THE LEGEND OF EDWARD

THE LEGEND OF EDWARD
32. KESALAH PAHAMAN KECIL.


__ADS_3

Mentari yang terbit dari upuk timur, perlahan sinar nya menyeruak menyebar ke seluruh belahan dunia ini, memberikan kehangatan bagi setiap mahluk hidup yang ada di dunia ini,


Hamparan pepohonan nan hijau menjadi pemandangan yang begitu indah dan menawan, butiran embun yang masih melekat di antara dedaunan, seperti butiran mutiara ketika di terpa cahaya mentari, walau pun hanya untuk sesaat,


"Aku sangat bersyukur telah di hidupkan kembali di dunia ini, dunia yang penuh dengan keajaiban, hingga aku bisa merasakan apa yang di sebut dengan kata CINTA,"


.


Edward terbang bersama dengan Suzuka naik di atas punggung nya, menatap lurus kedepan, melihat keindahan alam yang masih nampak begitu asli,


"Suzuka.. bisa kah kita terbang lebih rendah dan perlahan..?" Ucap Edward memerintahkan Suzaku untuk terbang lebih rendah dan perlahan agar Edward bisa menikmati keindahan alam lebih lama lagi,


"Baik Tuan.." ucap Suzaku mengikuti apa yang Edward ucapkan, kemudian dia terbang lebih rendah dan secara perlahan,


Iringan Pasukan yang di kawal oleh Hyukimura Hayato dan Takeshi Shui berjalan tepat di bawah Edward yang sedang menunggangi Suzaku, mereka yang melihat Edward terbang lebih rendah langsung berteriak menyebutkan nama Edward,


Edward hanya membalas mereka dengan senyuman seperti biasa,


Di tengah perjalanan Hyukimura pamit kepada Tuan Besar nya, Edward, untuk melanjutkan perjalanan nya ke kerajaan SOULVANIA, begitu pun dengan Takeshi yang pamit untuk pergih kekota KHIRA,


Sesampai nya Edward di Ibu kota Kekaisaran SHIN-ZU Edward tidak langsung menemui Haruna, diri nya kembali ke kediaman nya untuk bertemu dengan adik nya Gorhan, namun sebelum itu Edward memerintahkan Suzaku untuk mendarat sedikit lebih jauh dari pintu Gerbang Ibu Kota Kekaisaran, agar penduduk Ibu Kota Kekaisaran tidak terkejut melihat Edward menaiki burung besar,


Kemudian Edward berjalan perlahan menuju ke kediaman nya untuk menemui Gorhan dan juga Erika,


Beberapa menit kemudian Edward tiba di depan pintu kediaman nya, yang berada di distrik perdagangan,


Edward di sambut hangat oleh semua penjaga kediaman nya,


"Tuan.. beri Hormat kepada Tuan Besar..!!!" Ucap penjaga lama gerbang kediaman Edward yang memerintahkan kepada penjaga yang baru di rekrut oleh Erika untuk menjadi penjaga kediaman Edward,


"Hormat Tuan Besar..!!!" Ucap para penjaga secara serempak,


"Ya.. terimakasih kalian telah menjaga kediaman ku," ucap Edward berterimakasih kepada para penjaga yang selalu menjaga kediaman nya,


setelah nya Edward berjalan masuk kedalam kediaman nya,


.


Saat tiba di dalam kediaman nya, tepat nya di ruang tamu kediaman Keluarga Guard, Edward melihat Gorhan yang sedang serius belajar materi-materi pembelajaran tentang tata cara pembukuan di dalam bidang wira usaha, bersama dengan Erika yang nampak antusias mengajari Gorhan dengan sabar, karena bagaimana pun Gorhan adalah Tuan Muda Keluarga Bangsawan Guard,


"Gorhan... Kakak pulang..?" Ucap Edward yang baru tiba di di kediaman nya,


Goran dan Erika sedikit terkejut atas kedatangan Edward yang sebelum nya belum mengabari mereka tentang kepulangan nya,


