
Hari yang semangkin larut, kelompok Edward berkemah di sebuah padang rumput yang luas, mereka memilih menjadikan padang rumput sebagai tempat untuk beristirahat dan mendirikan tenda serta api unggun, agar lebih leluasa melihat dan mengantisipasi jika bandit atau monster-monster mendekat dan menyerang,
Mereka tidak keberatan meskipun misi yang mereka jalani untuk mengawal perjalanan Edwar ke ibu kota kelaisaran SHIN-ZU harus berjalan lama, mereka senang bisa mengenal sosok Edward yang dermawan baik hati dan bijaksana, segala sesuatu yang bersifat pemimpin ada pada diri Edward, membuat semua para pengawal nya patuh dan tunduk kepada Edward,
Edward terus membuat potion dan pil elixsir untuk stok nya nanti saat membuka toko di ibu kota kekaisaran SHIN-ZU, Sesekali dia juga menggoda Haruna atau Gorhan adik angkat nya, untuk menghilangkan rasa bosan nya,
.
Setelah nya..
Edward berjalan sedikit lebih jauh dari tempat peristirahatan para rombongan nya,
Dia berjalan dar terus berjalan mencari tempat yang sangat cocok untuk diri nya sendiri, dia sengaja menjauh dari tempat peristirahatan yang lain nya agar tidak ada satu orang pun yang melihat diri nya, Edward sebenar nya mau membuka 5 mysteri box devine beast egg yang dia dapat kan dari system ketika dia naik ke level yang lebih tinggi,
"Hhhmmmm.. kurasa di sini sudah cocok tempat nya, untuk membuka semua kotak mysteri box.. semoga tidak ada yang melihat nya.." ucap Edward setelah memastikan bahwa diri nya telah jau dari lokasi tempat peristirahatan kelompok nya,
"System.. buka semua mysteri box Devine Beast egg yang aku miliki," ucap Edward kepada system ayang ada pada diri nya,
System : [ DINGG...!!! ]
[ HARAP TUNGGU.. PERMINTAAN ANDA SEDANG DI PROSES ]
1%>>>
>>>>>30%>>>>50%>>>>
.
.
>>>>100%.
[ DINGG...!!! ]
Seketika 5 cahaya yang berbeda-beda warna nya turun dari atas langit bersinar tepat di depan Edward, di ikuti dengan muncul nya 5 Devine Beast milik Edward,
Devine Beast The king of Lion/Singa putih,
Devine Beast Guardian of the nort / kura-kura berekor kepala ular,
Devine Beast Guardian of the East / ular naga berwarna hijau,
Devine Beast Guardian of the west / harimau putih bergaris hitam di setiap tubuh nya,
Devine Beast Guardian of the south / burung phoenix sang api abadi,
Semua Devine Beast yang muncul setelah Edward membuka mysteri box Egg, menundukan kepala nya ke arah Edward, sontak hal itu membuat Edward merasa kagum, Edward berjalan menuju ke arah singa putih karena dia merasa bahwa satu dari antara kelima Devine beast yang paling dia kagumi adalah Singa putih,
singa putih yang berukuran dewasa dengan bulu yang tebal di rambut nya menambah karisma kewibawaan dan kepemimpinan, Edward meletakan tangan nya di kepala singa putih itu dengan di aliri energi yang cukup besar, dan memberikan sebuah nama untuk singa itu,
"Nama mu adalah Leonard De Achiles"
Ucap Edward memberikan nama kepada singa putih,
Sfx : Grrraaaauuuuuu...!!! (Suara raungan Leonard sang raja singa)
Suara raungan yang cukup keras dari Leonard terdengar sampai ke lokasi peristirahatan kelompok Edward, sehingga membuat semua pengawal Edward bersiaga,
Edward yang mengetahui bahwa raungan dari Leonard akan terdengar sampai ke tempat peristirahatan kelompok nya, dia segera memberikan nama ke 4 Devine beast yang lain nya, Genbu nama untuk Devine Beast kura-kura hitam berekor kepala ular, Siryu nama untuk Devine Beast Ular naga berwarna hijau, Byakko nama untuk Devine Beast Harimau pitih bergaris hitam, Suzaku nama untuk Devine Beast sejenis burung PHOENIX api abadi,
Konon menurut cerita jaman dahulu, ke 5 binatang suci yang kini ada di hadapan Edward adalah sosok binatang legendaris yang sudah melegenda di setiap kalangan masyarakat yang ada di bumi,
.
