THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
26. BERITA PEPERANGAN KEKAISARAN SHIN-ZU DENGAN KERAJAAN GOU-ZHANG.


__ADS_3

Mereka di tuntun menuju ke istana kekaisaran untuk bertemu dengan Yang Mulia Kaisar Ziyun,


Ketika mereka memasuki ruangan utama kekaisaran, Yang Mulia Kaisar Ziyun langsung meneteskan air mata nya setelah melihat wajah putri semata wayang nya,


"Ha'er..!!?" Ucap Yang Mulia Kaisar ketika melihat Haruna,


Haruna yang mendengar dan melihat yang mulia kaisar langsung berlari ke arah Yang Mulia Kaisar dan memeluk nya dengan sangat erat,


"Ayahh...!!" Ucap Haruna sambil memeluk Ayahanda tercinta nya dengan penuh kerinduan,


Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan kebahagiaan yang kini di rasakan oleh mereka berdua, kerinduan yang begitu dalam kepada putri semata wayang nya, tidak mampu untuk membendung air mata yang keluar dari kedua mata nya, mereka terhanyut di dalam kerinduan,


"Ha'er apa kamu baik-baik saja..? Ayah sangat merindukan mu..?" Ucap Yang Mulia Kaisar kepada putri nya,


"Ayahh... Aku juga sangat merindukan mu..", ucap Haruna kepada Ayahanda nya,


Saat ini Yang Mulia Kaisar sudah tidak mempedulikan tahta dan jabatan yang di sandang oleh nya,


Dia hanya mempedulikan anak nya yang ada di hadapan nya,


"Ayah.. sudah..aku tidak apa-apa, oh.. ya, ayah perkenalkan mereka dari rombongan keluarga GUARD, dia bernama Edward Van De Guard Tuan besar keluarga GUARD dan yang ini adik nya bernama GORHAN tuan muda keluarga GUARD," ucap Haruna memperkenal kan rombongan yang di bawa Edward kepada Ayahanda Kaisar Ziyun,


"Salam Hormat.. Yang Mulia Kaisar..?" Ucap Edward seraya membungkuk memberikan Hormat kepada Yang Mulia Kaisar,


"Hhhmmm... Ya senang bisa bertemu dengan Tuan Besar Keluarga Guard," ucap Yang Mulia Kaisar Ziyun membalas sapaan dari Edward,


"Ohh.. ya, ayah Edward ini lah yang telah menyelamatkan ku, ketika aku terjebak di dalam labirin DUNGEON," ucap Haruna memberitahukan kepada Ayahanda


Yang Mulia Kaisar yang baru mengetahui bahwa Edward lah yang telah menyelamatkan putri nya dia merasa berhutang budi yang sangat besar kepada Edward,


"Tuan Edward terimakasih, kau telah menyelamatkan putri tercinta ku, apa pun yang kau ingin kan akan aku berikan,?" Ucap Yang Mulia Kaisar kepada Edward yang tidak tahu harus membalas budi Edward dengan cara apa,


Tiba-tiba suara notivikasi system berdering di pikiran Edward memberitahu kan bahwa misi yang sedang dia jalani telah selesai,


System : [ DINGG...!!! ]


[ SELAMAT MISI TINGKAT A ANDA TELAH SELESAI..!!! ]


[ SELAMAT ANDA MENDAPAT KAN HADIAH, HADIAH YANG DI DAPAT KAN 10.000 POINT TUKAR, 5000 POINT PENGALAMAN, 2000 POINT SKIL, 500 GOLD COIN, 100 POINT KEPERCAYAAN KEKAISARAN SHIN-ZU, DAN HADIAH RAHASIA DARI KEKAISARAN ]


"Hhhmmmm... Jadi yang di maksud hadiah rahasia adalah ini, permintaan apa pun akan di berikan untuk ku, oleh Yang Mulia Kaisar" dalam benak Edward,


Setelah Edward berfikir dengan keras permintaan apa yang akan dia minta kepada Yang Mulia Kaisar, Edward mengeluarkan selembar kertas dan di berikan kepada Yang Mulia Kaisar, yang isi nya hanya surat perijinan membuka usaha di Ibukota kekaisaran SHIN-ZU,


Yang Mulia Kaisar yang telah menerima dan membaca isi dari selembar kertas yang di berikan oleh Edward, sempat merasa terkejut, karena permintaan yang sangat-sangat sederhana dari Edward,


Yang Mulia Kaisar sungguh tidak akan menyangka dan tidak percaya tawaran yang dia berikan kepada Edward untuk meminta apa pun dari nya, harta, wanita bahkan Yang Mulia sangat ingin Edward meminta untuk di nikahi dengan Haruna putri kandung nya, namun semua itu jauh dari pikiran yang di pikirkan Yang Mulia Kaisar, Dan Edward hanya meminta Yang Mulia Kaisar untuk menandatangani surat perijinan untuk membuka suatu usaha di ibu kota USHUKA Kekaisaran SHIN-ZU,