"Yeyyy.... Kakak pulang..!!!" Ucap Gorhan yang merasa sangat senang melihat kepulangan kakak nya,


"Kak.. bagaimana di sana, apa kakak berhasil mengalahkan pasukan musuh yang menyerang ke perbatasan,?" Ucap Gorhan yang penasaran,


"Kau lihat sendiri kan.. kakak sudah ada di depan mu, itu arti nya keadaan di perbatasan suda aman terkendali," ucap Edward menjawab pertanyaan dari Gorhan,


"Waaaa...!!! Kakak sangat hebat..!!" Ucap Gorhan merasa kagum kepada kakak nya,


Kemudian Gorhan melontarkan beberapa pertanyaan kembali kepada kakak nya,


"Kakak.. ceritakan kepada ku bagaimana kakak bisa memenangkan peperangan itu,?" Ucap Gorhan yang berantusias ingin mendengar cerita tentang kehebatan kakak nya,


"Haahhhh...!!!(menghela napas) Tidak sekarang Gorhan, lain kali akan kakak ceritakan kepada mu, kakak sedang banyak pekerjaan, dan saat ini kau belajar lah yang rajin karena kau adalah adik ku, Tuan Muda Keluarga Bangsawan Guard," ucap Edward menjawab ucapan dari Gorhan,


"Hhhmmmm... Baik lah.." ucap Gorhan sedikit merasa lesu mendengar ucapan dari Kakak nya,


"Oh...ya, Erika kumpulkan beberapa data pegawai Toko serta seluruh penjaga toko yang ada di seluruh Toko yang kita miliki, baik yang ada di Kekaisaran ini atau pun yang ada di luar Kekaisaran ini, dan jika sudah selesai tolong kau taruh laporan itu ke meja ruang kerja ku," ucap Edward memerintahkan kepada Erika,


"Baik.. Tuan Besar, akan saya laksanakan setelah pelajaran Tuan Muda Gorhan selesai," ucap Erika di sertai dengan diri nya yang membungkuk memberi kan hormat nya kepada Edward,


"Ya sudah kalau begitu... Aku akan pergih sebentar untuk menemui Haruna di kediaman nya,"ucap Edward kepada mereka yang ada di ruangan itu,


Edward yang sudah tidak tahan lagi dengan rasa rindu nya kepada Haruna segera pergih kekediaman keluarga utama kekaisaran SHIN-ZU,


Diri nya berjalan perlahan melewati jalan utama menuju daerah pemungkiman keluarga Bangsawan kelas atas, tanpa mempedulikan sedikit pun tatapan mata dari setiap warga di sekitar jalan yang di lewati nya,

__ADS_1


Setelah lama berjalan dan pada akhir nya Edward sampai di tempat tujuan nya, yaitu kediaman keluarga utama Kekaisaran,


.


"Berhenti di sana..!!!" Ucap penjaga yang menjaga kediaman keluarga utama Kekaisaran ketika melihat seorang pria asing ingin memasuki kediaman keluarga utama kekaisaran, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Edward, yang datang kekediaman keluarga utama Kekaisaran karena ingin menemui Haruna,


Edward tidak marah ketika diri nya di hadang oleh penjaga itu, karena dia memaklumi sikap yang di lakukan oleh penjaga itu, tidak lain karena ingin melindungi kediaman keluarga utama dari orang asing yang ingin masuk tanpa memberikan surat undangan atau semacam nya,


Langkah kaki Edward terhenti ketika diri nya di hentikan oleh penjaga yang menjaga kediaman keluarga utama Kekaisaran,


"Beritahu kepada ku... Siapa kau..? Dan apa tujuan mu datang ke kediaman Kaisar, tunjukan surat undangan resmi dari keluarga kekaisaran," ucap penjaga itu kepada Edward,


"Hmmm... Maaf aku hanya ingin bertemu dengan Tuan putri Haruna, aku tidak membawa surat undangan apa pun dari nya, karena ini hanya keinginan ku untuk bertemu dengan Tuan Putri Haruna," ucap Edward memberi tahukan niat nya datang ke kediaman Keluarga Utama Kekaisaran kepada penjaga yang menahan diri nya di pintu masuk,


