapan dari pelayan wanita pribadi Haruna,


Setelah nya pelayan wanita pribadi itu pergih meninggal kan Haruna bersama dengan Edward,


Detik demi detik tanpa terasa waktu terus berlalu, Edward sengaja menghabiskan waktu seharian penuh bersama Haruna, karena mungkin ini adalah hari terakhir untuk nya tinggal di ibu kota kekaisaran SHIN-ZU,


"Haruna apa kau merasa lapar..?" Ucap Edward bertanya kepada Haruna,


Haruna hanya membalas nya dengan anggukan kepala tanpa mengucapkan sedikit pun kata-kata,


"Mari kita pergih berkeliling kota ini dan mencari lestoran yang menyajikan makanan yang enak..? Kau pasti tahu tempat nyah kan..?" Ucap Edward mengajak Haruna untuk pergih berkeliling mencari lestoran yang menyajikan makanan terlezat di ibu kota kekaisaran,


"Baik.. mari kita berkeliling kota ini, sudah lama sekali aku tidak mengelilingi ibu kota ini," ucap Haruna menjawab ajakan dari Edward


Tidak pernah terlintas dalam benak Haruna bahwa diri nya akan berkencan dengan Edward, mungkin hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi nya,


Akhir nya mereka memutuskan untuk pergih mengelilingi ibu kota Kekaisaran dan mencari lestoran terlezat di kota ini, namun sebelum itu Haruna meminta izin untuk keluar berkeliling kota bersama Edward kepada pelayan pribadi nya serta memerintahkan pelayan itu untuk menyampaikan pesan kepada ayahanda nya Kaisar Ziyun, jika ayahanda nya mencari nya,


Pada awal nya pelayan pribadi Haruna tidak mengizin kan Haruna untuk keluar dari kediaman nya, tapi karena Haruna terus memaksa hingga pelayan itu menyerah dan mengizin kan Haruna untuk pergih berkeliling kota bersama Edward,


.


"Nona... Apa anda sungguh tidak membutuh kan pengawal," ucap pelayan pribadi Haruna,


"Tidak bibi.. aku tidak membutuhkan pengawal untuk mengawal ku berkeliling kota ini, lagi pula aku bersama dengan Edward, pahlawan perbatasan kota Ghinshang," ucap Haruna kepada pelayan pribadi nya, dan menoleh kepada Edward sambil memberikan senyuman manis nya,


"Baik lah kalau begitu, hati-hati Nona.." ucap pelayan itu yang merasa sedikit kahwatir kepada Haruna,


"Ya bibi, bibi tenang saja, aku merasa lebih aman jika bersama dengan kekasih ku dari pada bersama dengan pengawal ku," ucap Haruna kepada pelayan itu,


Sedang kan Edward yang sejak tadi berdiri di sisi Haruna merasa sangat malu dan menggeleng-geleng kan kepala nya, Edward tidak menyangka bahwa Haruna akan berkata seperti itu,


"Hahhh... (Menghela napas) bibi aku akan menjaga Haruna, aku akan pastikan Haruna akan baik-baik saja bersama dengan ku," ucap Edward kepada pelayan itu,


Setelah nya Edward dan Haruna pergih berkeliling kota, dan mencari lestoran untuk mereka makan siang, karena hari sudah semangkin siang,


Tidak butuh waktu yang lama, Edward dan Haruna telah tiba di sebuah lestoran yang sangat mewah di kota itu, lestoran untuk kalangan bangsawan kelas atas,


"Haruna kau masuk lah terlebih dahulu, aku ada perlu sebentar, nanti aku menyusul mu kedalam," ucap Edward memerintahkan Haruna untuk masuk ke dalam lestoran mewah terlebih dahulu,


"Tapi..?" Ucap Haruna yang merasa penasaran dengan ucapan Edward,


"Tidak ada tapi-tapi, cepat lah kamu masuk duluan, aku ada sedikit keperluan, hanya sebentar," ucap Edward memaksa Haruna untuk mengikuti ucapan nya,


"Baik lah.. jangan terlalu lama," ucap Haruna yang seakan tidak ingin berpisah terlalu lama dengan Edward,


Edward yang mendengar hal itu hanya menjawab dengan anggukan kepala nya di sertai dengan senyuman hangat dari bibir nya,


Setelah memastikan bahwa Harun telah masuk kedalam lestoran mewah itu, tanpa membuang-buang waktu Edward seketika langsung menghilang dari tempat nya berdiri,


Para penjaga yang melihat hal itu, merasa sangat terkejut dan ketakutan, karena baru pertama kali, mereka melihat seseorang bisa menghilang sekejap mata tanpa meninggal kan sedikit pun jejak keberadaan nya,