"Apa kau yakin hanya meminta ini..?" Ucap Yang Mulia Kaisar Ziyun kepada Edward mempertanyakan tentang permintaan yang Edward ingin kan,


"Ya.. itu saja sudah sangat cukup untuk ku Yang Mulia Kaisar," ucap Edward menjawab pertanyaan yang mulia kaisar,


"Baik lah.. jika itu kemauan mu, namun aku hanya penasaran kenapa hanya ini saja yang kau minta,?" Ucap Yang Mulia Kaisar kepada Edward yang merasa sangat heran kepada Edward, karena baru pertama kali bagi nya ada seseorang yang tidak tergiur dengan harta atau wanita,


Edward yang mendengar ucapan dari Kaisar Ziyun segera menjawab pertanyaan dari yang mulia kaisar,


"Ahhh .. untuk itu, aku mohon maaf yang mulia kaisar, ada sebuah pepatah mengatakan, lebih baik memberi dari pada harus meminta, aku tidak apa.. meskipun itu bukan murni keinginan aku yang meminta kepada Yang Mulia Kaisar, namun cukup bagi ku hanya meminta ini saja," ucap Edward membalas pertanyaan Yang mulia kaisar,

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, aku akan menandatangani surat perijinan usaha mu," ucap Yang Mulia Kaisar kepada Edward,


Setelah nya Edward dan rombongan nya pamit undur diri untuk mengurus keperluan nya di Ibu kota kekaisaran SHIN-ZU, berbeda dengan Haruna yang tetap tinggal di sana karena memang istana adalah rumah nya,


.


Hanya dalam waktu satu hari Edward telah membeli sebuah toko dan rumah untuk dia memulai usaha nya dan tinggal untuk beberapa waktu di sana,


"Hahhh... Lelah nya.." ucap Edward menghela napas,


"Kakak.. ini minuman dingin untuk kakak.." ucap Gorhan yang datang ke ruangan Edward sambil membawa dua gelas es teh,


"Terimakasih Gorhan.." ucap Edward seraya mengambil minuman itu yang di letakan Gorhan di depan meja kerja Edward,


"Hmm..oh.. ya, kakak.. bagaimana kabar kakak Gon di sana yah, aku sangat rindu pada nya," ucap Gorhan mempertanyakan keadaan Gon yang sudah beberapa pekan telah melakukan misi yang di berikan Edward,


"Kabar kakak mu Gon.. tenang saja Gon baik-baik saja di sana, karena kakak dapat berkomunikasi lewat telepati," ucap Edward menjawab pertanyaan dari Gorhan,


.


Di sisi lain, di kediaman keluarga Kekaisaran SHIN-ZU,


"Ayah.. !!!! Poko nya aku tidak mau di jodoh kan dengan pangeran Gou zi..!!!" Ucap Haruna memprotes tentang perjodohan yang di lakukan oleh Ayahanda nya dengan raja Gou xi,


"Ha'er.. Ayah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, bagai mana pun, Ayah telah membuat suatu perjanjian lama dengan Raja Gou xi," ucap Yang Mulia Kaisar,


"Ayah.. poko nya kalau Ayah tidak membatalkan perjodohan ini, aku lebih baik mati..!!" Ucap Haruna yang merasa marah kepada Ayahanda nya,


"Hahhh.... Baiklah baiklah... Ayah akan menuruti apa pun keinginan mu bahkan perang melawan kerajaan GOU-ZHANG," ucap Yang Mulia Kaisar kepada putri tercinta nya,


"Terimakasih Ayah..!!!?" Ucap Haruna kepada Ayahanda nya


"Iyah... Iyah.. Haruna.. maaf kan Ayah mu ini yah.. Ayah tidak akan membiarkan mu hidup di dalam penderitaan.." ucap Ayahanda Haruna,


Haruna tersenyum membalas perkataan ayah nya,


.


Beberapa hari berikut nya...


Di dalam sebuah istana kerajaan tepat nya di sebuah ruangan pertemuan,


"Lapor Yang Mulia Kaisar, Hamba membawa laporan bahwa utusan dari kerajaan GOU-ZHANG sudah tiba," ucap Prajurit pembawa berita,


"Ya.. silahkan dia masuk," ucap Yang Muia Kaisar Ziyun kepada prajurit itu,


"Baik.. Yang Mulia Kaisar, Hamba akan melaksanakan titah Yang Mulia Kaisar," ucap prajurit itu, dan setelah nya dia pergih keuar ruangan pertemuan untuk membawa masuk tamu utusan dari kerajaan GOU-ZHANG,


Tidak butuh waktu yang lama, prajurit yang pergih melaksanakan titah Yang Muia Kaisar untuk membawa utusan Kerajaan GOU-ZHANG untuk menemui Yang Mulia Kaisar, datang kembali membawa serta utusan dari kerajaan GOU-ZHANG,


Setelah nya prajurit itu menundukan badan nya memberikan Hormat kepada Yang Mulia Kaisar dan segera pergih keluar dari ruagan itu,


