The Lonely Wolf

The Lonely Wolf
KISAH CINTA KITA


__ADS_3


Queen terhenyak sesaat, kakinya ragu-ragu untuk melangkah. Sekujur tubuhnya terasa kaku karena ketakutan mendera seperti gelombang musim dingin. Malam membekukan.


Awalnya berlari adalah tujuan yang begitu menggebu di hati kecil Queen. Namun, mendapatkan kenyataan nyalinya menciut seketika.


Hutan belantara, pohon-pohon sebesar tubuhnya bahkan lebih besar berdiri tegap. Queen menatap langit dengan Kegelapan tanpa cahaya satu pun. Bintang tidak ingin muncul menghiasi langit, atau bisa jadi ketakutan karena seramnya keadaan.


Dengan gemetar Queen menoleh kebelakang bertanya dalam diam, dan mengharapkan jawaban dari Blitar.


Inilah kenyataan yang terjadi.


Tidak ada apapun di belakangnya, istana khayalan di belakang Queen lenyap, kecuali pohon rindang dengan banyak cabang dan akar menjulur ke segala arah.


Hal yang tidak berubah pada Queen adalah pakaiannya. Membuktikan bahwa yang terjadi padanya benar -benar nyata.


(Apa ini? Apa yang terjadi? Mas Hendra...!)


Queen meringkus tubuhnya dengan melipat tangan ke dada, menyesal dalam ketakutan.


Grrrrr...grrrrr...


Suara erangan panjang terdengar dari balik pohon-pohon. Queen tersentak melihat ke segala arah. Mata-mata menyala di kegelapan malam.


“Blitar...?”


Tidak ada komando di hatinya yang memerintahkan naluri menyebut nama itu, semua terdengar seperti permohonan.


Hati siapa yang tau. Meskipun semua seperti ilusi, namun rasa yang di tinggalkan oleh Blitar nyata bagi Queen.


Queen menentang keadaan dengan keras, menyadarkan dirinya bahwa tidak ada yang namanya mahkluk gaib atau tempat astral. Itu semua hanya mitos.


Tapi ketakutan lebih nyata menguasai jiwanya.


“Blitar...”


Queen mundur sampai tubuhnya benar -benar terjebak di pohon rindang yang ada di belakangnya. Lari...!


Dengan mengendap pelan Queen merangkak menjauh. (Mahkluk apa itu? mengerikan...) Dalam hati Queen menyesali Perbuatannya. (Seadanya aku terus terjebak di istana khayalan itu?... di sana... apa yang terjadi?) membayangkan istana Blitar, membayangkan sentuhan hangat Blitar yang tidak pernah ia dapatkan dari Hendara, ada sesal yang tinggal di benaknya.

__ADS_1


Queen menoleh ke kiri, ke kanan. Mahkluk malam itu berada dimana-mana.


"Blitar, temuin aku sekali lagi! Ku mohon..." Queen memohon dalam hati. Suaranya merintih penuh harapan dalam ketakutan, meskipun otak'nya mengatakan bahwa harapan yang ada di hatinya adalah kesalahan.


Seketika hawa hangat memeluk tubuhnya. Suara lembut yang di kenalnya terdengar pelan dan jelas. Suara yang menemani dirinya hampir setiap hari.


"Blitar...!" Queen mencoba mengencangkan suara, berharap Blitar menjadi dewa penolong. "Benarkan ini nyata?"


"Berjalanlah ke depan aku akan menjagamu."


Ragu-ragu Queen berjalan seperti instruksi suara itu.


Mata-mata yang menyala tajam seolah semakin mendekati dan ingin menerkam.


“Oh Tuhan, kirimkan aku penolongmu.” Queen mendekap erat tubuhnya, meraup wajahnya gusar, “Blitar aku menyesal, tolong aku...”


Ucap yang terdengar begitu indah bagi jiwa yang memuja. Seperti halnya Blitar. Kekosongan hidupnya, kesunyian jiwanya. Menjadi sakit yang abadi.



KISAH CINTA KITA


Kisah cinta kita


Dihasut rindu ditikam luka


Dirajam derita didera sembilu


Hingga membuat rasa tak lagi bicara


Berdarah dan bernanah


Hanya bisa menjerit dalam sakit


Begitu dalam sesal ini


Membuat aku terpuruk


meringkuk dalam sepi sendiri

__ADS_1


Kisah cinta kita yang penuh luka


Di cabik-cabik keadaan


Terkoyak lah kepercayaan


Untuk kita yang tak lagi bisa bicara


Tetap merengkuh mimpi dalam rindu


Mendekam berpelukan dalam sepi


Menikam rasa seorang diri


Kisah cinta kita


Berada di dasar samudera


Memeluk dingin


tertawa bersama debur ombak yang menghantam karang


Seperti rintik hujan yang tak teruraikan


Inilah kisah cinta kita


Dari kisah cinta yang sederhana


Menjadi hujan yang penuh warna


Menanti pelangi sebentar lagi


Lalu hancur dalam debur


Yang tertinggal hanya luka


Tak ada habisnya


Kisah cinta kita

__ADS_1


Bersembunyi dalam seribu luka


Arjuna 26062023/22.12


__ADS_2