
"Papi mami mana?” Alfat merengek sepanjang hari mencari ibunya.
Hendra tidak dapat berbuat banyak hal untuk memberikan jawaban pada Alfat dan Ernando. Alfat yang terus merengek, Ernando yang berubah pendiam membuat Hendra menggila.
"Apa yang harus aku lakukan mi?"
Penyesalan yang tidak ada gunanya. Apa yang dipikirkan Hendra? mengapa dia meninggal istrinya di jalanan yang jelas-jelas jauh dari rumah penduduk. Berkali-kali Hendra meraup wajahnya. Kegusarannya semakin menjadi manakala Queen tidak di temukan di mana-mana.
Time pencarian korban kecelakaan yang di panggil Hendra secara pribadi tidak menemukan Queen dan jejaknya di mana pun. Queen seperti di telan bumi hilang tak berbekas.
Hendra tetap tidak ingin menyerah, meskipun Queen di nyatakan meninggal. Time menjabarkan, wilayah di mana Queen tertinggal saat itu adalah wilayah larangan. Tidak di perbolehkan berhenti, beristirahat, atau sekedar melihat-lihat pemandangan.
Kemungkinan besar Queen menjadi korban keganasan binatang buas. Tapi Hendra masih ingin meyakinkan diri bahwa Queen masih hidup. Hendra di hantui rasa bersalah.
Tujuh hari tahlilan memperingati kematian Queen.
Air mata Hendra tidak dapat berhenti. Penyesalan yang mendalam.
“Papi mami mana?” Alfat masih terlalu kecil untuk memahami situasi. Kepergian Queen adalah kesalahan Hendra. Ernando anak sulungnya menyudutkannya dengan sadis.
Bahkan Ernando tidak mengizinkan semua orang mendekati nya.
“Papi yang membunuh mami,” berkali-kali Ernando meneriaki Hendra tanpa ampunan.
__ADS_1
Memaki dengan bahasa anak muda yang tidak beretika...papi...papi...papi... semua nama hewan di sebut Ernando hanya untuk memuaskan emosinya.
Ernando membanting semua barang yang ada di kamarnya dengan membabi-buta. “Papi pembunuh mami!”
“Ma...” Hendra menjatuhkan diri dalam pelukan ibunya.
Tidak ada penyesalan di wajah Nurmala. Wanita tua itu terkesan bersyukur dengan kepergian Queen. Sementara Melly hadir turut berbelasungkawa.
Sebagai orang ketiga Melly memiliki kesempatan yang sangat bagus untuk memasuki wilayah orang lain. Kesempatan tidak akan datang dua kali.
“Takdir memang kadang tidak adil bang, Abang harus bersabar menghadapi cobaan.”
Wanita berbody sintal itu menggenggam tangan Hendra memberikan kekuatan, “bahwasanya yang hidup pasti mati.” Ucapnya Berlahan-lahan.
Hendra masih duduk di ruang tamu meskipun semua orang sudah berpamitan. Sekali lagi Hendra masih berharap pada time pencari untuk menemukan jasad Queen seperti apapun itu keadaannya.
harap Hendra pada time pencari.
“Kami akan melakukan semua usaha, tapi Anda pun tau wilayah istri anda hilang adalah kawasan yang di larang untuk di kunjungi. Karena apa? Anda tau di sana adalah habitat aslinya hewan buas yang di lindungi. Ada berapa ekor harimau tinggal di sana, belum lagi hewan buas lainnya.”
Hendra tidak bisa meredakan kesedihan, dia mengangguk mengerti dengan wajah penyesalan. Akan tetapi Hendra tetap pada pendiriannya untuk tetap mencari, meskipun hanya jasad tak utuh yang akan di dapatkan.
“Kami akan berusaha sebaik mungkin.”
Perjalanan waktu begitu cepat, Hendra masih di rundung kesedihan. Kepergian Queen adalah kesalahannya.
__ADS_1
Kedekatan Hendra dan Melly pun semakin intim. Keduanya saling tukar pengalaman dan berbagi cerita. Mengenang masa lalu sampai bertukar rasa nyaman.
BERSAMBUNG YA GAES'....

Ku jiwai sepi ini
di malam redup tak berpenghuni
Dengan lirik puisi rindu yang mengabu
Di tiap nada yang ku unggah bersama resah
canda mu menjadi puing di antara isak yang menghiba
Pada setiap jejak sang waktu
kutasbihkan bulir-bulir air mata
Menjadi ayat-ayat cinta
yang ku rangkum dalam Alkitab perjalanan pujangga
__ADS_1
Arjuna Bayu 22062023