"Pergih kau..!!!" Ucap penjaga itu dan mendorong tubuh Edward hingga diri nya terjatuh ke tanah yang dia pijak sebum nya,


Edward yang di perlakukan seperti itu masih mencoba untuk tetap sabar menahan amarah yang ada di hati nya,


Kemudian Edward berdiri kembali, setelah diri nya di dorong oleh penjaga itu hingga diri nya terjatuh,


Sebenar nya jika Edward tidak menyegel semua kekuatan nya hingga ketitik di mana diri nya bisa di samakan dengan rakyat biasa, hal semacam itu tidak akan membuat nya terjatuh,


"Maaf tuan penjaga.. aku hanya ingin bertemu dengan Tuan Putri Haruna," ucap Edward sekali lagi menyampaikan niat nya datang ke kediaman Keluarga Utama Kekaisaran kepada penjaga itu,


Namun hal yang sama pula di dapatkan oleh Edward, bahkan kali ini, tanpa mempedulikan siapa Edward sebenar nya penjaga itu dengan sangat berani menendang perut Edward hingha Edward terpental dan terperosok di jalan yang sebelum nya Edward lalui,


"Dasar kau Rakyat jelata,!!! berani-berani nya kau ingin menemui Tuan Putri Haruna, sadar diri lah sebelum kau ingin bertemu dengan Tuan Putri Haruna, enyah kau dari kediaman keluarga utama kekaisaran ini.. PERGIHH...!!!" Ucap penjaga itu dengan nada yang tinggi setelah menendang Edward membuat Edward harus teperosok di jalan dan memuntahkan seteguk darah dari mulut nya,


Kali ini kesabaran Edward sudah memuncak, dia ingin sekali memberikan pelajaran kepada penjaga itu, hingga diri nya sadar telah salah berurusan dengan Edward,


"Hahhh.... (Menghela napas) sudah cukup.. sampai kan pesan ku kepada Tuan Putri Haruna, bahwa aku Edward, datang untuk menemui nya," ucap Edward kepada penjaga itu dan kemudian perlahan berusaha untuk berdiri,


Namun belum sempat Edward berdiri dengan tegak, dari arah pintu gerbang yang sebelum nya tertutup rapat perlahan terbuka, dan suara yang tidak asing bagi Edward terdengar cukup jelas di telinga nya, yah tidak lain dan tidak bukan sosok itu adalah Tuan Putri Haruna,


Sebelum nya, Haruna yang sedang asik berdandan di kamar nya, karena dia tahu hari ini akan pergih menemui Edward untuk melepas rasa rindu nya, dia mendengar keributan yang di lakukan oleh penjaga itu, namun karena Haruna berada di dalam dan tidak terlalu jelas mendengar keributan itu, hingga Haruna mau tidak mau harus mengecek keributan yang terjadi di luar kediaman nya oleh diri nya sendiri,


"Penjaga.. ada apa ribut-ribut..?" Ucap Haruna bertanya kepada penjaga itu memastikan apa yang telah terjadi,


"Oh... Jadi begitu, di mana orang yang ingin bertemu dengan ku..?" Ucap Haruna menanyakan keberadaan orang yang ingin bertemu dengan nya kepada penjaga itu,


"Di sana Tuan Putri.." ucap penjaga itu sambil menunjuk kearah Edward yang sedang berusaha bangkit berdiri,


Haruna seketika langsung terkejut ketika melihat Edward yang sedang berusaha berdiri, Haruna langsung berlari menghampiri Edward dan berusaha membantu Edward untuk berdiri, setelah nya tanpa mempedulikan sekitar nya, Haruna langsung memeluk tubuh Edward,