Di sisi lain..
__ADS_1
Seluruh pengawal yang Edward sewa untuk perjalanan nya merasa sangat panik ketika mengetahui Edward yang menghilang, setelah mendengar suara raungan dari Leonard/singa putih,
"Cepat...!!! Kalian cari tuan muda Edward..!!" Ucap paman pengawal Taoji kepada rekan-rekan pengawal yang lain nya,
Para pengawal segera di sibukan mencari keberadaan Edward,
"Edward dimana kamu sekarang.. tidak tahu kah kau betapa aki sangat mengkahwatirkan mu.." ucap Haruna di dalam hati,
Haruna sangat mengkahwatirkan Edward yang saat ini menghilang entah kemana..
Semua pengawal di buat sibuk mencari keberadaan Edward,
Sedangkan untuk Gorhan dia sudah tertidur lelap, bahkan Raungan yang keras dari Leonard dan juga kebisingan dari semua pengawal yang sedang sibuk mencari keberadaan Edwarr, diri nya masih tetap tertidur lelap dan mendengkur dengan sangat keras,
Beberapa menit kemudia Edward datang menunggangi Singa putih yang gagah perkasa di dampingi oleh Harimau putih yang anggun dan berkarisma, seekor burung berwarna emas bercampur merah menyala, bertengger di atas pundak kanan Edward mengawasi setiap gerak-gerik semua mahluk yang melintas di dekat nya, sedangkan untuk Genbu dan Siryu dia merubah penampilan nya menjadi seperti boneka,
Edward berjalan santai kearah para pengawal nya yang sedang panik mencari keberadaan diri nya, para pengawal yang tadi nya nampak panik mencari diri nya, seketika terkejut dengan kedatangan dua monster Devine Beast, namun ketika mereka melihat bahwa Edward sedang menunggangi salah satu dari kedua Devine Beast yang datang itu, segera merasa lega,
mereka tahu jika hewan buas atau monster, jika sudah bisa di tunggangi oleh seseorang, maka arti nya hewan itu sudah lah jinak, terlebih lagi bahwa yang menjinakan monster itu adalah Edward, membuat mereka merasa lebih aman,
"Tu... Tuan muda.. Tuan muda Edward..!!!" Ucap salah satu pengawal Edward setelah melihat Edward sedang menunggangi seekor singa besar yang berwarna putih,
Edward berjalan menunggangi singa putih Leonard, mendekat ke arah para pengawal nya,
"Heii.. apa yang sedang kalian lakukan tengah malam seperti ini.. apa kalian tidak beristirahat..?" Ucap Edward kepada para pengawal nya, diri nya turun dari tunggangan nya dan mengelus-elus kepala Singa putih itu, menandakan bahwa diri nya berterimakasih kepada singa putih itu, tidak lupa juga Edward mengelus-elus kepala Harimau putih nya juga,
"Tu.. Tuan muda, kami semua sangat lah kahwatir dengan keadaan anda.." ucap paman pengawal Taoji mewakili semua pengawal,
Haruna yang mendengar suara Edward dia bergegas lari menghampiri Edward..
Setelah diri nya sampai di hadapan Edward, Haruna langsung memeluk Edward dengan sangat erat, dia tidak mempedulikan bahwa di sisi kiri dan kanan nya serta di bahu kanan Edward ada Devine Beast,
Beberapa detik kemudia Devine Beast yang ada di dalam jubah Edward muncul secara tiba-tiba dan hanya memunculkan kepala nya saja, sontak hal itu membuat Haruna terkejut dan menjerit sekuat-kuat nya..
