The Lonely Wolf

The Lonely Wolf
SERIGALA TAMPAN MILIKKU


__ADS_3

Aaaaauuuuuuuu.....!


Lelaki kekar yang mencumbu Queen meraung keras...Saat kenikmatan bercinta merajai keduanya, tiba-tiba lelaki itu berubah menjadi seekor serigala bertubuh sangat besar dan ganas. Kuku yang tajam, taring yang mengerikan menyeringai meneteskan lendir yang berasal dari air liur dari mulutnya.


Aaaaaaaa...! aaaaaa...!


Queen menjerit sekuat tenaga menendang dan menjambak sekenanya. Dia teramat terkejut bukan kepalang.


Mahluk mengerikan itu mencengangkan kedua bahunya seolah ingin mencabik-cabik tubuh kecilnya.


Queen merasa ajalnya sudah begitu dekat. Serigala itu terus mengaum di atas tubuh telanjangnya.


Otak Queen berhenti bekerja. Untuk sesaat Queen tidak mampu lagi berfikir, bagaimana caranya untuk keluar dari situasi.


Di ingatan Queen melintas kedua anaknya.


Serigala ganas yang menyeramkan menjilati wajah dan sekujur tubuh Queen yang tak berbusana, membuat Queen mengerang.


Aaaaaaaaaa...!!!!


Queen terpekik lagi dengan lebih keras. Dia meronta dengan spontan bangkit berusaha melarikan diri.

__ADS_1


Serigala itu menggigit tengkuk Queen, membaringkan Queen dalam cakupannya.


Bangkit!


Queen berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan serigala itu sekuatnya.


Serigala itu tidak terlihat indah menyakiti Queen. Binatang ganas itu menjilati Queen dengan intern. Mencakup Queen dalam pelukannya lebih erat.


Ini seperti sebuah drama yang sedang booming di Korea. Kisah cinta goblin, kisah romantis Alien atau kisah cinta Serigala ekor sembilan.


PLAK...! Queen menampar wajahnya dengan keras.


Sakiiiit...! lenguhnya.


Queen menggeliat-ngeliat kegelian, menyingkirkan tubuh kecilnya untuk menghindar dengan cara beringsut ke kiri dan ke kanan membuat serigala itu merasa senang memainkannya.


Cukup lama Queen memeras otak untuk mencari jalan keluar dari peristiwa yang sedang di alami.


(Apa aku sudah mati? Atau aku di culik mahkluk halus? Atau aku jadi tumbal keluarga Hendra...?)


Wajah Queen berubah sendu, menyebut nama Hendra membuat ia ingat betapa kejam keluarga itu padanya, (akan lebih baik aku di sini, dari pada aku hidup bersama lelaki bajingan seperti Hendra!)

__ADS_1


Air mata mengalir deras, hati Queen hancur berkeping keping mengingat betapa tega suaminya membuangnya.


Di siksa oleh keluarga Hendra. Bukan itu masalahnya, Queen kecewa dengan suaminya. Setiap kali ada pertengkaran antara mereka Hendara selalu mengadu kepada ibunya, setiap kali Queen di siksa ibu dan iparnya, Hendra seolah menutup mata.


“Serigala, aku tidak tau kamu apa dan siapa. Aku pikir kamu lebih baik dari dia. Jika memang aku menjadi tumbal keluarga Hendra akan lebih baik di makan mahkluk sepertimu dari pada hidup menanggung malu.”


Serigala itu menjilat wajah Queen sekali lagi, sebelum memeluk Queen dalam cakupannya.


Iiiiih... Queen meraba wajahnya yang berlendir. Jijik? Pastinya. Tapi Queen bisa apa?


“Aku lebih nyaman dalam pelukanmu. Setelah ini jika engkau mau memakanku, aku terima dengan ikhlas.” Queen memeluk tubuh Serigala dengan manja seolah-olah serigala itu adalah kekasih hatinya.


Queen tidak memiliki semangat hidup lagi. Kedua anak dan suaminya yang selama ini menjadi penyemangat telah pergi. Akan sulit bagi Queen untuk hidup tanpa mereka.


“Serigala...” Queen mengelus bulu-bulu halus serigala yang memeluknya. (Sepertinya makhluk ini tidak jahat.) Queen tidak mampu menahan air matanya untuk tidak mengalir.


Kesedihannya tumpah ruah membasahi wajah, pipi, tubuhnya. Bahkan bulu-bulu serigala yang mendekapnya.


Serigala yang memeluknya seakan tau curahan isi hati Queen. Serigala itu terus menjilati wajah Queen hingga Queen merasa nyaman dan tertidur pulas dalam kelelahan hatinya.


__ADS_1



__ADS_2