Edward yang menghilang secara misterius, Sebenar nya yang di lakukan oleh Edward bukan lah berasal dari skil yang di miliki nya, Edward hanya pergih ke market system untuk membeli sesuatu, jika di lihat oleh orang lain Edward seakan mengilang lenyap begitu saja dari dunia ini,


Di market system Edward membeli pakaian mewah untuk diri nya, karena dia tau.. dengan pakaian yang lusuh dan kotor, jangan kan untuk memesan makanan, menginjakan kaki nya di pintu lestoran saja, mungkin diri nya akan segera mendapat kan hinaan dan cacian yang berakhir dengan pengusiran oleh penjaga lestoran itu,


Edward memilih-milih pakaian mewah yang menurut nya bagus dan tidak terlalu mencolok, karena Edward tidak terlalu suka terlihat mencolok di depan umum,


Setelah Edward memilih-milih pakaian yang cocok untuk nya, saat itu juga Edward mengenakan pakaian itu, pakaian kemeja putih polos yang di lengkapi dengan jas hitam yang elegan, dan celana jeans hitam serta sepatu pantofel, ciri khas stelan pekerja kantoran yang ada di bumi,


Kemudian Edward muncul kembali di depan lestoran mewah itu tepat berada di depan para penjaga pintu lestoran,


Nama lestoran itu adalah lestoran Gu-Zhin food, lestoran termewah di ibu kota kekaisaran, lestoran itu milik keluarga Gu-Zhin, keluarga bangsawan yang membangun bisnis nya di bidang kuliner,


Perlahan Edward melangkah kan kaki nya mendekati pintu masuk lestoran itu, para penjaga yang melihat Edward berjalan menghampiri nya, segera menundukan kepala dan memberikan hormat kepada Edward,


"Selamat datang di lestoran kami, tuan bangsawan.. silahkan masuk kedalam.." ucap penjaga itu dengan sopan setelah melihat Edward dengan pakaian yang sangat elegan yang tidak pernah di lihat oleh oleh nya, bahkan tidak ada satu orang pun di kekaisaran ini yang menggunakan stelan pakaian seperti yang Edward kenakan,


Edward hanya menangguk dan membalas nya dengan senyuman khas nya,


Kemudian Edward masuk ke lestoran itu dan berjalan perlahan, menoleh ke kanan dan kekiri mencari sosok seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Haruna, yang sudah lebih awal masuk ke dalam lestoran itu,


Kedua mata Edward berhenti ketika melihat Haruna yang sedang duduk dangan wajah yang sedikit kesal akibat dari lama nya menunggu kedatangan Edward,


Dengan segera Edward menghampiri Haruna dan menyapa Haruna yang sedang diam melamunkan sesuatu dalam pikiran nya,


"Haruna.. maaf telah membuat mu menuggu cukup lama," ucap Edward kepada haruna dan menyadarkan nya dari lamunan,

__ADS_1


Sontak hal itu membuat Haruna merasa terkejut dan menolehkan kepala nya untuk melihat sosok yang telah membuat nya tersadar dari lamunan nya,


Seketika tubuh Haruna terpaku pandangan nya terpukau akan ketampanan yang di miliki oleh Edward, bahkan semua mata para pengunjung lestoran terpukau di buat nya,


"Ed.. Edward.. apa kau Edward..?" Ucap Haruna yang memastikan bahwa seseorang yang ada di hadapan nya adalah Edward,


Yah... siapa yang akan menyangka nya, jika sosok yang nampak biasa saja kini telah berubah 90 drajat menjadi seseorang yang luar biasa,


"Iyah.. aku Edward, ada apa dengan mu Haruna..?" Ucap Edward merasa terheran karena melihat Haruna yang terus saja menatap nya tanpa berkedip sedikit pun,


"Glek.. (suara ketika menelan ludah) Tampan nyah.." Tanpa sadar Haruna mengucapkan nya,


"Apa.. apa yang kau katakan Haruna..?" Ucap Edward memastikan sekali lagi ucapan dari Haruna,


"Ti.. Tidak.. bukan apa-apa, silahkan duduk Edward..?" Ucap Haruna sedikit merasa gugup,


Nampak jelas rona merah terpampang di wajah haruna, Edward yang melihat hal itu hanya tersenyum ke arah Haruna dan kemudian duduk di hadapan Haruna,


"Haruna kamu mau makan apah..?" Ucap Edward menawar kan pesanan yang ada di menu lestoran kepada Haruna, yah.. hanya sekedar basa-basi mengisi kecanggungan yang di akibatkan oleh Edward,


"Hmmm.. aku sama saja seperti mu," ucap Haruna yang tidak tahu harus berkata apa,


