
Anjing akan menyalak dengan brutal ketika mendapatkan perlindungan dan tuannya. Padahal jika sendiri anjing adalah mahkluk yang sangat pengecut. Gambaran orang-orang yang selalu berkoar-koar mencari kebenaran dan keburukan orang lain.
“Haaaaah...Capek,” Nurmala membanting tulang belulangnya ke ranjang hotel termahal di kota Palembang.
Impian Nurmala akhirnya berhasil mengenalkan anak lelakinya dengan Melly wanita muda kaya raya anak seorang pengusaha sukses di bidang perdagangan lokomotif internasional.
Ibu kandung Hendra yang sudah berusia sekitar 50 tahun itu tersenyum puas.
“Untuk apa kakakmu itu mempertahankan wanita yang tidak seberapa, hanya seorang guru SMA,”
Wanita yang masih memiliki wajah menawan di usia yang tidak mudah lagi itu bersungut-sungut sembari menikmati menghirup udara segar kekayaan.
Kholif langsung merebahkan tubuhnya di kursi panjang. Meraih handphone dan mulai asyik dengan dunia layar handphone.
Wanita cantik yang memiliki tubuh sintal itu tidak terlalu peduli dengan banyak hal kecuali kenyamanan dan harta berlimpah.
Kholif hanya menimpali omongan ibunya dengan sedikit saja jawaban.
“Kholif tidak beli makanan kah? kalau-kalau tengah malam lapar.” Nurmala menepuk bahu Kholif.
TING TONG...
Bel tanda ada orang di depan pintu berbunyi.
Dari balik pintu Nurmala melihat siapa yang datang,
“Oooooohhhh...anak mantu mami...” Serta merta wanita tua itu membukakan pintu setelah tau siapa yang datang.
__ADS_1
“Melly...how are you..”
Kholif menoleh ibunya yang sedang bahagia menyambut calon kakak iparnya barunya.
“Baik mami,”
Melly meletakkan beberapa bungkusan di meja setelah acara cipika-cipiki dan berpelukan tanda penyambutan.
"Mami, boleh Melly menikmati malam ini di sini?”
“Sooo pasti...come...”
“Wooooow, kakak ipar membawa makan malam mi,”
“Mantu terbaik mami memang tau apa yang di butuhkan mami,”
“Tenang, anak mami yang tampan sedang pulang ke Lampung, prihal pekerjaan yang harus di selesaikan.”
Melly mengangguk mengerti. “Mami Melly mau ke Lampung, perjalanan bisnis. Jika ada alamat jelasnya Melly ingin singgah ke rumah Abang,”
“Ya ya ya... Boleh.”
“Tapi mi...” Kholif menoleh pada kedua wanita penghasil uang itu, “jika kakak Melly ke sana, apa tidak masalah jika bertemu Queen.”
“No no no...no problem.” Dengan gaya orang kaya Nurmala menepuk paha mulus Melly mengisyaratkan semua akan baik-baik saja.
“Melly akan berusaha merebut hati bang Hendra mi, tenang. Cinta butuh usaha dan pengorbanan.”
__ADS_1
“Cocok! Melly berusaha, mami bantu.”
Tidak sulit bagi Melly untuk mengenal Hendra, pada dasarnya Melly adalah mantan kekasih Hendra semasa kuliah. Melly menyesal telah pergi dari Hendra, namun ketika ia ingin kembali Hendra telah memiliki pengantinnya.
Apa yang membuat Hendra menikahi Queen?
Melly meninggalkan Hendra pas Sayang-sayangnya. Saat kehancuran lelaki itu Queen hadir menjadi seorang yang kemudian di perjuangkan oleh Hendra.
Queen hanyalah gadis yang tinggal di perkampungan kecil, bukan pengusaha atau pun politisasi. Orang tua Hendra sangat membenci Queen dengan alasan yang tidak masuk akal karena Queen orang biasa. Tidak layak baginya Queen mendapatkan Hendra yang kronologis nya seorang pengusaha sukses.
“Hei! kamu makan terlalu rakus, itu untuk kita makan malam nanti,” Nurmala mencolek pundak kholif yang sudah membongkar makam yang di bawa Melly.
“Cuma sepotong loh, mi. Pelit amat.” Cebik kholif terus pada sepotong pizza daging di hadapannya.
Nurmala memang setiap malam menyiapkan cemilan untuk mereka semua. Bermacam cemilan yang di sukai anak-anak.
Katanya, takut kalau anak -anak nya kelaparan di tengah malam.
Bisa saja makan nasi dan lauk, tapi rasanya aneh saat memakannya di tengah malam, kalau tidak terbiasa.
“Kasihan kalau Abang mu datang nanti nggak ada makanan.”
Kholif merengut, “abang di pikirkan terus Kholif kapan mi?”
“Lihat lah, Abang mu. Matanya sudah buta gara-gara wanita kampung itu, ada Melly yang sangat cantik malah masih mengejar wanita sialan itu.”

__ADS_1