The Lonely Wolf

The Lonely Wolf
HIDUP DALAM KHAYALAN


__ADS_3


Queen berendam di kolam dengan air hangat dan bunga-bunga asli. Matanya terpejam menikmati. Rasanya rileks, Queen menarik nafas Berlahan-lahan lalu menghembuskan pelan-pelan...


Huuuuuuuufffg ... Aroma segar oksigen yang masih alami di tambah semerbak aroma bunga-bunga... hidup benar -benar terlalu nikmat untuk di terima akal sehat.


Sudah satu bulan menurut Blitar dia berada di istana khayalan. Tapi menurut Queen dia baru beberapa hari di sana.


Bagaimana tidak kehidupan ini di namakan istana khayalan.


Queen hanyalah menikmati rileks berendam Air hangat dengan wewangian bunga-bunga asli. Menikmati rebahan dengan pemandangan alam yang indah seperti berada di belahan dunia lain. Zhangjiajie National Forest Park, China misalnya.


Ini seperti sedang mendapatkan bonus jalan-jalan gratis.


Queen penasaran dengan dunia di luar istana khayalannya.


Blitar belum pernah sekalipun membawa Queen melangkahkan kakinya keluar dari pintu kamar.


Semua tersedia dan sesuai keinginannya. Pada pagi hari Blitar akan pergi entah ke mana, dan masuk kembali ke kamar setelah senja.

__ADS_1


Pada saat Blitar pergi Queen akan di serang kantung yang tidak bisa di ajak kompromi. Sepertinya semua memang sudah di atas kendali.


(Seandainya aku keluar pintu, apa yang terjadi?) Blitar menikmati dirinya sesuka hati, seperti dia adalah hak mutlaknya.


Saat dalam keadaan sadar begini, Queen merasa harus pergi dari tempat itu, bagaimana pun caranya. Akan tetapi saat bertemu dan bertatap muka dengan Blitar Queen merasa menjadi orang lain yang sedang di mabuk cinta.


Astagfirullah alazim...(apa sebenarnya yang sedang terjadi padaku?) Bayangan anaknya pun tidak mampu membuat Queen sadar dari hipnotis Blitar.


“Aku ingin pulang,” ketika Queen melihat bayangan Blitar telah muncul berdiri tegap di belakangnya. Di dalam cermin Queen melihat otot dada yang berkontak-kotak, bernafas dengan halus. Jambang yang tipis begitu indah di mata.


Dan saat Blitar memeluknya dari belakang Queen tidak memiliki kekuatan untuk menolak.


Saat menginginkan kenikmatan Queen bisa sangat melupakan etika.


Entah mengapa ketika Blitar datang mendekati, Queen seperti langsung terhipnotis dengan semuanya. Seolah-olah Queen terlalu kelaparan dan kesepian. Berada dalam dekapan mahkluk yang dia sendiri belum tau kejelasannya. Queen terlalu nyaman.


“Apa yang ada di luar sana?” Queen menunjuk pintu keluar, “aku ingin melihatnya.”


Tangannya memeluk leher Blitar yang membopongnya ke ranjang. Tubuhnya basah dan mengeluarkan aroma wangi. “Tidak ada apapun di sana,”

__ADS_1


Queen merengut, menyalakan keingintahuan nya. Blitar tersenyum, “kita ke sana.” Queen memaksa sebelum dia kehilangan kesadaran dan di kuasai nafsu birahi.


Masih di dalam gendongan, “apa tidak masalah aku ke sana tanpa busana?”


Blitar mengedikkan bahu, “tidak ada siapapun di sini, aman meskipun kita melakukan di mana-mana.”


Blitar mencumbu bibir Queen, menyusuri leher hingga ke samping tengkuk nya.


Pintu terbuka lebar....apa yang ada sana...? Queen terbengong bengong tidak percaya.


Ini persis rumah pangeran serigala yang ada di dongeng-dongeng. Meja makan memanjang dan semua seperti berada di istana.


Queen yang masih berada di pelukan Blitar menatap takjub. Dia menyentuh benda-benda di sekitarnya, memastikan semua nyata.


Ini terlalu imajinasi, terlalu tidak mungkin. "Bolehkah aku turun," Blitar mengangguk manis, menurunkan kekasihnya dengan hati-hati. Saking hati-hatinya Blitar bahkan meraba kaki Queen sebelum menyentuh lantai. Kain tipis penutup meja sudut di raih Queen untuk menutupi tubuh telanjangnya.


Selama satu bulan tinggal di istana Blitar Queen tidak mengenakan sehelai benang pun kecuali selimut dan seprai yang selalu berganti baru. Bahkan Queen tidak tau kapan pelayanan menggantinya. (Ini terlalu berkhayal.)


__ADS_1



__ADS_2