Dan kemudian Edward memanggil pelayan lestoran untuk memesan makanan yang ada di menu lestoran itu,


"Yang paling enak yah..dua porsi, minuman nya lemon tea," ucap Edward memesan makanan dan minuman kepada pelayan itu,


Selang beberapa menit kemudian makanan dan minuman yang Edward pesan tiba, dengan sangat profesional pelayan itu membawakan makanan yang di ingin kan pelanggan nya,


"Silahkan di makan, makanan nya, Tuan dan Nyonya.." ucap pelayan itu menyajikan makanan di meja Haruna dan Edward,


"Ya.. terimakasih.." ucap Edward menjawab ucapan dari pelayan itu,


Setelah nya mereka makan dengan tenang,


"Haruna.. makan lah pelan-pelan..?" Ucap Edwarf sambil membersihkan bekas makanan yang ada di sudut bibir Haruna menggunakan sapu tangan nya,


Haruna yang mendat kan perlakuan spesial oleh Edward, merasa sangat senang,


Haruna hanya menundukan kepala nya merasa sangat malu di hadapan Edward,


Setelah nya makanan yang mereka pesan telah habis di makan oleh Edward dan juga Haruna,


"Tidap apa Haruna," ucap Edward,


"Oh.. ya, selanjut nya kita kemana lagi..?" Ucap Edward bertanya kepada Haruna,


"Hhhhmmmm... Entah lah aku pun tidak tahu..?" Ucap Haruna menjawab pertanyaan dari Edward,


"Baik lah, kita pulang saja kekediaman mu Haruna," ucap Edward yang sudah tidak memiliki tujuan untuk berkeliling kota,


"Ya..Edward aku juga sedikit lelah," ucap Haruna kepada Edward,


Mereka pun pergih dari lestoran itu setelah membayar pesanan kepada pelayan lestoran,


Mereka berjalan dengan perlahan, melihat-lihat barang yang sajikan oleh para pedagang yang ada di pinggir jalan,


Tidak lama kemudian Edward dan Haruna tiba di depan pintu gerbang kediaman Haruna,


Mereka berdua masuk ke dalam, dan menuju ketempat awal Edward di bawa oleh Haruna yah kesebuah Gajebo yang ada di halaman belakang kediaman keluarga utama kekaisaran,


Edward dan Haruna bercanda dengan sangat riang tanpa terasa mereka bercanda dan mengobrol bersama hingga sore hari,


Tanpa mereka sadari Yang Mulia Kaisar Ziyun, telah tiba di kediaman itu, dan melihat Putri tercinta nya sedang bersama dengan seorang lelaki yang berasal dari keluarga Bangsawan Guard yang tidak lain adalah Edward penyelamat putri tercinta nya,


Yang Mulia Kaisar hanya tersenyum di belakang mereka dari kejauhan, dan menggumam kan sesuatu dengan pelan,


"Putri ku telah tumbuh dewasa, semoga dia tidak salah memilih pasangan hidup nya," gumam Yang Mulia Kaisar Ziyun dan mendoakan kebaikan untuk Putri nya,


Setelah nya Yang Mulia Kaisar pergih ke dalam ruang tamu, karena tidak ingin mengganggu kebahagiaan putri nya,


.


Edward memberanikan diri merangkul tubuh haruna dan menggenggam tangan Haruna,


Haruna hanya bisa pasrah karena bagai mana pun diri nya juga mengingin kan hal itu,


Kemudian Edward menatap mata Haruna, kedua mata mereka saling bertemu, degup jantung terdengar cukup kencang, Edward memaksakan bibir nya untuk berbicara meskipun siri nya sangat merasa gugup di depan Haruna,


"Haruna.. apa kau.. bisa.. memejamkan kedua mata mu.." ucap Edward terputus-putus karena sangat merasa gugup,


Tanpa banyak bertanya Haruna memejamkan mata nya dan memajukan wajah nya ke arah Edward,

__ADS_1


Kemudian Edward mengambil sesuatu dari inventori nya, dan memakaikan nya kepada Haruna, yah.. Edward mengambil sebuah kalung dan memakaikan nya ke leher Haruna,


"Sekarang buka lah mata mu," ucap Edward kepada Haruna,


Haruna pun membuka mata nya, dan sungguh sangat terkejut Haruna ketika melihat sebuah kalung yang indah telah melingkar di leher nya, Haruna sangat bahagia dan senang karena pemberian oleh Edward,


Saat haruna ingin mengucapkan sesuatu, Edward seketika menyentuh pipi Haruna, dan mencium bibir manis Haruna,