"Edward... Apa yang terjadi kepada mu..?" Ucap Haruna setelah melepaskan pelukan nya dan melihat kondisi Edward, dengan noda darah yang masih sedikit membekas di sudut bibir nya ketika Edward memuntahkan seteguk darah akibat dari tendangan yang di lakukan oleh penjaga itu,


"Haruna.. tidak, tidak apa, ini hanya kesalah pahaman saja," ucap Edward menjelaskan nya kepada Haruna,


Namun Haruna yang sudah terpancing oleh amarah nya berjalan menghampiri penjaga itu,


Tiba-tiba suara yang cukup keras terdengar ketika Haruna menamparkan tangan nya di pipi sebelah kiri penjaga itu,


Sfx : Plaakkk...!!! (Suara tamparan)


"Kau tau siapa dia..!!!?" Ucap Haruna dengan nada tinggi yang sudah terpancing oleh emosi nya,


"Aa.. Ampuni hamba Tu.. Tuan Putri..!!?


Ha.. Hamba sungguh tidak mengetahui nya.." Ucap penjaga itu dan berlutut di depan Tuan Putri Haruna, diri nya sangat menyesal dengan tindakan yang di lakukan oleh nya sendiri terhadap Edward,


"Dia adalah orang terpenting di dalam hidup ku setelah orang tua ku..!!" Ucap Haruna memberitahukan posisi Edward di dalam hidup nya,


Edward yang mendengar itu sedikit tersentuh, di dalam hidup nya dulu, tidak ada satu pun orang yang mementingkan diri nya, bahkan kehadiran nya di dunia ini seperti tidak ada dan tidak akan pernah di anggap oleh siapa pun,


Penjaga itu berulang kali memohon ampunan kepada Tuan Putri Haruna, bahkan berulang kali membentur kan kening nya ke tanah yang berada di depan kaki Haruna,


Hal yang pertama yang di lakukan oleh Edward ketika melihat kejadian itu, adalah menenangkan emosi yang meluap-luap keluar dari Haruna,


Perlahan Edward berjalan mendekati Haruna yang sedang meluapkan seluruh emosi nya, ketika Edward tepat berada di samping sebelah kiri Haruna Edward merangkul tubuh Haruna dan mengucapkan beberapa kata yang membuat Haruna merasa tenang,

__ADS_1


"Haruna.. sudah cukup, tenangkan diri mu, kau harus menjaga sikap mu, ini murni hanya kesalah pahaman saja," ucap Edward menenangkan Haruna yang sedang terpancing emosi,


Seketika emosi haruna mereda saat mendengar ucapan dari Edward,


"Terimakasih Edward, tapi aku tidak bisa membiarkan penjaga yang seenak nya bertindak tanpa bertanya terlebih dahulu kepada ku, setidak nya dia harus melapor kepada pihak keluarga ku jika kedatangan seorang tamu, bagai mana jika kejadian ini terulang kembali,?" Ucap Haruna kepada Edward yang masih sedikit merasa kesal kepada penjaga itu,


"Ya.. kau benar Haruna, setidak nya itu sudah cukup untuk menjadi pelajaran bagi nya atas kesalahan nya," ucap Edward kepada Haruna,


"Hahh.. (menghela napas) baik lah aku akan memaaf kan mu, tapi...? Jika lain kali kejadian yang sama seperti ini terulang kembali jangan pernah berharap kau dan keluarga mu akan tetap tinggal di ibu kota kekaisaran ini," ucap Haruna memberikan kesempatan kedua kepada penjaga itu dan sedikit memberi ancaman,


"Te... Terimakasih Tuan Putri..? Maaf kan aku Tuan Putri, maaf kan aku Tuan Edward,?" Ucap penjaga itu yang merasa bersalah dan menyesal atas perbuatan nya, bahkan air mata nya tak kuasa untk di bendung,


"Sudah lah.. lupakan semua ini, namun ingat lah, jangan melakukan hal seperti ini lagi, tamparan yang di lakukan oleh Tuan Putri Haruna itu adalah balasan untuk pukulan yang kau lakukan ke pada ku," ucap Edward dan mengakhiri kesalah pahaman yang terjadi di depan kediaman Keluarga Utama Kekaisaran SHIN-ZU,


.