"Salam Hormat ku Yang Mulia Kaisar Ziyun," ucap prajurit utusan dari Kerajaan GOU-ZHANG,


"Ya... Ada apa pihak Kerajaan GOU-ZHANG sampai repot-repot mengirim utusan datang untuk menemui ku,?" Ucap Yang Mulia Kaisar,


"Mohon maaf Yang Mulia Kaisar, Hamba hanya melaksanakan titah dari baginda Raja Gou xi untuk menyampaikan sebuah pesan tentang pernikahan Yang Mulia Putri Haruna dengan Pangeran Gou zi," ucap prajurit utusan dari Kerajaan GOU-ZHANG kepada Yang Mulia Kaisar,

__ADS_1


"Ohh... Soal perjodohan anak ku, aku tidak bisa menjodohkan anak ku dengan Pangeran Gou zi, beritahu Raja Gou xi aku membatalkan perjodohan ini," ucap Yang Mulia Kaisar,


Semua yang ada di sana seketika langsung tersentak, terkejut dengan keputusan yang di ucapkan oleh Yang Mulia Kaisar,


"Yang Mulia.. apa tidak bisa di pikirkan kembali, jika pihak kita menolak perjodohan ini, maka perang antara 2 kerajaan besar di dunia ini akan terjadi dan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak tidak bisa di hindari," ucap Mentri pertahanan Kekaisran SHIN-ZU Jendral Gu Yun Yang,


"Ya Jendral... Aku tahu akan akibat dari pembatalan perjodohan ini, tapi aku tidak bisa mengorbankan kebahagiaan anak ku, putri satu-satu nya yang aku miliki," Ucap Yang Mulia Kaisar menjawab pertanyaan dari Mentri petahanan,


"Hhhhmmmm... Aku setuju dengan Yang Mulia Kaisar, apa pun keputusan Yang di ambil oleh Yang Mulia Kaisar aku akan tetap mendukung dan melaksanakan nya," ucap Jendral tertinggi Panglima perang Shin Zhao,


Mereka semua yang ada di dalam ruangan segera langsung terbakar api semangat ketika seorang Panglima Perang yang gagah perkasa akan mengucapkan kata setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Yang Mulia Kaisar,


"Yah... Kau benar Panglima Zhao, aku... Jendral Zun Khun, akan siap melakukan apa pun titah Yang Mulia Kaisar," ucap Jendral Zun Khun,


Mereka semua setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Yang Mulia Kaisar Ziyun,


Setelah itu utusan perwakilan dari kerajaann GOU-ZHANG pamit undur diri dan pergih dari ruangan pertemuan, kemudian Yang Mulia Kaisar Ziyun mengucapkan beberapa kalimag kepada mereka semua,


"Kalian semua.. Dengar kan aku..!!!" Ucap Yang Mulia Kaisar,


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu segera diam,


"Demi Bangsa kita..


Demi keluarga kita...


Dan demi tanah air kita..


Kita tidak perlu takut dengan penjajah yang akan menjajah tanah air kita..


Berjuang lah bersamaku, sampai titik darah penghabisan, Hiaaa....!!!!" Ucapan kata-kata semangat yang di lontar kan oleh Yang Mulia Kaisar Ziyun membakar api semangat yang semula padam,


"Ya..... Merdekaa....!!!


Merdekaaa.....!!!" Ucap mereka serentak menyorakan semangat mereka yang tidak pernah padam,


"Panglima Zhao, perintah kan seluruh prajurit untuk bersiap ke barisan depan di desa-desa yang ada di perbatasan.. Jendral Zhun Khun beritakan tentang masalah ini kepada pusat Guild yang ada di seluruh kota-kota yang ada di Kekaisaran ini, agar merekrut banyak para petualang untuk membantu peperangan ini, Jendral Gu Yun Yang.. beritakan kepada masyarakat desa-desa yang ada di perbatasan antara Kekaisaran ini dengan kerajaan GOU-ZHANG, agar mereka mau mengungsi ke ibu kota untuk sementara, Jendral Fang Yu, persiapkan segala kebutuhan pangan dan persenjataan untuk para prajurit dan petualang yang akan ikut perang, Jendral Lin Dong Chu, beri perintah kepada setiap Bangsawan dari kekaisaran ini untuk ikut serta dalam peperangan ini" ucap Yang Mulia Kaisar menurun kan titah kepada Panglima dan setiap Jendral-Jendral yang ada di Ruangan pertemuan,


"Siap laksanakan Yang Mulia Kaisar...!!!" ucap mereka serentak setelah menerima sebuah titah dari Yang Mulia Kaisar


mereka semua pergih melaksanakan titah dari Yang Mulia Kaisar dan hanya menyisakan satu penasihat Kaisar dan Jendral ahli strategi dan siasat perang yang masih di dalam ruangan pertemuan untuk membahas strategi perang yang akan mereka hadapi.


.


.


.


.


.


.


.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2