
Nurmala bertepuk tangan bahagia “yes...yea..yes...” seperti anak kecil mendapatkan hadiah ulang tahun Nurmala melompat saking bahagianya.
“Ngapain mami kayak orang gila,” kholif mengapai minuman yang berada di ujung meja. Matanya terus memperhatikan wajah ibunya yang bersorak bahagia. “Dapat lotre mi?” tanyanya lagi heran.
“Akhirnya Abang mu bersama Melly.” Nurmala berjalan di jinjing-jinjing mengekspresikan kegirangan.
Di saat bersamaan, pintu rumah di ketuk berkali-kali. Lama lama ketukan itu semakin kencang.
Dengan kesal kholif membuka pintu.
????... Kholif terkejut dengan suara teriakkan tercekat.
????
Nurmala melihat kholif mundur dari pintu tampak ketakutan.
“Ada apa lif?” wanita tua itu menghampiri pintu dan lebih terkejut dengan apa yang di lihat.
*****
Ini dunia kegelapan. Dunia astral. Yang terlihat nyata belum tentu nyata, yang terlihat ilusi bisa jadi nyata.
__ADS_1
Di dunia yang gelap, tidak ada yang benar-benar bisa di pastikan dengan bukti. Serupa mimpi yang di artikan oleh sang tafsir.
Queen berada di dunia astral itu. Dunia yang tidak pernah ada dalam imajinasinya. Bahkan dunia yang di anggap mitos baginya.
Blitar memperkenalkan diri sebagai manusia setengah iblis, yang menjadi kekasihnya dari ribuan tahun silam. Itu sesuatu yang tidak masuk di akan.
Queen tertawa terbahak-bahak, sampai air matanya keluar. “Ini hanya prank Hendra, iya kan? Mana Hendra? Dia meninggalkan aku di tengah jalan, lalu membuat skenario kejadian-kejadian yang seolah menjadi ilusi atau ilustrasi drama?!”
Blitar tersenyum, “apa aku juga kamu anggap mitos?”
“Bullshit! Kalian membuat aku mabuk dan aku berhalusinasi tenang pangeran dengan ranjang yang hangat.”
“Apa kamu ingat juga tentang ranjang bersamaku?” tatapan mata Blitar menjadi sendu. Ada yang bergetar di hatinya, ‘luka’ apakah ini mahkluk reinkarnasi istrinya yang dulu teramat sangat lembut. Apakah ini memang Karman nya?
“Coba ingat-ingat seperti apa kronologi yang bisa di tangkap oleh otak kecilmu!”
Blitar melangkah pergi meninggalkan Queen sendiri dengan argumen nya.
Awalnya Blitar berpikir, Queen akan menikmati perjamuan malam indah bersamanya dalam keadaan normal tanpa hipnotisnya.
Impian Blitar melihat malam terakhir bersama Queen menjadi impiannya semu.
Kecewa teramat sangat. Apa mungkin ia akan musnah lagi tanpa bekas, hingga tahun demi tahun berganti dan sampai nanti usia Queen yang pendek berakhir. Queen adalah wanita yang kesekian kalinya di temui Blitar, wanita yang memiliki hubungan dekat dengan istrinya. Ya lebih jelasnya Queen memiliki beberapa robekan jima Nawang sih, istrinya.
__ADS_1
Usia manusia sependek usia nyamuk. Belum sempat nafas Blitar naik tenggorokan masa telah berganti.
“Abaikan kak, yang utama sekarang kita cari tau apa dan siapa Queen itu,”
Aaaaaaaauuuuuu.....!!!
Lolongan serigala di tegah malam menyeramkan. Terlihat malam kian mencekam.
Queen mendengar itu, seperti lolongan kesepian. Ada getaran yang menggelora dalam imajinasinya. Teringat semua yang sudah terjadi. Apa sebenarnya ini? Jika ini hanya sekedar prank Hendra mengapa ini terlalu nyata?
(Aku harus tau ini apa sebenarnya?) Queen melihat tubuhnya terbungkus gaun pesta tipis yang berdasarkan kain sutra halus. Ada renda cantik menghiasi bajunya. (Ini terlalu nyata,)
Queen menghampiri pintu keluar. Dengan berlahan tangannya memutar gagang pintu. Sebelum kemudian tangan besar kokoh mendekapnya dari belakang, menghentikan tangannya. “Jangan lakukan,”
Queen menoleh dengan terkejut, melihat sosok Blitar berdiri di belakangnya. Matanya kosong, sunyi, memeluknya dengan erat. (dia seperti mayat hidup) Bahkan bayangan Queen pun tak tampak di matanya. “Dengan kamu menggunakan lensa mata, kamu pikir aku akan percaya?” Queen mengibaskan tangannya. Rasa takut di dalam hatinya kalah oleh emosi. Dia masih berspekulasi ini perbuatan Hendara.
Tanpa sepengetahuan Blitar Tangan Queen yang masih menggenggam gagang pintu memaksa membukanya.
CKLEK...
Angin kencang menerpa Queen laksana tiupan topan. Queen yang secara sembrono keluar rumah tanpa menyadari apa yang ada di luar pintu langsung ternganga.
__ADS_1