"Haruna.. aku sangat mencintai mu.." ucap Edward setelah mencium bibir Haruna,


"Edward.. aku pun sangat mencintai mu.." ucap Haruna membalas pernyataan cinta yang Edward ucap kan,


Kali ini bukan lah Edward yang mencium Haruna, namun sebalik nya,


Mereka sangat menikmati nya, tanpa sadar Edward memeluk tubuh Haruna dengan sangat erat,


Perlahan mentari terbenam dari sebelah barat, awan yang tadi nya nampak cerah perlahan menggelap, mereka berdua masih dalam posisi yang sama mereka saling berpelukan meskipun posisi mereka tidak saling berhadapan, sesekali mereka mengobrol dan bercanda namun selalu di akhiri dengan kemesraan,


Haruna terus menempel pada tubuh Edward seakan tidak mau melepaskan nya,


Seketika sesuatu dari bagian tubuh Edward berdiri tegak namun bukan keadilan..


Edward mencoba menenang kan pikiran nya agar tidak terpancing oleh nafsu nya kepada Haruna, namun adik kecil nya tidak menghiraukan keinginan Edward,


Haruna yang sudah terpancing hawa nafsu nya tanpa sadar mendorong Edward hingga Edward mendapati posisi nya tertidur terlentang dan di peluk oleh Haruna dari atas tubuh nya,


Sesuatu yang terasa bulat dan kenyal seperti sebuah puding menempel dan menekan tubuh Edward, Haruna kembali mencium bibir Edward melu*at nya cukup lama dengan penuh nafsu, dan menekan paha nya tepat kearah tugu pancuran air kesucian, seketika itu pula adik kecil Edward meronta-ronta dan mengeras menunjukan keperkasaan nya,


Edward yang sudah tidak tahan lagi dengan itu semua segera mendorong haruna dengan kedua tangan nya, dan kemudian Edward kembali duduk ke posisi semula,


"Hahh... Sungguh berbahaya sekali..!!" Ucap Edward dalam benak nya,


System : [ DINGG..!!! ]


[ SELAMAT ANDA TELAH TERBEBAS DALAM JERATAN HAWA NAFSU ]


Edward yang mendengar notifikasi system dari pikiran nya membuat diri nya sedikit terkejut, namun dengan cepat Edward mengalihkan itu semua dan menatap Haruna,


"Kenapa.. Edward ada apa..? Apa kau tidak menginginkan ku..?" Ucap Haruna yang merasa sedikit sedih,


"He.. hehe tidak.. tidak Haruna aku sangat mengingin kan mu, belum saat nya untuk kita melakukan sejauh itu," ucap Edward dan mengusap rambut Haruna,


Haruna hanya menundukan kepala nya karena merasa malu kepada Edward,


"Haruna aku rasa ini sudah terlalu malam, sebaik nya aku pulang dulu, untuk istirahat," ucap Edward yang ingin berpamitan kepada Haruna,


Namun haruna memegang tangan Edward dan tidak ingin Edward pergih dari sisi nya, dengat cepat haruna mletakan kepala nya tepat di paha Edward,


"Edward ijin kan aku malam ini saja untuk tidur di pangkuan mu..?" Ucap Haruna,


"Tapi..? Hahh...(menghela napas) baik lah.. baik lah.. malam ini saja yah, selanjut nya kita lakukan setelah kita menikah," Ucap Edward dengan pasrah ketika melihat wajah memelas Haruna yang meminta permohonan kepada Edward,


"Edward terimakasih.." ucap Haruna yang merasa senang di perlakukan begitu mesra oleh Edward,


Kemudian Edward mengambil selimut tebal dari dalam inventori nya dan menyelimuti tubuh Haruna, sepanjang malam Edward bercerita tentang tokoh-tokoh pahlawan super yang sering dia lihat di televisi ketika diri nya berada di bumi dulu, Haruna merasa sangat takjub dan percaya dengan cerita yang Edward ceritakan,


"Edward.. apa kau tidak lelah duduk seperti itu terus..?" Ucap Haruna menanyakan kepada Edward yang sedari tadi tetap duduk di posisi yanh sama,


"Yah.. sedikit, tapi tidak apa," ucap Edward menjawab pertanyaan Haruna,


Haruna yang mendengar hal itu segera duduk di hadapan Edward dan kemudian menarik Edward untuk tertidur di sisi nya,


"Sudah jangan banyak bertanya tidur lah di sisi ku,"ucap Haruna sambil memeluk tubuh Edward dan menjadikan lengan Edward sebagai bantalan untuk kepala nya,


Malam yang panjang waktu berlalu dengan sangat lama, degup jantung Edward terdengar cukup keras di tekinga Haruna menjadikan irama pengiring tidur nya malam ini.


.


.


.


.


.


.


.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2