
Queen tersadar. Dalam kebingungan Queen tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Untuk waktu yang cukup lama Queen terdiam.
Ruangan yang sangat mewah berukuran dua puluh kali dua puluh lima. Ranjang yang kini di tempati Queen berada di tengah ruangan. Dengan meja kecil berada di sisi kanan.
Di ujung kanan selaras ia tergeletak ada jendela yang terbuka memperlihatkan pemandangan pohon-pohon rindang akses keluar masuk udara. (Wajar terasa segar).
Pandangan Queen menyebar ke seluruh ruang. Menurut informasi matanya, ruangan ini adalah kamar pribadi.
SREEEEEEEEEK...
Suara benda di geser dengan pelan, halus dan hati-hati.
Mata Queen terbeliak semakin lebar. Pemandangan langit indah langsung mempesona matanya. Atap terbuka seperti payung dengan hiasan langit dan bintang-bintang sebagai penerang.
Belum sepenuhnya sadar dengan pesona alam yang tersaji. Seseorang dengan wajah yang belum jelas masuk ke kamar membawa segelas susu.
Queen yang terkejut memilih pura-pura belum sadar. Dia memejamkan mata.
Mengintip interes dengan ekor matanya.
“Tuan ku,...air untuk mandi tuanku sudah kami sediakan.” Dua orang pelayan sempat tertangkap mata Queen membungkuk hormat.
Hmmmm...
__ADS_1
Lelaki yang di panggil tuanku itu berdiri tegap membelakangi Queen.
Dari belakang Queen melihat jelas lukisan di punggung lelaki itu sangat nyata dan indah.
Lukisan yang bisa di katakan sebagai tato itu menggambarkan pemandangan dan hewan buas.
“Apa yang kamu lihat? Alangkah baiknya jika kamu ikut mandi bersamaku.” Ujar lelaki itu tidak terkejut melirik tajam pada Queen yang masih saja pura-pura.
Jelas-jelas ucapannya di tunjukan pada Queen.
Queen tidak menyadari lelaki itu menyindirnya. Dia tetap bersikeras untuk memejamkan mata dan Pura-pura.
Lelaki itu sangat tampan. Queen yang awalnya meronta jadi terbengong bengong dan terkesiap cukup lama. Bukan hanya terpesona oleh pemandangan kamar, Queen juga terpesona dengan pemilik kamarnya.
Lelaki itu melemparkan tubuh Queen ke dalam bak mandi (bathtub) dengan kasar lalu menyusul masuk tanpa sehelai benang di tubuhnya. Queen yang menggelepar terkejut mengejar udara untuk bernafas merasa frustasi.
Sosok lelaki muda dengan mata elang, sedikit jambang kumis dan rambut sepunggung, kulitnya bersih berhidung mancung berbibir seksi. Seperti memiliki magnet.
Lukisan yang berbentuk tato di tubuhnya begitu indah dan hidup. Queen mengerakkan tangannya untuk menyentuh punggung lelaki yang kemudian membelakanginya.
Eh, Queen beringsut mundur. Mengapa Queen merasa dia seperti terhipnotis. Anggota badannya bergerak melawan naluri.
__ADS_1
Benar lelaki itu tampan, tapi... tidak untuk menguasai dirinya. Queen menarik tangannya Berlahan-lahan menjauh dari tubuh berotot kekar yang seolah berbisik menggairahkan.
....!!!
Queen merasa tubuhnya memiliki naluri sendiri. Bergerak tanpa bisa di kendali. Mengapa tangannya tidak menjauhi lelaki itu?
tangan Queen justru terus bergerak liar menyusuri setiap inci tubuh berotot yang membelakanginya.
Dengan berani Queen terus menjamah bagian tubuh yang tengelam dalam air, mendaratkan ciuman dengan bekas merah di mana-mana.
Astagfirullah alazim... Queen mencoba merampas kembali kesadaran yang telah terhipnotis.
“Apa kamu sebenarnya? Mengapa aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku?” Queen mendesah dengan ribuan pertanyaan yang lirih terucap cukup jelas.
Lelaki itu tidak memberikan jawaban pada keluhan Queen. Dia duduk dengan tenang dan memejamkan mata menikmati sentuhan Queen. Hanya sesekali tangan besarnya menggenggam tangan Queen sangat erat seolah mengekspresikan kenikmatan.
Aroma tubuh yang di gerayangi Queen begitu harum dan setiap cekalan tangannya begitu nikmat.
Cukup lama pergumulan bibir, yang kemudian menjadi adegan mesra-mesraan semalaman. Berawal dari tempat berendam beralih ke ranjang. Kesadaran Queen benar -benar telah di jajah dengan suka rela.

__ADS_1