Edward dan Tuan Putri Haruna berjalan masuk ke dalam kediaman Keluarga Utama Kekaisaran, Edward di ajak oleh Haruna ke halaman belakang yang biasa di jadikan tempat untuk bersantai..


Ketika Edward sampai di halaman belakang kediaman Haruna, Edward merasa takjub dengan keindahan interior taman yang sangat menawan,


Bunga-bunga yang tumbuh begitu cantik dan terawat, pepohonan yang rindang nampak indah berjejer di setiap pinggiran taman di halaman belakang kediaman keluarga utama Kekaisaran, di tengah-tengah taman ada sebuah danau kecil buatan yang di mana di tengah-tengah danau itu pula ada sebuah bangunan Gazebo yang berdiri kokoh di atas air danau, jembatan kecil yang melengkung menjadi penghubung antara sisi danau dan Gazebo, ukiran yang nampak begitu cantik terukir di setiap pegangan tangan dari jembatan itu, sungguh arsistektur yang sangat indah,


Edward dan juga Haruna yang di ikuti oleh pelayan wanita Haruna berjalan ke arah Gazebo itu, dan duduk santai di sebuah Gazebo yang indah dan menenangkan,


"Haruna.. di sini cukup tenang, bisa merileks kan sedikit pikiran ku," ucap Edward merasa sangat damai dan tenang ketika berada di Gazebo,


"Ya.. kau benar Edward, saat aku sedang merasa tidak tenang aku sering kali kesini untuk sedikit menenangkan pikiran ku," ucap Haruna menjawab pertanyaan Edward,


"Oh.. ya, pelayan bawakan 2 cangkir teh hangat dan kue kering untuk ku dan tamu ku," ucap Haruna memerintahkan kepada pelayan nya,


"Baik Tuan Putri..." Ucap pelayan wanita itu dan pergih menyiapkan sajian untuk Tuan Putri dan tamu nya,


Setelah pelayan itu pergih dan tidak terlihat lagi dari pandangan Haruna, haruna duduk mendekat ke sisi Edward dan meletakan kepala nya di bahu Edward,


Edward yang melihat tingkah laku manja yang di lakukan Haruna sedikit tersenyum, dan merangkul pinggang haruna agar lebih mendekat kepada nya,


Rona merah nampak jelas tergambar di wajah haruna,


"Haruna aku ingin bertanya, kemana ibunda mu," ucap Edward kepada Haruna menanyakan tentang ibunda Haruna,


"Ibu ku sudah meninggal dunia, sejak aku lahir ke dunia ini," ucap Haruna memberitahukan tentang ibunda nya yang sudah lama meninggal dunia,


"Hhhhmmmm... Maaf kan aku Haruna, bukan maksud ku untuk membuat mu sedih," ucap Edward yang merasa bersalah karena membuat Haruna bersedih,


"Ya.. tidak apa Edward, lagi pula kejadian itu sudah cukup lama," ucap Haruna kepada Edward, yang tidak mempermaslahkan tentang ucapan dari Edward,


"Oh.. ya, Edward jika aku boleh tahu kau berasal dari kerajaan mana, dan aku juga belum pernah bertemu dengan kedua orang tua mu, ?" Ucap Haruna bertanya kepada Edward,


Edward yang mendengar ucapan dari Haruna sedikit memasang wajah sedih,


"Sebenar nya aku terlahir ke dunia ini tidak pernah mengenal siapa kedua orang tua ku, karena aku di besarkan di panti asuhan," ucap Edward kepada Haruna,


"Hhhmmm... Edward, maaf kan aku yah..?" Ucap haruna dan memeluk tubuh Edward,


"Tidak apa Haruna.." ucap Edward menjawab ucapan Haruna,


Setelah nya Edward menceritakan masalalu tentang diri nya ketika hidup di Bumi kepada Haruna


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Continue...


__ADS_2