"Kkyyaaaa....!!!! Apa itu Edward..!? Ucap Haruna yang melihat kepala Devine Beast Genbu muncul di balik jubah Edward tepat di dada Edward,
Haruna mundur beberapa langkah karena merasa takut kepada Devine Beast yang sedang menatap nya dengan sangat tajam, namun tubuh nya terhenti setelah menabrak tubuh dari harimau putih itu, seketika Haruna menoleh mencari tahu apa yang dia tabrak di belakang nya, dan sungguh sosok yang di tabrak oleh nya membuat diri nya pingsan seketika..
Edward yang melihat haruna akan terjatuh dengan sigap menangkap tubuh Haruna agar tidak terjatuh ke bawah tanah,
"Haruna...!!!" Ucap Edward dan menangkap tubuh haruna yang sudah tidak sadarkan diri,
Edward membawa Haruna kembali ke dalam tenda nya, dia meletakan Haruna di sebuah tempat tidur yang ada di dalam tenda,
Sedangkan untuk Leonard, Suzaku dan Byakko di perintah kan Edward keluar tenda untuk berjaga, Genbu dan Siryu yang sejak tadi berada di dalam jubah Edward perlahan keluar dan duduk di sebelah Edward yang sedang merawat Haruna,
"Hahhh... Syukur lah.. dia hanya pingsan biasa, dan sekarang dia sedang tertidur, sungguh manis wajah nya ketika diri nya tertidur" ucap Edward di dalam hati,
Waktu begitu sangat cepat berlalu, Edward berada di dalam tenda berasama Haruna, Edward tertidur sambil menggenggam lengan Haruna, sampai matahari pagi menampakan diri nya di ufuk timur,
Haruna membuka kedua mata nya dan melihat bahwa Edward sedang tertidur sambil menggenggam tangan nya dengan erat,
"Hhhmmmm... Edward selamat pagi.." ucap Haruna pelan, dia tidak ingin mengganggu Edward yang sedang tertidur,
Haruna menikmati moment yang sangat langka di mana diri nya melihat Edward tertidur dengan pulas sambil menggenggam tangan nya, meskipun diri nya merasakan pegal di area lengan nya, namun hal itu tidak di peduli kan nya,
.
"Hoammm.."
"Ehhh... Haruna sudah bangun.. maaf yah semalam hewan peliharaan ku membuat mu sampai terkejut dan pingsan..?" Ucap Edward kepada haruna,
"Tidak.. tidak apa, oh.. ya.. kemana para hewan peliharaan mu..?" ucap Haruna menanyai keberadaan hewan peliharaan Edward,
"Mereka ada di luar.. mungkin sekarang mereka sesang menjadi tontonan para pengawal..?"
__ADS_1
Beberapa menit kemudia Gorhan yang baru terbangun dari tidur nya mendeteksi hawa keberadaan dari monster Devine Beast milik Edward yang bari,
Gorhan yang masih berada di dalam tenda nya segera mengubah wujud nya menjadi naga merah yang ukuran nya sangat kecil dari ukuran naga Gon, tenda yang di pakai oleh Gorhan untuk tidur seketika lenyap terbakar api yang sangat membara,
Sfx : Gggrrrrraaaauuuuuu...!!!! (Raungan naga Gorhan)
Raungan yang sangat keras bahkan melebihi raungan dari seekor singa putih yang sebelum nya meraung, membangun kan sebagian pengawal yang masih tertidur,
Ke lima Devine Beast yang mendengar raungan dari Gorhan segera siap siaga,
Gorhan mengepakan kedua sayap nya dan terbang ke arah di mana para Devine beast berada, semua pengawal yang melihat naga merah merasa sangat ketakutan dan panik, tidak pernah terpikirkan dan terbayang kan untuk semua pengawal yang ada di situ bahwa hari ini diri nya harus berhadapan dengan seekor naga merah yang perkasa, meskipun tubuh nya tidak sebesar naga pada umum nya, namun naga tetap lah naga, tidak ada satu pun yang berani melawan naga selain ras iblis,
Gorhan segera menarik napas nya dan bersiap menyemburkan api panas ke arah Devine Beast yang ada di depan Tenda Haruna,
Edward yang menyadari ada nya kekuatan Energi yang sangat besar dan kuat di dekat nya segera melesat menghilanh dari pandangan Haruna,
Sfx : Bbbuuurrrrrsssstttttt....!!!!! ( Suara semburan api )
Edward dengan kecepatan tinggi melesat kearah semburan api dari serangan Gorhan, dengan cepat pula Edward mengaliri Energi Element api hitam ke bagian lengan kanan nya dan menepis serangan yang di lancarkan oleh Gorhan hanya dengan satu lengan saja,
Serangan yang di tepis oleh Edward melesat sangat jauh ke arah sebelah kanan nya,
Sfx : DUUUMMMMM...!!! ( suara ledakan )
Edward memejamkan kedua mata nya, setelah menepis serangan dari Gorhan, beberapa detik kemudian Edward membuka kembali kedua mata nya dan menatap tajam kearah Gorhan yang sedang terbang,
Tatapan dingin dan menusuk membuat Gorhan merasa sangat ketakutan, Edward terbang mendekati Gorhan dan memukul kepala nya,
Sfx : Pltak..!!! ( Suara kepala yang di pukul oleh Edward )
"Adudududuhh.... Sakittt sekali kakak..!!! Maaf.." ucap Gorhan yang seketika berubah kembali menjadi bentuk manusia nya,
"Gorhan...!!! Kau sudah keterlaluan, apa kau ingin membunuh kami semua..!!?" Ucap Edward yang merasa geram,
"Maaf kakak... Aku tidak tahu, aku hanya panik melihat mereka.." ucap Gorhan meminta maaf dan menunjuk ke arah 5 Devine Beast yang sudah siap bersiaga menahan serangan dari Gorhan,
"Hahhh... (Menghela napas) sudah lah.. kakak tahu ini hanyalah kesalah pahaman saja.. Gorhan mereka adalah bawahan ku, singa putih itu bernama Leonard De Achiles, kura-kura aneh itu bernama Genbu, untuk burung yang sedang terbang di sana adalah Suzaku dia keturunan dari bangsa phoenix, dan dia adalah ular yang berhasil berevolusi menjadi naga, ras yang sama dengan mu, namun perbedaan nya dia tidak memiliki sayap, akan tetapi dia bisa terbang sama hal nya seperti mu, nama nya Siryu, dan Harimau putih yang di sana nama dia adalah Byakko," ucap Edward memberi tahu kan nama-nama dari hewan bawahan nya,
"Maaf kan aku kakak...?" Ucap Gorhan dengan wajah yang memelas meminta maaf kepada Edward,
"Iyahh... Gorhan, sudah.. sudah tidak perlu di bahas lagi, lain kali kau jangan melakukan hal itu lagi yah..?" Ucap Edward kepada Gorhan,
Semua yang melihat bentuk dari Gorhan yang sesungguh nya menjadi merasa takut, namun Edward segera membuat mereka tenang Edward dengan cepat membuat sebuah mantra kutukan kepada semua pengawal nya,
"Untuk kalian semua.. aku minta maaf sebelum nya aku telah menggunakan mantra kutukan kepada kalian, tapi kalian tenang saja, mantra kutukan itu tidak akan berefek dan tidak akan aktif jika kalian semua tidak membocor kan kejadian hari ini kepada orang lain, namun jika kalian membocorkan kejadian hari ini, maka nyawa kalian lah yang akan menjadi bayaran nya" ucap Edward kepada para pengawal nya,
Mereka semua paham maksud dari tindakan yang di lakukan oleh Edward,
Setelah nya mereka semua melanjutkan perjalanan nya ke ibu kota kekaisaran SHIN-ZU, Edward dan Haruna menunggangi singa putih nya sedangkan Gorhan menunggangi harimau putih mikik Edward,
Mereka berjalan santai ke arah ibu kota kekaisaran SHIN-ZU,
Di sisi lain Gon yang sedang di lantik oleh beberapa tetua naga hitam di dalam dimensi neraka kegelapan,
Gon di latih untuk tetus bertarung dan bertarung melawan para monster untuk menaikan level dan kekuatan nya,
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Continue...